ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Kisah Misteri Ajian Panacasona dan Rawa Rontek, Legenda Para Pendekar Sakti Tanah Jawa

On December 13, 2016 with No comments

Misteri ajian pancasona dan rawa rontek

Soeara Rakjat, Budaya. Indonesia, sangat kaya akan kebudayaan warisan dari nenek moyang zaman dahulu kala. Selain itu, bangsa Indonesia khususnya di tanah Jawa juga dikenal memiliki berbagai kebudayaan dan kearifan lokal yang sangat kental dengan dunia mistis atau hal-hal yang berhubungan dengan alam gaib.

Pernahkah anda mendengar kisah sundel bolong, kuntilanak, siluman buaya putih, hantu pocong, dan segudang cerita misteri lainnya? Tentunya hal tersebut sangat sering kita dengar karena sebagian masyarakat kita yang sangat meyakini akan keberadaan mahluk ghaib dari golongan siluman, selain Jin dan Syeitan tentunya.

Selain kisah-kisah misteri terakait mahluk halus, bangsa kita juga meyakini adanya kekuatan supranatural yang lahir berkat adanya sebuah mantera atau aji-ajian. Sudah sejak ratusan tahun yang silam para pujangga dan sastrawan khususnya di tanah Jawa yang menuliskan keberadaan tokoh-tokoh sakti yang memilki berbagai ajian pamungkas yang dahsyat.

Bandung Bondowoso, Sangkuriang, Damar Wulan, Minak Jinggo, hingga Ratu Laut Kidul adalah beberapa diantaranya. Sejatinya, para pujangga menulis kehebatan tokoh-tokoh tersebut sebagai gambaran akan kemanpuan mereka. Karena saat itu kekuatan fisik lebih diutamakan, maka hal-hal gaib lebih ditonjolkan ketimbang sisi intelektualitas.

Pernahkan kita mendengar seseorang yang sangat sakti dan kebal senjata karena memiliki ajian Rawa Rontek atau Pancasona? Ya, Rawa Rontek atau Pancasona begitu dikenal oleh sebagian masyarakat di pulau Jawa. Siapa yang nemilki ajian ini, dia akan kebal senjata, dan meski anggota badannya terputus tetapi akan segera menyambung kembali jika menyentuh tanah.

Selain itu, siapapun yang memilki ilmu ini akan kekal dan tak bisa mati hingga hari kiamat tiba. Sepintas, ajian ini memiliki kesamaan dengan kisah Vlad Draquila yang bersekutu dengan Lucifer untuk mendapatkan kekekalan. Lucifer lantas memberi kekuatan syeitan kepada Vlad Draquila agar sakti mandraguna. Namun Draquila juga harus menjadi pengikut Lucifer dan kekal di neraka sebagai konsekuensinya. Kisah ini ditulis oleh Bram Stoker pada tahun 1897, dalam sebuah novel berjudul Dracula (ejaan Inggris).

Beratus-ratus tahun yang lalu, ajian Rawa Rontek juga konon banyak dikuasai oleh orang Jawa. Mereka berusaha untuk menguasai ilmu tersebut karena saat itu segala persoalan harus diselesaikan dengan beradu fisik. Tak sedikit dari mereka yang lantas mencoba dan akhirnya berhasil menguasai ilmu ini. Selain Rawa Rontek, ajian Pancasona juga memilki sifat yang sama, namun Pancasona sudah diputihkan dan harus melalui ritual yang lebih berat.

Tak hanya di zaman kerajaan sejak sebelum abad 15. Pada sekitar abad 17, cukup banyak cerita rakyat mengenai ilmu Pancasona atau Rawa Rontek ini. Bahkan konon ada arsip kuno Belanda yang menyebutkan bahwa banyak pejuang tanah Jawa yang tak mati mesti tertembak, yang menurut sebagian orang diduga menguasai ilmu ini. Karena hal itu pula Belanda lantas menggunakan politik adu domba atau devide et impera diantara sesama pendekar dan jawara tanah Jawa.

Dalam dunia pewayangan, ajian Rawa Rontek atau Pancasona hanya dimiliki oleh beberapa orang salah satunya adalah Rahwana atau Dasamuka dari kerajaan Alengka. Banyak yang meyakini bahwa ajian Rawa Rontek atau Pancasona juga adalah cerita rekaan pewayangan hasil gubahan Sunan Kalijaga. Ajian Rawa Rontek dan Pancasona adalah sebagai gambaran dahsyatnya kekuatan jahat, namun akhirnya tetap kalah oleh kebenaran yang digambarkan pada sosok Sri Rama.

Meski demikian, cukup banyak masyarakat yang masih meyakini ajian ini. Kita juga dengan mudah bisa menemukan buku-buku yang memuat mantera dan juga ritual ilmu ini. Ritual ilmu ini diantaranya adalah harus berpuasa hingga 40 hari 40 malam lamanya. Sementara mantera ajian ini diantaranya adalah: 
  • Niyat ingsun amatek ajiku aji Pancasona, ana wiyat jroning bumi, surya murub ing bantala, bumi sap pitu anelahi sabuana, rahina tan kena wengi, urip tan kenaning pati, ingsun pangawak jagat, mati ora mati. Tlinceng geni tanpa kukus, ceng cleleng.. ceng cleleng, kasangga ibu pertiwi, tangi dewek urip dewek aning jagat, mustika lananing jaya, aku si pancasona ratune nyawa sakelir.

Jaka Sembung, Legenda Perlawanan Masyarakat Pesisir Utara Jawa Barat Menghadapi Penjajahan VOC Belanda
Dikirim oleh Soeara Rakjat pada 20 Februari 2018
Tentunya banyak dari kita yang lantas bertanya-tanya apakah itu mitos ataukah fakta, atau mungkin juga hanya sekedar legenda. Namun apapun itu, ajian Rawa Rontek dan Pancasona adalah bagian dari warisan karya kebudayaan para leluhur, para empu, sastrawan dan pujangga kita di masa yang lampau. BDLV/TM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »