ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Wehkreise, Strategi Panglima Besar Soedirman Saat Perang Mempertahankan Kemerdekaan

On December 27, 2016 with No comments

Wehkreise dan serangan panglima soedirman dan soeharto
Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade X/Wehkreise III
Soeara Rakjat, Historia. Wehkreise, adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Jerman yang merujuk pada sebuah sistem atau strategi dalam sebuah pertempuran. Wehkreise berarti lingkaran atau lingkungan pertahanan daerah yang memiliki basis dan kantung-kantung perlawanan.

Wehkreise pertamakali diterapkan oleh pasukan Nazi di bawah pimpinan Adolf Hitler dalam kecamuk Perang Dunia II di Eropa. Dengan sistem pertahanan tersebut, pasukan Nazi banyak meraih kemenangan demi kemenangan yang gemilang sebelum akhirnya menyerah kepada pasukan Sekutu.

Strategi Wehkreise juga pernah digunakan oleh pejuang Republik saat perang mempertahankan kemerdekaan ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II dan merebut Yogyakarta yang kala itu menjadi Ibukota Indonesia. Sistem ini digunakan untuk mempertahankan setiap daerah atau kepulauan maupun provinsi yang menjadi milik Republik dari pihak Belanda.

Awalnya, TNI sendiri menerapkan barisan pertahanan linier yang konvensional saat Belanda melancarkan Agresi Militer I pada Juli 1947. Saat Belanda berhasil menerobos pertahanan TNI di beberapa daerah, pasukan TNI sendiri tidak mundur melainkan membentuk basis atau kantung-kantung perlawanan. 

Saat pasukan penjajah menetapkan garis atau batas daerah yang mereka duduki dengan daerah Republik, pasukan TNI juga tetap menduduki basis atau kantung perlawanan di daerah yang diakui sebagai milik Belanda tersebut. Melihat situasi ini, Panglima Besar Soedirman kemudian kembali menyusun sebuah rencana baru.

Dengan dibantu oleh para ahli strategi militer di Markas Besar TNI seperti AH Nasution dan TB Simatupang, Panglima Soedirman lantas menginstruksikan seluruh pasukan TNI untuk menerapkan taktik Wehkreise. Strategi ini kemudian disahkan melalui Surat Perintah Siasat No.1, dan ditandatangani langsung oleh Panglima Soedirman pada November 1948.

Satu wilayah Wehkreise mencakup satu Karesidenan dan dipimpin oleh seorang komandan yang diberi kebebasan untuk menggelar perlawanan dan mengembangkan strategi pertempuran di lapangan dalam menghadapi Belanda. Selain sebagai pusat kekuatan militer, dalam satu wilayah Wehkreise juga terhimpun kekuatan politik, ekonomi, pendidikan hingga pemerintahan.
Salah satu yang paling berperan saat TNI mengusir Belanda dari Yogyakarta adalah Brigade X/Wehkreise III yang dipimpin oleh Letkol Soeharto. Dengan strategi ini, pihak Republik akhirnya berhasil memukul mundur Belanda dan kembali merebut Yogyakarta dalam sebuah peristiwa besar yang kini kita kenal sebagai Serangan Umum 1 Maret 1949. BDLV/TM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »