ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Tengku Zulkarnain: Jubah dan Sorban Pakaian Nasional Bukan Arab!

On July 22, 2017 with No comments

Jubah dan sorban seperti diponegoro pakaian nasional indonesia
KH Tengku Zulkarnain di ILC TvOne
Soeara Rakjat. Nasional. Hingga hari ini, terbitnya Perppu yang berujung pada pembubaran salah satu ormas Islam yakni HTI, masih menyita perhatian masyarakat Indonesia khususnya netizen di jejaring sosial. Tak sedikit pula dari mereka yang lantas terlibat perdebatan dengan argumen masing-masing.

Di jejaring sosial Facebook, saat ini masih beredar secara viral beberapa foto dan video pendek terkait masalah tersebut. Video dan foto yang kini banyak dibagi-bagikan oleh para netizen ini adalah cuplikan atau potongan klip dari acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TvOne, pada Selasa 18 Juli 2017 kemarin.

Dalam video pendek berjudul "Panas Setelah Perpuu Ormas", nampak salah satu tokoh Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain tengah mendapat kesempatan untuk berbicara. KH Tengku menegaskan, jubah atau gamis dan juga sorban adalah pakaian nasional dan bukan kearab-araban.

Acara ILC TvOne beberapa hari lalu dengan tema “Panas Setelah Perppu Ormas sendiri sempat menegang saat KH Tengku Zulkarnain menjelaskan tentang pakaian ke arab-araban.

"Kalo Jamaah Tabligh dituduh mau makar karena pakaiannya ke arab-araban tuh, seperti pak Maman bilang," ujar KH Tengku, saat menanggapi pendapat Maman Imanul Haq.

KH Tengku kembali menekankan, jubah dan sorban seperti yang saat itu ia kenakan adalah pakaian nasional. "Ini bukan ke arab-araban, ini nasional," tandasnya

Untuk memperkuat keyakinannya bahwa jubah dan sorban adalah pakaian nasional dan bukan kearab-araban, KH Tengku lantas memcontohkan pakaian yang dikenakan oleh Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa II, dan juga Tuanku Imam Bondjol.

"Buktinya kita lihat fotonya, Pangeran Diponegoro seperti ini, pahlawan nasional, bukan pahlawan arab," tegas Tengku Zulkarnain, yang langsung disambut sambut tepuk tangan hadirin yang memenuhi seisi ruangan.

Selain menyebut nama Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bondjol, Tengku juga menyebut tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni Hadratusyaikh KH Hasyim Ashari, yang juga kerap mengenakan gamis atau jubah dan juga sorban.

ILC yang membahas Perppu Ormas tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh nasional dan juga ulama. Tampak hadir pula Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, yang juga mantan Ketua GP Ansor. Sementara di penghujung video, tampak pula foto Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Shihab. mch

NUSRON KICEP DI SEMPROT KH TENGKU
Acara ILC TvOne semalam dengan tema “Panas Setelah Perppu Ormas, Selasa 18 Juli 2017 sempat menegang saat KH Tengku Zulkarnain menjelaskan tentang pakaian ke arab-araban. KH Tengku mengingatkan bahwa jubah atau gamis yang selama dipakai Ulama adalah bukan ke arab-araban. “Kalo Jamaah Tabligh dituduh mau makar karena pakaiannya ke arab-araban tuh, seperti pak Maman bilang” kata Tengku sambil menyindir Maman Imanul Haq. “Ini bukan ke arab-araban, ini nasional” tegas KH Tengku. Selain itu KH Tengku juga memberikan bukti bahwa jubah atau gamis bukan ke arab-araban dengan menyebutkan satu persatu pahlawan-pahlawan Nasional yang ternyata menggunakan jubah atau gamis. “Buktinya kita lihat fotonya, Pangeran di Ponogoro seperti ini, pahlawan nasional, bukan pahlawan arab” kata Tengku sambil di sambut tepuk tangan riuh seruangan. Diakhir video ini, Nusron tampak resah dengan muka cemberut sempat celengak celinguk karena mungkin merasa tersindir dengan ucapan KH Tengku soal penjelasan pakaian ke arab-araban. Berikut videonya:
Dikirim oleh Suara Dakwah pada 19 Juli 2017
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »