Antara Mohammad Natsir, Masjoemi Dan Yusril Ditengah Pergerakan Islam

Soeara RakjatPerjalanan panjang bangsa Indonesia, telah melahirkan banyak pejuang dan tokoh-tokoh pergerakan. Mereka begitu di kenal, bahkan hingga kini tetap menjadi referensi ataupun inspirasi bagi kaum muda intelektual Indonesia saat ini.

Salah satu tokoh pergerakan Islam yang paling di kenal di Indonesia adalah Mohammad Natsir. M. Natsir adalah satu dari sekian banyak tokoh Islam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. M. Natsir lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat pada 17 Juli 1908.

Natsir yang sejak SMA tinggal di Bandung ini kemudian terjun ke dunia politik di era 1930 an. Natsir adalah salah satu pendiri sekaligus pemimpin Masyumi, atau Majelis Syuro Muslimin Indonesia. 

Selain berpolitik Natsir pun aktif sebagai penulis, Natsir banyak menulis tentang Persfektif Islam dalam kaitanya dengan kondisi politik dan pemerintahan saat itu.

Natsir juga pernah di angkat sebagai Perdana Menteri Indonesia, pada September 1950, namun mengundurkan diri karena berselisih faham dengan Presiden Soekarno. 

Sejak mengundurkan diri, Mohammad Natsir makin kuat menyuarakan pentingnya peranan Islam dalam pemerintahan, Natsir kemudian ditahan sebelum akhirnya di bebaskan pada tahun 1966.

Selain di dalam negeri, Natsir juga cukup dikenal di luar negeri. Itu terbukti dengan gelar Doktor Honoris Causa (HC), dari Lebanon dan Malaysia. 

Di kancah internasional, Natsir pernah memimpin Liga Muslim Dunia, dan Dewan Masjid Dunia. M. Natsir meninggal dunia di Jakarta pada 6 Februari 1993, Natsir kemudian di anugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada tahun 2008.

Natsir di kenal sebagai Menteri yang sederhana, tak punya baju bagus dan Jas yang penuh tambal dan sulaman. Natsir juga tidak memiliki rumah dan menolak di beri mobil mewah. Dalam berbagai tulisannya, M. Natsir kerap mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap perlakuan pemerintah saat itu..

Partai Masyumi sendiri didirikan pada tanggal 7 November 1945 di Yogyakarta. Partai ini di dirikan melalui kongres umat Islam se Indonesia. 

Seluruh tokoh umat Islam dari Nahdlotul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persatuan Umat Islam dan Peesatuan Umat Islam Indonesia, bersatu padu menyatukan persepsi,

Masyumi merupakan partai berideologi Islam atau Pan-Islamisme. Masyumi kemudian di bubarkan oleh Presiden Soekarno pada 1960, karena pemerintah kala itu mencurigai ada tokoh-tokoh Masyumi yang terlibat dalam Gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI.

Sebelum resmi menjadi partai, Masyumi adalah wadah bagi para tokoh dan umat Islam Indonesia untuk menyatukan visi, misi dan arah perjuangan. Pendiri NU, KH Hasyim Ashari tercatat sebagai pemimpin tertinggi Masyumi kala itu. NU kemudian menyatakan diri keluar dari Masyumi pada 5 April 1952.

Pada Pemilu 1955, Masyumi adalah partai Islam terkuat dengan meraih sekitar 20,9% suara. Jawa Barat, Jakarta Raya, Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, Sumatera Utara, beberapa daerah di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku adalah basis utama Masyumi.

Partai Bulan Bintang, adalah satu-satunya partai yang dianggap sebagai perwujudan Masyumi di masa kini. Namun begitu, PBB sepertinya sulit untuk mengulang sejarah besar Masyumi di era 1950 an. 

Masyumi yang kala itu sebagai wadah utama aspirasi umat Islam, tentu berbeda dengan kondisi PBB saat ini, di mana pergerakan umat Islam sudah memiliki 'banyak pilihan'.

Bagaimana dengan ├Łusril Ihza Mahendra sebagi tokoh sentral di PBB? Dalam kondisi Indonesia saat ini. Sepertinya Yusril masih memiliki nama besar ketimbang PBB sendiri, Yusril saat ini adalah salah satu tokoh nasional yang begitu dikenal luas.

Yusril lebih dikenal sebagai praktisi hukum, namun begitu citra Islam masih melekat dalam dirinya. Yusril juga cukup dekat dengan kalangan Ulama dan Habaib, baik di Ibukota maupun di daerah lain di Indonesia. 
Marawis Shalawat Nabi, Kesenian Islami Nada dan Dakwah
Pergerakan Islam dalam dunia politik di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru. Sudah sejak dahulu para ulama dan tokoh Islam berjuang membela Indonesia. Para Ulama dan kaum santri juga diakui memiliki peran dalam perjuangan. baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Antara Mohammad Natsir, Masjoemi Dan Yusril Ditengah Pergerakan Islam "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel