Hanya Terjadi Di Ciasem Subang, Orang Hajatan Bisa Memblokir Jalan dan Merugikan Semua Orang

Soeara Rakjat, Muara. Aksi pemblokiran jalan secara sepihak yang terjadi pada hari Sabtu, 30 Juli 2016, masih menyisakan rasa kecewa bagi sebagian besar masyarakat Desa Muara. Sebuah desa yang terletak di Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.
Jalan di ciasem ditutup karena ada yang hajatan
Jalan Muara-Cisem Subang ditutup karena ada yang hajatan
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, pemblokiran jalan terjadi bukan karena adanya sesuatu hal yang mendesak dan penting. Pemblokiran ini terjadi hanya karena masalah sepele.

Penutupan jalan terjadi karena resepsi atau hajatan dalam bahasa lokal, yang sedang berlangsung di Dusun Sawah Baru, Desa Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat.

Seolah tak memiliki rasa empati dan tak memperdulikan kepentingan umum, akibat dari resepsi keluarga Kosim dan Roheti ini jalan umum yang merupakan jalan negara dan dibangun dengan menggunakan uang pajak rakyat lantas ditutup total dan tidak bisa dilalui.

Tentu saja hal ini sangat merugikan bagi warga desa di sekitarnya. Terlebih, hal ini terjadi bukan untuk yang pertamakali di lokasi yang relatif berdekatan. Warga Desa Muara maupun Ciasem dan sekitarnya yang hendak melintas pun terpaksa harus memutar sejauh puluhan kilo meter akibat perhajatan Kosim dan Roheti ini.

Kekesalan warga ini berawal dari sebuah postingan di jejaring sosial Facebok, TS yang disertai beberapa foto ini cukup memancing perasaan jengkel para Netizen. Publik pun mempertanyakan mengapa pemerintah desa maupun Kepolisian setempat memberi izin pemblokiran jalan?

Menutup atau memblokir jalan yang merupakan sarana kepentingan umum untuk mengakomodir kepentingan individu, kelompok atau golongan tertentu bukanlah tindakan yang bisa dibenarkan. Hal tersebut jelas sudah menyalahi undang-undang, norma dan etika yang berlaku ditengah masyarakat Indonesia.

Tentunya bisa dimaklumi jika yang diblokir adalah jalan alternatif atau gang dan sejenisnya. Namun ketika akses jalan utama yang ditutup, tentu dampaknya sangat besar bagi masyarakat di sekitarnya. Resepsi atau hajatan hendaknya bisa dilakukan di halaman ataupun menyewa gedung tanpa perlu mengganggu kepentingan masyarakat umum.

Apapun alasannya, memblokir jalan Desa/Negara yang dibangun dengan uang pajak rakyat adalah sebuah tindakan yang tidak mengedepankan azas keadilan.
Jalan Desa Muara Kecamatan Blanakan Subang Sudah 100% Mulus
Tak hanya menyalahi undang-undang, norma maupun etika, tindakan menutup jalan umum juga sangat tidak dibenarkan bagi masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan agama. baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Hanya Terjadi Di Ciasem Subang, Orang Hajatan Bisa Memblokir Jalan dan Merugikan Semua Orang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel