ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Jaka Sembung, Tokoh Perlawanan Rakyat dan Pendekar Tangguh dari Pesisir Utara Jawa Barat

On December 12, 2016 with No comments

Jaka sembung tokoh perlawanan rakyat terhadap belanda

Soeara Rakjat, Jawa Barat. Jaka Sembung, adalah salah satu sosok yang sangat melegenda bagi masyarakat Indonesia terlebih bagi warga Jawa Barat. Jaka Sembung merupakan seorang pendekar atau jawara yang memimpin perlawanan rakyat di wilayah pesisir utara Jawa Barat, tepatnya di daerah Kandanghaur, Indramayu.

Jaka Sembung sendiri memiliki nama asli Parmin. Ia dijuluki Jaka Sembung karena menempa ilmu dan berguru pada seorang kyai dan pertapa sakti bernama Ki Sapu Angin. Ki Sapu Angin adalah pendekar sakti yang mengasingkan diri dari keramaian dan konon tinggal di daerah Gunung Sembung, di kawasan pesisir utara Cirebon, Jawa Barat.

Selain sebagai pendekar tangguh, Jaka Sembung juga digambarkan sebagai sosok yang sangat religius dan taat menjalankan agama Islam. Tak hanya sebagai jawara sakti, Jaka Sembung juga adalah seorang santri yang sekaligus gemar bersyiar dan menegakan amar ma'ruf nahi munkar

Jaka Sembung sangat populer berkat komik cerita silat dengan judul yang sama karya Djair Warni Ponakanda atau yang lebih sering ditulis Djair. Djair sendiri adalah salah satu komikus ternama Indonesia kelahiran Cirebon. Tidaklah mengherankan jika ia begitu memahami budaya masyarakat pesisir utara yang ia imajinasikan ke dalam kisah Jaka Sembung.

Serie pertama dari komik ini adalah Jaka Sembung vs Bajing Ireng yang dirilis pada 1968. Sejak itu, popularitas pendekar bergolok yang selalu mengamalkan Surat Al Fatihat ini begitu melegenda. Hampir seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai golongan usia begitu menggemarinya. Jaka Sembung pun makin terkenal saat diangkat ke layar lebar pada awal tahun 1980-an.

Jaka Sembung sendiri berlatar tahun 1700-an, saat VOC Belanda sedang ganas-ganasnya menindas rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Namun begitu, Jaka Sembung juga pernah muncul bersama dengan Si Buta Dari Gua Hantu yang jelas berbeda masa periodenya. Jaka Sembung vs Si Buta dari Gua Hantu memang dirilis sebagai bentuk penghormatan Djair kepada Ganesh TH.

Menurut Djair, Jaka Sembung adalah murni sebuah kisah rekaan yang ia ciptakan dengan memadukan budaya maupun cerita rakyat yang diyakini secara turun temurun oleh masyarakat di sepanjang daerah pesisir utara Jawa Barat. Tak jarang pula ia memasukan beberapa budaya atau kearifan lokal yang hingga kini masih dianut oleh masyarakat di kawasan tersebut.

Namun apa yang dilakukan Djair ini malah melahirkan persepsi publik yang meyakini bahwa Jaka Sembung adalah kisah nyata. Saat itu, banyak masyarakat yang telah kehilangan batasan antara kisah fiktif dan cerita yang nyata. Jaka Sembung pun sukses menyihir semua orang dan begitu banyak dari mereka yang lantas menganggap bahwa kisah ini adalah sebuah legenda seperti halnya Sangkuriang atau Malin Kundang.

Di era kejayaan Jaka Sembung sekitar tahun 1980-an, banyak orang yang lantas mencoba untuk bisa mewarisi ilmu-ilmunya. Saat itu, daerah Gunung Sembung yang lokasinya bersebrangan dengan kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati sering dijadikan tempat bertapa. Bahkan kabarnya, ada beberapa orang yang mengaku-ngaku pernah diberi sebilah keris oleh Jaka Sembung saat bertapa disini.

Tentunya hal tersebut tidaklah mengherankan karena meski Jaka Sembung adalah tokoh rekaan, namun alur ceritanya justeru bersumber dari kebudayaan ataupun cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat. Djair Warni Ponakanda telah berhasil menghidupkan semangat perjuangan rakyat di pesisir utara Jawa Barat dalam sosok Jaka Sembung.

Jaka Sembung, Legenda Perlawanan Masyarakat Pesisir Utara Jawa Barat Menghadapi Penjajahan VOC Belanda
Dikirim oleh Soeara Rakjat pada 20 Februari 2018
Bukti popularitas Jaka Sembung yang tak lekang oleh waktu adalah masih banyaknya istilah atau plesetan yang dihubung-hubungkan dengannya. Jaka sembung naik ojek, gak nyambung jek. Kemudian ada Jaka Sembung bawa golok, gak nyambung goblok atau Jaka Sembung makan kedondong, gak nyambung dong!. BDLV/TM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »