ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Sejarah Tradisi Nyasak di Jembatan Gantung Desa Muara-Tanjungtiga Saat Hari Lebaran

On June 24, 2017 with No comments

Jembatan gantung desa muara blanakan
Jembatan Gantung Desa Muara saat Lebaran
Soeara Rakjat, Desa Muara. Jembatan Gantung Desa Muara-Tanjungtiga, adalah sebuah jembatan penyebrangan yang menghubungkan kedua desa di wilayah pesisir utara Subang, tepatnya di kecamatan Blanakan. Jembatan ini menjadi akses utama bagi warga di kedua desa ataupun para pengendara yang hendak melintas hingga ke wilayah Cilamaya dan Pamanukan atau sebaliknya.

Jelang Hari Raya Iedul Fitri, jembatan gantung desa muara akan kembali semarak oleh para penyeberang dan juga para pedagang yang berjejer di sisi kiri-kanan jalan. Banyaknya warga yang menyeberang dan berlalu-lalang, membuat jembatan ini mendadak seperti menjadi bazaar atau pasar rakyat.

Selain warga yang hendak menyeberang, sebagian besar lainnya adalah mereka yang ingin merayakan lebaran di jembatan tersebut. Bagi warga desa Muara dan Tanjungtiga yang tidak memiliki acara di hari lebaran, tak sedikit dari mereka terutama kaum muda yang lantas mendatangi sekitar jembatan ini untuk sekedar duduk-duduk dan menikmati berbagai jajanan yang ada.


Budaya Nyasak saat lebaran di jembatan gantung Desa Muara ini konon sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Sudah sejak pertamakali jembatan ini ada, warga sudah memanfaatkan jembatan tersebut untuk menyeberang dan besrilaturahmi dengan keluarga masing-masing. Lebih dari itu, banyak pula warga khususnya kaum muda yang kemudian merayakan lebaran di jembatan ini.

Meski konon jembatan ini sangat angker, namun khusus di hari lebaran jembatan gantung desa Muara seperti kehilangan aura msitisnya. Meski sangat sering terdengar terjadinya penampakan-penampakan di masa lalu, namun jembatan yang dibangun pada tahun 1965 ini sepertinya tak lagi menyimpan misteri.

Menurut beberapa tokoh sepuh, tradisi merayakan lebaran di jembatan gantung desa Muara memang sudah ada sejak lama. Terlebih, pernah ada pula sebuah pasar yang hingga tahun 1950-an berlokasi tak jauh dari jembatan ini. Saat itu, Pasar Reboan adalah sebuah pasar yang menjadi akses ekonomi bagi warga Desa Muara dan Tanjungtiga.


"Melihat keramaian jembatan gantung Muara saat lebaran, saya teringat akan Pasar Reboan yang pernah ada di sebelah selatan jembatan sekitar tahun 1950-an. Saat itu saya masih kecil," kenang Ki Rusta.

Bahkan menurutnya, jembatan gantung ini juga banyak memiliki kenangan karena tidak sedikit warga desa Muara dan Tanjungtiga yang saling jatuh cinta, berpacaran dan menemukan jodohnya di atas jembatan tersebut. mch
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »