ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibukota, Ada Potongan Tubuh yang Berserakan

On May 24, 2017 with No comments

Ledakan bom kembali mengejutkan warga Ibukota. Ledakan bom yang terjadi sekitar 1 jam yang lalu ini melukai tiga orang anggota polisi dan dua warga sipil. Menurut kabar yang beredar, serangan bom tersebut adalah aksi bom bunuh diri.


Soeara Rakjat, Peristiwa. Sekitar 1 jam yang lalu, netizen di jejaring sosial dikejutkan oleh beredarnya beberapa foto dan video yang menayangkan peristiwa yang menurut Kepolisian adalah aksi bom bunuh diri.

Menurut kabar yang tengah beredar, peristiwa ini terjadi di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Selain menyebut adanya beberapa korban luka, Kepolisian juga mengkonfirmasi bahwa peristiwa ini adalah aksi bom bunuh diri.

Hal tersebut diungkap oleh Wakapolri Komjen Syafruddin saat dimintai keterangannya oleh wartawan. "Iya, bom bunuh diri," tegasnya.

Selain Wakapolri, dugaan bahwa itu adalah aksi serangan bom bunuh diri juga diungkap oleh Kapolres Jakarta Timur Andry Wibowo. "Dugaan bom bunuh diri," ujar Kombes Andry, Rabu 24 Mei 2017, malam.

Hingga saat ini, Kepolisian masih melakukan oleh TKP, sementara Kapolda Metro sendiri dikabarkan langsung meluncur ke lokasi begitu mengetahui peristiwa ini.

Di lokasi kejadian sendiri saat ini Polisi bersenjata lengkap sudah melakukan penjagaan ketat. Selain itu, anggota Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) sudah berada di lokasi.

Selain mengakibatkan kerusakan yang cukup parah, akibat ledakan ini juga tampak adanya potongan tubuh yang berserakan di sekitar lokasi.

Selain kesaksian warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut, serakan potongan tubuh ini juga tergambar dalam beberapa foto yang saat ini beredar di jagat maya. BDLV/TM
Reses Masa Sidang Tahun 2017, Anggota DPRD Subang Bahas Agenda Pembangunan Bersama Warga

On May 24, 2017 with No comments

Kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Subang Masa Sidang Tahun 2017, saat ini menjadi agenda utama yang tengah dijalani oleh seluruh anggota legislatif yang ada di Kabupaten Subang. Para wakil rakyat ini lantas berkeliling ke berbagai tempat di daerah asal pemilihannya (Dapil) dalam Pemilu Legislatif tahun 2014 lalu.

Boby haerul anwar anggota dprd subang
Reses Anggota DPRD Subang Tahun Sidang 2017
Soeara Rakjat, Subang. Sepekan terakhir, Anggota DPR baik di pusat, provinsi maupun daerah (Kabupaten/Kota) tengah menggelar agenda rutin tahunan yaitu Kegiatan Reses dalam Masa Sidang Tahun 2017. Saat ini, para politisi ini kembali menemui konsituen dan simpatisannya guna menjaring seluruh aspirasi masyarakat yang diwakilinya.

Begitupula dengan Angota DPRD yang ada di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Para legislator di kota Nanas ini juga kembali menggelar pertemuan dan berkumpul dengan konsituen guna memaparkan agenda dan hasil pembangunan, juga untuk kembali menampung dan mengawal aspirasi masyarakat di daerahnya.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu Anggota DPRD Kabupaten Subang Boby Haerul Anwar S.IP. yang sejak sepekan terakhir tengah menjalani agenda tersebut di beberapa desa. Boby Haerul Anwar yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Subang ini telah beberapa kali menggelar kegiatan reses dan bertemu dengan masyarakat.

Pada Selasa 23 Mei 2017 kemarin, ia berkesempatan untuk menyambangi warga Dusun Pangkalan, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbesi, Subang. Dalam kesempatan itu, Boby lantas memaparkan hasil dan progres pembangunan yang telah dan akan direalisasikan di daerah tersebut.

Kegiatan ini sendiri dibuka dengan sambutan dari Kepala Dusun Pangkalan, yang mewakili warga lantas mengucapkan rasa terimakasihnya. Menurutnya, warga Dusun Pangkalan merasa sangat terbantu karena sebagian besar aspirasi warga terutama pembangunan jalan dengan pengecoran, pembangunan jembatan lingkungan maupun penerangan jalan sudah bisa tetrealisasikan.

Selain dihadiri oleh aparat desa, kegiatan ini juga dihadiri oleh ulama setempat yang dalam sambutannya juga mengungkapkan hal yang sama. Selain itu, dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Subang dari PAN ini juga disediakan sesi dialog atau tanya jawab. Boby Haerul Anwar, S.IP. menyediakan waktu khusus kepada warga untuk bertanya atau menyamaikan aspirasi dan pendapatnya.

Anggota DPRD Subang Dapil IV ini juga kembali menegaskan tekadnya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat yang diwakilinya termasuk warga Pangkalan. Menurutnya, selaku legislator dirinya memiliki hak dan kewenangan untuk menentukan arah kebijakan dan juga terkait pembangunan yang ada di Kabupaten Subang.

"Selaku anggota DPRD kami memiliki tiga fungsi utama yang bersentuhan langsung dengan pembangunan, yang diantaranya adalah terkait dengan kebijakan anggaran. Karenanya, kegiatan reses ini adalah ajang silaturahmi yang sekaligus akan bisa menampung aspirasi masyarakat," tegasnya,
Boby Haerul Anwar sendiri tiba di dusun Pangkalan sekitar pukul 11.15 WIB. Politisi PAN yang mewakili daerah pemilihan Subang IV yang meliputi wilayah Kecamatan Blanakan, Ciasem dan Patokbesi ini datang bersama Sekertaris M. Chaerudin, Ketua DPC PAN Blanakan Agung Bayu Kurnia, SE. dan seorang tokoh masyarakat Desa Muara Irmaya Diantoro. BDLV/TM
Pantai Pondok Bali, Keindahan Wisata Bahari yang Menawan Hati di Pesisir Utara Subang

On May 17, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Pamanukan. Daerah pesisir utara Subang, Jawa Barat, memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan dan udang yang paling produktif di Jawa Barat. Di sepanjang pesisir dari wilayah Kecamatan Blanakan, Legonkulon hingga Patimban, berjejer pemukiman warga yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan.
Pantai pondok bali legonkulon subang jawa barat
Pantai Pondok Bali Subang, Jawa Barat
Selain nelayan, di daerah tersebut juga terdapat petani yang membudidayakan ikan dan udang. Beberapa kilometer menjelang bibir pantai, biasanya akan didapati hamparan tambak atau empang milik warga. Karenanya, daerah ini cukup produktif dengan hasil perikanan baik itu dari laut maupun hasil tambak.

Selain kegiatan dalam bidang perikanan, terdapat pula kawasan wisata yang memanfaatkan lanskap alam berupa wisata bahari atau pantai. Masyarakat Subang dan sekitarnya sudah mengenal betul adanya wisata penangkaran buaya di Blanakan, ataupun indahnya panorama di Pantai Pondok Bali.

Pantai Pondok Bali sendiri sudah menjadi ikon wisata bahari di Kabupaten Subang. Dengan bentang pantai yang landai dan berpasir, Pondok Bali memang menawarkan sejuta pesona alam yang mengagumkan. Saat matahari tenggelam, suasana di Pondok Bali akan menawarkan sesuatu yang berbeda. Keindahan Sunset memang menjadi daya tarik utama pantai ini.

Pantai Pondok Bali sendiri sangat mudah dijangkau oleh para wisatawan karena letaknya yang tak terlalu jauh dari Pamanukan. Setelah berada di Pamanukan, wisatawan bisa meneruskan perjalanan ke arah utara menuju Desa Mayangan di Kecamatan Legon Kulon.

Di balik keindahannya, Pantai Pondok Bali juga menyimpan sisi religius yang pernah terjadi berabad-abad silam. Menurut legenda, Pantai Pondok Bali adalah salah satu tempat yang biasa digunakan oleh para wali tanah Jawa saat menyebarkan Islam di Jawa Barat, khususnya di daerah Subang.
Nama Pondok Bali sendiri diyakini memiliki arti yang berkaitan dengan kegiatan syiar Islam para wali tersebut. Pondok berarti rumah, sedangkan Bali berasal dari kata Wali yang seiring perjalanan waktu dan pelafalan lidah masyarakat setempat berubah nama menjadi Bali.

Menurut legenda yang diyakini oleh masyarakat setempat, saat berkumpul para wali ini lantas membuat sebuah sumur untuk berwudlu di tempat tersebut. Hingga kini, sumur ini masih menyimpan air yang tawar, padahal di kawasan tersebut air biasanya sedikit asin atau payau.

Saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terus berusaha untuk menjadikan Pondok Bali sebagai kawasan wisata terpadu yang mampu menarik minat para wisatawan. Bersama kawasan tambak yang ada di Desa Mayangan, Pangarengan dan Legonkulon, kawasan wisata Pondok Bali diharapkan mampu berkontribusi pada masyarakat dalam segi ekonomi. BDLV/TM


PONDOK BALI Wisata Alam SUBANG yang terlupakan.
Dikirim oleh Video ARD Channel pada 17 April 2017
Rakyat Subang Butuh Pemimpin yang Amanah, Reformis dan Demokratis

On May 17, 2017 with No comments

Asep Rochman Dimyati, adalah salah satu politisi Subang yang belakangan namanya kian berkibar. Asep Rochman yang akrab disapa ARD ini menjadi salah satu tokoh muda potensial yang dianggap mampu memberi angin segar dan perbaikan juga perubahan untuk masyarakat Subang.


Soeara Rakjat. Kabupaten Subang, adalah sebuah daerah yang memiliki luas wilayah cukup luas yang membentang dari Bandung, Purwakarta, Karawang, Sumedang, Majalengka hingga Indramayu. Karena luas wilayahnya, cukup banyak masyarakat di pelosok Subang yang mengeluh pembangunan di daerahnya khususnya bidang infrastruktur yang belum memadai.

Di daerah kota dan wilayah selatan terlebih di pantai utara (Pantura), kondisi infrastruktur memang masih dirasa kurang maksimal. Cukup banyak fasilitas publik terutama jalan-jalan di pedesaan yang mengalami kerusakan, berlubang bahkan hingga tergenang.

Tentunya kondisi ini menyulut rasa prihatin dari banyak kalangan. Tak sedikit dari mereka para tokoh dan juga politisi Subang yang lantas menawarkan solusi untuk bisa memberi perbaikan demi perbaikan. Jelang Pilkada Subang 2018, beberapa nama bahkan sudah muncul ke permukaan untuk menjadi Cabup/Cawabup Subang 2018.

Dengan mengusung slogan dan bermacam jargon, para bakal calon pemimpin Subang ini mencoba menawarkan program dan menarik simpati publik. Saat ini, cukup marak baligo atau poster yang bertebaran di sudut kota bahkan hingga ke pelosok desa.

Selain memaparkan visi-misi dan menawarkan program, ada pula kandidat yang bahkan sudah menunjukan aksi nyata dengan terjun langsung ke masyarakat dengan melakukan kerja nyata. Asep Rochman Dimyati (ARD) adalah salah satunya.

ARD adalah tokoh muda Subang yang namanya kian santer disebut-sebut sebagai salah satu Cabup/Cawabup Subang 2018. Selain sebagai Ketua DPD PAN Subang, ARD juga turut membidani lahirnya organisasi dan gerakan masyarakat yang terfokus di bidang sosial.

Selain sebagai kependekan namanya, ARD sendiri adalah akronim dari Amanah, Reformis dan Demokratis. ARD juga pernah maju ke Pilbup Subang 2013, dan berpasangan dengan Agus Masykur Rosyadi dari PKS. Saat ini, nama ARD bahkan menjadi salah satu tokoh yang paling dikenal dan memiliki kompetensi untuk maju ke Pilgub Subang.

Tak hanya popularitas, ARD sudah banyak memberi bukti dengan memberi bantuan ke masyarakat yang membutuhkan kemudahan salah satunya dalam bidang kesehatan. Ia bahkan menyediakan beberapa unit mobil ambulan yang dikhususkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tranportasi darurat saat terjadi bencana atau hendak menuju rumah sakit, klinik dan Puskesmas terdekat.


#Relawan Laskar Indonesia Evakuasi Warga KASOMALANG SUBANG Bekerja tanpa pamrih untuk Kemanusiaan
Dikirim oleh Video ARD Channel pada 8 April 2017

Tak hanya bidang kesehatan. ARD juga intens memberi bantuan dalam bidang lain yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. ARD sudah sangat sering membantu masyarakat dengan terjun bergotong-royong, melakukan penghijauan, hingga membenahi jalan yang rusak, berlubang dan tergenang.

Jika melihat kondisi dan situasi saat ini, ARD sepertinya menjadi salah satu pilihan realistis masyarakat Subang yang mendambakan sosok pemimpin yang memiliki integritas dan kapabilitas. Seorang peimpin yang akan mampu memberi harapan dan perbaikan, pemimpin yang Amanah, Reformis dan Demokratis. mch/tm


Gotong Royong Masyarakat Blanakan
Kerja Keras Kemauan yang Kuat Membangun Desa, Masyarakat Blanakan Gotong Royong Swadaya Perbaiki Jalan Desa yang "Rusak Parah".
Dikirim oleh Video ARD Channel pada 9 Februari 2017
Wisata Religi: Jejak Syiar Islam dan Sejarah Makam Syech Pandan Jati di Bantarbolang, Pemalang

On May 16, 2017 with No comments

Makam Syech Pandan Jati di Bantarbolang, adalah salah satu makam kuno yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat juga para peziarah yang datang dari bebagai daerah khususnya di pulau Jawa. Selain sebagai seorang tokoh linuwih, Syech Pandan Jati juga diyakini sebagai seorang penyebar Islam di kawasan Pemalang bagian Selatan tersebut.
Makam Syech Pandan Jati, Bantarbolang, Pemalang
Soeara Rakjat, Bantarbolang, adalah sebuah daerah perbukitan yang lokasinya berada di sebelah selatan Kota Pemalang. Bantarbolang cukup populer karena selain keberadaan hutan jati di daerah ini juga terdapat beberapa makam keramat yang cukup dikenal masyarakat khususnya di seputaran Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Cuaca Bantarbolang yang terbilang sejuk dan asri pun sangat ideal bagi mereka yang ingin membuang kepenatan dan untuk sementara waktu ingin menjauhi hiruk-pikuk juga kebisingan. Bagi sebagian orang, Bantarbolang adalah salah satu pilihan utama bagi mereka yang ingin berwisata religi dan mendambakan ketenangan hati.

Bagi sebagian masyarakat khususnya di Pulau Jawa yang sering melakukan perjalanan ziarah, tentunya sudah sangat familiar dengan keberadaan makam keramat yang salah satunya adalah makam Syech Pandan Jati. Selain itu, ada pula makam Mbah Bantarbolang dan muridnya, yaitu Ki Palintaran. Mbah Bantarbolang sendiri diyakini sebagai leluhur masyarakat di daerah tersebut.

Selain makam Mbah Bantarbolang, Makam Syeh Pandan Jati sendiri menjadi yang paling ramai diziarahi karena keyakinan masyarakat bahwa selain sakti, Ki Pandan Jati juga merupakan salah satu penyebar Islam di daerah tersebut. Syech Pandan Jati diyakini sebagai salah satu Waliyullah yang pernah menjalankan syiar Islam semasa hidupnya.

Dalam sejarahnya, Ki Pandan Jati sendiri adalah seorang tokoh atau pembesar Kerajaan Mataram yang mengasingkan diri ke daerah barat tepatnya di kawasan hutan Bantarbolang. Ki Pandanjati mengasingkan diri karena ia dituduh melakukan korupsi dan dihukum seumur hidup.

Saat berada di tengah hutan itulah Ki Pandan Jati lantas bertemu dengan Mbah Bantarbolang, seorang petapa sakti nan mumpuni. Karena merasa iba dan tersentuh oleh kebaikannya, Mbah Bantarbolang lantas mengizinkan Ki Pandan Jati untuk tinggal dirumahnya. Sambil berurai air mata, Ki Pandan Jati pun mulai menceritakan kisah hidupnya yang sedang didera fitnah.

Sejak itu, Mbah Bantarbolang pun merasa semakin yakin kalau Pandan Jati adalah orang yang baik hati. Ki Pandan Jati kemudian diangkat menjadi murid dan digembleng dengan bermacam ilmu kanuragan dan juga budi pekerti. Bersama murid Mbah Bantarbolang yang lain yaitu Ki Palintaran, Ki Pandan Jati lantas menjelma menjadi pribadi yang sangat tangguh secara lahir dan batin.

Dalam persepsi budaya masyarakat Jawa, Ki Pandan Jati diyakini sebagai sosok linuwih yang waskita dan mumpuni. Bersama Ki Palintaran yang sudah lebih dulu berguru, Ki Pandanjati menjadi murid kesayangan Mbah Bantarbolang dan mewarisi semua ilmu kedigdayaan dari gurunya tersebut. Palintaran dan Pandan Jati adalah dua pendekar sakti dan berbudi luhur.

Karena laku spiritual dan olah kebatinannya, masyarakat meyakini Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran menjadi orang sakti yang weruh sedurunge winara atau mampu menerawang beragam peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Merasa semakin rapuh karena termakan usia, Mbah Bantarbolang lantas bermaksud mencari penerusnya. Namun karena Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran sama-sama mumpuni, Mbah Bantarbolang pun merasa bingung untuk memilih. Mbah Bantarbolang lalu menguji kedua muridnya tersebut untuk mengetahui siapa yang paling layak menjadi pemimpin di padepokannya kelak.

Ia pun meninggalkan padepokan secara sembunyi-sembunyi dan memberikan kesempatan kepada Ki Pandanjati dan Ki Palintaran untuk memimpin dan memberi pengajaran kepada murid-muridnya yang lain. Ditinggalkan sang mahaguru, seluruh murid Mbah Bantarbolang merasa kehilangan. Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran lalu berusaha untuk menemukannya.

Karena memiliki mata batin yang lebih tajam, akhirnya Ki Pandan Jati mampu menemukan gurunya tersebut. Saat keduanya bertemu, Mbah Bantarbolang enggan untuk kembali menjadi guru dan meminta Ki Pandanjati untuk memimpin padepokannya. Ki Pandanjati lantas menuruti kemauan Mbah Bantarbolang dengan menjadi guru dan memimpin padepokan tersebut hingga akhir hayatnya.

Hingga kini makam Mbah Bantarbolang dan kedua muridnya yang relatif berdekatan ini selalu ramai diziarahi. Namun karena diyakini sebagai salah satu tokoh Mataram yang pernah mensyiarkan Islam di daerah tersebut, makam Syech Pandan Jati menjadi yang paling ramai diziarahi. Ketiganya dimakamkan di tanah perbukitan yang dibawahnya mengalir sebuah sungai.

Secara khusus, pemerintah dan masyarakat Bantarbolang selalu memperingati acara Wungon yang sudah menjadi tradisi turun temurun dan diperingati setiap malam 17 Agustus atau persis menjelang hari proklamasi kemerdekaan RI. Dalam prosesi Wungon tersebut, tokoh masyarakat setempat akan membacakan sejarah makam Syech Pandan Jati tersebut.

Sebagian menyebutkan makam Syech Pandan Jati di Bantarbolang ini hanya sebuah petilasan. Sebuah riwayat menyebutkan, Ki Pandan Jati lantas berkelana ke arah selatan untuk mensyiarkan Islam hingga akhirnya kembali ke Mataram. Ki Pandan Jati kembali dan diterima di Mataram setelah tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya tidak terbukti.
Terlepas dari itu, Makam Syech Pandan Jati merupakan sebuah situs budaya-religius yang memiliki nilai-nilai luhur dan patut diteladani. Terlepas dari apapun niat hati para peziarah, makam Syech Pandan Jati tetap menjadi legenda dan kearifan lokal bagi masyarakat Bantatbolang. BDLV/TM
Diarak Naik Sisingaan, Ketua MPR RI Semakin Mengagumi Ragam Budaya Masyarakat Subang

On May 16, 2017 with No comments


Soeara Rakjat. Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mengaku memiliki pengalaman yang sangat luar biasa saat dirinya berkunjung ke Kota Subang, Jawa Barat. Bang Zul sapaan akrabnya, mengaku sangat terkesan dengan sambutan yang dilakukan oleh warga Subang terhadap dirinya.
Ketua umum pan naik sisingaan saat kunjungi subang
Ketua Umum PAN naik Sisingaan di Subang
Dalam kapasitasnya selaku Ketua MPR RI, Bang Zul berkunjung ke Subang untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan yang bertempat di Aula Pemkab Subang. Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul memaparkan pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI dan Pancasila.

Di kota yang sama, sebelumnya Bang Zul sendiri menghadiri kegiatan Temu Kader, Konsolidasi sekaligus melantik kepengurusan DPC PAN yang bertempat di Graha Sofia, Stiesa. Sebelum tiba di Stiesa, Bang Zul sempat diarak naik kesenian tradisional khas Subang, Sisingaan.

Bang Zul bersama Sekjen PAN dan perwakilan DPW PAN Jabar diarak bersama Ketua DPD PAN Subang Asep Rochman Dimyati atau ARD. Bang Zul sempat mengatakan dirinya gemetaran saat berada di atas Sisingaan. 
Dalam sambutannya, Bang Zul sempat sempat merasa takut naik Sisingaan apalagi para penggotong Sisingaan tersebut terus memperagakan tarian Pencak hingga dirinya yang berada di atas Sisingaan juga terus bergerak.
Namun demikian, Zulkifli Hasan sangat mengapresiasi upaya penyambutan dari DPD PAN Subang terhadap dirinya. Bang Zul pun semakin mengenal dan mengagumi Kota Subang dan masyarakatnya yang memiliki beragam kebudayaan dan seni tradisional.
Selain Sisingaan, Ketua MPR RI juga disuguhi atraksi Pencaksilat yang diperagakan oleh Paguyuban Seni Sunda dari salah satu Sekolah Menengah Atas di Subang. BDLV/TM
Fadli Zon: Pesan, Harapan dan Keyakinan Pak Prabowo, Insya Allah Menang!

