24 Maret 1792, Sri Sultan Hamengkubuwono I Meninggal Dunia di Yogyakarta


Soeara Rakjat, Historia. Hari ini lebih dari 200 tahun yang lalu, terjadi sebuah peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta. 24 Maret 1792, raja pertama sekaligus pendiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono I, meninggal dunia. HB I meninggal diusia 74 tahun, setelah memerintah sejak tahun 1755.
Sri sultan hamengkubuwono I, pendiri keraton yogyakarta
Lukisan Sri Sultan Hamengkubuwono I
HB I terlahir dengan nama Raden Mas Sujana, pada 6 Agustus 1717, di Kartasura. HB I lahir dari seorang ibu bernama Mas Ayu Tejawati, yang merupakan isteri Selir dari Sri Susuhunan Amangkurat IV, raja dari Kasunanan Kartasura.

Kasunanan Kartasura (kini Keraton Solo) sendiri merupakan penerus dari kerajaan Mataram Islam.

Raden Mas Sujana kemudian lebih di kenal dengan Pangeran Mangkubumi. Sebagai putera Amangkurat IV, HB I merupakan saudara satu ayah lain ibu dari Pakubuwono II.

Pakubuwono II adalah putera dari GKR Kencono, isteri permaisuri Amangkurat IV. Pakubuwono II kemudian mewarisi takhta Kasunanan pada 1726, yang kemudian berpindah tempat dan berganti nama menjadi Kasunanan Surakarta.

Sri Sultan Hemengkubowono sendiri adalah pendiri keraton Ngayoyakarta Hadiningrat, pada tahun 1755. Kesultanan Yogyakarta berdiri atas kesepakatan HB I, VOC, dan Pakubuwono III melalui perjanjian Giyanti yang ditandatangi pada 13 Februari 1755.

Perjanjian ini pula yang kemudian membuat kerajaan Mataram Islam terpecah menjadi Yogyakarta dan Surakarta. Menurut silsilah, HB I adalah keturunan dari Brawijaya V, yang merupakan raja Majapahit yang terakhir dalam catatan sejarah. 

Baik dari garis ayah yaitu Susuhunan Amangkurat IV maupun Mas Ayu Tejawati, Hamengkubuwono I atau Mangkubumi ini memang memiliki kaitan erat dengan Majapahit, kerajaan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Kesultanan Yogyakarta sendiri hingga kini masih tetap berdiri dan menjadi yang paling eksis diantara kerjaan kerajaan nusantara yang lain.
Babad Diponegoro Berakhirnya Perang Jawa II 1825-1830
Bersama DKI Jakarta dan Aceh, Yogyakarta adalah daerah yang memiliki status khusus dan keistimewaan dibanding dengan daerah-daerah lain di Indonesia. baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "24 Maret 1792, Sri Sultan Hamengkubuwono I Meninggal Dunia di Yogyakarta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel