ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Hadiri Tabligh Akbar di Desa Pangarengan, Legon Kulon, Subang, Dedi Mulyadi Beri Santunan Untuk Penyandang Distabilitas

On October 10, 2017 with No comments

Bupati Purwakarta yang juga ketua Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, belakangan memang terlihat begitu aktif menyambangi berbagai tempat di seputaran Jawa Barat terutama di sekitar pesisir utara. Dedi yang berniat maju sebagai Cagub Jabar ini memang terlihat makin intens melakukan aksi sosial maupun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Dedi mulyadi hadir di desa pangarengan legon kulon subang
Dedi Mulyadi/foto Fanspage Dedi Mulyadi
Soeara Rakjat. Pamanukan. Setelah sebelumnya menghadiri acara Syukuran Nelayan di Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Dedi Mulyadi pada akhir pekan lalu juga hadir dan membaur bersama warga di Desa Pangarengan, Kecamatan Legon Kulon, Subang. Dalam kegiatan kali ini, pria kelahiran Dawuan Subang ini menghadiri tabligh akbar yang berlangsung di salah satu tempat di daerah tersebut.

Hadir dengan baju putih-putih yang selama ini memang kerap dikenakannya, Dedi Mulyadi kembali melakukan komunikasi langsung dengan beberapa warga. Seperti biasanya, dari atas panggung Kang Dedi sapaan akrabnya, akan mengundang warga untuk naik ke panggung untuk melakukan komunikasi dan interaksi.

Kali ini, Kang Dedi memberi kesempatan kepada seorang remaja penderita distabilitas untuk naik ke atas panggung. Saat berkomunikasi, Kang Dedi lantas meminta anak tersebut untuk mengaji. 

"Suherli terlahir disabilitas. Kedua kakinya lumpuh sementara ibu dan ayahnya sudah tiada. Setiap hari ia diurus oleh pamannya. Warga Desa Pangarengan, Kecamatan Legon Kulon, Subang ini tampak bersemangat mengikuti pengajian Muharraman sambil duduk di tengah ribuan jama'ah."

"Ketika saya mengajaknya ke atas panggung, saya sama sekali tidak mengira derita yang dia alami. Namun ia tampak bahagia saat saya ajak bicara. Spirit mengaji terucap dari mulut suci yang terbata-bata karena ketidakmampuan berbicara," lanjut Kang Dedi.

Kang Dedi lantas memberi santunan kepada remaja penyandang distabilitas tersebut. "Kami titipkan bekal beternak untuk pamannya juga kami kirim kursi roda untuk Suherli. Spirit mengaji Suherli dalam keterbatasan adalah tauladan bagi kita," ujar Kang Dedi melalui laman Facebook miliknya.


Suherli terlahir disabilitas. Kedua kakinya lumpuh sementara ibu dan ayahnya sudah tiada. Setiap hari ia diurus oleh pamannya. Warga Desa Pangarengan Kecamatan Legon Kulon Subang ini tampak bersemangat mengikuti pengajian Muharraman sambil duduk di tengah ribuan jama'ah. Ketika saya mengajaknya ke atas panggung, saya sama sekali tidak mengira derita yang dia alami. Namun ia tampak bahagia saat saya ajak bicara. Spirit mengaji terucap dari mulut suci yang terbata-bata karena ketidakmampuan berbicara. Kami titipkan bekal beternak untuk pamannya juga kami kirim kursi roda untuk Suherli. Spirit mengaji Suherli dalam keterbatasan adalah tauladan bagi kita.
Dikirim oleh Kang Dedi Mulyadi pada 8 Oktober 2017

Kehadiran Dedi Mulyai di Desa Pangarengan, Kecamatan Legon Kulon ini disambut meriah oleh masyarakat setempat. Di sekitar lokasi, warga terlihat sangat antusias mengahadiri tabligh akbar yang dihadiri oleh Dedi Mulyadi ini. mch/baim
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »