ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Apakah Uang Hasil Pesugihan/Pelihara Tuyul Dikenakan Pajak? Ini Jawaban Ditjen Pajak RI

On August 29, 2017 with No comments

Pict @alvianoszta/@DitJenPajakRI
SoearaRakjat. Netizen. Netizen di tanah air, kembali dibuat tersenyum simpul saat seorang pengguna akun Twitter bertanya langsung pada akun resmi Direktorat Pajak Republik Indonesia. Sebuah pertanyaan yang mungkin saja sebelumnya tak terpikirkan oleh siapapun.

Adalah pemilik akun @alvianoszta yang bertanya langsung perihal kewajiban para wajib pajak kepada negara. Tak tanggung-tanggung, ia pun menanyakan langsung pada akun resmi @DitjenPajakRI milik Direktorat Pajak Republik Indonesia.

"Min (admin), jika ada seorang pengangguran tetapi dia melakukan pesugihan/miara tuyul sehingga uangnya (jadi) banyak, apakah dia kena pajak?," tulis alvian.

Sayangnya, akun Direkotrat Pajak sendiri tidak memberi jawaban langsung karena karena pertanyaan tersebut dinilai sebagai sesuatu yang janggal. Admin @DitjenPajakRI lantas balik bertanya dan menyebutkan, apakah tidak ada pertanyaan lain?
Meski terdengar lucu dan seperti mengada-ada, namun pertanyaan dari akun @alvianoszta ini berhasil menarik perhatian netizen. Sejak beberapa hari terkhir, cuitan ini menjadi viral di jejaring sosial. 
Tak hanya di Twitter, cuitan @alvianoszta juga bahkan viral di jejaring sosial Facebook dalam bentuk screnshoot atau tangkapan layar. Hingga kini beberapa netizen masih begitu bersemangat untuk menanggapi. mch
Menyambut Hari Kemerdekaan dan HUT PAN ke-19, DPD PAN Subang Gelar Aksi Sosial di Alun-alun Pagaden

On August 27, 2017 with No comments

DPD PAN Subang gelar aksi sosial dalam HUT PAN ke-19
Soeara Rakjat. Pagaden. Menyambut peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 dan juga ulang tahun Partai Amanat Nasional (PAN) ke-19, DPD PAN Subang menggelar aksi sosial dan panggung terbuka yang bertempat di alun-alun Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kegiatan sosial yang digagas DPD PAN Subang ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD PAN Subang Asep Rochman Dimyati atau yang lebih populer disapa ARD. Selain itu, nampak hadir pula Ketua Fraksi PAN DPRD Subang Drs. H. Lutfi Isror Al-Faroby dan juga Sekjen Bobby Haerul Anwar S.IP.


Dalam kesempatan tersebut, Asep Rochman Dimyati (ARD) memberi apresiasi untuk para siswa berprestasi dan juga santunan untuk anak yatim (dhuafa). Di hadapan seluruh peserta yang sebagian besarnya adalah pengurus cabang dan juga warga sekitar, ARD bertekad menjadikan PAN sebagai gerbong terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

"Esensi dari berpolitik adalah pengabdian untuk masyarakat. PAN bertekad menjadikan Kabupaten Subang semakin lebih baik khususnya dalam bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat," tegas ARD dalam sambutannya.


HUT PAN ke-19 kali ini juga diwarnai dengan aksi sosial dalam bidang kesehatan yang melibatkan kader-kader PAN secara langsung. Secara bergiliran para pengurus DPC dan kader-kader PAN kemudian menggelar aksi donor darah dengan mendatangi tenda atau stand yang telah disediakan.

Masih di sekitar kawasan Pagaden, DPC PAN Pagaden Barat juga menggelar aksi menangkap ikan dengan hadiah uang tunai Rp 1 juta. Selain hadiah uang tunai, peserta yang berhasil menangkap ikan lele akan diberi bingkisan yang diserahkan langsung oleh Ketua DPD PAN Subang Asep Rochman Dimyati (ARD). mch


Dikirim oleh M. Chaerudin pada 26 Agustus 2017
Aksinya Terekam Video, Pria Bergolok Pemalak Pendaki Gunung Guntur Garut Diamankan Polisi

On August 25, 2017 with No comments

Polisi amankan pria bergolok penghadang pendaki gunung/Instagram Polres Garut
Soeara Rakjat. Jawa Barat. Netizen di jejaring sosial, kembali digemparkan oleh aksi premanisme yang dilakukan oleh seorang pria terhadap para pendaki di jalur pendakian Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Pria yang belakangan diketahui bernama Solihin ini memalak alias meminta paksa sejumlah uang pada para pendaki di jalur pendakian blok Citiis.

Menurut kabar yang dirilis pihak Kepolisian, Solihin sendiri sudah melakukan aksinya sejak setahun lebih. Polisi lantas mengamankan Solihin yang merupakan warga Kampung Babakan Jambe, Desa Pasawahan, Kecamatam Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Solihin sendiri melakukan aksinya dengan mencegat para pendaki di jalur pendakian antara base-came dengan pos satu, dan mempersenjatai dirinya dengan golok dan sekop.

"Jadi berdasar pengakuan maupun laporan sebelumnya, pelaku ini sudah melakukan aksi pemalakan lebih dari setahun," ujar Kepala Polisi Sektor Tarogong, Iptu Tito Bintoro kepada wartawan, Kamis, 24 Agustus 2017.

Lebih lanjut, Kapolsek Tarogong menyebutkan, pelaku sendiri sudah mengakui semua perbuatannya. "Dia memaksa meminta uang kepada para pendaki gunung."

Sebelumnya, Solihin sempat menjadi viral di jejaring sosial karena aksinya yang meminta paksa uang dari para pendaki ini terekam oleh kamera video milik seorang pendaki asal Jakarta. Hingga saat ini, aksi "penghadangan" yang dilakukan Solihin masih menjadi perbincangan hangat netizen. mch
Panjat Tiang Untuk Meraih Tali Pengibar Bendera yang Menggantung, Aksi Anggota TNI Tuai Kekaguman Netizen

On August 24, 2017 with No comments

Aksi anggota TNI naik tiang untuk meraih tali pengibar bendera
Soeara RakjatTanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, selalu diperingati dengan penuh semanagat dan perasaan bahagia oleh seluruh rakyat Indonesia. 17 Agustus adalah hari yang paling semarak selain dari hari raya keagamaan.

Peringatan hari kemerdekaan sendiri selalu ditandai dengan pembacaan naskah proklamasi dan pengibaran Sang Saka Merah Putih. Di seluruh penjuru tanah air, detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera Merah Putih selalu dilangsungkan dengan sangat khidmat dan penuh hormat.

Namun demikian, tak selalu peringatan 17 Agustusan ini berjalan dengan mulus. Tak jarang peringatan hari kemerdekaan tersebut diwarnai oleh insiden-insiden yang sedikit mengganggu jalannya seremoni tersebut. Hujan yang turun, lapangan yang becek dan berlumpur hingga insiden lepasnya tali pengerek bendera adalah beberapa diantaranya.

Seperti yang terjadi di Rembang, Jawa Tengah. Saat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) sudah bersiap akan menaikan sang saka Merah Putih, tiba-tiba tali pengerek terlepas. Kejadian ini tentunya sangat menyulitkan anggota Paskibra, karena tak mungkin menaikan bendera saat tali pengereknya terlepas dan menggantung di atas.

Saat itulah tampil seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang langsung memanjat tiang bendera dan mengambil kembali tali pengerek tersebut. Dengan sangat sigap, anggota TNI-AD ini memanjat tiang yang berukuran kecil dan langsung meraih tali untuk kemudian mempersilahkan Paskibra mengibarkan sang saka.

Tentunya aksi patritisme anggota TNI ini mengundang rasa kagum dan keharuan dari semua yang hadir dalam peringatan tersebut. Terlebih, memanjat tiang bendera yang cukup kecil dengan posisi vertikal (tegak lurus) tak akan bisa dilakukan oleh semua orang. Meski begitu, sebagian orang juga memaklumi aksi tersebut, anggota TNI adalah pribadi-pribadi pilihan yang dilatih dan digembleng untuk menghadapi berbagai kesulitan.

Selain menjadi pusat perhatian semua yang hadir dalam upacara tersebut, aksi anggota TNI ini menjadi perbincangan hangat netizen di jagat maya. Hingga saat ini, video aksi heroik ini masih menjadi viral di jejaring sosial. 

"Serda Suyono anggota Koramil 02/Kaliori Kodim 0720/RBG sebagai Babinsa Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori Kabupaten Rekbang dengan sergap dan sigap melepas sepatunya dan memanjat tiang bendera untuk meraih tali pengait bendera yang menggantung beberapa meter di atas," ujar pengunggah video tersebut. mch


Dikirim oleh Darmawan 'redberret' S pada 21 Agustus 2017
Semarak Peringatan 17 Agustus Warga RT 01/RW 02 Dusun Sindanglaut II, Desa Muara, Blanakan

On August 17, 2017 with No comments

Warga Dusun Sindanglaut II Desa Muara gelar lomba Agustusan
Soeara Rakjat. Muara. Tanggal 17 Agustus, menjadi hari yang paling bersejarah dan juga paling meriah bagi bangsa Indonesia. 17 Agustus adalah hari kemerdekaan yang diproklamirkan sejak 1945. Hari ini Rabu, 17 Agustus 2017, bangsa Indonesia memperingati 72 tahun kemerdekaanya.

Di segenap penjuru tanah air, seluruh masyarakat Indonesia memperingati hari kemerdekaan dengan upacara pengibaran sang saka Merah Putih, pembacaan naskah proklamasi, yang kemudian diikuti oleh aneka lomba dan kemeriahan hiburan rakyat lainnya.

Seperti yang terjadi di Subang, Jawa Barat. Warga Desa Muara, Kecamatan Blanakan saat ini tengah menggelar bermacam perlombaan seperti panjat pinang, tarik tambang, makan krupuk, memecah kendi berisi uang dan aneka lomba lainnya.

Salah satunya terlihat di Dusun Sindanglaut II, Desa Muara. Warga di RT 01 RW 02 nampak sedang berlomba-lomba untuk memperebutkan bermacam-macam hadiah yang disediakan oleh panitia. Sejak sekitar dua jam yang lalu, lomba Agustusan di kawasan tambak ini sudah dimulai.

Menurut panitia pelaksana lomba, kegiatan ini bertujuan untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Selebihnya, kegiatan lomba Agustusan ini diharapkan bisa memupuk rasa nasionalisme terutama dikalangan generasi muda.

"Kami mengundang seluruh masyarakat khususnya warga RT 01 RW 02 di Dusun Sundanglaut II untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan lomba ini. Kita semarakan peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia," ujar Mas Kobel, melalui pesan singkatnya.

Kegiatan rutin tahunan di Dusun Sindanglaut II ini tak hanya diikuti oleh kaum pria. Terlihat, pula kaum wanita dari ibu-ibu hingga remaja putri yang nampak turut serta. mch


Dikirim oleh Mas Kobel Wong Blangsak pada 16 Agustus 2017