On May 16, 2017 with No comments

Padli zon sampaikan pesan prabowo untuk rakyat indonesia
Prabowo Subianto/fict @fadlizon
Soeara Rakjat, Politik. Wakil Ketua DPR RI yang juga politisi Gerindra Fadli Zon, kembali membuat cuitan yang cukup mengejutkan di akun twitter miliknya. Kali ini, Fadli mengungkap keyakinan dirinya berdasarkan pada apa yang diyakini dan ditulis oleh Prabowo Subianto dalam sebuah buku berjudul Paradoks Indonesia.

Fadli lantas bercuit dan menirukan apa yang ditulis oleh Prabowo tersebut. Dengan nada penuh optimisme, Fadli Zon lantas mengungkapkan keyakinan yang serupa dengan mantan Pangkostrad tersebut.

Fadli Zon pun lantas menuliskan, "Pesan, harapan dan keyakinan Pak @Prabowo yang dituliskan di buku Paradoks Indonesia. Insya Allah menang. @Gerindra."

Dalam buku tersebut, secara khusus Prabowo sendiri memberi pesan untuk Fadli Zon. Dalam sampul buku berjudul Paradoks Indonesia, terpampang tulisan tangan Prabowo yang memberi pesan khusus untuk Fadli Zon.

"Untuk sdr. Fadli Zon, perjuangan kita masih berat, tapi kita pasti menang," begitulah sepenggal kalimat yang ditulis dan di paraf langsung oleh Prabowo Subianto.

Buku Paradoks Indonesia yang diterbitkan oleh Koperasi Garudayaksa Nusantara ini sendiri memuat tentang Pandangan Strategis Prabowo Subianto. Buku ini memuat sub judul Negara Kaya Raya Tapi Masih Banyak Rakyat yang Hidup Miskin.

Taman Burung BPTP Sukamandi, Tempat Pavorit Untuk Ngabuburit Warga Pantura Subang

On May 15, 2017 with No comments

Taman Burung BPTP Sukamandi, adalah sebuah danau yang di tengahnya terdapat sebidang tanah yang menyerupai pulau dan ditumbuhi pohon sejenis rengas. Di pepohonan inilah cukup banyak burung sejenis kuntul dalam bahasa setempat, yang bersarang dan beranak pinak. Karenanya, masyarakat sekitar biasa menyebutnya sebagai Taman Burung.
Taman Burung BPTP SUkamandi
Soeara Rakjat. Balai Penelitian Tanaman Padi (BPTP) adalah sebuah perusahaan milik negara yang bergerak dalam bidang pembenihan padi. Di Jawa Barat, ada beberapa tempat yang menjadi pusat kegiatan BPTP, salah satunya di Ciasem, Subang.

Di Kecamatan Ciasem tepatnya di Sukamandi, berdiri beberapa bangunan yang merupakan aset dari BPTP. Perusahaan milik negara yang berlokasi di Sukamandi, Ciasem ini terfokus untuk melakukan penelitian dan pembenihan padi.

Selain sebagai tempat penelitian dan pembenihan, area BPTP juga kerap dimanfaatkan warga untuk bersantai atau rekreasi bersama keluarga. Salah satunya adalah di Taman Burung yang suasananya terasa sangat nyaman dan sejuk. Taman Burung atau sering disingkat TB ini adalah objek favorit warga sekitar.

Taman burung sendiri selalu dipenuhi ratusan burung yang mayoritasnya berwarna putih. Sudah sejak lama burung-burung ini bersarang dan beranak pinak di taman tersebut. Pada siang hari, burung-burung ini kerap terbang mencari makan ke areal pesawahan yang jauhnya hingga pulugan kilo meter.

Burung-burung ini juga kadang terbang hingga ke perbatasan wilayah Karawang, namun akan kembali ke sarangnya menjelang sore hari. Sayangnya, saat ini cukup banyak burung-burung yang berasal dari BPTP ini yang kemudian mati tertembak oleh para pemburu liar. Unggas cantik ini selalu menjadi incaran para pemburu saat mereka terbang jauh mencari makan di luar area Perum Sanghyang Sri.

Tentunya aksi pemburu liar ini memicu keprihatinan dari banyak masyarakat yang merasa menyayangkan jika hewan ini kemudian mati karena diburu. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin jika suatu saat burung-burung cantik ini akan punah dari kawasan tersebut.

Namun demikian, burung-burung ini akan tetap aman selama tak meninggalkan area BPTP. Satwa ini akan tetap aman dan terjaga selama berada di sarangnya. Saat ini, Taman Burung BPTP Sukamandi menjadi salah satu ikon wisata dan juga cagar budaya lingkungan yang keberadaannya harus tetap dirawat dan dijaga bersama.

Tak ada yang tahu pasti sejak kapan pulau di tengah danau tersebut menjadi sarang dari ratusan burung berwarna putih dan abu tersebut. Warga sekitar dan beberapa pegawai juga security di kawasan ini bahkan mengatakan, burung-burung ini sudah bersarang di sana sejak mereka mulai bekerja puluhan tahun yang lalu.

Selain taman burung, di area tersebut juga terdapat beberapa kawasan taman dan hutan kota yang rindang dan menenangkan. Tak jarang warga sekitar memanfaatkan area BPTP Sukamandi ini sebagai area rekreasi dan untuk menenangkan hati. Taman Burung akan mencapai puncak keramaian saat memasuki bulan Ramadhan.

Namun sayangnya, areal BPTP ini juga kerap dimanfaatkan oleh muda-mudi untuk memadu kasih atau berpacaran. Karenanya, pihak BPTP sudah memasang tanda larangan agar para pengunjung khususnya para remaja tidak berpacaran di tempat tersebut.
Selebihnya, memasuki area ini juga tak dipungut bayaran. Warga hanya dituntut untuk mampu menjaga kebersihan lingkungan. Selain diharuskan untuk tetap berlaku sopan, warga juga diwajibkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.  mch
ARD: Seni Beladiri Pencaksilat Harus Kembali Menjadi Kesenian yang Dicintai Masyarakat

On May 15, 2017 with No comments

Pencaksilat, adalah seni beladiri tradisional yang sangat identik dengan masyarakat Jawa Barat. Sayangnya, kesenian ini sepertinya mulai kurang diminati khususnya oleh kaum muda. Karena hal itulah banyak pihak yang kini sedang berusaha untuk kembali menanamkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian tersebut.
Ketua umum pan
Asep Rochman Dimyati (ARD) Ketua DPP PAN Subang
Soeara Rakjat. Kecintaan masyarakat khususnya generasi muda Jawa Barat terhadap seni beladiri Pencaksilat, belakangan ini memang terasa makin memudar. Seiring masuknya budaya asing yang kian gencar melalui berbagai media, membuat seni-tradisi asli Sunda perlahan kian tenggelam.

Karenanya, banyak pihak yang merasa khawatir dan lantas berusaha untuk kembali mengenalkan Pencaksilat kepada masyarakat khususnya generasi muda. Belakangan, kesenian tradisional asli Jawa Barat salah satunya pencaksilat memang seperti tak lagi diminti. Kesenian ini makin tergerus oleh budaya populer khususnya dari belahan dunia barat.

Hal tersebut diungkap oleh salah satu tokoh dan pemerhati seni yang juga Ketua Umum DPD PAN Subang Asep Rocham Dimyati atau yang lebih populer disapa ARD. Menurutnya, apresiasi kaum muda terhadap kesenian tradisional asli sudah semakin berkurang dan memudar.

Karena hal itu pula ARD selalu berusaha untuk bisa menampilkan kesenian tradisional Jawa Barat dalam setiap kesempatan. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar generasi muda yang semula tidak mengenal betul seni, tradisi dan budaya masyarakat Sunda akan kembali mencintai budaya leluhurnya.

"Kami selalu berusaha untuk bisa menampilkan kreasi dan seni budaya asli Sunda terutama dalam kegiatan atau acara resmi. Waktu Ketua MPR RI ke Subang untuk mensosialisakan empat pilar kebangsaan, kami juga menyambut beliau dengan Sisingaan dan atraksi Pencaksilat," terang ARD saat ditemui di kantor DPD PAN Subang.

Lebih lanjut ARD juga mengungkapkan, Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN tersebut merasa sangat terkesan. Saat melantik jajaran kepengurusan DPC PAN Subang di Graha Stiesa, Zulkifli Hasan memang sempat diarak dan naik Sisingaan, dan kemudian menyaksikan atraksi Pencaksilat.

"Selain memaparkan empat pilar kebangsaan, sebelumnya beliau hadir dalam acara konsolidasi dan temu kader yang sekaligus menjadi ajang pelantikan kepengurusan PAN tingkat kecamatan, di Graha Sofia Stiesa," pungkas Asep Rochman Dimyati.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa remaja paguyuban seni Pencaksilat dari salah satu Sekolah Menengah Atas di Subang sangat sigap memperagakan jurus-jurus Silat. Ketua MPR RI pun sangat mengapresiasi dan begitu mengagumi seni Pencaksilat.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan sendiri mengaku mendapat sambutan yang sangat luar biasa dan belum pernah ia alami sebelumnya. Bang Zul sangat mengapresiasi upaya ARD dan DPD PAN Subang yang menyambut kehadiran dirinya dengan kesenian tradisional asli Jawa Barat ini.

"Apa yang dilakukan oleh ARD (Asep Rochman Dimyati) dan DPD PAN Subang yang lebih mengedepankan kesenian tradisional bisa menjadi contoh untuk daerah lain," ujar Zulkifli Hasan kala itu.
Selain sebagai Ketua DPD PAN Subang, Asep Rochman juga merupakan salah satu tokoh paguyuban artis dangdut Subang. Belakangan, nama ARD juga santer diberitakan akan maju menjadi Cabup/Cawabup dalam Pilkada Subang 2018 mendatang. BDLV/TM
Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Gemparkan Warga dan Pengguna Jalan

On May 04, 2017 with No comments

Kebakaran pertamina plumpang jakarta utara

Soeara Rakjat, Megapolitan. Kamis 4 Mei 2017 sekitar pukul 11.00 WIB, masyarakat DKI di Jakarta Utara dikejutkan oleh peristiwa kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara.

Menurut rilis pihak Kepolisian, kebakaran ini berasal dari bagian pipa tangki BBM yang berada di bagian bawah. Namun demikian, kebakaran ini tidak merembet atau menyambar ke tangki BBM dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB.

Dinas Pemadam Kebakaran sedikitnya mengerahkan 16 unit Mobil Pemadam Kebakaran ke lokasi. Proses pemadaman sendiri sempat terhambat karena situasi lalu lintas yang padat. Namun meski sedikit kesulitan menjangkau lokasi, petugas akhirnya berhasil memadamkan api.

"Kebakaran tidak menyambar tangkinya dan sudah berhasil ditangani petugas Pertamina, petugas Pemadam Kebakaran dan pihak Kepolisian," terang Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono kepada wartawan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kepolisian juga masih terus melakukan proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut. Sementara itu, pihak Pertamina sendiri belum bersedia memberi konfirmasi terkait peristiwa ini.

Kebakaran di kawasan Depo Pertamina Plumpang sendiri sempat menjadi perhatian warga dan juga para pengendara yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Beberapa diantaranya bahkan berhasil mengabadikan peristiwa ini. BDLV/TM

Belasan Rumah di Ciwidey Rusak dan Hanyut Akibat Banjir Bandang, Sementara Kota Bandung Dilanda Hujan Es

On May 04, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Peristiwa. Belasan rumah dikabarkan rusak berat dan beberapa diantaranya hanyut terseret arus banjir bandang yang terjadi di Ciwidey tepatnya di Desa Margamulya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.
Banjir bandang di Ciwidey, Bandung
Banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 3 Mei 2017 jelang sore sekitar pukul 15.45 WIB tersebut diakibatkan oleh meluapnya sungai Ciwidey.

Menurut kabar yang dirilis Basarnas Jabar, sedikitnya empat rumah hanyut terbawa arus, belasan rumah lainnya dan satu Masjid rusak berat. Selain rumah-rumah dan tempat ibadah, banjir bandang juga merusak infrastruktur dan fasilitas publik lainnya.

Penyebab utama banjir sendiri adalah karena sungai Ciwidey tak lagi mampu menampung debit air yang begitu besar yang datang dari wilayah Alam Endah. Banjir kiriman dari Alam Endah yang tak tertampung ini lantas meluap dan menerjang kawasan di sekitarnya.

Dalam tayangan sebuah video, nampak begitu kuat dan deras arus banjir bandang yang menerjang pemukiman warga. Jalan utama yang ada di desa tersebut mendadak berubah menjadi sungai dengan arus yang sangat kuat dan deras.

Bahkan karenanya, nampak beberapa rumah langsung roboh dan terseret arus banjir bandang. Selain merobohkan rumah, banjir bandang juga membawa material seperi lumpur, bongkahan tanah dan kayu.
Sementara itu, di waktu yang relatif sama juga terjadi hujan es disertai banjir yang terjadi di Kota Bandung. Hujan es yang terjadi kawasan kota ini juga sempat melumpuhkan beberapa ruas jalan di Kota Bandung seperti Jalan Soekarno-Hatta dan Kopo.
Hujan es yang melanda kawasan Kota Bandung sendiri terhitung sudah terjadi sedikitnya 5 kali sepanjang tahun 2017 ini. Belakangan, fenomena hujan es memang kerap terjadi dan melanda beberapa wilayah di Indonesia. BDLV/TM
Tuntut Ahok Dihukum Lebih Berat, Umat Islam di Cirebon Gelar Orasi

On May 03, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Cirebon. Ratusan mewakili umat Islam, kembali menggelar aksi untuk menuntut Ahok agar divonis sesuai aturan hukum yang berlaku. Vonis terhadap Ahok yang dinilai ringan, telah memicu gelombang protes dari umat Islam. Tak hanya di Ibukota, di bebagai daerah juga berlaku hal yang sama.
Masa berorasi di Pengadilan Negeri Cirebon
Seperti di Kabupaten Cirebon, beberapa elemen umat Islam menggelar orasi di Kejaksaan dan juga Pengadilan Negeri Cirebon. Orasi dan aksi damai ini digelar hari ini Rabu, 3 April 2017 dan mulai berlangsung sejak pukul 10.00 WIB.

Secara bergantian, beberapa perwakilan umat Islam yang beberapa diantaranya mengenakan pakaian bertuliskan Mujahidin ini lantas maju ke depan untuk menyampaikan aspirasinya. Saat berorasi, mereka berkali-kali mempertanyakan ringannya vonis hukum Ahok dalam kasus penistaan agama.

Menurut salah satu orator, semua pelaku kasus penistaan agama yang pernah terjadi di Indonesia rata-rata dihukum setidaknya 5 tahun penjara. Sedangkan Ahok sendiri hanya dituntut 1 tahun itupun hanya dalam masa percobaan.

Selain kasus penistaan agama, perwakilan umat Islam juga menyoroti ketimpangan hukum yang terjadi di Indonesia. Menurut mereka, hukum begitu tegas dan keras manakala menindak rakyat jelata, namun hukum seperti tumpul saat terdakwanya melibatkan pejabat atau orang yang berkuasa dan memiliki uang.

Setelah berorasi di Kejaksaan, mereka lantas bergeser ke Pengadilan Negeri yang letaknya hanya bersebelahan. Seperti orasi di Kejaksaan, peserta aksi kembali menuntut agar Ahok dihukum lebih berat. Mereka juga meminta Jaksa untuk bisa berlaku adil. 


Amar Maruf Nahi Munkar!
Dikirim oleh M. Chaerudin pada 2 Mei 2017


Tak lama setelah berorasi di depan Pengadilan Negeri dengan kawalan ketat aparat, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.


Dikirim oleh M. Chaerudin pada 2 Mei 2017


"Kami hanya menyampaikan orasi dan aspirasi kami. Tak ada yang lebih," ujar salah satu peserta aksi saat ditemui di lokasi. DLV/TM
Ingin Bersihkan Sampah Balai Kota, Buruh Bakar Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot

On May 01, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Megapolitan. Aksi May-Day yang melibatkan ribuan buruh di Ibukota diwarnai oleh insiden pembakaran karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota, pada senin, 1 Mei 2017, hari ini.

Saat aksi pembakaran berlangsung, buruh dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) DKI Jakarta, nampak berada di area Balai Kota.

Dalam tayangan sebuah video yang kini beredar di jejaring sosial, karangan bunga itu ditumpuk di tengah Jalan Medan Merdeka Selatan dan dibakar. Api dan asap hitam pun membumbung tinggi ke angkasa.

Saat pembakaran karangan bunga tersebut berlangsung, terdengar suara orator dari mobil komando yang meminta agar aksi tersebut dilakukan di satu titik saja dan tidak melebar ke titik atau tempat lain.

Menurut kordinator aksi yang berada di sekitar lokasi mengatakan, aksi bakar membakar tersebut untuk membersihkan Balai Kota dari sampah termasuk karangan bunga. Pihak buruh pun mengaku bertanggung jawab akan aksi tersebut.

Selain untuk membersihkan sampah (karangan bunga) terdengar pula suara orator yang menegaskan, buruh akan membersihkan Balai Kota dari ucapan-ucapan yang tidak berarti. Setelah dirasa cukup, aksi bakar karangan bunga ini kemudian dihentikan.
Sebelumnya, Ahok-Djarot sendiri menerima banyak ucapan dari warga berupa karangan bunga. Karangan-karangan bunga tersebut dikirimkan ke Balai Kota pasca Ahok-Djarot tumbang dalam Pilkada putaran dua, 18 April lalu. BDLV/TM
Didukung Penuh PPP, PKB Hingga Unsur NU di Putaran Dua, Mengapa Ahok Malah Keok?

On May 01, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Opini. KPUD DKI baru saja mengumumkan hasil rekapitulasi dan menyatakan pasangan Anies-Sandi yang didukung Gerindra, PKS dan PAN telah memenangi Pilkada DKI putaran dua. Mereka mengungguli pasangan petahana Basuki-Djarot yang ddukung PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PPP.

Ahok-Djarot sendiri hanya memperoleh 2.350.366 suara atau sekitar 42,04%, sementara Anies-Sandi mengantongi perolehan suara sebesar 3.240.987 suara atau 57,96%. Surat suara sah sendiri mencapai 5.591.353 suara.

Hasil Pilkada ini tentunya banyak memberi catatan tersendiri karena untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut petahana selalu kalah. Sebelumnya, pada 2012 lalu Fauzi Bowo juga kalah di putaran dua.

Menariknya, Ahok-Djarot sendiri kalah saat dua partai yang pada putaran pertama mendukung Agus-Sylvi berbalik memberikan dukungan pada dirinya. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PPP baik versi Romy maupun Djan Farid, adalah dua partai berbasis masa Islam yang menyatakan tekadnya mendukung Ahok-Djarot.

Ironisnya, perolehan suara Ahok-Djarot malah berkurang jika dibandingkan dengan putaran pertama. Masuknya elit dan struktural PPP, PKB dan unsur NU, sepertinya tak banyak membantu karena tidak diikuti oleh konsituen mereka di barisan akar rumput.

Apakah Ahok kalah karena sentimen SARA? Tentunya hal itu perlu dipertanyakan. Saat masa kampanye, partai-partai (Islam) pendukung termasuk unsur NU tentunya sudah membentengi Ahok-Djarot. Bahkan jelang hari H, cukup banyak spanduk yang bertuliskan 'Kami Tolak Cagub yang Didukung Kelompok Radikal'.


Beberapa dari mereka menyatakan, Anies-Sandi didukung oleh kelompok radikal. Namun demikian, tidak disebutkan secara langsung apa dan bagaimana termasuk siapakah kelompok atau barisan radikal tersebut. Selain itu, Anies-Sandi juga kerap diserang kampanye hitam.

Dengan didukung 6 partai, beberapa tokoh dan ormas sayap under-bow NU, seharusnya Ahok-Djarot bisa dengan mudah memenangi Pilkada karena Anies-Sandi sendiri hanya didukung Gerindra, PKS dan PAN.

Namun demikian, aspirasi para elit partai dan beberapa tokoh ulama yang mendukung Ahok ini tidak diikuti oleh barisan akar rumput. Publik sepertinya merasa leluasa untuk memilih tanpa harus patuh pada pemimpin partai atau ulama. Warga DKI sendiri memang tergolong pemilih cerdas yang kritis dan realistis. Mereka tak akan mudah dipengaruhi oleh tokoh dan pemimpin partai bahkan oleh ulama sekalipun.

Sebagai pemilih yang cerdas, tentunya warga DKI sudah bisa memilih dan memilah calon pemimpinnya berdasar pada figur kepemimpinan dan rekam jejak sang calon. Merapatnya PKB dan PPP hingga organisasi sayap NU ke kubu Ahok-Djarot sepertinya tidak diikuti oleh konsituen atau massa kultural mereka.

Apakah merapatnya PKB dan PPP (versi Romi dan Djan) hanya membawa gerbong kosong? Wallahu a'lam Bishawab.


Dikirim oleh Yunus Bashori pada 12 April 2017


Apa yang terjadi dalam putaran dua juga sebelumnya terjadi dalam putaran pertama, yang mana sebagian konsituen PAN, PPP dan PKB diduga akan banyak yang "menyeberang" dan memilih Anies-Sandi. Dugaan tersebut akhirnya bisa sedikit dibuktikan dengan perolehan suara Agus-Sylvi yang hanya sekitar 17%.

Setelah secara sah dinyatakan sebagai pemenang, tentunya Anies-Sandi akan mulai bekerja secara efektif pada 2018 setelah sebelumnya akan dilantik pada Oktober 2017 mendatang.

Sementara pasca kekalahannya di DKI, Ahok sendiri ramai diperbincangkan akan maju dalam Pilkada Bali, Papua, Sumut hingga Jatim. Ada pula rumor yang menyebutkan Ahok akan menempati posisi Mendagri. mch