ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Pencuri Sepedah Motor Bergentayangan di Desa Muara, Warga Diminta Waspada

On January 30, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Muara. Saat ini, warga Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat, sedang dihantui oleh aksi pencurian sepedah motor yang terjadi di malam hari terutama menjelang subuh. Warga yang sudah menjadi korban lantas melaporkan aksi pencurian tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Blanakan.
Pencuri sepedah motor marak di desa muara blanakan subang
Pencurian sepeda motor marak di Desa Muara, Blanakan, Subang
Menurut seorang warga, sejak beberapa pekan terakhir sudah beberapa warga kehilangan kendaraan roda dua miliknya. Yang terbaru, hampir saja terjadi pencurian saat warga sedang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Huda, Desa Muara.

Meski demikian, aksi pencurian yang terjadi pada Senin, 30 Januari pagi ini berhasil digagalkan oleh Kang Bidin, seorang warga yang sebelumnya sudah merasa curiga. 

Melihat kondisi ini, seorang warga yang merasa prihatin lantas menghimabau seluruh warga Desa Muara dan sekitarnya agar waspada. Melaui jejaring sosial Facebook, ia lantas menulis;

"Desa Muara menjadi target Pencurian Motor di malam hari. Kang Darsim dan beberapa orang di Sindang Laut telah menjadi korban. Ditambah tadi Subuh di Masjid Nurul Huda, Prapatan Muara, motor milik Pa Suradi (Guru), hampir raib disikat pelaku Curanmor.

Sebelum melakukan aksi, pelaku seolah menjadi jemaah masjid yang mau melakukan sholat Subuh, memakai sarung, dan berpura2 menyapu lantai masjid bagian luar. Sebagian jemaah yang melihat pelaku memang tidak mengenal orang tersebut, tapi jemaah tidak memiliki kecurigaan apapun.

Setelah imam dan jemaah sedang melakukan sholat, pelaku beraksi. Namun sempat terhenti ketika Kang Bidin datang dan pelaku menuju ke tempat wudlu bareng sama kang Bidin seolah akan berwudlu (tapi pelaku seperti tidak berwudlu, ket. Kang Bidin).

Setelah wudlu, Kang Bidin masuk ke Masjid sebagai Ma'mum Masbuk (Ma'mum yg tertinggal) namun pelaku malah menyapu lantai lagi. Kecuriagaan Kang Bidin muncul, hingga dia mengikuti sholatpun sepertinya tidak Khusyu. 

Saat Sholat memasuki Tahiyat, alarm motor bunyi, dan dengan sigap Kang Bidin lari menghampiri tempat parkir walau sholat belum selesai, namun Pelaku sudah lari terbirit-birit.

Melihat Pelaku kabur tanpa menggunakan kendaraan, Kang Bidin mengejarnya, namun pelaku lebih kencang berlari hingga Kang Bidin tidak bisa mengejarnya. Kecurigaan bahwa pelaku orang dekat muncul karena pelaku hanya seorang diri dan tidak membawa kendaraan."


Dalam keterangannya, seorang warga yang juga Ketua Karang Taruna ini juga menuliskan: 
  • Pelaku tidak memakai kendaraan (motor)
  • Pelaku melakukannya sendiri, sama seperti yg terjadi di Rumah Kang Darsim, melihat dari jejak yg ditinggalkan, pelaku melakukannya sendiri. 
  • Bisa jadi orang dekat yang sudah tahu situasi dan kondisi.
"Hati-hati dan Waspadalah, Mungkin Desa yg lain menjadi targetnya," imbuhnya.

Maraknya aksi pencurian sepedah motor belakangan ini, tentu menjadi peringatan bagi warga Desa Muara maupun masyarakat di sekitarnya seperti di desa Tanjungtiga dan juga Desa Langensari. Warga pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya. BDLV/TM
Gerebeg Maulud dan Kemeriahan Ritual Pajang Jimat di Keraton Cirebon, Jawa Barat

On January 29, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Budaya. Panjang Jimat, adalah salah satu tradisi yang sudah sangat melekat dalam lingkungan keluarga Keraton Cirebon, dan sebagian masyarakat Jawa Barat. Pajang jimat adalah sebuah ritual yang melengkapi kegiatan gerebeg Maulud, saat memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.
Pajang jimat dalam muludan di keraton cirebon
Ritual Pajang Jimat di Keraton Cirebon
Ritual pajang jimat di Keraton Cirebon ini tak jauh berbeda dengan Gerebeg Sekaten yang biasa diselenggarakan di Kesultanan Yogyakarta. Jika menilik dari sejarahnya, kedua ritual yang biasa digelar saat memperingati Maulid Nabi ini adalah peninggalan zaman Walisanga atau Kerajaan Demak, yang kemudian diteruskan oleh  Mataram Islam di abad 17.

Saat Kerajaan Demak berdiri sekaligus sebagai pusat penyebaran agama Islam di pulau Jawa, para Wali tanah Jawa juga sering berkumpul di Cirebon, Jawa Barat untuk bermusyawarah. Saat itu, para wali berkumpul di Kesultanan Cirebon dengan Keratonnya yang saat ini dikenal dengan Pakungwati yang berdiri sekitar tahun 1430.

Beberapa sejarawan juga menyebut bahwa ritual pajang jimat atau pelal di Cirebon ini sudah digelar sejak awal abad 15. Hal itu membuktikan bahwa prosesi ini sudah berlangsung sejak zaman para wali. Belakangan, Keraton Cirebon sendiri kemudian terbagi menjadi tiga.

Saat memperingati maulid nabi, tiga keraton yang ada di Cirebon yakni Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan akan menggelar ritual ini secara serentak. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat luas yang berdatangan dari seputaran Jawa Barat, bahkan hingga dari luar pulau Jawa.

Yang paling meriah, tentu saja yang berlangsung di Keraton Kasepuhan sebagai keraton pertama yang pernah ada di Cirebon. Upacara pajang jimat sendiri dimulai saat Gong Sekaten ditabuh sebagai pertanda puncak acara. Jika di Kanoman, ritual ini akan dimulai saat loceng Gajah Mungkur yang berada di gerbang Keraton Kanoman dibunyikan sebanyak sembilan kali tepat pada jam 09 malam atau pukul 21.00 WIB.

Saat ritual ini dimulai, satu per satu abdi dalem Keraton Kasepuhan, mengeluarkan lilin dan barang-barang pusaka keraton peninggalan zaman Sunan Gunung Jati mulai dari tombak dan tujuh piring panjang (lodor) peninggalan Walisanga. Piring peninggalan Walisanga ini sejak seminggu sebelumnya sudah dibersihkan dan nantinya akan ditaruhi Nasi Rasul.

Setelah itu, benda-benda pusaka berikut tujuh piring panjang dan makanannya kemudian dibawa para abdi dalem ke Langgar Agung di Kompleks Keraton Kasepuhan. Saat di dalam Langgar Agung, abdi dalem dan keluarga keraton akan membaca Kitab Barjanzi. Usai pembacaan Barjanzi, makanan lalu dibagikan kepada masyarakat yang ikut dalam ritual Pajang Jimat ini.

Ritual ini juga layaknya upacara kebesaran keraton di masa lalu. Ada serangkain kegiatan resmi yang nantinya akan dilaporkan kepada Sultan Sepuh. Setelah semua dirasa siap, seorang abdi dalem yang bertugas memimpin kegiatan ini akan melaporkannya kepada Sultan. Selain dihadiri kerabat Keraton dan masyarakat, Pajang Jimat di Kasepuhan biasanya dihadiri oleh para ulama, Kapolda Jabar, Danrem Cirebon, Walikota dan tamu undangan lainnya.

Menurut catatan arsip keraton, tujuh piring besar yang diatasnya ditaruh Nasi Rasul ini sudah berusia sekitar 700 tahun. Pring-piring tersebut biasa digunakan oleh para Sunan (Walisanga) saat mereka berkumpul di Cirebon untuk berembuk atau bermusyawarah. Piring Walisanga sendiri sebenarnya berjumlah 9, namun yang dikeluarkan dalam prosesi pajang jimat hanya 7 piring saja.

Pembacaan kitab Barjanzi di Langgar Agung yang kemudian diikuti pembagian Nasi Rasul kepada masyarakat tepat pada pukul 24.00 WIB ini adalah prosesi puncak dari ritual pajang jimat itu sendiri. Menurut kerabat keraton, prosesi ini adalah bagian dakwah dari para wali khususnya Sunan Gunungjati di Cirebon.

Selain itu, Sunan Gunungjati juga berdakwah melalui media seni. Hal itu dibuktikan dengan adanya gamelan Sekaten yang berasal dari kata Syahadatain. Gamelan Sekaten ini akan ditabuh di tengah kota Cirebon agar seluruh masyarakat bisa mendengar. Sebagai imbalan untuk mendengar gamelan tersebut, masyarajat harus membaca dua kalimt Syahadat atau Kalimat Tauhid.

Metode dakwah seperti tersebut biasa juga dilakukan oleh Sunan Kalijaga di seputaran Jawa Tengah. Tidak mengherankan jika kemudian Cirebon yang notabenenya berada di Jawa Barat, dan masuk dalam wilayah masyarakat Sunda malah memiliki kesamaan budaya dengan masyarakat Jawa.

Meski demikian, kerabat keraton juga membantah anggapan sebagian orang yang meyakini benda-benda pusaka tersebut memiliki keramat, tuah atau kesaktian. Benda-benda tersebut hanyalah pusaka yang harus dirawat lalu dipajang untuk mengenang perjuangan para Wali dan juga Nabi Muhammad SAW, saat bersyiar menegakan agama Islam. Pajang Jimat adalah ritual untuk mengenang sosok Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai suri tauladan.

Hingga saat ini, ada tiga keraton utama yakni Kasepuhan yang merupakan peninggalan langsung Sunan Gunungjati, kemudian Kanoman yang berdiri sekitar 1678 M, dan Keraton Kacirebonan yang didirikan di era kolonial sekitar tahun 1800-an. Letak ketiga keraton ini relatif berdekatan dan masing-masing hanya berjarak kurang lebih 1 kilometr.
Selain Pajang Jimat, Keraton Cirebon juga selalu menggelar pawai Kereta Kencana milik Sultan, yang akan berkeliling kota setiap tanggal 1 Syura atau 1 Muharram bertepatan dengan tahun baru Islam. Di Cirebon juga ada beberapa keraton kecil yang ditinggali oleh para Pinangeran seperti Keraton Pagebangan yang berada di Gebang, Cirebon. BDLV/TM
Penceramah Akan Disertifikasi Oleh Pemerintah, Ini Tanggapan Mubaligh Asal Subang

On January 28, 2017 with No comments

Ustad abdullah tohir muara blanakan subang http://www.sorak.in
Ustadz Abdullah Thohir, Mubaligh/penceramah asal Subang, Jawa Barat
Soeara Rakjat, Risalah Islam. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementeria Agama Ri, berencana akan menerapkan standarisasi atau kualifikasi tertentu bagi para penceramah khususnya yang akan menjadi Khatib Shalat Jumat. Saat ini, Kemenag sedang merumuskan standar kualifikasi bagi para penceramah.

Hal tersebut diungkap oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang mengatakan bahwa pihaknya sedang merumuskan standar kompetensi para penceramah. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar tidak ada para penceramah yang menyampaikan khotbah atau seruan yang berisi hujatan atau ujaran kebencian.

"Sekarang Kementerian Agama bekerja keras untuk merumuskan apa kualifikasi atau kompetensi yang diperlukan sebagai standar penceramah itu," ujar Lukman kepada awak media di PTIK, Jakarta Kamis, 26 Januari 2017.

Menurut Menteri Agama, seorang penceramah atau mubaligh bisa diakui sebagai penceramah yang berkompeten atau qualified jika sudah ada standar kualifikasi yang nantinya akan ditetapkan. Dengan sertifikasi para ulama atau penceramah ini, Menag berharap sikap-sikap intoleran antar umat beragama bisa dikurangi.

Menyikapi rencana tersebut, beberapa ulama dan mubaligh di beberapa daerah turut angkat suara. Seorang Mubaligh asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, Ustadz Abdullah Thohir mengatakan, sertifikasi terhadap para ulama sebenarnya bertujuan baik, namun harus melalui pengkajian yang mendalam.

Meski ia tidak menolak, namun menurutnya sertifikasi ini dinilai tidak efektif terlebih jika diterapkan di daerah. Ustadz Thohir juga mengatakan bahwa penceramah di daerah berbeda dengan di kota-kota besar yang rawan dipolitisir. Hampir tak ada pula penceramah di daerah yang menyinggung agama lain, karena hampir mayoritas masyarakat terutama di Jawa Barat adalah muslim.

"Saat menjadi Khatib Shalat Jum'at atau berkeliling untuk bersyiar di puluhan Majlis Taklim, tak sekalipun kami berdakwah dalam soal politik atau menyinggung agama lain. Kami hanya menyampaikan pentingnya meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," ujar Abdulah Tohir, saat ditemui seusai mengisi acara di Majlis Taklim Nurul Hidayah, Muara Blanakan, Subang, Sabtu 28 Januari 2017.

Ustadz Abdullah Thohir di Masjid Kubah Emas
Lebih lanjut, Mubaligh yang kerap disapa Ustadz Tohirin ini juga mengatakan bahwa kajian utamanya adalah intisari Al Qur'an, Hadits dan kitab kuning. "Insya Allah kami di daerah akan selalu berdakwah untuk menyampaikan risalah atau tuntutan Islam yang murni tanpa unsur politik dan tendensi lain," ujar penceramah yang sering juga disapa Abi Qurrota'ain ini. 

Selain bersyiar di seputaran Subang, Ustadz Tohirin yang merupakan warga Desa Tanjungtiga ini juga kerap menerima undangan untuk mengisi kegiatan keagamaan di seputaran Jawa Barat terutama di daerah Karawang, Indramayu hingga Cirebon. "Di manapun berdakwah, Insya Allah kami ikhlas. Sediakan saja biaya transportasi seperlunya," pungkasnya penuh canda.

Jika sertifikasi ini diterapkan, tentunya tidak semua penceramah yang memahami ilmu agama akan bisa menjadi Khatib Shalat Jumat. Sebelum bisa berceramah di atas mimbar, para mubaligh ini akan menjalani serangkaian uji kompetensi agar bisa dianggap layak dan memiliki kualifikasi untuk berceramah sesuai dengan materi yang ditetapkan.

Meski demikian, Menteri Agama mengatakan bahwa lembaga yang akan memberi sertifikat pada para penceramah bukanlah Kementerian Agama. Ia mengatakan akan menyerahkan proses sertifikasi tersebut kepada pihak yang lebih berkompeten seperti MUI ataupun gabungan Ormas Islam. BDLV/TM
Jokowi Targetkan 19 Juta Kartu Indonesia Pintar Bisa Didistribusikan

On January 27, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Nasional. Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo atau Jokowi, mengatakan bahwa pemerintahannya akan terus meningkatkan mutu pendidikan. Jokowi pun menyatakan pemerintah akan terus mendistribuaikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sesuai dengan yang sudah ditargetkan.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Negara dalam pidatonya saat memberi sambutan di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExoo) Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sempat membagi-bagikan Kartu Indonesia Pintar kepada para siswa. Selain itu, mantan Walikota Solo ini juga sempat membagi-bagikan beberapa unit sepedah.

"Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia yang berkualitas. Target kita 19 juta KIP terdistribusikan-Jkw," tulis Presiden melalui akun Twittwr resmi miliknya.

Selain memberikan arahan dan wejangan dalam sambutannya, Jokowi juga sempat berdialog dengan beberapa siswa baik Sekolah Dasar maupun siswa SLTP. Presiden lantas memberi beberapa pertanyaan kepada para siswa yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka terhadap bangsa Indonesia yang merupakan sebuah negara maritim.

Orang nomor satu di Indonesia ini lantas menegaskan bahwa luas laut RI mencapai 2/3 luas wilayah keseluruhan. Karena hal itu pula kepulauan nusantara sangat kaya akan ikan, baik itu di laut maupun sungai. Ia bahkan memberikan pertanyaan pada seorang siswa untuk menyebutkan empat jenis nama ikan yang ada di Indonesia.

Meski sempat beberapa kali selip lidah, siswa ini akhirnya berhasil menjawab pertanyaan dari Presiden. Siswa Sekolah Dasar ini lantas diganjar dengan hadiah sebuah unit sepedah.
Meski diwarnai peristiwa selip lidah dari seorang siswa saat menyebut nama ikan, kegiatan bertajuk Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. BDLV/TM
Banyak Jalan Rusak dan Tergenang, Ini Keluhan Warga Cipunagara Subang

On January 27, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Kabupaten Subang, adalah sebuah daerah di Jawa Barat yang memiliki bentang wilayah cukup luas. Di sebelah selatan, wilayah Subang berbatasan langsung dengan wilayah Bandung, tepatnya di sekitar pintu masuk kawasan wisata gunung Tangkubanparahu.
Jalan di cipunagara maniis subang rusak
Jalan rusak di daerah Kecamatan Cipunagara Subang
Wilayah Subang juga membentang hingga ke utara di Laut Jawa. Sementara sebelah barat, akan berbatasan dengan Purwakarta dan Karawang. Sedangkan di wilayah timur sendiri berbatasan dengan Indramayu dan Majalengka, juga Sumedang di bagian tenggara.

Selain sebagai salah satu lumbung padi nasional, Subang juga dikenal sebagai kota Gotong Royong. Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju, adalah slogan yang sudah sangat ikonik dan kerap dikumandangkan oleh para pejabat termasuk Bupati Subang saat mencoba untuk membangkitkan semangat kerja masyarakat.

Meski demikian, tak sedikit masyarakat yang kerap berkeluh kesah dengan masih banyaknya sarana infrastruktur terutama jalan di pedesaan yang rusak. Hal itu kerap dikeluhkan karena dinilai sangat mengganggu aktivitas warga. Tak sedikit warga Subang yang lantas mengeluhkan kondisi jalan di sekitar lingkungannya tersebut melalui jejaring sosial.

"Mohon perhatiannya kepada pemerintah, ini jalan sudah kaya (seperti) balong (kolam) lele saja, sudah lama tidak diperbaiki. Biarpun kampung kami terpencil, tapi kami butuh fasilitas jalan yang kayak untuk kami lewati," tulis pemilik akun Facebook Rdamer Babypunky.

Tentu saja apa yang diungkap oleh pemilik akun ini mendapat tanggapan dari pengguna lain. Selain mempertanyakan, mayoritas netizen juga merasa sangat prihatin dengan kondisi yang ada di kampung tersebut. Hingga saat ini, postingan Welcome Kampung Terlantar di grup Facebook forum Suara Subang ini masih terus ditanggapi. Beberapa netizen bahkan terlihat turut berbagi.

Dari kolom komentar, diketahui bahwa jalan yang rusak dan terlihat cukup memprihatinkan tersebut berada di Kampung Maniis, Desa Parigimulya, Kec. Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Melihat kondisi ini, tak sedikit dari mereka yang lantas membanding-bandingkan jalan di kampungnya dengan jalan yang ada di daerah lain seperti di Kabupaten Karawang atau Indramayu.

Jalan rusak di Cipunagara, sejatinya bukanlah berita baru bagi masyarakat Subang. Cukup banyak daerah-daerah lain di wilayah Kabupaten Subang yang mengalami kondisi serupa. Jalan rusak yang tersebar di seluruh wilayah Subang ini juga akan berubah menjadi genangan disaat turun hujan, seperti halnya di Kecamatan Blanakan.
Meski demikian, sejak beberapa tahun yang lalu Pemkab Subang sudah meluncurkan program andalan yaitu Gapura Intan atau program pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan. Sayangnya, banyak warga yang mengeluhkan program tersebut karena ternyata hingga saat ini masih cukup banyak jalan yang rusak dan tergenang di wilayah Subang. BDLV/TM
Gegara Selip Lidah Anak SD di Hadapan Jokowi, "Dek Tongkol Dek!" Mendadak Menjadi Viral

On January 26, 2017 with No comments

Ikan tongkol dek

Soeara Rakjat, Peristiwa. Pesiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo atau Jokowi, memang memiliki kebiasaan tersendiri dan unik yaitu membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak. Hadiah yang biasanya berupa sepedah ini kerap bagikan oleh Kepala Negara saat bertatap muka langsung dengan masyarakat terutama saat melibatkan anak-anak.

Cukup banyak hal yang menarik dan unik saat Jokowi bertemu langsung dengan rakyatnya. Bahkan ada sebuah peristiwa lucu dan tak terduga sebelumnya saat Presiden Jokowi membuka acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Saat itu Jokowi memberikan pertanyaan untuk seorang siswa Sekolah Dasar yang sedang di atas panggung. "Ini negara kita Indonesia lautnya luas. 2 per 3 Indonesia adalah laut, samudera. Pertanyaan saya, di laut banyak ikan, sungai banyak ikan, sebutkan empat nama ikan," ucap Jokowi.

Anak SD tersebut segera menjawab "Ikan Lele, Ikan Paus." Setelah terdiam beberapa lama, anak tersebut melanjutkan, "Ikan Teri," jawabnya.

Presiden pun lantas menyebut dan mengulang beberapa nama ikan dan meminta anak tersebut untuk menyebut satu nama ikan lagi. Selain itu, Kepala Negara juga menyebut akan menghadiahkan sebuah sepeda.

Setelah terdiam beberapa lama, siswa SD inipun lantas melanjutkan jawabannya "Ikan .....," ucapnya dengan polos. 

Mendengar jawaban tersebut, seluruh yang hadir pun tertawa terbahak-bahak. Presiden Jokowi yang mendengar jawaban dari anak ini juga sempat tersenyum dibuatnya. Setelah diulang beberapa kali, akhirnya anak SD ini mampu menjawab. Jokowi pun segera mengoreksi dan mengatakan, "Yang benar Tongkol," ralat Presiden.

Peristiwa selip lidah anak SD tersebut sontak menjadi perbincangan hangat para netizen di berbagai jejaring sosial. Istilah baru, "Dek Tongkol dek!," pun mendadak menjadi viral. Bahkan di jejaring sosial Twitter, istilah ini sempat dan masih merajai trending topic.
Hingga saat ini, video yang menayangkan peristiwa selip lidah anak SD di hadapan Presiden Jokowi sudah tersebar luas baik di Twitter, Facebook maupun situs berbagi video youtube. BDLV/TM
Imam Bondjol Pahlawan Bersorban Seperti HRS, Ahmad Dhani: Untung Megawati Belum Lahir

On January 25, 2017 with No comments

Imam bondjol dan diponegoro pahlawan bersoran seperti habib rizieq
Ahmad Dhani Prasetyo/foto istimewa
Soeara Rakjat, Nasional. Pidato politik Megawati Soekarnoputri yang menyebut dan membawa-bawa orang Arab, ternyata menuai dampak yang luas di tengah masyarakat. Selain maraknya 'anjuran' agar orang yang berpakaian syari untuk pindah ke Arab, muncul juga pembelaan dari beberapa tokoh dan kelompok masyarakat terkait orang Arab ini.

Salah satunya muncul dari musisi ternama yang belakangan terjun ke dunia politik Ahmad Dhani. Ahmad Dhani yang turut bertarung dengan menjadi Wabup dlalam Plkada Kabupaten Bekasi ini bahkan mengatakan bahwa berpakaian seperti Arab tak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa karena cukup banyak pula pejuang yang mengenakan pakaian seperti itu.

Dhani lantas mencontohkan dua sosok Pahlawan Nasional yang sangat termashyur di awal abad 19, yakni Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bondjol. Bahkan menurut Dhani, apa yang dikenakan oleh kedua tokoh pahlawan tersebut sangat serupa dengan apa yang dipakai oleh Habib Rizieq Shihab saat ini.

Dhani lalu menulis bahwa pahlawan Goa Selarong yaitu Pangeran Diponegoro berpakaian sama dengan pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab. "1825 ada Pahlawan bersorban bernama DIPONEGORO, sekarang ada Habib Rizieq," tegas Dhani.

Selain Pangeran Diponegoro, Dhani juga mengidentikan Tuanku Imam Bondjol sebagai pahlawan bersorban layaknya Habib Rizieq. "Di (tahun) 1824 juga ada Iman Bondjol, Pahlawan bersorban sama seperti HRS, untung Megawati belum lahir," tulisnya melalui akun @AHMADDHANIPRAST.

Apa yang ditulis Dhani melalui akun jejaring sosial, tentu saja mengundang beragam komentar dari ratusan netizen yang menjadi pengikutnya. Meski diwarnai adanya perdebatan, namun mayoritas netizen juga merasa sangat setuju bahwa para pahlawan yang berpakaian seperti orang Arab ini memiliki jasa yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.

Pangeran Diponegoro adalah sosok pahlawan asal Yogyakarta yang dicap sebagai pemberontak oleh pemerintah kolonial Belanda. Diponegoro yang terlahir dengan nama Bendoro Raden Mas Mustahar pada 11 November 1785 ini adalah cucu dari Sultan Hamengkubuwoni II, sekaligus cicit dari Pangeran Mangkubumi pendiri Kesultanan Yogyakarta.

Sementara Tuanku Imam Bondjol sendiri merupakan tokoh ulama dan pemimpin rakyat Pagaruyung saat mengobarkan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Saat itu, Belanda sangat kesulitan menghadapi perlawanan para ulama bersama rakyat di bawah pimpinan Tuanku Imam Bondjol ini.

Meski demikian, Belanda akhirnya berhasil memadamkan perlawanan sekaligus merebut Benteng Bondjol. Belanda juga berhasil memadamkan Perang Jawa II, dengan memanfaatkan bantuan orang-orang pribumi yang berkhianat dan lebih mementingkan bayaran.

Selain mereka berdua, masih cukup banyak tokoh perlawanan di masa penjajahan yang selalu mengenakan jubah dan sorban khas orang Arab. Salah satu yang paling familiar adalah seorang ulama dan pejuang asal Tasikmalaya yang terkenal karena Pemberontakan Singaparna, yakni KH. Zainal Mustafa. BDLV/TM
Stadion Lodaya Mariuk Subang, Stadion Megah Kebanggan Masyarakat Subang

On January 25, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Stadion Lodaya, adalah sebuah stadion olahraga yang berada di Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Stadion ini menjadi ikon olahraga sepakbola bagi masyarakat Subang, khususnya di pesisir utara. Selain dari stadion Persikas yang berlokasi di Pasirkareumbi yang sebelumnya sudah ada, kehadiran Stadion Lodaya juga begitu menarik perhatian para bolamania.
Stadion lodaya mariuk subang
Stadion Lodaya Mariuk, Tambakdahan, Subang
Selain terbilang baru dan megah, di Stadion Lodaya Subang, juga sering diadakan event-event turnamen yang cukup mengundang animo warga untuk menontonnya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya klub-klub asal daerah lain khususnya di seputaran Jawa Barat, yang turut ambil bagian dalam berbagai event pertandingan atau turnamen.

Selain sebagai homebase Persema, Stadion Lodaya juga menjadi ajang penggemblengan bagi pemain-pemain muda untuk menjadi pemain profesional dengan dibukanya Sekolah Sepakbola baik junior maupun senior. Lebih dari itu, Persema juga adalah salah satu klub yang cukup ternama di Subang dan sekitarnya, karena berbagai torehan prestasinya.

Meski sering disebut baru, sejatinya Stadion Lodaya sudah ada sejak awal tahun 1990-an. Pembangunan Stadion Lodaya sendiri dimulai saat Karnudin terpilih menjadi Kepala Desa Mariuk pada tahun 1988. Tak lama setelah itu, atas dorongan masyarakat yang menginginkan stadion sepakbola yang memiliki standarisasi, akhirnya Pemerintah Desa membentuk panitia pembangunan stadion dan kemudian membeli lahan seluas kurang lebih 2 hektare dengan dana sekitar Rp 38 juta.

Dua tahun setelahnya yakni pada 1994, stadion ini mulai dipergunakan dan mulai menggelar even turnamen untuk yang pertama kalinya. Meski demikian, stadion ini baru diresmikan pada tahun 1996, bertepatan dengan turnamen piala DPD Golkar. Saat itu, Bupati Subang pun hadir untuk meresmikan stadion ini. Sejak itu pula nama Stadion Lodaya pun makin dikenal ke seantero Subang dan sekitarnya.

Stadion Lodaya Mariuk Subang, hingga saat ini sudah menggelar berbagai event turnamen yang beberapa diantaranya cukup bergengsi karena tak hanya dihadiri oleh klub-klub lokal asal Kabupaten Subang.

Animo warga dan masyarakat Subang untuk menyaksikan berbagai pertandingan di stadion inipun cukup besar, terutama saat ada klub-klub ternama terlibat di dalamnya. Belakangan, masyarakat juga menginginkan agar stadion ini bisa menjadi tempat bertandingnya klub-klub nasional.

Lebih dari itu, Kabupaten Subang juga memiliki bakat-bakat muda potensial di bidang sepakbola. Bahkan di masa lalu, cukup banyak pemain asal Subang yang berprestasi di ajang nasional seperti Kekey Zakaria, Mulyana dan beberapa pemain lainnya. Mereka adalah para pemain asal Subang yang begitu ternama dan pernah berjaya bersama Maung Bandung Persib di zaman Perserikatan. 
Selain berhasil mencuri perhatian warga karena banyaknya wasit dan pemain nasional yang pernah ikut berlaga, Stadion Lodaya juga kini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Subang, Ketua DPRD dan tokoh-tokoh Subang pun bertekad untuk membesarkan Stadion Lodaya, agar pemain-pemain asal Subang mampu berprestasi di ajang nasional maupun internasional BDLV/TM
Hari Ini 24 Januari 1916, Panglima Besar Jenderal Soedirman Dilahirkan

On January 24, 2017 with No comments

Panglima Besar Jenderal Soedirman Pahlawan Nasional
Soeara Rakjat, Historia. Panglima Besar Soedirman, adalah seorang tokoh militer yang paling berpengaruh sekaligus terdepan dalam perjuangan membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajahan.

Jenderal Soedirman telah mengabdi dan turut berperang sejak masa pendudukan Jepang maupun kembalinya pasukan Belanda (NICA) yang membonceng pasukan sekutu pasca Perang Dunia II.

Panglima Besar Soedirman lahir pada 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah. Soedirman yang berasal dari keluarga rakyat ini lantas diberi gelar Raden oleh suami dari bibinya yaitu Raden Cokrosunaryo seorang camat di daerah tersebut.

Menurut catatan keluarga, Soedirman lahir pada Minggu Pon saat bulan Maulud dalam penanggalan Jawa.

Saat Soedirman lahir, orang tuanya yaitu pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem, sedang tinggal di rumah saudari Siyem yaitu Tarsem di Rembang, Bodas Karangjati, Purbalingga.

Karena kondisi ekonomi yang lebih baik, Suami Tarsem yang seorang camat dan priyayi Jawa ini kemudian mengadopsi Soedirman kecil yang kelak akan menjadi seorang Jenderal perang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Soedirman kecil menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja di Cilacap karena setelah pamannya yang sekaligus juga adalah ayah angkatnya ini pensiun, mereka lantas kembali ke kampung halamannya.

Cokrosunaryo mendidik Soedirman dengan epik kepahlawanan, etika moral dan budaya serta tata cara priyayi Jawa. Soedirman pun tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pemberani.

Selain pendidikan umum, Soedirman muda dan saudaranya Muhammad Samingan mengenyam pendidikan agama di bawah bimbingan Kyai Haji Qohar. Soedirman adalah anak yang taat dengan ajaran agama Islam dan selalu tepat waktu menjalankan shalat. Ia bahkan dipercaya untuk selalu mengumandangkan Adzan dan Iqamat.

Tak ada yang menyangka bahwa berpuluh tahun kemudian Soedirman pun menjelma menjadi seorang pemimpin yang penuh dedikasi. Bahkan saat menjabat Panglima setelah Indonesia merdeka, Jenderal Besar Soedirman tetap berjuang dan tak peduli dengan sakitnya.

Saat terbaring karena sakit, ia tetap berusaha untuk bisa hadir di tengah-tengah pasukannya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Peran Panglima Soedirman juga sangat berperan saat Belanda kembali menyerang dan menguasai Yogya pada pertengahan Desember 1948. Saat itu, Jenderal Besar Soedirman tetap berusaha untuk maju memimpin pasukan Indonesia. Tak peduli dengan rasa sakitnya, sang Jenderal Besar ini tetap mengatur strategi untuk berperang.

Panglima Besar Soedirman wafat dalam usia 34 tahun tepatnya pada 29 Januari 1950, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Wijaya Brata, Semaki, yang dikhususkan bagi para pahlawan yang pernah berjasa pada negara.

TMP yang berlokasi di Jalan Kusuma Negara Yogyakarta ini juga dikenal sebagai Taman Makam Kusuma Negara. BDLV/TM
ILC Bertema Bidik Habib Rizieq Batal Digelar, Fadli Zon: Seharusnya Saya Menjadi Narasumber

On January 24, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Politik. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, sekitar satu jam lalu menyebutkan bahwa acara Indonesia Lawyer Club yang akan digelar di TVone malam ini mendadak batal. Menurut Fadli, ia mendapat telepon langsung yang menyebutkan bahwa acara tersebut dibatalkan.

Sejatinya, dalam ILC malam ini Fadli Zon sendiri akan menjadi salah satu narasumber. Indonesia Lawyers Club yang biasa dibawakan oleh Karni Ilyas tersebut, kali ini mengambil tema 'Habib Rizieq Dibidik'. Melalui akun Teitternya, Fadli pun menyebut bahwa acara ini dibatalkan secara mendadak.

"Barusan mendadak terima telpon bahwa ILC malam ini dibatalkan. Seharusnya saya menjadi salah satu narsum (nara sumber) bertema Habib Rizieq Dibidik," tulis Fadli melalui akun @fadlizon. 
Sontak saja apa yang ditulis Fadli ini menuai kehebohan dari para pengguna akun twitter. Ratusan netizen pun langsung menanggapi dan mengomentari.

"Kaya topik makar. Sensi ea hahaha," tulis @herawati26.

"Makin parno nih pemerintah. Masa acara gitu aja bisa segitu takutnya. @karniilyas @ILC_tvOnenews cari tema pepesan kosong aja," tulis akun @rachman210465

Meski demikian, hingga kabar ini dirilis masih belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara ILC terkait batalnya acara yang seyogyanya mulai tayang pada pukul 19.30 WIB malam ini. Akun twitter resmi @ILCtvOnenews pun masih belum memberi konfirmasi. BDLV/TM
Dijemput KH Arifin Ilham, Nurul Fahmi Pengibar Bendera Bertuliskan Huruf Arab Segera Bebas

On January 24, 2017 with No comments

KH Arifin Ilham menjemput Nuruf Fahmi/foto Facebook Wawan Kurniawan.
Soeara Rakjat, Nasional. Pengibar bendera Merah Putih bertuliskan dua kalimat Syahadat atau kalimat Tauhid Nurul Fahmi Al Hafizh, yang ditahan Kepolisian akan segera dibebaskan. Polisi mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap Fahmi yang diajukan oleh tim kuasa hukumnya.

Penangguhan penahanan terhadap Fahmi dengan jaminan Ustadz Arifin Ilham ini dikonfirmasi langsung oleh anggota tim kuasa hukum Fahmi yakni Aziz Yanuar selaku Aktivis Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia kepada media. Fahmi dibebaskan karena berperilaku baik, dan adanya jaminan dari pihak keluarga dan juga KH Arifin Ilham.

Selain bebas, Nurul Fahmi juga akan dijemput langsung oleh pimpinan Majelis Azzikra Sentul, KH Arifin Ilham. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, Ferry Nur.

"Ustadz Muhammad Arifin Ilham yang akan menjemput langsung Al-Hafizh Nurul Fahmi dari tahanan," kata Ferry dalam pesan tertulis yang tersebar dan menjadi viral di Grup Whatsapp.

Dalam pesannya yang kini menjadi viral di jejaring sosial, Ferry pun mengajak umat Islam untuk turut mendoakan Fahmi agar tetap tegar dan sabar dalam menghadapi ujian segala ujian.

"Dan siapapun yang membantu Nurul Fahmi Al Hafizh sehingga bisa bebas dan keluar dari tahanan, mendapatkan pahala yang besar dari Allah Subhanahu wata'ala serta mendapatkan syafa'at Al-Quran di akhirat nanti," tulid Ferry.

Sebelumnya, Polisi menahan Nurul Fahmi karena mengibarkan bendera Merah Putih yang bertuliskan dua kalimat Syahadat dan dua bilah pedang bersilang dibawahnya. Pengibaran bendera sendiri tejadi saat aksi GMNF-MUI dan FPI di depan Mabes Polri pada 16 Januari lalu. BDLV/TM
Fadli Zon: Pemimpin Karbitan Melahirkan Pemerintahan dan Kebijakan Karbitan

On January 22, 2017 with No comments

Fadli zon sindir pemerintahan karbitan dan kekacauan http://www.sorak.in
Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI (berdiri paling kiri)/foto istimewa/detik.com
Soeara Rakjat, Nasional. Wakil Ketua DPR RI bidang Politik dan Keamanan, yang juga merupakan salah satu petinggi partai Gerindra Fadli Zon, turut angkat suara terkait kondisi terkini yang sedang terjadi di Indonesia. Fadli bahkan menyindir dan mengeluarkan pernyataan yang terdengar cukup keras dan pedas.

Fadli pun menyoroti situasi yang akhir-akhir ini terjadi terutama dalam hal kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak matang dan cenderung merugikan rakyat. Fadli bahkan menyebutkan bahwa kebijakan tersebut adalah kebijakan karbitan, yang dilahirkan dari sosok pemimpin yang juga hasil karbitan.

Lebih jauh, secara tegas Fadli mengatakan bahwa lahirnya pemimpin karbitan akan menghasilkan pemerintahan dan pemberitaan yang dinilai karbitan pula. Hingga akhirnya, kebijakan karbitan dan kekacauan akan melanda atau dialami oleh rakyat di sebuah negara.

"Pemimpin karbitan melahirkan pemerintahan karbitan, kebijakan karbitan,  berita karbitan n (dan) hasilnya kekacauan," tulis Fadli Zon, melalui akun jejaring sosial Twitter, @fadlizon.
Ratusan Netizen pun langsung menanggapi kicauan Fadli ini. Meski mayoritas Netizen merasa sependapat, namun ada juga sebagian lain yang merasa tidak setuju dengan pernyataan Fadli tersebut. Perdebatan hangat dan seru diantara mereka pun tak bisa dihindari.

Meski secara spesifik Fadli Zon sendiri tidak menyebut di negara mana pemimpin karbitan ini berada, namun mayoritas Netizen meyakini bahwa apa yang ditulis oleh Fadli ini merujuk pada pemerintahan Indonesia. Sebagai salah satu pemimpin di DPR, Fadli diyakini sedang menyuarakan aspirasi mayoritas rakyat yang ia wakili.

Karbit atau Karbid (bhs Belanda) sendiri adalah sebuah senyawa yang biasa digunakan untuk mengelas (menyambung) besi. Karbit yang didalamnya terkandung unsur Kalsium Karbida dengan rumus molekul CaCini juga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat proses pematangan pada buah.

Seperti halnya pisang, mangga atau buah-buah lain yang diperam melalui proses pengkarbitan, maka buah tersebut hanya akan masak di bagian luar sedangkan di bagian dalam masih terasa agak mentah. Selain kurang manis, buah yang dikarbit juga terasa agak masam. BDLV/TM
Jalan Selalu Tergenang Saat Hujan, Warga Desa Muara Blanakan Pertanyakan Gapura Intan

On January 21, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Warga Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat, saat ini masih dibuat prihatin dengan masih adanya genangan air yang cukup dalam saat turun hujan. Di beberapa titik, kondisi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini masih belum tertangani hingga saat ini.
Jalan di desa muara ciasem, blanakan selalu tergenang saat turun hujan
Jalan Desa Muara Blanakan Subang sering tergenang
Seperti yang terjadi di Dusun Sukamulya, Desa Muara. Di sini, hampir setiap turun hujan sebagian besar ruas jalan akan tergenang hingga berhari-hari meskipun hujan sendiri hanya turun beberapa jam saja. Genangan air baru akan kering jika matahari bersinar cukup terik dan menyengat.

Tentu saja hal tersebut banyak dikeluhkan oleh warga. Selain karena mengganggu keindahan desa, genangan air juga cukup menyulitkan aktivitas warga. Saat malam hari, tak sedikit warga yang terperosok dan terkadang jatuh dalam genangan air yang lebih mirip dengan kubangan kerbau tersebut.

Menyikapi hal ini, cukup banyak warga yang lantas mempertanyakan program Gapura Intan (Infrastruktur Berkelanjutan), yang dicanangkan oleh Pemkab Subang sejak beberapa tahun lalu. Sebagian warga bahkan menilai bahwa program tersebut masih belum membawa perbaikan yang signifikan.

"Hal ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Terus terang saja kami merasa iri dengan desa-desa lain yang berada di wilayah kabupaten tetangga seperti di Karawang. Kami mohon kepada pemerintah khususnya Bupati Subang untuk bisa lebih memperhatikan kondisi di sini," ujar Tedy, seorang warga saat ditemui di sekitar genangan pada Sabtu, 21 Januari 2017.

Sementara itu, Kepala Desa Muara sendiri mengaku sudah sering menerima laporan atau keluhan warganya terkait ini. Namun ia menuturkan bahwa pihaknya tak bisa berbuat banyak karena persoalan jalan adalah domain pemerintah kabupaten. Menurutnya, Pemerintah Desa Muara hanya bisa melakukan perbaikan alakadarnya seperti melakukan pengurugan untuk meminimalisir adanya genangan.

Lebih lanjut, Lurah Ita sapaan akrab Kades Muara ini, juga mengatakan agar masyarakat bisa lebih bersabar karena lambat laun pemerintah daerah pasti akan memperbaikinya. "Semoga semuanya bisa bersabar," ujarnya.

Hingga saat ini, Pemkab Subang sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi genangan air dengan melakukan perbaikan jalan maupun pengecoran. Namun demikian, perbaikan yang dilakukan dinilai masih belum memadai.
Tak ayal, masih adanya beberapa titik dan ruas jalan yang selalu tergenang kerap membuat masyarakat bertanya-tanya akan kelanjutan program Gapura Intan? BDLV/TM
Angin Puting Beliung di Tanjungsiang, Subang, Belasan Rumah Warga Porak-poranda

On January 17, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Subang. Angin puting beliung, kembali menerjang salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Subang, tepatnya di Dusun Cilimus, Desa Sindanglaya, Kecamatan Tanjungsiang.
Puting beliung di tanjungsiang subang
Angin Puting Beliung di Tanjungsiang Subang
Di daerah perbatasan Subang-Sumedang ini, angin besar yang datang secara tiba-tiba pada pukul 14.00 WIB tersebut telah merusak puluhan rumah warga. Bahkan seorang warga dikabarkan terluka akibat tertimpa serpihan bangunan rumah.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya 34 rumah rusak akibat terjangan puting beliung ini. Meski demikian, beberapa media lokal juga menyebut bahwa kerusakan yang dialami tidak semuanya parah.

Terdapat 14 rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah, sementara 20 rumah lainnya rusak ringan. Selain rumah, terjangan puting beliung di Subang ini juga merusak beberapa gubuk (saung) dan cukup banyak pula pohon yang tumbang.

Menurut pengakuan beberapa Netizen yang merupakan warga Cilimus, Sindanglaya, amukan angin topan sendiri berlangsung sekitar kurang lebih 17 menit. Saat puting beliung berpusar dan menyapu atap rumah maupun pepohonan, cukup banyak warga yang berhamburan keluar sambil berteriak minta tolong.

Tak lama setelah kejadian, bantuan dari aparat TNI/Polri pun langsung meluncur ke lokasi. Petugas kemudian melakukan aksi mobilisasi dan penanganan sementara untuk segera membenahi kerusakan yang diakibatkan oleh angin puting beliung ini.

Sebelumnya, warga Subang di wilayah pesisir utara tepatnya di daerah Pamanukan, juga dikejutkan oleh peristiwa serupa yang jam kejadiannya relatif tak jauh beda. Pada Kamis, 12 Januari 2017, warga Pamanukan dikejutkan oleh angin besar yang datang sekitar pukul 16.50 WIB. Akibat peristiwa itu, belasan rumah warga juga mengalami kerusakan.
Puting Beliung Pamanukan juga memiliki dampak kerusakan yang cukup luas. Pusaran angin besar ini bahkan mencapai radius beberapa kilometer hingga ke daerah Kecamatan Pusakanegara. Beberapa rumah warga termasuk salah satu fasilitas olahraga rusak karenanya. BDLV/TM
Meubel Rotan dan RM Ampera Soekarno Hatta Bandung, Kebakaran

On January 17, 2017 with No comments

RM Ampera dan Nanjung Furniture di jalan Soekarno Hatta, Bandung terbakar
Soeara Rakjat, Jawa Barat. Sebuah gudang penyimpanan meubel rotan milik Nanjung Furniture, di Jalan Soekarno Hatta (belokan Rancabolang) Kota Bandung, hari ini terbakar hebat. Hingga Selasa 17 Januari 2017, pukul 14.00 WIB, api masih terus berkobar dengan dahsyat.

Kebakaran makin sulit dipadamkan karena Mobil Damkar sulit menjangkau lokasi akibat terjebak kemacetan yang biasa terjadi di kawasan ini. Asap hitam pun membumbung tinggi di udara dan sangat jelas terlihat hingga ke daerah Antapani, Kiaracondong dan sekitarnya.

Awalnya, kebakaran ini sendiri terjadi di gudang penyimpanan rotan Nanjung Furniture. Dengan cepat, kobaran api lantas merembet dan ikut menghanguskan sebagian bangunan Rumah Makan Ampera dan juga rumah milik seorang warga.

Menurut Kapolsek Rancasari Kompol Edy Kusmawan, kebakaran ini bermula ketika ada yang menyalakan kompor sementara disebelahnya lagi ada seseorang yang sedang menyemperotkan cairan tiner. Dengan cepat, api langsung menyambar dan memicu kebakaran besar.

"Awalnya dari salah satu meubel rotan. Jadi ada yang lagi nyalain kompor, nah di sampingnya ada yang lagi nyemprotin tiner ke rotan. Api itu langsung nyamber tiner," terang Kompol Edy, saat dimintai keterangannya di sekitar lokasi.

Akibat kebakaran ini, seluruh meubel rotan milik Nanjung Furniture hangus terbakar. Sementara 60% bangunan milik RM Ampera dan rumah seorang warga yang ada di sebelahnya ikut terbakar.

Selain cukup banyak foto-foto, ada pula beberapa video terkait kebakaran RM Ampera dan gudang penyimpanan meubel rotan yang beredar luas di jejaring sosial.

Sedikitnya 12 mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan Pemkot Bandung untuk memadamkan kobaran api yang membesar dengan cepat ini. Kebakaran hebat ini juga menjadi tontonan warga dan para pengendara yang kebetulan melintas di daerah tersebut.
Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil ditaksir mencapai miliaran rupiah. Akibat peristiwa ini, kemacetan panjang di dua arus Jalan Soekarno-Hatta pun tak bisa dihindari. Cukup banyak pengendara yang melintas dan akan menuju ke daerah Bandung Timur yang lantas mencari jalur alternatif. BDLV/TM
Perahu Penyebrangan Desa Muara-Tanjungtiga yang Sangat Melegenda Sejak Dulu Kala

On January 16, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Desa Muara dan Tanjungtiga, adalah dua desa bertetangga yang hanya dipisahkan oleh aliran sungai Ciasem yang membelah dari selatan hingga ke utara di laut Jawa. Kedua desa ini berada di wilayah paling utara Kabupaten Subang, tepatnya di Kecamatan Blanakan.
Perahu penyebrangan desa muara tanjungtiga blanakan subang
Perahu penyebrangan di Desa Muara dan Tanjungtiga
Secara historis, kedua desa ini sangat identik dan memiliki banyak persamaan baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya. Menurut beberapa sesepuh, kedua desa ini adalah satu desa yang sama sebelum kemudian terpisah di era kemerdekaan. Di masa perjuangan, Desa Muara dan Tanjungtiga ini kerap menjadi persembunyian para gerilyawan karena saat itu masih banyak terdapat rawa-rawa dan hutan.

Karena faktor sejarah itu pula hampir tak ada perbedaan yang mendasar diantara warga kedua desa tersebut. Cukup banyak warga desa Muara yang menetap dan menjadi warga desa Tanjungtiga atau sebaliknya. Bahkan terkadang seorang warga bisa diakui sebagai penduduk desa Muara dan Tanjungtiga.

Meski tergolong sebagai dua desa yang memiliki taraf ekonomi sedikit lebih baik dari rata-rata desa yang ada di seluruh Kabupaten Subang, namun hingga saat ini masih cukup banyak kekurangan-kekurangan khususnya bidang infrastruktur yang dikeluhkan oleh warganya. Masih belum rampungnya jembatan permanen, adalah salah satu persoalan mendasar bagi warga di kedua desa pesisir ini.

Hingga saat ini, jembatan permanen yang sedianya bisa menghubungkan kedua desa masih dalam proses pengerjaan dan bahkan terkesan terbengkalai karena kelangkaan anggaran atau dana. Hingga 2019 nanti, masyarakat masih harus bersabar dan akan tetap memanfaatkan jembatan gantung reot dan juga perahu penyebrangan.

Khusus perahu penyebrangan, salah satu yang paling ramai dan kerap menjadi pilihan utama bagi warga adalah yang berlokasi di dusun Sindanglaut I, Desa Muara atau Dusun Tanjunglaut jika dari arah timur atau dari desa Tanjungtiga. Setiap harinya, ratusan warga memanfaatkan jasa perahu penyebrangan atau eretan desa Muara dan Tanjungtiga.

Meski demikian, memanfaatkan perahu penyebrangan juga kerap terkendala saat musim penghujan dan ketinggian air melebihi batas normal. Saat arus deras dan air sedang tinggi, menyeberang dengan menggunakan perahu harus waspada dan ekstra hati-hati. Terlebih, selain sungai Ciasem yang cukup dalam, beberapa warga juga kerap melihat penampakan buaya.

Selain itu, sungai Ciasem sendiri terkenal sangat angker. Cukup banyak kejadian-kejadian aneh dan misterius yang pernah terjadi di kawasan muara sungai, dari mulai Desa Ciasem hingga ke pesisir utara. Selain mahluk yang diyakini hidup di dalam sungai, warga juga mengaku sering melihat berbagai penampakan di beberapa pohon besar dan tua yang tumbuh di sepanjang sungai ini.

Di masa lalu, tak sedikit warga desa yang berprofesi sebagai nelayan merasa kaget saat mendapati perahu miliknya pindah ke seberang. Padahal menurut mereka, saat jelang malam perahu miliknya itu diikat di tempat biasanya. Namun entah mengapa pada keesokan harinya sudah berpindah ke seberang sungai? Lebih lengkapnya, silahkan baca kisah Misteri Sungai Ciasem ini
Meski demikian, mayoritas warga mengaku tetap merasa senang menaiki perahu penyebrangan. Karena selain bisa memotong jarak dan waktu tempuh, naik perahu penyebrangan juga memiliki sensasi dan ketegangan tersendiri. BDLV/TM
Long March 161 Al Azhar-Mabes Polri dan Aksi Umat Islam Punguti Sampah

On January 16, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Nasional. Saat ini, ribuan umat Islam yang tergabung dalam GNPF-MUI dan FPI sedang long march dari kawasan Masjid Al Azhar menuju Mabes Polri. Beberapa tokoh yang mengikuti aksi bertajuk Bela Islam 161 ini sendiri saat ini sudah memberi sambutan dan menggelar orasi di Mabes Polri.
Fpi punguti sampah dalam aksi 161
Ribuan umat Islam gelar Aksi 161 di Mabes Polri
Sebelumnya, mereka berkumpul di Masjid Al Azhar untuk menunaikan shalat Duha kemudian mendengar tausiyah dari beberapa ulama dan Habaib. Ribuan umat Islam ini sudah berkumpul sejak pukul 07.30 WIB.

Aksi ini sendiri mendapat sambutan hangat dan antusias dari umat Islam. Aksi 161 juga berjalan sangat damai dan lancar. Hal itu terbukti saat cukup banyak peserta aksi yang tertangkap kamera membawa serta anak-anak mereka.

Selain itu, ada pemandangan yang menuai kekaguman baik dari para peserta aksi sendiri maupun para Netizen yang menyaksikan tayangan ini. Saat umat Islam melakukan long march dan sebagian lagi menggelar orasi, ternyata ada beberapa peserta aksi yang sedang memunguti sampah untuk menjaga kebersihan.

Tentunya ini menjadi pemandangan yang menyejukan. Aksi besar yang melibatkan ribuan umat, tentunya akan meninggalkan tumpukan sampah. Dengan kehadiran mereka para peserta aksi yang menjadi petugas kebersihan, maka dapat dipastikan bahwa Aksi 161 ini tidak akan meninggalkan tumpukan atau sampah yang berserakan.

"Terbukti umat Islam sangat cinta kebersihan. Inilah petugas kebersihan Aksi 161," ujar seorang Netizen.
Sampai saat ini, long march dan orasi GNPF-MUI masih sedang berlangsung. Sementara Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sendiri dipastikan tidak akan bisa menemui massa karena dikabarkan sedang menghadiri rapat pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. BDLV/TM
Uji Kecepatan Situs di GTMetrix, Analyze Your Site's Speed and Make it Faster!

On January 14, 2017 with No comments

Gtmetrix alat untuk menguji kecepata situs blog atau website
Uji kecepatan situs di GT Metrix
Soeara Rakjat, Techno. Website atau situs, saat ini sudah berkembang sangat pesat di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Dengan hadirnya fasilitas menulis online gratis seperti Blogger atau Wordpres, hampir setiap orang bisa mempublikasi bermacam tulisan untuk berbagai tujuan baik itu profesional maupun sekedar hobi atau dokumentasi pribadi.

Meski demikian, tidak semua orang memperhatikan sisi SEO website miliknya. Padahal optimasi SEO pada sebuah situs sangat berpengaruh pada indeks mesin pencarian baik itu Google, Yahoo atau Bing. Website yang ringan, cepat dan mobile friendly, akan menjadi prioritas utama untuk muncul di laman pertama pencarian tentunya dengan kata kunci yang relevan.

Khusus untuk Google, engine search terbesar sejagat raya ini sudah meluncurkan Mobile Geddon sejak beberapa tahun yang lalu. Mobile Geddon adalah fitur yang mengutamakan situs yang mobile friendly untuk muncul di laman teratas pencarian. Untuk mengetahuinya, kita bisa melakukan uji coba di Mobile Friendly Tester milik Google.

Selain tampilan yang mobile friendly, sebuah website juga dituntut untuk bisa dengan mudah dan cepat diakses. Situs yang ideal, adalah yang kurang dari 3 detik saat coba dibuka oleh pengguna baik itu dari laptop maupun mobile seluler. Situs yang melebihi angka 3-4 bahkan hingga 10 detik, tentunya akan sedikit menyulitkan dan kurang diminati bahkan bisa saja ditinggal para pembaca.

Tak hanya user atau pengguna, situs yang lambat atau di atas 4 detik juga tidak disukai oleh engine search. Mesin pencarian akan lebih mengutamakan situs atau blog yang cepat dan dibawah 3 detik saat diakses.

Untuk mengetahui seberapa cepat website kita bisa diakses, ada banyak tool yang sudah disediakan oleh para web master dunia seperti GT Metrix salah satunya. GT Metrix akan memberi informasi akurat seberapa cepat website atau blog kita bisa diakses dan seberapa besar page load yang ada di template kita.

Selain itu, GT Metrix juga akan memberi informasi akurat jika ada item yang tertanam dan membuat berat page load sebuah website. GT Metrix akan memberi rekomendari ketika ada image/foto atau gambar yang harus dikompresi, juga java script yang perlu diperbaiki.

Meski kita menulis hanya untuk kesenangan atau sekedar hobi, tentunya tak salah jika kita mencoba untuk memperbaiki tampilan dan juga kecepatan website kita saat diakses oleh pembaca. Untuk memulainya, kita bisa mencobanya dengan menguji website kita di GTMetrix Tester. BDLV/TM
Seni Adu Domba Garut, Tradisi dan Budaya Leluhur Masyarakat Sunda

On January 14, 2017 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Domba, adalah salah satu hewan yang sangat dekat dengan manusia karena sangat berguna dan membantu dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, domba adalah hewan ternak yang biasa dipelihara dan dibudidayakan. Domba memiliki beragam fungsi dan manfaat seperti penghasil pupuk organik, daging, hingga seni atau tradisi adu ketangkasan domba.
Seni adu ketangkasan domba masyarakat garut yang bersejarah
Seni adu ketangkasan domba di Garut, Jawa Barat
Di Jawa Barat, domba merupakan hewan yang biasa dimiliki oleh para petani selain dari sapi dan unggas seperti ayam, bebek atau nila. Bahkan di Kabupaten Garut, domba memiliki fungsi lain karena selain sebagai penghasil daging, domba juga menjadi hewan favorit dalam tradisi Seni Adu Domba. Seni adu domba adalah atraksi adu ketangkasan domba yang sudah membudaya dan menjadi kearifan lokal.

Seni adu domba biasa dipertunjukan pada saat ada acara resmi maupun kontes biasa yang didasari oleh hobi. Kesenian adu domba masyarakat Garut ini sudah begitu dikenal oleh masyarakat di seantero Jawa Barat. Karena kesenian ini pula, domba asli Garut yang berpostur besar juga tanduk yang sangat kuat dan kekar kemudian banyak dikembangkan di daerah-daerah lain di Jawa Barat.

Menurut berbagai catatan sejarah, Seni Adu Domba Garut ini mulai dikenal dan berkembang pesat saat pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa, sekitar tahun 1815-1829. Saat itu, Bupati Suryakanta sering megunjungi saudara seperguruannya yang memiliki banyak peliharaan domba. Karena sang Bupati juga memiliki hobi yang sama, maka ia meminta salah satu domba dari saudara seperguruannya itu. Saudara seperguruannya yang bernama Haji Sholeh ini lantas memberi seekor domba kepada bupati yang kemudian diberi nama Si Lenjang.

Bupati Suryakanta kemudian membawa Si Lenjang pulang ke Pendopo Kabupaten Garut. Si Lenjang kemudian dikawinkan dengan domba jantan yang ada di Pendopo Garut yang bernama Si Dewa. Dari hasil perkawinan tersebut, lahirlah Si Toblo, seekor domba yang kuat dan perkasa. Si Toblo inilah yang kemudian beranak pinak dan diyakini sebagai leluhur domba Garut yang dikhususkan dalam seni adu Ketangkasan domba.

Saat ini, Adu Domba Garut sudah menjadi wahana wisata dan merupakan salah satu atraksi yang paling diminati baik oleh para wisatawan maupun masyarakat Garut sendiri. Garut yang mayoritas wilayahnya dikelilingi pegunungan, memang sangat mendukung untuk berkembang biaknya domba-domba yang kuat dan perkasa. 

Domba Garut sendiri adalah seekor domba yang memiliki postur tinggi besar dan kekar berbobot antara 60-80 kg dengan tanduk yang sangat besar untuk ukuran domba. Selain itu, domba Garut juga bertelinga panjang membentuk gunung atau ngagiri dalam istilah Sunda.
Selain di Garut, pada bulan-bulan tertentu kesenian ini biasa dipertontonkan di Babakan Siliwangi, Bandung. Di sini, akan berkumpul domba-domba pilihan yang kuat dan perkasa dari wilayah Garut, Bandung dan seputaran Jawa Barat. Salah satu yang sering hadir dan merupakan penggemar berat kesenian ini adalah seorang tokoh dalang paling sohor asal Jawa Barat, Asep Sunandar Sunarya. mch
Ada Domba yang Suka Menyerang Manusia, Waspada!

On January 14, 2017 with No comments

Domba suka menyerang manusia
Waspada, Domba suka menyerang manusia
Soeara Rakjat, Selebrita. Kambing atau Domba, adalah jenis hewan yang saat ini sudah sangat akrab dengan manusia. Kambing dan domba adalah hewan ternak yang dipelihara dan dibudidayakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan protein yaitu daging. Selain sapi dan kerbau atau unggas, daging domba merupakan menu utama yang dikonsumsi oleh manusia di seluruh dunia.

Karena kebutuhan itu pula antara manusia dan domba kini sudah bersahabat dengan sangat akrabnya. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, cukup banyak masyarakat yang memelihara domba dari skala kecil atau rumah tangga hingga peternakan industri besar yang memproduksi daging secara massal.

Meski demikian, ada beberapa jenis domba atau kambing yang masih tetap memiliki naluri alamiah sebagai hewan liar. Domba dikenal sebagai hewan yang gemar menyeruduk dan beradu kepala baik dengan sesamanya maupun saat merasa terancam oleh hewan lain termasuk juga manusia. Domba adalah miniatur Banteng yang sama-sama memiliki batok kepala dan tanduk yang sangat keras.

Di Indonesia, ada beberapa jenis domba yang sangat gemar bertarung dan beradu kepala, seperti domba Garut contohnya. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, masyarakat memiliki tradisi adu domba, yakni sejenis pertunjukan atau kesenian adu ketangkasan hewan domba. Seni Adu Domba Garut ini sudah membudaya bagi masyarakat Garut sejak awal abad 19.

Selain di Indonesia, cukup banyak pula jenis domba di dunia yang gemar menyerang dengan menyerudukan kepalanya. Tak hanya meneyerang sesama domba atau hewan lain yang dianggap menjadi ancaman, domba juga tak segan-segan menyerang manusia karena berbagai alasan atau karena naluri alamiahnya sebagai hewan liar.
Dalam sebuah tayangan video, ada seekor domba yang sedang meneror warga dan menyeruduk siapa saja yang berada di dekatnya. Domba ini juga tak segan menyeruduk dengan sangat keras dan bahkan lari mengejar saat korbannya berusaha menghindar. BDLV/TM
Cara Mudah Mengatasi Tabung Gas dan Kompor yang Terbakar Agar Tidak Meledak

On January 13, 2017 with No comments

Tabung gas terbakar begini cara mengatasinya
Cara mengatasi tabung gas dan kompor yang terbakar 
Soeara Rakjat, Peristiwa. Konversi penggunaan minyak tanah ke gas yang dimulai sejak 2010 lalu, telah merubah secara drastis pola hidup masyarakat Indonesia secara umum. Mayoritas masyarakat di seluruh pelosok Indonesia yang masih menggunakan minyak bumi dan kayu bakar, mau tak mau harus belajar dan terbiasa untuk menggunakan LPG atau liquid petroleum gas saat memasak. 

Pengalihan minyak tanah ke gas sendiri bertujuan untuk mengurangi beban pemerintah atas tingginya pemanfaatan minyak tanah yang digunakan oleh mayoritas masyarakat terutama yang berdaya beli rendah di pedesaan. Tingginya biaya pengolahan minyak mentah menjadi minyak tanah siap pakai yang setara biaya mengolah avtur (bensol), telah membuat keuangan negara cukup terkuras untuk memberikan subsidi.

Sementara itu, gas alam sendiri adalah salah satu sumber energi yang sangat melimpah di Indonesia. Karena hal itu pula pemerintah SBY-JK, lantas mengalihkan penggunaan minyak tanah ke gas atau LPG. Hingga akhirnya, mayoritas masyarakat pun merasa lebih mudah dan praktis menggunakan gas ketimbang minyak tanah.

Meski demikian, cukup sering pula terdengar insiden kebakaran yang dipicu oleh penggunaan gas tersebut. Kebiasaan yang langsung berubah secara drastis, membuat sebagian masyarakat masih merasa awam saat terjadi kebocoran selang maupun tabung gas atau kompor yang terbakar. Tak jarang pula terjadi ledakan besar yang menghanguskan seisi bangunan karena tabung dan kompor yang terbakar lalu meledak.

Menyikapi masih seringnya persitiwa ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seorang petugas pemadam kebakaran memberikan trik atau kiat untuk mengetahui cara menangani jika kebocoran selang terjadi. Hal yang terpenting, kita harus tetap tenang dan tak perlu panik saat tabung gas, selang atau kompor terbakar. 

Hanya dengan memisahkan selang regulator dari kompor dan tabung, potensi ledakan besar yang diakibatkan oleh gas bisa diminimalisir dan bahkan tak terjadi sama sekali. Selain dengan cara yang tepat, kita juga bisa memanfaatkan alat atau bahan yang ada di rumah seperti handuk basah atau karung goni basah untuk mengantisipasi kejadian ini.
Lebih jelasnya, ada sebuah tutorial atau cara untuk menangani selang, tabung gas atau kompor yang terbakar agar tidak meledak yang bisa kita cermati. Dalam video berikut ini, kita akan menemukan cara mengatasi kebakaran gas dengan cepat, tepat dan aman. BDLV/TM