1 Maret 1293, 30.000 Tentara Kekaisaran China - Mongol Menyerbu Jawadwipa

Sejarah Raden Wijaya Pendiri Majapahit Saat Melawan Tentara China Mongol yang menyerbu Singhasari
Soeara Rakjat, Historia. Konflik batas wilayah sebuah negara, bukanlah perkara mudah yang bisa dianggap sepele. Konflik batas wilayah atau teritorial sebuah negara, itu menyangkut harkat dan martabat sebuah bangsa yang berdaulat dan merdeka.

Cukup banyak negara-negara di dunia yang terlibat pertempuran karena konflik teritorial yang biasanya berada dilautan lepas. Pada 1982, Inggris dan Argentina pernah terlibat perang karena berebut pulau Malvinas, di lepas pantai Argentina di samudera Atlantik.

Saat ini Indonesia juga sedang mengalami konflik dengan pihak China. Adalah para nelayan China yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia yang kemudian ditangkap.

Namun para pencuri ini mendapat perlindungan dari armada laut China, yang kemudian sempat menimbulkan insiden dengan Angkatan Laut Indonesia.

Rakyat pun merasa geram dengan ulah China ini, protes pun terjadi dimana-mana, dan memantik rasa Nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. Namun kemudian Istana membantah adanya konflik antara Indonesia dan China, tentu sebuah pernyataan yang sangat menyejukan bagi kita semua.

Terlepas dari konflik Laut Natuna, bangsa China yang saat itu di kuasai Mongolia pernah berkonflik dengan bangsa kita di zaman kerajaan Nusantara.

Kekaisaran China dari Dinasti Yuan yang berasal dari Mongolia, pernah menyerbu tanah Jawa melalui sebuah ekspedisi besar dengan sekitar 30.000 lebih bala tentara China - Mongolia.

Invasi Kekaisaran China-Mongol ini dipicu oleh penolakan Kertanegara, raja Singhasari untuk mengaku tunduk pada kaisar Dinasti Yuan di China. Tak hanya itu, Kertanegara bahkan melukai Meng-qi seorang utusan Kaisar Yuan, sebagai bentuk perlawanannya.

Kubilai Khan, pendiri dinasti Yuan di China merasa terhina dengan perlakuan Kertanegara ini, pada tahun 1292 sekitar 30.000 tentara China - Mongolia dimobilisasi dari daerah Fujian, Jiangxi, dan Huguang di daerah China selatan. Bala tentara China-Mongol lalu berlayar dengan 1000 kapal, bertolak menyerbu tanah Jawadwipa.

Sementara di Singhasari sendiri terjadi pemberontakan yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Singhasari, pemberontakan ini dilakukan oleh Jayakatwang dari Kediri. Kertanegara pun kemudian terbunuh, dan Singhasari kemudian dikuasai oleh Jayakatwang.

Menantu Prabu Kertanegara, yaitu Raden Wijaya mendapat pengampunan dari Jayakatwang. Raden Wijaya lalu diberi tanah luas di hutan Tarik, yang kemudian dibuka untuk dijadikan pemukiman. Oleh Raden Wijaya pemukiman baru di hutan Tarik ini kemudian diberi nama Majapahit.

Pada bulan Januari 1293, pasukan Yuan pun tiba di Jawadwipa, dan mendarat di pelabuhan Tuban. Lalu pada 1 Maret 1293, sebagian pasukan Yuan bergerak melalui darat, sebagian lagi menyusuri sungai untuk menyerbu Singhasari yang saat itu sudah dikuasai oleh Jayakatwang.

Dalam Kidung Panji WijayaKrama, disebutkan bahwa pasukan Yuan ini menjarah desa-desa yang ada disekitar Tuban. Raden Wijaya yang mendengar kedatangan pasukan Yuan ini kemudian bersiasat, Wijaya memberikan peta daerah Kalang untuk memudahkan penyerbuan. 

Raden Wijaya kemudian bersekutu dengan pasukan China-Mongol, dengan imbalan dirinya akan mengaku tunduk pada kekaisaran Dinasti Yuan di China.

Jayakatwang berhasil dikalahkan oleh pasukan China-Mongol ini, lalu Raden Wijaya meminta izin untuk kembali ke hutan Tarik, dengan alasan akan menyiapkan upeti untuk kaisar Dinasti Yuan.

Raden Wijaya kemudian kembali ke hutan Tarik dan lantas meninggalkan pasukan Yuan yang sedang berpesta pora merayakan kemenanganya.

Sekitar 200 tentara dipimpin 2 orang perwira utama lalu menyusul ke hutan Tarik, namun mereka disergap oleh pasukan Raden Wijaya yang sebelumnya sudah dipersiapkan.

Dengan cepat Raden Wijaya lalu memobilisasi pasukannya dan bergerak menuju kamp utama tentara Yuan untuk melakukan penyerangan.

Serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Raden Wijaya ini membuat pasukan China-Mongolia ini kocar-kacir dan cerai berai, pasukan Wijaya berhasil membunuh banyak prajurit-prajurit terbaik dan handal dari Dinasti Yuan, dan sebagian pasukan ini lari kembali ke kapal-kapal mereka.

Menurut catatan wikipedia.org, pelarian pasukan Yuan dari serbuan pasukan Raden Wijaya ini semakin menjadi kacau, itu karena angin Musonyang akan membawa mereka kembali ke China akan segera berakhir.

Pasukan Yuan terancam terjebak di Jawadwipa selama 6 bulan lamanya, dalam peristiwa itu pasukan Yuan kehilangan 3000 prajurit terbaiknya.

Raden wijaya kemudian menjadi raja di Majapahit, sebagai pewaris dan penerus dari Singhasari. Majapahit kemudian menjadi kerajaan terbesar di Jawadwipa dan mampu mempersatukan kerajaan-kerajaan di seluruh Nusantara. Raden Wijaya menurunkan trah Rajasa, yang kelak beberapa diantaranya menjadi raja-raja besar di tanah Jawa.

Peristiwa ini adalah pelajaran bagi kita semua, bahwa nenek moyang kita tidak pernah takut untuk berhadapan melawan bangsa asing dan para penjajah.
Kisah Roro Jonggrang Bandung Bondowoso Legenda Candi Prambanan
Perlawanan Kertanegara dan Raden Wijaya pada Kekaisaran Yuan, patut menjadi pemupuk rasa Nasionalisme kita semuanya. baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "1 Maret 1293, 30.000 Tentara Kekaisaran China - Mongol Menyerbu Jawadwipa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel