ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Pencuri Sepedah Motor Bergentayangan di Desa Muara, Warga Diminta Waspada

On January 30, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Muara. Saat ini, warga Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat, sedang dihantui oleh aksi pencurian sepedah motor yang terjadi di malam hari terutama menjelang subuh. Warga yang sudah menjadi korban lantas melaporkan aksi pencurian tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Blanakan.
Pencuri sepedah motor marak di desa muara blanakan subang
Pencurian sepeda motor marak di Desa Muara, Blanakan, Subang
Menurut seorang warga, sejak beberapa pekan terakhir sudah beberapa warga kehilangan kendaraan roda dua miliknya. Yang terbaru, hampir saja terjadi pencurian saat warga sedang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Huda, Desa Muara.

Meski demikian, aksi pencurian yang terjadi pada Senin, 30 Januari pagi ini berhasil digagalkan oleh Kang Bidin, seorang warga yang sebelumnya sudah merasa curiga. 

Melihat kondisi ini, seorang warga yang merasa prihatin lantas menghimabau seluruh warga Desa Muara dan sekitarnya agar waspada. Melaui jejaring sosial Facebook, ia lantas menulis;

"Desa Muara menjadi target Pencurian Motor di malam hari. Kang Darsim dan beberapa orang di Sindang Laut telah menjadi korban. Ditambah tadi Subuh di Masjid Nurul Huda, Prapatan Muara, motor milik Pa Suradi (Guru), hampir raib disikat pelaku Curanmor.

Sebelum melakukan aksi, pelaku seolah menjadi jemaah masjid yang mau melakukan sholat Subuh, memakai sarung, dan berpura2 menyapu lantai masjid bagian luar. Sebagian jemaah yang melihat pelaku memang tidak mengenal orang tersebut, tapi jemaah tidak memiliki kecurigaan apapun.

Setelah imam dan jemaah sedang melakukan sholat, pelaku beraksi. Namun sempat terhenti ketika Kang Bidin datang dan pelaku menuju ke tempat wudlu bareng sama kang Bidin seolah akan berwudlu (tapi pelaku seperti tidak berwudlu, ket. Kang Bidin).

Setelah wudlu, Kang Bidin masuk ke Masjid sebagai Ma'mum Masbuk (Ma'mum yg tertinggal) namun pelaku malah menyapu lantai lagi. Kecuriagaan Kang Bidin muncul, hingga dia mengikuti sholatpun sepertinya tidak Khusyu. 

Saat Sholat memasuki Tahiyat, alarm motor bunyi, dan dengan sigap Kang Bidin lari menghampiri tempat parkir walau sholat belum selesai, namun Pelaku sudah lari terbirit-birit.

Melihat Pelaku kabur tanpa menggunakan kendaraan, Kang Bidin mengejarnya, namun pelaku lebih kencang berlari hingga Kang Bidin tidak bisa mengejarnya. Kecurigaan bahwa pelaku orang dekat muncul karena pelaku hanya seorang diri dan tidak membawa kendaraan."


Dalam keterangannya, seorang warga yang juga Ketua Karang Taruna ini juga menuliskan: 
  • Pelaku tidak memakai kendaraan (motor)
  • Pelaku melakukannya sendiri, sama seperti yg terjadi di Rumah Kang Darsim, melihat dari jejak yg ditinggalkan, pelaku melakukannya sendiri. 
  • Bisa jadi orang dekat yang sudah tahu situasi dan kondisi.
"Hati-hati dan Waspadalah, Mungkin Desa yg lain menjadi targetnya," imbuhnya.

Maraknya aksi pencurian sepedah motor belakangan ini, tentu menjadi peringatan bagi warga Desa Muara maupun masyarakat di sekitarnya seperti di desa Tanjungtiga dan juga Desa Langensari. Warga pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya. BDLV/TM
Gerebeg Maulud dan Kemeriahan Ritual Pajang Jimat di Keraton Cirebon, Jawa Barat

On January 29, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Budaya. Panjang Jimat, adalah salah satu tradisi yang sudah sangat melekat dalam lingkungan keluarga Keraton Cirebon, dan sebagian masyarakat Jawa Barat. Pajang jimat adalah sebuah ritual yang melengkapi kegiatan gerebeg Maulud, saat memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.
Pajang jimat dalam muludan di keraton cirebon
Ritual Pajang Jimat di Keraton Cirebon
Ritual pajang jimat di Keraton Cirebon ini tak jauh berbeda dengan Gerebeg Sekaten yang biasa diselenggarakan di Kesultanan Yogyakarta. Jika menilik dari sejarahnya, kedua ritual yang biasa digelar saat memperingati Maulid Nabi ini adalah peninggalan zaman Walisanga atau Kerajaan Demak, yang kemudian diteruskan oleh  Mataram Islam di abad 17.

Saat Kerajaan Demak berdiri sekaligus sebagai pusat penyebaran agama Islam di pulau Jawa, para Wali tanah Jawa juga sering berkumpul di Cirebon, Jawa Barat untuk bermusyawarah. Saat itu, para wali berkumpul di Kesultanan Cirebon dengan Keratonnya yang saat ini dikenal dengan Pakungwati yang berdiri sekitar tahun 1430.

Beberapa sejarawan juga menyebut bahwa ritual pajang jimat atau pelal di Cirebon ini sudah digelar sejak awal abad 15. Hal itu membuktikan bahwa prosesi ini sudah berlangsung sejak zaman para wali. Belakangan, Keraton Cirebon sendiri kemudian terbagi menjadi tiga.

Saat memperingati maulid nabi, tiga keraton yang ada di Cirebon yakni Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan akan menggelar ritual ini secara serentak. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat luas yang berdatangan dari seputaran Jawa Barat, bahkan hingga dari luar pulau Jawa.

Yang paling meriah, tentu saja yang berlangsung di Keraton Kasepuhan sebagai keraton pertama yang pernah ada di Cirebon. Upacara pajang jimat sendiri dimulai saat Gong Sekaten ditabuh sebagai pertanda puncak acara. Jika di Kanoman, ritual ini akan dimulai saat loceng Gajah Mungkur yang berada di gerbang Keraton Kanoman dibunyikan sebanyak sembilan kali tepat pada jam 09 malam atau pukul 21.00 WIB.

Saat ritual ini dimulai, satu per satu abdi dalem Keraton Kasepuhan, mengeluarkan lilin dan barang-barang pusaka keraton peninggalan zaman Sunan Gunung Jati mulai dari tombak dan tujuh piring panjang (lodor) peninggalan Walisanga. Piring peninggalan Walisanga ini sejak seminggu sebelumnya sudah dibersihkan dan nantinya akan ditaruhi Nasi Rasul.

Setelah itu, benda-benda pusaka berikut tujuh piring panjang dan makanannya kemudian dibawa para abdi dalem ke Langgar Agung di Kompleks Keraton Kasepuhan. Saat di dalam Langgar Agung, abdi dalem dan keluarga keraton akan membaca Kitab Barjanzi. Usai pembacaan Barjanzi, makanan lalu dibagikan kepada masyarakat yang ikut dalam ritual Pajang Jimat ini.

Ritual ini juga layaknya upacara kebesaran keraton di masa lalu. Ada serangkain kegiatan resmi yang nantinya akan dilaporkan kepada Sultan Sepuh. Setelah semua dirasa siap, seorang abdi dalem yang bertugas memimpin kegiatan ini akan melaporkannya kepada Sultan. Selain dihadiri kerabat Keraton dan masyarakat, Pajang Jimat di Kasepuhan biasanya dihadiri oleh para ulama, Kapolda Jabar, Danrem Cirebon, Walikota dan tamu undangan lainnya.

Menurut catatan arsip keraton, tujuh piring besar yang diatasnya ditaruh Nasi Rasul ini sudah berusia sekitar 700 tahun. Pring-piring tersebut biasa digunakan oleh para Sunan (Walisanga) saat mereka berkumpul di Cirebon untuk berembuk atau bermusyawarah. Piring Walisanga sendiri sebenarnya berjumlah 9, namun yang dikeluarkan dalam prosesi pajang jimat hanya 7 piring saja.

Pembacaan kitab Barjanzi di Langgar Agung yang kemudian diikuti pembagian Nasi Rasul kepada masyarakat tepat pada pukul 24.00 WIB ini adalah prosesi puncak dari ritual pajang jimat itu sendiri. Menurut kerabat keraton, prosesi ini adalah bagian dakwah dari para wali khususnya Sunan Gunungjati di Cirebon.

Selain itu, Sunan Gunungjati juga berdakwah melalui media seni. Hal itu dibuktikan dengan adanya gamelan Sekaten yang berasal dari kata Syahadatain. Gamelan Sekaten ini akan ditabuh di tengah kota Cirebon agar seluruh masyarakat bisa mendengar. Sebagai imbalan untuk mendengar gamelan tersebut, masyarajat harus membaca dua kalimt Syahadat atau Kalimat Tauhid.

Metode dakwah seperti tersebut biasa juga dilakukan oleh Sunan Kalijaga di seputaran Jawa Tengah. Tidak mengherankan jika kemudian Cirebon yang notabenenya berada di Jawa Barat, dan masuk dalam wilayah masyarakat Sunda malah memiliki kesamaan budaya dengan masyarakat Jawa.

Meski demikian, kerabat keraton juga membantah anggapan sebagian orang yang meyakini benda-benda pusaka tersebut memiliki keramat, tuah atau kesaktian. Benda-benda tersebut hanyalah pusaka yang harus dirawat lalu dipajang untuk mengenang perjuangan para Wali dan juga Nabi Muhammad SAW, saat bersyiar menegakan agama Islam. Pajang Jimat adalah ritual untuk mengenang sosok Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai suri tauladan.

Hingga saat ini, ada tiga keraton utama yakni Kasepuhan yang merupakan peninggalan langsung Sunan Gunungjati, kemudian Kanoman yang berdiri sekitar 1678 M, dan Keraton Kacirebonan yang didirikan di era kolonial sekitar tahun 1800-an. Letak ketiga keraton ini relatif berdekatan dan masing-masing hanya berjarak kurang lebih 1 kilometr.
Selain Pajang Jimat, Keraton Cirebon juga selalu menggelar pawai Kereta Kencana milik Sultan, yang akan berkeliling kota setiap tanggal 1 Syura atau 1 Muharram bertepatan dengan tahun baru Islam. Di Cirebon juga ada beberapa keraton kecil yang ditinggali oleh para Pinangeran seperti Keraton Pagebangan yang berada di Gebang, Cirebon. BDLV/TM
Penceramah Akan Disertifikasi Oleh Pemerintah, Ini Tanggapan Mubaligh Asal Subang

On January 28, 2017 with No comments

Ustad abdullah tohir muara blanakan subang http://www.sorak.in
Ustadz Abdullah Thohir, Mubaligh/penceramah asal Subang, Jawa Barat
Soeara Rakjat, Risalah Islam. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementeria Agama Ri, berencana akan menerapkan standarisasi atau kualifikasi tertentu bagi para penceramah khususnya yang akan menjadi Khatib Shalat Jumat. Saat ini, Kemenag sedang merumuskan standar kualifikasi bagi para penceramah.

Hal tersebut diungkap oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang mengatakan bahwa pihaknya sedang merumuskan standar kompetensi para penceramah. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar tidak ada para penceramah yang menyampaikan khotbah atau seruan yang berisi hujatan atau ujaran kebencian.

"Sekarang Kementerian Agama bekerja keras untuk merumuskan apa kualifikasi atau kompetensi yang diperlukan sebagai standar penceramah itu," ujar Lukman kepada awak media di PTIK, Jakarta Kamis, 26 Januari 2017.

Menurut Menteri Agama, seorang penceramah atau mubaligh bisa diakui sebagai penceramah yang berkompeten atau qualified jika sudah ada standar kualifikasi yang nantinya akan ditetapkan. Dengan sertifikasi para ulama atau penceramah ini, Menag berharap sikap-sikap intoleran antar umat beragama bisa dikurangi.

Menyikapi rencana tersebut, beberapa ulama dan mubaligh di beberapa daerah turut angkat suara. Seorang Mubaligh asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, Ustadz Abdullah Thohir mengatakan, sertifikasi terhadap para ulama sebenarnya bertujuan baik, namun harus melalui pengkajian yang mendalam.

Meski ia tidak menolak, namun menurutnya sertifikasi ini dinilai tidak efektif terlebih jika diterapkan di daerah. Ustadz Thohir juga mengatakan bahwa penceramah di daerah berbeda dengan di kota-kota besar yang rawan dipolitisir. Hampir tak ada pula penceramah di daerah yang menyinggung agama lain, karena hampir mayoritas masyarakat terutama di Jawa Barat adalah muslim.

"Saat menjadi Khatib Shalat Jum'at atau berkeliling untuk bersyiar di puluhan Majlis Taklim, tak sekalipun kami berdakwah dalam soal politik atau menyinggung agama lain. Kami hanya menyampaikan pentingnya meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," ujar Abdulah Tohir, saat ditemui seusai mengisi acara di Majlis Taklim Nurul Hidayah, Muara Blanakan, Subang, Sabtu 28 Januari 2017.

Ustadz Abdullah Thohir di Masjid Kubah Emas
Lebih lanjut, Mubaligh yang kerap disapa Ustadz Tohirin ini juga mengatakan bahwa kajian utamanya adalah intisari Al Qur'an, Hadits dan kitab kuning. "Insya Allah kami di daerah akan selalu berdakwah untuk menyampaikan risalah atau tuntutan Islam yang murni tanpa unsur politik dan tendensi lain," ujar penceramah yang sering juga disapa Abi Qurrota'ain ini. 

Selain bersyiar di seputaran Subang, Ustadz Tohirin yang merupakan warga Desa Tanjungtiga ini juga kerap menerima undangan untuk mengisi kegiatan keagamaan di seputaran Jawa Barat terutama di daerah Karawang, Indramayu hingga Cirebon. "Di manapun berdakwah, Insya Allah kami ikhlas. Sediakan saja biaya transportasi seperlunya," pungkasnya penuh canda.

Jika sertifikasi ini diterapkan, tentunya tidak semua penceramah yang memahami ilmu agama akan bisa menjadi Khatib Shalat Jumat. Sebelum bisa berceramah di atas mimbar, para mubaligh ini akan menjalani serangkaian uji kompetensi agar bisa dianggap layak dan memiliki kualifikasi untuk berceramah sesuai dengan materi yang ditetapkan.

Meski demikian, Menteri Agama mengatakan bahwa lembaga yang akan memberi sertifikat pada para penceramah bukanlah Kementerian Agama. Ia mengatakan akan menyerahkan proses sertifikasi tersebut kepada pihak yang lebih berkompeten seperti MUI ataupun gabungan Ormas Islam. BDLV/TM
Mengapa Habib Rizieq Selalu Naik Pajero? Karena Kalau Naik Bajaj Dikira Mau Nyapres!

On January 28, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Selebrita. Pemimpin Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab, belakangan seolah menjadi pelaku utama perpolitikan Indonesia. Sejak Aksi Bela Islam mengemuka imbas dari kasus Al Maaidah 51 yang menyeret Ahok, nama Habib Rizieq semakin sering menghiasi headline media nasional kita.

Tak hanya aksi bela Islam atau yang lebih dikenal dengan Aksi 212, belakangan Habib Rizieq juga semakin mencuat ke permukaan karena dirinya harus menjalani beberapa kali pemeriksaan di Kepolisian karena ada beberapa pihak yang melaporkannya.

Uniknya, pemeriksaan terhadap Habib Rizieq ini selalu diikuti oleh ribuan orang yang ingin mengawal atau sekedar mengantarnya. Tak hanya anggota FPI, cukup banyak pula umat Islam yang tidak memiliki kaitan dengan Ormas tersebut yang malah turut berpartisipasi.

Saat memenuhi panggilan Kepolisian untuk menjalani pemeriksaan, Habib Rizieq kerap kali tertangkap kamera selalu menaiki mobil pribadinya yaitu Pajero Sport warna putih dengan Nopol, B 1 FPI. Bagi sebagian besar masyarakat, hal tersebut bukanlah suatu masalah karena Pajero tersebut adalah hak milik yang tentunya sudah dibeli berikut pajak negara yang sudah dibayarkan oleh Habib Rizieq.

Meski demikian, cukup banyak pihak-pihak yang nyinyir dengan Habib Rizieq yang mengendarai Pajero Sport ini. Di media sosial, pertanyaan dan ungkapan menyindir Habib Rizieq terkait Pajero Sport ini memang kerap mengemuka.

Menyikapi hal tersebut, beberapa Netizen yang mungkin saja merasa simpatik terhadap Habib Rizieq memberikan jawabannya. Mereka memberi jawaban cerdas kepada orang-orang yang selalu nyinyir terhadap Habib Rizieq saat naik Pajero Sport.

"Kalau ada yang nanya kenapa Habib Rizieq selalu naik Pajero? Jawab saja, karena kalau naik Bajaj ntar (nanti) dikira mau Nyapres (menjadi Calon Presiden)," ujar beberapa netizen sambil menyertakan gamar atau meme-meme yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai jejaring sosial.

Tak hanya netizen, beberapa media mainstream juga kerap merilis pemberitaan terkait Habib Rizieq dengan judul yang terdengar sedikit nyinyir dan tak memiliki substansi (kaitan) dengan peristiwa atau kasus yang sedang terjadi. Sepertinya memang ada stigma yang sedang ingin dibangun, yakni Habib Rizieq seolah hidup bermewah-mewahan.

"Kendarai Pajero Sport terbaru, Habib Rizieq datangi Monas untuk Aksi 212," atau "Gunakan mobil mewah Pajero Sport B 1 FPI, Habib Rizieq penuhi panggilan Polda," begitulah beberapa judul berita yang kerap kita baca terkait Habib Rizieq dan Pajero Sport ini.

Padahal, Pajero Sport hanyalah kendaraan biasa. Jangankan Habib Rizieq yang merupakan seorang tokoh nasional dan dikenal luas di seantero Indonesia, para petani dan pedagang sukses di pasar tradisional saja sudah mampu untuk membeli Pajero Sport.

Bahkan di negara-negara Arab, Range Rover dengan harga miliaran dan memiliki kelas jauh lebih tinggi dari Pajero kerap digunakan oleh warga untuk mengangkut rumput atau menggembala ternak seperti domba atau kambing.

Jika ada yang bertanya mengapa Habib Rizieq selalu naik Pajero? Jawabannya adalah 'karena kalau naik Bajaj nanti dikira mau Nyapres'. BDLV/TM
Jokowi Targetkan 19 Juta Kartu Indonesia Pintar Bisa Didistribusikan

On January 27, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Nasional. Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo atau Jokowi, mengatakan bahwa pemerintahannya akan terus meningkatkan mutu pendidikan. Jokowi pun menyatakan pemerintah akan terus mendistribuaikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sesuai dengan yang sudah ditargetkan.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Negara dalam pidatonya saat memberi sambutan di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExoo) Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sempat membagi-bagikan Kartu Indonesia Pintar kepada para siswa. Selain itu, mantan Walikota Solo ini juga sempat membagi-bagikan beberapa unit sepedah.

"Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia yang berkualitas. Target kita 19 juta KIP terdistribusikan-Jkw," tulis Presiden melalui akun Twittwr resmi miliknya.

Selain memberikan arahan dan wejangan dalam sambutannya, Jokowi juga sempat berdialog dengan beberapa siswa baik Sekolah Dasar maupun siswa SLTP. Presiden lantas memberi beberapa pertanyaan kepada para siswa yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka terhadap bangsa Indonesia yang merupakan sebuah negara maritim.

Orang nomor satu di Indonesia ini lantas menegaskan bahwa luas laut RI mencapai 2/3 luas wilayah keseluruhan. Karena hal itu pula kepulauan nusantara sangat kaya akan ikan, baik itu di laut maupun sungai. Ia bahkan memberikan pertanyaan pada seorang siswa untuk menyebutkan empat jenis nama ikan yang ada di Indonesia.

Meski sempat beberapa kali selip lidah, siswa ini akhirnya berhasil menjawab pertanyaan dari Presiden. Siswa Sekolah Dasar ini lantas diganjar dengan hadiah sebuah unit sepedah.
Meski diwarnai peristiwa selip lidah dari seorang siswa saat menyebut nama ikan, kegiatan bertajuk Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. BDLV/TM
Banyak Jalan Rusak dan Tergenang, Ini Keluhan Warga Cipunagara Subang

On January 27, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Kabupaten Subang, adalah sebuah daerah di Jawa Barat yang memiliki bentang wilayah cukup luas. Di sebelah selatan, wilayah Subang berbatasan langsung dengan wilayah Bandung, tepatnya di sekitar pintu masuk kawasan wisata gunung Tangkubanparahu.
Jalan di cipunagara maniis subang rusak
Jalan rusak di daerah Kecamatan Cipunagara Subang
Wilayah Subang juga membentang hingga ke utara di Laut Jawa. Sementara sebelah barat, akan berbatasan dengan Purwakarta dan Karawang. Sedangkan di wilayah timur sendiri berbatasan dengan Indramayu dan Majalengka, juga Sumedang di bagian tenggara.

Selain sebagai salah satu lumbung padi nasional, Subang juga dikenal sebagai kota Gotong Royong. Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju, adalah slogan yang sudah sangat ikonik dan kerap dikumandangkan oleh para pejabat termasuk Bupati Subang saat mencoba untuk membangkitkan semangat kerja masyarakat.

Meski demikian, tak sedikit masyarakat yang kerap berkeluh kesah dengan masih banyaknya sarana infrastruktur terutama jalan di pedesaan yang rusak. Hal itu kerap dikeluhkan karena dinilai sangat mengganggu aktivitas warga. Tak sedikit warga Subang yang lantas mengeluhkan kondisi jalan di sekitar lingkungannya tersebut melalui jejaring sosial.

"Mohon perhatiannya kepada pemerintah, ini jalan sudah kaya (seperti) balong (kolam) lele saja, sudah lama tidak diperbaiki. Biarpun kampung kami terpencil, tapi kami butuh fasilitas jalan yang kayak untuk kami lewati," tulis pemilik akun Facebook Rdamer Babypunky.

Tentu saja apa yang diungkap oleh pemilik akun ini mendapat tanggapan dari pengguna lain. Selain mempertanyakan, mayoritas netizen juga merasa sangat prihatin dengan kondisi yang ada di kampung tersebut. Hingga saat ini, postingan Welcome Kampung Terlantar di grup Facebook forum Suara Subang ini masih terus ditanggapi. Beberapa netizen bahkan terlihat turut berbagi.

Dari kolom komentar, diketahui bahwa jalan yang rusak dan terlihat cukup memprihatinkan tersebut berada di Kampung Maniis, Desa Parigimulya, Kec. Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Melihat kondisi ini, tak sedikit dari mereka yang lantas membanding-bandingkan jalan di kampungnya dengan jalan yang ada di daerah lain seperti di Kabupaten Karawang atau Indramayu.

Jalan rusak di Cipunagara, sejatinya bukanlah berita baru bagi masyarakat Subang. Cukup banyak daerah-daerah lain di wilayah Kabupaten Subang yang mengalami kondisi serupa. Jalan rusak yang tersebar di seluruh wilayah Subang ini juga akan berubah menjadi genangan disaat turun hujan, seperti halnya di Kecamatan Blanakan.
Meski demikian, sejak beberapa tahun yang lalu Pemkab Subang sudah meluncurkan program andalan yaitu Gapura Intan atau program pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan. Sayangnya, banyak warga yang mengeluhkan program tersebut karena ternyata hingga saat ini masih cukup banyak jalan yang rusak dan tergenang di wilayah Subang. BDLV/TM
Gegara Selip Lidah Anak SD di Hadapan Jokowi, "Dek Tongkol Dek!" Mendadak Menjadi Viral

On January 26, 2017 with No comments

Ikan tongkol dek

Soeara Rakjat, Peristiwa. Pesiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo atau Jokowi, memang memiliki kebiasaan tersendiri dan unik yaitu membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak. Hadiah yang biasanya berupa sepedah ini kerap bagikan oleh Kepala Negara saat bertatap muka langsung dengan masyarakat terutama saat melibatkan anak-anak.

Cukup banyak hal yang menarik dan unik saat Jokowi bertemu langsung dengan rakyatnya. Bahkan ada sebuah peristiwa lucu dan tak terduga sebelumnya saat Presiden Jokowi membuka acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Saat itu Jokowi memberikan pertanyaan untuk seorang siswa Sekolah Dasar yang sedang di atas panggung. "Ini negara kita Indonesia lautnya luas. 2 per 3 Indonesia adalah laut, samudera. Pertanyaan saya, di laut banyak ikan, sungai banyak ikan, sebutkan empat nama ikan," ucap Jokowi.

Anak SD tersebut segera menjawab "Ikan Lele, Ikan Paus." Setelah terdiam beberapa lama, anak tersebut melanjutkan, "Ikan Teri," jawabnya.

Presiden pun lantas menyebut dan mengulang beberapa nama ikan dan meminta anak tersebut untuk menyebut satu nama ikan lagi. Selain itu, Kepala Negara juga menyebut akan menghadiahkan sebuah sepeda.

Setelah terdiam beberapa lama, siswa SD inipun lantas melanjutkan jawabannya "Ikan .....," ucapnya dengan polos. 

Mendengar jawaban tersebut, seluruh yang hadir pun tertawa terbahak-bahak. Presiden Jokowi yang mendengar jawaban dari anak ini juga sempat tersenyum dibuatnya. Setelah diulang beberapa kali, akhirnya anak SD ini mampu menjawab. Jokowi pun segera mengoreksi dan mengatakan, "Yang benar Tongkol," ralat Presiden.

Peristiwa selip lidah anak SD tersebut sontak menjadi perbincangan hangat para netizen di berbagai jejaring sosial. Istilah baru, "Dek Tongkol dek!," pun mendadak menjadi viral. Bahkan di jejaring sosial Twitter, istilah ini sempat dan masih merajai trending topic.
Hingga saat ini, video yang menayangkan peristiwa selip lidah anak SD di hadapan Presiden Jokowi sudah tersebar luas baik di Twitter, Facebook maupun situs berbagi video youtube. BDLV/TM
Tolak Kriminalisasi Terhadap Ulama, Ribuan Massa Menggelar Orasi di Gedung Sate

On January 26, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Ribuan umat Islam yang terdiri dari massa berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam datang ke depan Gedung Sate, Kota Bandung dengan mengusung, aksi menolak kriminalisasi terhadap ulama. Salah satunya, adalah menolak proses hukum yang dilakukan Polda Jabar terhadap pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab.
Ribuan umat islam menggelar aksi tolak kriminalisasi ulama di bandung
Masa menggelar orasi di Lapangan Gazibu Bandung
"Habib Rizieq itu bukan murni hukum. Tapi ada muatan politisnya. Makannya enggak ridho kalau Rizieq dikriminalisasi," kata Asep Saepudin yang merupakan Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar dalam orasinya, yang diiringi pekik takbir dari seribuan massa, Kamis (26/1).

Dia justru menuding kasus yang mendera Habib Rizieq Syihab adalah permainan elit politik nasional untuk menggiringnya ke Jawa Barat. Dia menyebut, Rizieq tidak pernah menistakan simbol negara, Pancasila. Sebab yang dikritisi adalah usulannya, bukan Pancasila yang sudah jadi dasar negara.

"Habib Rizieq menyebut buntut, yang saya tahu buntut (dalam laporan Sukmawati disebutkan pantat). Jadi tidak ada penistaan di sini," terangnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penodaan simbol negara Pancasila atas perkataan Rizieq yang menyebutkan Pancasila Soekarno, Ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanan ada di kepala. 

Hal itu dilampirkan dalam bentuk video pada penyidik Polda Jabar yang menangani kasus tersebut. 

Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan terus mengawal kasus Habib Rizieq yang saat ini sudah meningkat ke tahap penyidikan. Sejauh ini kepolisian sudah memberi sinyal bahwa Rizieq akan berstatus tersangka. "Jika dipanggil lagi kami dari 27 kabupaten/kota siap beraksi lagi," tegasnya.

Dari hasil pantauan Merdeka Bandung, sejak sekitar pukul 11.00 WIB, ribuan massa dari berbagai elemen masih memadati lokasi. Mereka datang dengan mengusung beberapa poster dan spanduk bertuliskan 'Indonesia Butuh FPI', 'Habib Rizieq milik Indonesia', 'Berjuang untuk agama, ulama dan negara' dan sejumlah tulisan lainnya.
Aksi yang melibatkan ribuan massa itu mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian. Sementara Jalan Diponegoro tepatnya di depan Gedung Sate sendiri ditutup sementara waktu karena dipnuhi oleh ribuan orang yang sedang menggelar aksi. BDLV/TM
Imam Bondjol Pahlawan Bersorban Seperti HRS, Ahmad Dhani: Untung Megawati Belum Lahir

On January 25, 2017 with No comments

Imam bondjol dan diponegoro pahlawan bersoran seperti habib rizieq
Ahmad Dhani Prasetyo/foto istimewa
Soeara Rakjat, Nasional. Pidato politik Megawati Soekarnoputri yang menyebut dan membawa-bawa orang Arab, ternyata menuai dampak yang luas di tengah masyarakat. Selain maraknya 'anjuran' agar orang yang berpakaian syari untuk pindah ke Arab, muncul juga pembelaan dari beberapa tokoh dan kelompok masyarakat terkait orang Arab ini.

Salah satunya muncul dari musisi ternama yang belakangan terjun ke dunia politik Ahmad Dhani. Ahmad Dhani yang turut bertarung dengan menjadi Wabup dlalam Plkada Kabupaten Bekasi ini bahkan mengatakan bahwa berpakaian seperti Arab tak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa karena cukup banyak pula pejuang yang mengenakan pakaian seperti itu.

Dhani lantas mencontohkan dua sosok Pahlawan Nasional yang sangat termashyur di awal abad 19, yakni Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bondjol. Bahkan menurut Dhani, apa yang dikenakan oleh kedua tokoh pahlawan tersebut sangat serupa dengan apa yang dipakai oleh Habib Rizieq Shihab saat ini.

Dhani lalu menulis bahwa pahlawan Goa Selarong yaitu Pangeran Diponegoro berpakaian sama dengan pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab. "1825 ada Pahlawan bersorban bernama DIPONEGORO, sekarang ada Habib Rizieq," tegas Dhani.

Selain Pangeran Diponegoro, Dhani juga mengidentikan Tuanku Imam Bondjol sebagai pahlawan bersorban layaknya Habib Rizieq. "Di (tahun) 1824 juga ada Iman Bondjol, Pahlawan bersorban sama seperti HRS, untung Megawati belum lahir," tulisnya melalui akun @AHMADDHANIPRAST.

Apa yang ditulis Dhani melalui akun jejaring sosial, tentu saja mengundang beragam komentar dari ratusan netizen yang menjadi pengikutnya. Meski diwarnai adanya perdebatan, namun mayoritas netizen juga merasa sangat setuju bahwa para pahlawan yang berpakaian seperti orang Arab ini memiliki jasa yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.

Pangeran Diponegoro adalah sosok pahlawan asal Yogyakarta yang dicap sebagai pemberontak oleh pemerintah kolonial Belanda. Diponegoro yang terlahir dengan nama Bendoro Raden Mas Mustahar pada 11 November 1785 ini adalah cucu dari Sultan Hamengkubuwoni II, sekaligus cicit dari Pangeran Mangkubumi pendiri Kesultanan Yogyakarta.

Sementara Tuanku Imam Bondjol sendiri merupakan tokoh ulama dan pemimpin rakyat Pagaruyung saat mengobarkan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Saat itu, Belanda sangat kesulitan menghadapi perlawanan para ulama bersama rakyat di bawah pimpinan Tuanku Imam Bondjol ini.

Meski demikian, Belanda akhirnya berhasil memadamkan perlawanan sekaligus merebut Benteng Bondjol. Belanda juga berhasil memadamkan Perang Jawa II, dengan memanfaatkan bantuan orang-orang pribumi yang berkhianat dan lebih mementingkan bayaran.

Selain mereka berdua, masih cukup banyak tokoh perlawanan di masa penjajahan yang selalu mengenakan jubah dan sorban khas orang Arab. Salah satu yang paling familiar adalah seorang ulama dan pejuang asal Tasikmalaya yang terkenal karena Pemberontakan Singaparna, yakni KH. Zainal Mustafa. BDLV/TM
Stadion Lodaya Mariuk Subang, Stadion Megah Kebanggan Masyarakat Subang

On January 25, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Stadion Lodaya, adalah sebuah stadion olahraga yang berada di Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Stadion ini menjadi ikon olahraga sepakbola bagi masyarakat Subang, khususnya di pesisir utara. Selain dari stadion Persikas yang berlokasi di Pasirkareumbi yang sebelumnya sudah ada, kehadiran Stadion Lodaya juga begitu menarik perhatian para bolamania.
Stadion lodaya mariuk subang
Stadion Lodaya Mariuk, Tambakdahan, Subang
Selain terbilang baru dan megah, di Stadion Lodaya Subang, juga sering diadakan event-event turnamen yang cukup mengundang animo warga untuk menontonnya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya klub-klub asal daerah lain khususnya di seputaran Jawa Barat, yang turut ambil bagian dalam berbagai event pertandingan atau turnamen.

Selain sebagai homebase Persema, Stadion Lodaya juga menjadi ajang penggemblengan bagi pemain-pemain muda untuk menjadi pemain profesional dengan dibukanya Sekolah Sepakbola baik junior maupun senior. Lebih dari itu, Persema juga adalah salah satu klub yang cukup ternama di Subang dan sekitarnya, karena berbagai torehan prestasinya.

Meski sering disebut baru, sejatinya Stadion Lodaya sudah ada sejak awal tahun 1990-an. Pembangunan Stadion Lodaya sendiri dimulai saat Karnudin terpilih menjadi Kepala Desa Mariuk pada tahun 1988. Tak lama setelah itu, atas dorongan masyarakat yang menginginkan stadion sepakbola yang memiliki standarisasi, akhirnya Pemerintah Desa membentuk panitia pembangunan stadion dan kemudian membeli lahan seluas kurang lebih 2 hektare dengan dana sekitar Rp 38 juta.

Dua tahun setelahnya yakni pada 1994, stadion ini mulai dipergunakan dan mulai menggelar even turnamen untuk yang pertama kalinya. Meski demikian, stadion ini baru diresmikan pada tahun 1996, bertepatan dengan turnamen piala DPD Golkar. Saat itu, Bupati Subang pun hadir untuk meresmikan stadion ini. Sejak itu pula nama Stadion Lodaya pun makin dikenal ke seantero Subang dan sekitarnya.

Stadion Lodaya Mariuk Subang, hingga saat ini sudah menggelar berbagai event turnamen yang beberapa diantaranya cukup bergengsi karena tak hanya dihadiri oleh klub-klub lokal asal Kabupaten Subang.

Animo warga dan masyarakat Subang untuk menyaksikan berbagai pertandingan di stadion inipun cukup besar, terutama saat ada klub-klub ternama terlibat di dalamnya. Belakangan, masyarakat juga menginginkan agar stadion ini bisa menjadi tempat bertandingnya klub-klub nasional.

Lebih dari itu, Kabupaten Subang juga memiliki bakat-bakat muda potensial di bidang sepakbola. Bahkan di masa lalu, cukup banyak pemain asal Subang yang berprestasi di ajang nasional seperti Kekey Zakaria, Mulyana dan beberapa pemain lainnya. Mereka adalah para pemain asal Subang yang begitu ternama dan pernah berjaya bersama Maung Bandung Persib di zaman Perserikatan. 
Selain berhasil mencuri perhatian warga karena banyaknya wasit dan pemain nasional yang pernah ikut berlaga, Stadion Lodaya juga kini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Subang, Ketua DPRD dan tokoh-tokoh Subang pun bertekad untuk membesarkan Stadion Lodaya, agar pemain-pemain asal Subang mampu berprestasi di ajang nasional maupun internasional BDLV/TM
Hari Ini 24 Januari 1916, Panglima Besar Jenderal Soedirman Dilahirkan

On January 24, 2017 with No comments

Panglima soedirman lahir pada 24 januari 1916
Panglima Besar Jenderal Soedirman/foto Soedirman blogspot.com/Merdeka
Soeara Rakjat, Historia. Panglima Besar Soedirman, adalah seorang tokoh militer yang paling berpengaruh sekaligus terdepan dalam perjuangan membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajahan. Jenderal Soedirman telah mengabdi dan turut berperang sejak masa pendudukan Jepang maupun kembalinya pasukan Belanda (NICA) yang membonceng pasukan sekutu pasca Perang Dunia II.

Panglima Besar Soedirman lahir pada 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah. Soedirman yang berasal dari keluarga rakyat ini lantas diberi gelar Raden oleh suami dari bibinya yaitu Raden Cokrosunaryo seorang camat di daerah tersebut. Menurut catatan keluarga, Soedirman lahir pada Minggu Pon saat bulan Maulud dalam penanggalan Jawa.

Saat Soedirman lahir, orang tuanya yaitu pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem, sedang tinggal di rumah saudari Siyem yaitu Tarsem di Rembang, Bodas Karangjati, Purbalingga. Karena kondisi ekonomi yang lebih baik, Suami Tarsem yang seorang camat dan priyayi Jawa ini kemudian mengadopsi Soedirman kecil yang kelak akan menjadi seorang Jenderal perang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Soedirman kecil menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja di Cilacap karena setelah pamannya yang sekaligus juga adalah ayah angkatnya ini pensiun, mereka lantas kembali ke kampung halamannya. Cokrosunaryo mendidik Soedirman dengan epik kepahlawanan, etika moral dan budaya serta tata cara priyayi Jawa. Soedirman pun tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pemberani.

Selain pendidikan umum, Soedirman muda dan saudaranya Muhammad Samingan mengenyam pendidikan agama di bawah bimbingan Kyai Haji Qohar. Soedirman adalah anak yang taat dengan ajaran agama Islam dan selalu tepat waktu menjalankan shalat. Ia bahkan dipercaya untuk selalu mengumandangkan Adzan dan Iqamat.

Tak ada yang menyangka bahwa berpuluh tahun kemudian Soedirman pun menjelma menjadi seorang pemimpin yang penuh dedikasi. Bahkan saat menjabat Panglima setelah Indonesia merdeka, Jenderal Besar Soedirman tetap berjuang dan tak peduli dengan sakitnya. Saat terbaring karena sakit, ia tetap berusaha untuk bisa hadir di tengah-tengah pasukannya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Peran Panglima Soedirman juga sangat berperan saat Belanda kembali menyerang dan menguasai Yogya pada pertengahan Desember 1948. Saat itu, Jenderal Besar Soedirman tetap berusaha untuk maju memimpin pasukan Indonesia. Tak peduli dengan rasa sakitnya, sang Jenderal Besar ini tetap mengatur strategi untuk berperang.
Panglima Besar Soedirman wafat dalam usia 34 tahun tepatnya pada 29 Januari 1950, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Wijaya Brata, Semaki, yang dikhususkan bagi para pahlawan yang pernah berjasa pada negara. TMP yang berlokasi di Jalan Kusuma Negara Yogyakarta ini juga dikenal sebagai Taman Makam Kusuma Negara. BDLV/TM
ILC Bertema Bidik Habib Rizieq Batal Digelar, Fadli Zon: Seharusnya Saya Menjadi Narasumber

On January 24, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Politik. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, sekitar satu jam lalu menyebutkan bahwa acara Indonesia Lawyer Club yang akan digelar di TVone malam ini mendadak batal. Menurut Fadli, ia mendapat telepon langsung yang menyebutkan bahwa acara tersebut dibatalkan.

Sejatinya, dalam ILC malam ini Fadli Zon sendiri akan menjadi salah satu narasumber. Indonesia Lawyers Club yang biasa dibawakan oleh Karni Ilyas tersebut, kali ini mengambil tema 'Habib Rizieq Dibidik'. Melalui akun Teitternya, Fadli pun menyebut bahwa acara ini dibatalkan secara mendadak.

"Barusan mendadak terima telpon bahwa ILC malam ini dibatalkan. Seharusnya saya menjadi salah satu narsum (nara sumber) bertema Habib Rizieq Dibidik," tulis Fadli melalui akun @fadlizon. 
Sontak saja apa yang ditulis Fadli ini menuai kehebohan dari para pengguna akun twitter. Ratusan netizen pun langsung menanggapi dan mengomentari.

"Kaya topik makar. Sensi ea hahaha," tulis @herawati26.

"Makin parno nih pemerintah. Masa acara gitu aja bisa segitu takutnya. @karniilyas @ILC_tvOnenews cari tema pepesan kosong aja," tulis akun @rachman210465

Meski demikian, hingga kabar ini dirilis masih belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara ILC terkait batalnya acara yang seyogyanya mulai tayang pada pukul 19.30 WIB malam ini. Akun twitter resmi @ILCtvOnenews pun masih belum memberi konfirmasi. BDLV/TM
Dijemput KH Arifin Ilham, Nurul Fahmi Pengibar Bendera Bertuliskan Huruf Arab Segera Bebas

On January 24, 2017 with No comments

KH Arifin Ilham menjemput Nuruf Fahmi/foto Facebook Wawan Kurniawan.
Soeara Rakjat, Nasional. Pengibar bendera Merah Putih bertuliskan dua kalimat Syahadat atau kalimat Tauhid Nurul Fahmi Al Hafizh, yang ditahan Kepolisian akan segera dibebaskan. Polisi mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap Fahmi yang diajukan oleh tim kuasa hukumnya.

Penangguhan penahanan terhadap Fahmi dengan jaminan Ustadz Arifin Ilham ini dikonfirmasi langsung oleh anggota tim kuasa hukum Fahmi yakni Aziz Yanuar selaku Aktivis Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia kepada media. Fahmi dibebaskan karena berperilaku baik, dan adanya jaminan dari pihak keluarga dan juga KH Arifin Ilham.

Selain bebas, Nurul Fahmi juga akan dijemput langsung oleh pimpinan Majelis Azzikra Sentul, KH Arifin Ilham. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, Ferry Nur.

"Ustadz Muhammad Arifin Ilham yang akan menjemput langsung Al-Hafizh Nurul Fahmi dari tahanan," kata Ferry dalam pesan tertulis yang tersebar dan menjadi viral di Grup Whatsapp.

Dalam pesannya yang kini menjadi viral di jejaring sosial, Ferry pun mengajak umat Islam untuk turut mendoakan Fahmi agar tetap tegar dan sabar dalam menghadapi ujian segala ujian.

"Dan siapapun yang membantu Nurul Fahmi Al Hafizh sehingga bisa bebas dan keluar dari tahanan, mendapatkan pahala yang besar dari Allah Subhanahu wata'ala serta mendapatkan syafa'at Al-Quran di akhirat nanti," tulid Ferry.

Sebelumnya, Polisi menahan Nurul Fahmi karena mengibarkan bendera Merah Putih yang bertuliskan dua kalimat Syahadat dan dua bilah pedang bersilang dibawahnya. Pengibaran bendera sendiri tejadi saat aksi GMNF-MUI dan FPI di depan Mabes Polri pada 16 Januari lalu. BDLV/TM
FPI: Habib Rizieq Siap Menerima Tantangan Boni Hargens Untuk Berdebat Soal Pancasila

On January 22, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Politik. Imam Besar Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab, menegaskan kesiapannya untuk menerima tantangan pengamat politik Boni Hargens yang mengajaknya berdebat secara terbuka terkait Pancasila dan NKRI. FPI menegaskan bahwa Habib Rizieq Shihab selalu terbuka untuk berdiskusi dengan siapapun demi kepentingan bangsa dan negara.
Habib rizieq siap menerima tantangan debat boni hargens soeararakjat.com
Habib Rizieq Shihab/FPI
Hal tersebut diungkap oleh Panglima Laskar FPI Maman Suryadi. Ia bahkan mengatakan agar politikus dan pengamat politik termasuk Boni Hargens tidak hanya besar mulut di media saja. 

"Silakan saja, politikus-politikus yang sekarang lagi banyak ramai itu jangan ngomong gede di Media. Kebanyakan orang nggak kenal Habib Rizieq hanya sebatas kenal Habib Rizieq itu FPI," ujar Maman kepada Detik.com, Sabtu, 21 Januari 2017.

Lebih lanjut, Maman bahkan merasa menyesal karena selama ini ajakan debat terbuka atau diskusi hanya sebatas pernyataan saja. Padahal menurutnya, FPI selalu bersikap terbuka untuk berdiskusi dan selalu mencoba untuk memberi sebuah solusi. 

"Mereka menantang Habib gini-gini, tapi kenyataan di lapangan nggak ada yang berani kok. Cuma berani berkoar di TV, di medsos. Kita siap ditantang di mana pun kita siap," tegas Panglima Laskar FPI ini.

Sebelumnya, Boni Hargens sendiri mengaku sudah melayangkan surat ke DPP FPI yang tujuannya adalah untuk mengajak pemimpin Front Pembela Islam itu berdebat dengan dirinya terkait Pancasila dan NKRI. Boni Hargens sendiri bahkan akan mempersiapkan panggung terbuka jika Habib Rizieq mau menerima tantangannya.
Selain mengirim sebuah surat tantangan, Boni Hargens juga mengeluarkan statement atau pernyataan terkait debat terbuka dengan Habib Rizieq tersebut. Bahkan dalam cuitan yang lain, Boni juga menuliskan beberapa kalimat yang dinilai telah menyudutkan FPI dengan berbagai tuduhan yang negatif di akun Twitter miliknya.

Sebelum sempat berdebat dengan Habib Rizieq, Boni sendiri sudah terlibat perdebatan sengit dengan para Netizen pengguna akun Twitter. Hal itu dikarenakan Boni menulis ajakan tantangan yang dibumbui dengan ungkapan yang dinilai provokatif. Bahkan dalam salah satu cuitannya, Boni menyebut bahwa mereka yang mendukung FPI adalah sampah.

Dalam cuitan yang lain, Boni bahkan menyebut FPI sebagai perusak. Sebuah tuduhan yang menurut sebagian besar Netizen sangat tidak mendasar.

Karuan saja perdebatan sengit pun tak bisa dihindari lagi. Cukup banyak Netizen yang merasa gerah dengan sikap Boni ini. Sebagian bahkan balik menuduh dan menyebut bahwa Boni Hargens adalah pengamat politik yang tidak kredibel karena dianggap berat sebelah dan tidak objektif dalam memberi sebuah penilaian. 

Meski demikian, debat terbuka ini diharapkan bisa meluruskan persepsi publik terkait FPI dan juga tuduhan-tuduhan Boni Hargens yang selama ini selalu menyudutkan omas pimpinan Habib Rizeq ini. Dengan adanya debat terbuka, maka kebenaran akan terungkap dengan sendirinya. BDLV/TM
Fadli Zon: Pemimpin Karbitan Melahirkan Pemerintahan dan Kebijakan Karbitan

On January 22, 2017 with No comments

Fadli zon sindir pemerintahan karbitan dan kekacauan http://www.sorak.in
Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI (berdiri paling kiri)/foto istimewa/detik.com
Soeara Rakjat, Nasional. Wakil Ketua DPR RI bidang Politik dan Keamanan, yang juga merupakan salah satu petinggi partai Gerindra Fadli Zon, turut angkat suara terkait kondisi terkini yang sedang terjadi di Indonesia. Fadli bahkan menyindir dan mengeluarkan pernyataan yang terdengar cukup keras dan pedas.

Fadli pun menyoroti situasi yang akhir-akhir ini terjadi terutama dalam hal kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak matang dan cenderung merugikan rakyat. Fadli bahkan menyebutkan bahwa kebijakan tersebut adalah kebijakan karbitan, yang dilahirkan dari sosok pemimpin yang juga hasil karbitan.

Lebih jauh, secara tegas Fadli mengatakan bahwa lahirnya pemimpin karbitan akan menghasilkan pemerintahan dan pemberitaan yang dinilai karbitan pula. Hingga akhirnya, kebijakan karbitan dan kekacauan akan melanda atau dialami oleh rakyat di sebuah negara.

"Pemimpin karbitan melahirkan pemerintahan karbitan, kebijakan karbitan,  berita karbitan n (dan) hasilnya kekacauan," tulis Fadli Zon, melalui akun jejaring sosial Twitter, @fadlizon.
Ratusan Netizen pun langsung menanggapi kicauan Fadli ini. Meski mayoritas Netizen merasa sependapat, namun ada juga sebagian lain yang merasa tidak setuju dengan pernyataan Fadli tersebut. Perdebatan hangat dan seru diantara mereka pun tak bisa dihindari.

Meski secara spesifik Fadli Zon sendiri tidak menyebut di negara mana pemimpin karbitan ini berada, namun mayoritas Netizen meyakini bahwa apa yang ditulis oleh Fadli ini merujuk pada pemerintahan Indonesia. Sebagai salah satu pemimpin di DPR, Fadli diyakini sedang menyuarakan aspirasi mayoritas rakyat yang ia wakili.

Karbit atau Karbid (bhs Belanda) sendiri adalah sebuah senyawa yang biasa digunakan untuk mengelas (menyambung) besi. Karbit yang didalamnya terkandung unsur Kalsium Karbida dengan rumus molekul CaCini juga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat proses pematangan pada buah.

Seperti halnya pisang, mangga atau buah-buah lain yang diperam melalui proses pengkarbitan, maka buah tersebut hanya akan masak di bagian luar sedangkan di bagian dalam masih terasa agak mentah. Selain kurang manis, buah yang dikarbit juga terasa agak masam. BDLV/TM
Jalan Selalu Tergenang Saat Hujan, Warga Desa Muara Blanakan Pertanyakan Gapura Intan

On January 21, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Warga Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat, saat ini masih dibuat prihatin dengan masih adanya genangan air yang cukup dalam saat turun hujan. Di beberapa titik, kondisi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini masih belum tertangani hingga saat ini.
Jalan di desa muara ciasem, blanakan selalu tergenang saat turun hujan
Jalan Desa Muara Blanakan Subang sering tergenang
Seperti yang terjadi di Dusun Sukamulya, Desa Muara. Di sini, hampir setiap turun hujan sebagian besar ruas jalan akan tergenang hingga berhari-hari meskipun hujan sendiri hanya turun beberapa jam saja. Genangan air baru akan kering jika matahari bersinar cukup terik dan menyengat.

Tentu saja hal tersebut banyak dikeluhkan oleh warga. Selain karena mengganggu keindahan desa, genangan air juga cukup menyulitkan aktivitas warga. Saat malam hari, tak sedikit warga yang terperosok dan terkadang jatuh dalam genangan air yang lebih mirip dengan kubangan kerbau tersebut.

Menyikapi hal ini, cukup banyak warga yang lantas mempertanyakan program Gapura Intan (Infrastruktur Berkelanjutan), yang dicanangkan oleh Pemkab Subang sejak beberapa tahun lalu. Sebagian warga bahkan menilai bahwa program tersebut masih belum membawa perbaikan yang signifikan.

"Hal ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Terus terang saja kami merasa iri dengan desa-desa lain yang berada di wilayah kabupaten tetangga seperti di Karawang. Kami mohon kepada pemerintah khususnya Bupati Subang untuk bisa lebih memperhatikan kondisi di sini," ujar Tedy, seorang warga saat ditemui di sekitar genangan pada Sabtu, 21 Januari 2017.

Sementara itu, Kepala Desa Muara sendiri mengaku sudah sering menerima laporan atau keluhan warganya terkait ini. Namun ia menuturkan bahwa pihaknya tak bisa berbuat banyak karena persoalan jalan adalah domain pemerintah kabupaten. Menurutnya, Pemerintah Desa Muara hanya bisa melakukan perbaikan alakadarnya seperti melakukan pengurugan untuk meminimalisir adanya genangan.

Lebih lanjut, Lurah Ita sapaan akrab Kades Muara ini, juga mengatakan agar masyarakat bisa lebih bersabar karena lambat laun pemerintah daerah pasti akan memperbaikinya. "Semoga semuanya bisa bersabar," ujarnya.

Hingga saat ini, Pemkab Subang sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi genangan air dengan melakukan perbaikan jalan maupun pengecoran. Namun demikian, perbaikan yang dilakukan dinilai masih belum memadai.
Tak ayal, masih adanya beberapa titik dan ruas jalan yang selalu tergenang kerap membuat masyarakat bertanya-tanya akan kelanjutan program Gapura Intan? BDLV/TM
FPI Bangun 150 Rumah Sederhana Untuk Korban Gempa di Pidie Jaya, Aceh

On January 20, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Aceh. Front Pembela Islam (FPI) Aceh, saat ini sedang membangun sedikitnya 150 unit rumah sederhana yang diperuntukan bagi para korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Pembangunan rumah-rumah ini ditargetkan akan rampung pada Februari mendatang.
Rumah sederhana untuk korban gempa pidie jaya aceh dari fpi
Bantuan rumah dari FPI untuk korban gempa Aceh
Pembangunan 150 unit rumah sederhana ini difokuskan pada 3 titik yakni Ceubo, Paru dan Trieng Gadeng. Hal itu dilakukan karena di daerah-daerah tersebut warga sangat membutuhkan tempat tinggal yang sebelumnya rusak akibat dari terjadinya gempa beberapa waktu lalu.

Pengerjaan pembangunan rumah ini sendiri sudah dimulai sejak awal Januari 2017. Hal tersebut diungkap oleh Ketua FPI Aceh, Muslim at-Thahiry yang mengatkan bahwa pembangunan rumah sederhana ini memang telah dimulai sejak 3 Januari lalu. Hingga saat ini, FPI Aceh sudah berhasil menyelesaikan sekitar 25 unit rumah siap huni di 3 titik tersebut.

"Alhamdulillah dengan pertolongan Allah 150 rumah sederhana yang akan FPI bantu kepada korban gempa Pidie Jaya telah siap huni 25 rumah, dikala masih banyak korban gempa masih menempati tenda tidur kehujanan dihembus angin di saat malam karena lambannya penanganan pihak berwajib, namun FPI dengan segala keterbatasan telah dapat meringankan beban saudara kita," ungkap Muslim, Rabu, 18 Januari 2017.

Lebih lanjut, Muslim juga mengatakan bahwa dana untuk pembangunan ratusan rumah sederhana tersebut sebagiannya bersumber dari sumbangan para dermawan yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, dengan mendonasikannya melalui FPI.

"Dana yang digalang oleh laskar FPI dimana-mana atau ada dermawan yang kirim ke rekening FPI peduli bencana," tegas Muslim, seperti dikutip Mediaaceh.co.
Hingga saat ini, kegiatan FPI yang sedang membangun atau merehab rumah-rumah warga ini beredar luas di kalangan Netizen baik dalam bentuk foto maupun video. Dalam tayangan sebuah video, nampak puluhan anggota FPI sedang bahu membahu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggalnya akibat gempa. BDLV/TM
Boni Hargens Tantang Habib Rizieq Untuk Debat Terbuka Soal Pancasila

On January 20, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Politik. Relawan Jokowi yang juga seorang pengamat politik, Boni Hargens, kembali menuai kehebohan di jejaring sosial Twitter karena kicauannya. Boni Hargens yang oleh Presiden Jokowi diberi kepercayaan menjadi salah satu petinggi Antara ini pun terlibat perdebatan sengit dengan para Netizen.
Boni hargens tantang habib rizieq debat pancasila
Boni Hargens, pengamat politik
Beberapa hari yang lalu, Boni sempat berkicau untuk menantang Habib Rizieq berdebat soal Pancasila 1 Juni dan NKRI. Ia bahkan mengatakan akan menyiapkan panggung jika Habib Rizieq berani menerima tantanganya. Sebelumnya, Boni juga berkicau menyudutkan FPI pasca ricuh dengan massa GMBI dan beberapa ormas di Mapolda Jabar.

"Saya tantang Rizieq Shihab debat terbuka tentang Pancasila 1 Juni & NKRI. Kalau berani, ayo kita siapkan panggung!," tulis Boni.

Apa yang diungkap Boni ini karuan saja menuai berbagai reaksi dari para Netter, seorang Netizen bahkan balik bertanya tentang apa dan siapa Boni Hargens. Sebagian Netizen juga menyebut bahwa tesis S2 Habib Rizieq terkait Pancasila memiliki kredibilitas karena diakui oleh beberapa universitas.

"Biasanya yang ngaku-ngaku warass aslinya nggak/kurang waras," tulis @thisintep. Sementara pemilik akun BebekTorium menulis, "Jiahahaha, yakin mas bon? Bib Rizieq ketahuan tesis S2-nya tetep Pancasila, nilai A? Mas bon punya tesis?," sindirnya, sambil balik bertanya.

Bahkan seorang pengguna akun Twitter @osborurne menyebut bahwa tesis Habib Rizieq sangat kredibel karena dinilai oleh beberapa perguruan tinggi. "Itukan menurut anda. Tesisnya dinilai sama (oleh) beberapa perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia," balasnya menanggapi.

Hingga kini, tantangan yang dilontarkan Boni Hargens kepada Habib Rizieq ini masih menjadi perdebatan hangat. Meski demikian, mayoritas Netizen malah menanggapi dengan nyinyir dan cukup banyak Netizen yang terkesan lebih membela Habib Rizieq.
Sejak diberi jatah jabatan di kantor berita Antara, Boni Hargens memang selalu menyerang pihak-pihak yang bersebrangan dengan pemerintah. Ia bahkan selalu memuji kinerja pemerintahan Jokowi, meski kebijakan pemerintah seperti BBM, listrik, STNK maupun WNA ilegal China kini sedang menuai polemik dan kritik di ranah publik.

Pekan lalu, kantor berita Antara bahkan merilis sebuah judul yang sangat fenomenal, yakni 'Jokowi Dinobatkan Sebagai Pemimpin Berkinerja Terbaik se-Asia-Aistralia oleh Bloomberg'. Hampir semua media mengutipnya, namun akhirnya Bloomberg sendiri malah membantah telah membuat pemberitaan seperti tersebut di atas. BDLV/TM
Ratusan Massa GMBI Asal Bogor Ikuti Sawala Akbar 191-999 di Lapangan Gasibu Bandung

On January 19, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Pagi ini, massa dari berbagai organisasi massa (ormas), LSM, komunitas Sunda dan tokoh masyarakat Jawa Barat diprediksikan hadir mengikuti gelaran Sawala Akbar 191-999 Masyarakat Jawa Barat Bersatu di Lapangan Gasibu Jalan Diponegoro, Kamis, 19 Januari 2017.
Massa gmbi si gasibu gedung sate untuk bubarkan fpi
Sawala Akbar 191-999 di Lapangan Gazibu
Menurut kabar yang beredar, massa akan berkumpul untuk membacakan Petisi Bersama yang berisi 'Bubarkan Penista Pancasila, Bubarkan FPI, Pemecah NKRI, Penista Budaya dan Mendukung Penegakan Hukum Polda Jabar.'

Selain pernyataan sikap, Sawala Akbar ini juga diisi dengan mimbar bebas serta pernyataan sikap dari masing-masing perwakilan LSM dan Ormas. Aparat pun sudah menurunkan pasukan dari Polda dan Brimob Polda Jabar, termasuk kendaraan baracuda, untuk melakukan pengamanan pada aksi yang akan dimulai sejak 09.00 WIB tersebut.

Salah satu yang turut ambil bagian, adalah ratusan massa GMBI asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekitar 400 orang anggota GMBI asal distrik Bogor ini berangkat pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Hal itu diungkap oleh Ketua Distrik LSM GMBI Kabupaten Bogor, Sambas Alamsyah. Ia menegaskan bahwa semua anggotanya akan hadir. "Semua anggota wajib hadir dan menggunakan seragam GMBI," kata Sambas, pada Kamis malam (19/1).

Lebih lanjut, Sambas juga mengatakan bahwa anggota GMBI Distrik Bogor yang berjumlah 400 orang ini akan turut memberi dukungan kepada Kapolda Jabar untuk penegakan hukum. "Sekitar 400 orang yang akan berangkat," ujar Sambas, seperti dikutip Tribunbogor.
Selain itu, Sawala Akbar 191-999 juga menjadi perbincangan hangat Netizen di jejaring sosial khususnya Facebook. Beberapa Netizen yang kebetulan berada atau melintas di sekitar lokasi bahkan membagi-bagikan foto maupun video terkait kegiatan ini. BDLV/TM
Hadiri Sawala Akbar 191-999, Massa GMBI Penuhi Lapangan Gasibu

On January 19, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Pagi ini, massa dari berbagai organisasi massa (ormas), LSM, komunitas Sunda dan tokoh masyarakat Jawa Barat diprediksikan hadir mengikuti gelaran Sawala Akbar 191-999 Masyarakat Jawa Barat Bersatu di Lapangan Gasibu Jalan Diponegoro, Kamis, 19 Januari 2017.
Sawala Akbar 191-999 di Lapangan Gazibu Bandung
Menurut kabar yang beredar, massa akan berkumpul untuk membacakan Petisi Bersama yang berisi 'Bubarkan Penista Pancasila, Bubarkan FPI, Pemecah NKRI, Penista Budaya dan Mendukung Penegakan Hukum Polda Jabar.'

Selain pernyataan sikap, Sawala Akbar ini juga diisi dengan mimbar bebas serta pernyataan sikap dari masing-masing perwakilan LSM dan Ormas. Aparat pun sudah menurunkan sedikitnya enam SSK pasukan dari Polda dan Brimob Polda Jabar, termasuk kendaraan baracuda, untuk melakukan pengamanan pada aksi yang akan dimulai sejak 09.00 WIB tersebut.

Sementara pihak Kepolisian mengkonfirmasi bahwa pihaknya sudah melakukan persiapam sejak pukul 8 pagi. "Apel pengamanan dimulai jam 8 pagi," kata Kassubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Renny Marthaliana.

Hingga saat ini, massa sudah berkumpul di lapangan Gasibu dan sekitaran Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung. Sawala Akbar 191-999 ini juga menjadi perhatian serius netizen di jejaring sosial. Cukup banyak Netizen yang lantas membagi-bagikan foto-foto maupun video terkait aksi ini.

Dalam beberapa foto yang saat ini beredar, kawasan Gasibu nampak di dominasi oleh massa yang mengenakan baju berwarna hitam dan logo yang menjadi penanda atau identitas dari salah satu ormas. Aksi ini sendiri digalang pasca terjadinya kisruh saat pemeriksaan terhadap Habib Rizieq, yang digelar di Mapolda Jabar, Kamis 12 Januari 2017.
Dalam peristiwa tersebut, sempat terjadi beberapa peristiwa seperti bentrokan hingga hingga pengrusakan beberapa kendaraan. Dalam tayangan video, nampak sejumlah massa sudah mulai bersiap untuk menggelar aksi ini. BDLV/TM
Angin Puting Beliung di Tanjungsiang, Subang, Belasan Rumah Warga Porak-poranda

On January 17, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Subang. Angin puting beliung, kembali menerjang salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Subang, tepatnya di Dusun Cilimus, Desa Sindanglaya, Kecamatan Tanjungsiang.
Puting beliung di tanjungsiang subang
Angin Puting Beliung di Tanjungsiang Subang
Di daerah perbatasan Subang-Sumedang ini, angin besar yang datang secara tiba-tiba pada pukul 14.00 WIB tersebut telah merusak puluhan rumah warga. Bahkan seorang warga dikabarkan terluka akibat tertimpa serpihan bangunan rumah.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya 34 rumah rusak akibat terjangan puting beliung ini. Meski demikian, beberapa media lokal juga menyebut bahwa kerusakan yang dialami tidak semuanya parah.

Terdapat 14 rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah, sementara 20 rumah lainnya rusak ringan. Selain rumah, terjangan puting beliung di Subang ini juga merusak beberapa gubuk (saung) dan cukup banyak pula pohon yang tumbang.

Menurut pengakuan beberapa Netizen yang merupakan warga Cilimus, Sindanglaya, amukan angin topan sendiri berlangsung sekitar kurang lebih 17 menit. Saat puting beliung berpusar dan menyapu atap rumah maupun pepohonan, cukup banyak warga yang berhamburan keluar sambil berteriak minta tolong.

Tak lama setelah kejadian, bantuan dari aparat TNI/Polri pun langsung meluncur ke lokasi. Petugas kemudian melakukan aksi mobilisasi dan penanganan sementara untuk segera membenahi kerusakan yang diakibatkan oleh angin puting beliung ini.

Sebelumnya, warga Subang di wilayah pesisir utara tepatnya di daerah Pamanukan, juga dikejutkan oleh peristiwa serupa yang jam kejadiannya relatif tak jauh beda. Pada Kamis, 12 Januari 2017, warga Pamanukan dikejutkan oleh angin besar yang datang sekitar pukul 16.50 WIB. Akibat peristiwa itu, belasan rumah warga juga mengalami kerusakan.
Puting Beliung Pamanukan juga memiliki dampak kerusakan yang cukup luas. Pusaran angin besar ini bahkan mencapai radius beberapa kilometer hingga ke daerah Kecamatan Pusakanegara. Beberapa rumah warga termasuk salah satu fasilitas olahraga rusak karenanya. BDLV/TM