26 Maret 1968, Soeharto Resmi Dilantik Menjadi Presiden Republik Indonesia Ke-2

Presiden Soeharto dilantik menggantikan presiden Soekarno pada 26 maret 1968
Pelantikan Soeharto saat berkomunikasi dengan siswa Sekolah Dasar
Soeara Rakjat. Sejarah. Hari ini berpuluh tahun yang lalu, pada tanggal 26 Maret 1968, HM. Soeharto secara resmi menggantikan Ir. Soekarno, sebagai Presiden Republik Indonesia. Soeharto kemudian menjadi Presiden RI yang ke-2, dan menjabat sekitar 32 tahun lamanya.

Adalah Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret, yang disebut-sebut berperan penting dalam naiknya HM. Soeharto ke kursi Presiden RI.

Supersemar yang memberi kuasa pada Soeharto untuk mengambil langkah yang diperlukan dalam rangka mengendalikan situasi saat itu telah membuat posisi HM. Soeharto semakin kuat.

Soeharto sendiri sudah menjabat sebagai Presiden sementara sejak 12 Maret 1967. Saat itu MPRS yang menolak pidato pertanggungjawaban presiden Soekarno berjudul  Nawaksara, kemudian menunjuk Soeharto sebagai pejabat/mandataris.

MPRS lalu mencabut kekuasaan pemerintahan negara dari Presiden Soekarno melalu Tap MPRS No.XXXIII/MPRS/1967.

Satu tahun kemudian, pada 26 Maret 1968, HM. Soeharto secara resmi diambil sumpahnya sebagai Presiden tanpa adanya jabatan Wakil Presiden. Saat itulah dimulainya tonggak sejarah berdirinya Orde Baru, yang kemudian menandai berakhirnya masa Orde Lama.

Kepemimpinan Jenderal Soeharto dan Orde Baru sendiri bertahan hingga 32 tahun lamanya, dan kemudian berakhir pada Mei 1998.

Sebagai Presiden dengan masa jabatan terlama di Indonesia, The Smilling General ini tentunya paling banyak meninggalkan kesan yang mendalam bagi rakyatnya,

Meski di awal era Reformasi 1998 banyak pihak yang menyudutkan Soeharto, namun hingga kini mayoritas rakyat Indonesia terutama di pedesaan masih merasa merindukan gaya kepemimpinannya.

Karakteristik militer yang ada dalam diri Jenderal Soeahrto telah memberi rasa aman dan nyaman bagi mayoritas rakyat Indonesia.

Hingga kini masih banyak dari rakyat Indonedia yang menyebut era Orde Baru di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto adalah era terbaik Indonesia.

Hal itu ditandai dengan maraknya slogan, Piye kabare masih penak zamanku toh le?yang marak bertebaran di berbagai tempat seperti di dinding, bus kota, hinggga truk angkutan dan bus.

Meski cukup banyak para aktivis, tokoh dan politisi yang merasa hak politiknya terpasung, namun bagi sebagian besar masyarakat terutama di pedesaan, Jenderal Soeharto benar-benar dianggap telah mampu membuat negeri ini aman, damai dan sejahtera.
Ziarah Makam Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Indonesia
Menurut para generasi tua, era Soeharto adalah masanya pembangunan, era Orde Baru adalah zaman murahnya sandang dan pangan. baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "26 Maret 1968, Soeharto Resmi Dilantik Menjadi Presiden Republik Indonesia Ke-2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel