Jenderal Soeharto yang Masih Dianggap Sebagai Presiden Terbaik, Piye Kabare masih Penak Zamanku Toh Le?


Soeara RakjatReformasi 1998, telah berhasil 'menumbangkan' Orde Baru, dan memunculkan Orde Reformasi. 18 tahun sudah Reformasi berjalan, dan delapan tahun sudah HM Soeharto, mangkat meninggalkan kita bangsa Indonesia.
Presiden Soeharto Piye Kabare, masih Enak Jamanku toh le?
Soeharto Presiden Kedua RI Saat Bersama Siswa Sekolah Dasar
Apa yang telah kita hasilkan setelah masyarakat Indonesia begitu larut dalam Euforia kebebasan yang sebebas-bebasnya? Berakhirnya kepemimpinan Orde Baru yang konon dikenal keras (otoriter) telah membawa kita pada fase baru yaitu zaman kebebasan.

Sayangnya tidak sedikit dari kita yang sering kebablasan dalam menyikapi kebebasan tersebut. Bangsa Indonesia pun kini sudah hampir kehilangan identitasnya. Bangsa Indonesia yang di kenal ketimuran dan santun, kini sepertinya mulai berubah drastis, terutama di kalangan generasi muda.

Maraknya tawuran antar pelajar, supporter sepakbola, dan warga antar kampung, sepertinya bukan lagi sesuatu yang aneh. Gesekan-gesekan yang kerap menimbulkan korban terasa kian marak, sesuatu yang sangat di sayangkan tentunya.

Saat ini, bangsa Indonesia boleh bangga dengan kebebasan pers, demokrasi dan hak-hak politik. Kini rakyat di beri kebebasan untuk bersuara, memilih partai hingga Kepala Daerahnya. Namun sayang kebebasan tersebut sepertinya masih belum memberi dampak signifikan pada kehidupn dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Lalu munculah istilah atau slogan yang menyatakan bahwa era Soeharto masih lebih baik dari saat ini. Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa stabilitas baik keamanan, politik dan ekonomi masih lebih baik dari pada kebebasan mutlak bagi rakyat seperti sekarang ini.

Rakyat Indonesia kini seprtinya memang memiliki kebebasan sangat mutlak, mutlak tidak di beri subsidi, mutlak menentukan nasibnya sendiri, dan mutlak memperjuangkan kepentingannya sendiri. Bahkan menghadapi MEA, rakyat Indonesian juga mutlak untuk berjuang sendiri.

Hal ini bukan hanya sekedar wacana maupun opini belaka, banyak dari lembaga survey yang kemudian mencoba menjaring aspirasi rakyat tersebut. Hasilnya pun luar biasa, ternyata masih banyak masyarakat yang menyatakan bahwa isih penak jamane Soeharto.

Kondisi ini tentu membuat idiom Pie Kabare, masih penak jamanku to le? makin membumi di seantero Indonesia. Meski tidak di pungkiri bahwa zaman Reformasi juga membawa banyak perbaikan demi perbaikan, namun mungkin sebagian masyarakat masih belum merasa puas dengan kondisi ini.

Piye Kabare, Masih Penak Jaman Ku To Le? juga sangat mungkin adalah sebuah bentuk kekecewaan sebagian masyarakat Indonesia. Reformasi yang dahulu di anggap sebagai gerbang emas Indonesia menuju kejayaan, kini banyak menuai kekecewaan bagi sebagian kalangan.

Cita-cita Reformasi bangsa Indonesia pun sepertinya masih jauh oanggang daripada api, banyak hal yang ingin kita hindarkan dan diperjuangkan dengan mengusung Reformasi justeru kini malah terjadi. Reformasi, masih belum bisa membuat rakyat Indonesia berdaulat, mandiri dan menjadi tuan di negeri sendiri.

Untuk apa kebebasan jika hanya kebablasan, untuk apa Reformasi jika hanya makin menjauhkan kita dari cita-cita mulai para pejuang dan pendiri bangsa Indonrsia.
Rumah Sejarah Bung Karno di Rengasdengklok Karawang
Namun begitu, Reformasi adalah cita-cita mulia yang harus tetap diperjuangkan. Reformasi hanya sebuah tahap perjalanan yang mungkin kini sedang dalam persimpangan, dan semoga kelak menemukan jalan (pulang). baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Jenderal Soeharto yang Masih Dianggap Sebagai Presiden Terbaik, Piye Kabare masih Penak Zamanku Toh Le?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel