ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Semarakan Malam Pergantian Tahun, TMII Gelar Wayang Kulit Gatotkoco Mbangun Pringgondani

On December 31, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Budaya. Jelang pergantian tahun, Taman Mini Indonesia Indah menghadirkan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk untuk menghibur dan memberi edukasi budaya kepada para pengunjungnya. Wayang kulit dengan dalang Ki Rusmadi ini akan mementaskan lakon Gatotkoco Mbangun Pringgondani yang akan dimulai pada pukul 21.00 WIB malam ini.
Sambut tahun baru, tmii gelar wayang kulit
Wayang Kulit Tahun Baru di TMII
Pagelaran wayang kulit ini mengambil lokasi di Parkir Utara dan hanya beberapa ratus meter di sebelah kiri pintu masuk TMII. Selain wayang kulit, TMII juga menggelar pangung rakyat yang menghadirkan penyanyi-penyanyi dangdut kenaman Ibukota. Ada juga pesta kembang api yang dipusatkan di danau TMII yang tak jauh dari taman burung.

Khusus wayang kulit, cukup banyak masyarakat pecinta seni dan budaya yang saat ini sudah nampak duduk di kursi yang telah disediakan. Meski pagelaran wayang kulit sendiri baru dimulai pada malam nanti, namun sebagian pengunjung yang merasa tak sabar sudah tampak memenuhi sekitar panggung dan menyaksikan para penabuh gamelan yang sedang melakukan check sound.

Menurut seorang nayaga, lakon Gatotkoco Mbangun Pringgondani sendiri sengaja dipentaskan untuk memberi dedikasi kepada para penonton jelang malam pergantian tahun. Menurutnya, lakon tersebut sangat pas dengan kondisi bangsa Indonesia yang sedang berusaha untuk membangun dan mensejahterakan rakyatnya.

"Lakon Gatotkoco Mbangun Pringgondani adalah kisah seorang ksatria yang sedang membangun sebuah negara. Tentunya itu bisa kemberi semangat dan motivasi kepada para pengunjung untuk menyongsong tahun yang baru," tegas Ki Soemarto.

Wayang Kulit, adalah salah satu tradisi yang sudah sangat melekat bagi sebagian masyarakat Indonesia khususnya di pulau Jawa. Meski jalan cerita Wayang Kulit sendiri sedikit berbeda dengan kisah asli dalam kitab Mahabharata, namun masyarakat begitu mencintai pagelaran wayang kulit hasil gubahan Sunan Kalijaga ini.
Sebagai salah satu penyebar agama Islam di Tanah Jawa, Sunan Kalojogo memang berkeinginan agar kebudayaan leluhur masyarakat Jawa tetap lestari dengan bernafaskan Islami. Dengan mengubah sedikit alur cerita dan menggubah beberapa lakon carangan, seni Wayang Kulit warisan Jeng Sunan ini tetap abadi dan bisa kita nikmati hingga hari ini. BDLV/TM
Perayaan Tahun Baru, Persembahan dari Julius Caesar dan Bangsa Romawi Untuk Dewa Janus

On December 30, 2016 with No comments

Julis cesar rayakan tahun baru untuk hormati dewa janus
Julius Caesar, kaisar terbesar Imperium Romawi yang terbunuh tahun 44 SM
Soeara Rakjat, Historia. Perayaan tahun baru, adalah ritual kuno kaum Pagan bangsa Romawi untuk menghormati dewa utama mereka yaitu Janus atau ianus. Dewa Janus sendiri digambarkan memiliki dua wajah yang bisa melihat ke belakang dan sekaligus menatap ke depan. Peribadatan menghormati dewa Janus atau perayaan tahun baru ini mulai berlaku saat Julius Cesar memodifikasi penanggalan bangsa Romawi yang kemudian diberi nama Kalendar Julian.

Saat itu, masyarakat kuno Romawi akan memberikan persembahan atau kurban untuk dewa Janus, mereka juga saling bertukar hadiah dan menghias rumahnya masing-masing. Menjelang pergantian tahun, masyarakat Romawi kemudian berkumpul untuk melakukan pesta seperti berjudi dan mabuk-mabukan. 

Tepat memasuki detik-detik pergantian tahun antara 31 Desember dan 1 Januari, mereka akan meniup terompet yang terbuat dari tanduk binatang juga menyalakan api besar untuk menghormati Dewa Janus. Tahun baru pertama dirayakan pada 1 Januari 45 SM, setahun sebelum Julius Caesar akhirnya terbunuh oleh Marcus Junius Brutus pada tahun 44 SM.

Saat detik-detik pergantian tahun, semua berharap mendapat berkah dari dewa Janus. Dewa Janus yang bermuka dua memang bisa melihat ke masa lampau atau tahun yang sudah dilewati, sekaligus menatap masa depan atau tahun yang baru yang akan mereka jalani. Dengan memberi kurban, menyalakan api dan meniup trompet, mereka meyakini bahwa dewa Janus akan mendengar doa-doa dan harapan mereka sekaligus memberikan yang terbaik di hari-hari yang akan datang.

Nama bulan Januari sendiri diambil dari nama dewa Janus atau Ianus. Sejak itulah masyarakat Romawi kuno secara periodik akan merayakan tahun baru untuk menghormati dewa utama mereka. Sebagai salah satu Imperium yang pernah berjaya dan menguasai hampir seluruh daratan Eropa, Afrika dan sebagian Asia, tidaklah mengherankan jika akhirnya tradisi atau ritual menghormati dewa Janus ini dianut oleh masyarakat dunia.

Saat Romawi Barat runtuh dan sebagian besar Eropa menganut agama Katholik, perayaan tahun baru sempat dirubah waktunya oleh mayoritas Gereja di Eropa. Hal itu dilakukan karena 1 Januari berdekatan dengan 25 Desember yang diperingati sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Perayaan tahun baru yang biasa diperingati pada 1 Januari kemudian digeser ke awal Maret Equinos yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kabar Suka Cita Yesus Kristus.

Seiring berjalannya waktu, Kalendar Julian sendiri dinilai sudah tidak akurat lagi. Itu terasa ketika awal musim semi yang semakin maju sehingga perayaan hari Paskah yang waktunya sudah disepakati sejak Konsili Nicea I tahun 325, juga turut bergeser. Atas bantuan dan saran Dr. Aloysius Lilius asal Naples, Italia, Paus Gregorius kemudian memutuskan untuk memodifikasi Kalendar Julian.

Sejak 24 Februari 1582, kalendar Julian yang sudah dimodifikasi ini kemudian disebut kalendar Gregorian. Sejak itu pula perayaan tahun baru kembali diperingati pada 1 Januari. Kalendar Greogius atau penanggalan Masehi inilah yang secara umum dipergunakan oleh masyarakat dunia saat ini. Era tahun Masehi dalam kalendar ini dihitung sejak kelahiran Yesus atau Isa Al Masih, dan era sebelum kelahiran Isa Al Masih disebut tahun Sebelum Masehi atau SM.

Hingga kini, ritual menyembah atau menghormati dewa utama bangsa Romawi kuno tersebut masih tetap dilakukan oleh mayoritas masyarakat di seluruh dunia. Sebagai Imperium yang pernah sangat berjaya dan menguasai hampir separuh belahan dunia, budaya bangsa Romawi memang banyak diadopsi dan mempengaruhi kebudayaan masyarakat dunia. Tak hanya budaya, banyak ritual atau tata cara peribadatan agama di dunia yang dipengaruhi oleh tradisi Romawi ini.

Kekaisaran Romawi sendiri akhirnya runtuh setelah sebelumnya terpecah menjadi dua. Romawi Timur atau Konstantinovel (kini Istanbul) yang didirikan di atas kota tua yang sebelumnya ada yaitu Byzantium, harus mengakui ketangguhan tentara Ottoman atau Kekhalifahan Utsmaniyah pada tahun 1453. Di bawah pimpinan Sultan Mehmed II, pasukan Utsmaniyah mampu mengakhiri hegemoni Romawi di Asia Minor.

Sementara Romawi Barat di Eropa sudah lebih dulu runtuh sejak abad 5. Romawi Barat yang saat itu berpusat di Mediolanum atau kota Milan lalu pindah ke Ravenna ini kemudian diserang oleh kelompok Vandal asal Jerman. Saat itu, bangsa Jermanik yang dipimimpin oleh Odoacer melakukan pembantaian dan berhasil menggulingkan Kaisar Romulus Augustus pada 4 September 476 M.

Ribuan tahun yang lalu tepatnya tanggal 31 Desember esok, masyarakat Romawi akan bersiap untuk berpesta pora dengan menyalakan api dan meniup terompet. Mereka juga akan memanjatkan semua harapan dan keinginan di masa depan, merka berharap mendapat berkah dari Dewa Janus. Mereka merayakan awal hari bulan Januari atau iãnuãrius yang berarti Bulannya Dewa Janus. BDLV/TM
Long March Siliwangi, Perjalanan Panjang Pasukan Siliwangi dari Yogyakarta Kembali ke Jawa Barat

On December 29, 2016 with No comments

Long march siliwangi adalah kembalinya pasukan ke jawa barat dari yogtakarta
Long March Siliwangi tahun 1949
Soeara Rakjat, Historia. Long March Siliwangi, adalah salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan bangsa khususnya Tentara Nasional Indonesia. Long March Siliwangi adalah peristiwa pindahnya pasukan Siliwangi dari Yogyakarta dan sekitar Jawa Tengah yang bergerak kembali ke Jawa Barat pada bulan Februari 1949.

Awalnya, pasukan Siliwangi yang ada di Jawa Barat diminta pindah atau hijrah ke Yogyakarta oleh Panglima Soedirman karena hasil dari perjanjian Renville yang mengharuskan Republik menyerahkan Jawa Barat kepada pihak Belanda. Tak hanya para prajurit Siliwangi saja yang hijrah ke Yogyakarta, banyak dari keluarga, istri dan anak mereka yang kemudian menyusul ke Yogyakarta dan sekitaran Jawa Tengah.

Sebelumnya, pemerintah Republik dan Belanda menyepakati sebuah perjanjian di atas Kapal Renvile di Teluk Jakarta, yang isinya antara lain Jawa Barat diserahkan pada Belanda. Sebagai konsekuensinya, pasukan Divisi Siliwangi harus meninggalkan Jawa Barat dan pindah ke Yogyakarta yang sesuai dengan isi perjanjian adalah menjadi milik Republik. Saat itu, Yogyakarta juga adalah Ibukota Indonesia.

Saat berada di Yogya, pasukan Siliwangi mendapat perintah untuk memadamkan pemberontakan PKI Muso atau yang lebih dikenal dengan peristiwa Madiun 1948. Setelah bertempur melawan pasukan Muso, seharusnya prajurit-prajurit Siliwangi kembali ke Yogya dan Jawa Tengah untuk bergabung dalam kantung-kantung perlawanan TNI yang sedang bergerilya menghadapi Belanda dan terbagi dalam beberapa kesatuan Wehkreisse

Bertepatan dengan itu, pada 19 Desember 1948, Belanda juga melancarkan Agresi Militer II dan menguasai Yogyakarta. Segera saja Panglima Soedirman mengeluarkan perintah melalui instruksi Panglima Besar yang dikenal dengan Perintah Siasat No. 1, agar pasukan Siliwangi pindah ke Jawa Barat untuk kemudian bergabung dengan pasukan lainnya dan melakukan perlawanan di Jawa Barat. Beberapa sejarawan menyebut bahwa Perintah Siasat No.1 ini disebut juga dengan Sandi Aloha.

Sejak itu, pasukan Siliwangi yang terdiri dari beberapa kompi di bawah pimpinan Letnan Kolonel Daan Yahya ini lantas bergerak kembali ke Jawa Barat. Pasukan Divisi Siliwangi ini juga membawa serta seluruh anggota keluarganya dan berjalan kaki selama kurang lebih dua bulan lamanya. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu peristiwa paling heroik para pejuang Indonesia saat perang mempertahankan kemerdekaan.

Sebuah perjalanan yang tentunya penuh mara-bahaya dengan melintasi gunung, hutan, lembah, jurang dan juga sungai yang penuh tantangan. Tak hanya ancaman binatang buas, di belakang mereka juga ada pasukan Belanda dari Batalyon Infanteri-V KNIL atau yang dikenal dengan Anjing Nica yang terus membuntuti dan memberi ancaman pada mereka.

Tentunya Long March Siliwangi kembali ke Jawa Barat ini sangat berbeda dengan saat mereka hijrah ke Yogyakarta yang mendapat pengawalan dan jaminan keselamatan dari Belanda karena isi perjanjian Renville. Dalam perjalanannya kembali ke Jawa Barat, pasukan Anjing Nica Belanda adalah sebuah ancaman yang nyata bagi pasukan Siliwangi dan seluruh anggota keluarga, istri dan anak-anaknya. 

Pasukan Belanda yang mengikuti konvoi prajurit Siliwangi juga terus mengintimidasi dan melakukan penyerangan. Pada suatu malam, pasukan Siliwangi dan pasukan Belanda yang membututi tanpa sengaja berpapasan hingga pecahlah sebuah pertempuran di malam yang gelap. Desingan peluru pun saling bersahutan dan membuat suasana yang gelap semakin mencekam. Meski tak ada korban jiwa, namun Panglima Siliwangi Letkol Daan Yahya dan Komandan Batlyon ditangkap Belanda.

Beratnya medan yang dilalui ini tak menghalangi prajurit-prajurit Siliwangi untuk terus berjalan menuju tanah Jawa Barat yang dirindukan, sekaligus mengemban perintah dari Panglima Soedirman. Jalan terjal yang tak masuk akal dan hadangan Anjing Nica Belanda yang mengancam nyawa mereka, bukanlah suatu halangan dan tetap dihadapi dengan gagah berani. Prajurit-prajurit Divisi Siliwangi adalah pejuang yang tangguh, dari mereka pula kelak dikemudian hari lahir satu pasukan khusus nan elit yakni Kopassus.

Sejarah juga mencatat sebuah pertempuran sengit yang melibatkan pasukan Siliwangi dan tentara Belanda di perbatasan Sumedang hingga Tanjungsiang, Subang. Selain kembali ke pos utama di beberapa kota, sebagian Kompi pasukan Siliwangi juga menyebar ke seluruh Jawa Barat hingga daerah DKI. Sebagian dari mereka melalui rute Sumedang-Subang hingga Ciasem untuk kembali ke pos perjuangannya.

Seorang sejarawan dalam bukunya berjudul Long March Siliwangi yang diterbitkan oleh Kata Hasta Pustaka pada 2007, menuliskan bahwa Kolonel TB Simatupang yang tanpa sengaja ikut dalam rombongan Siliwangi menyaksikan peristiwa tragis yaitu hilangnya istri dan anak-anak dari beberapa prajurit Siliwangi yang terseret arus saat mereka menyebrangi sungai yang sedang banjir. TB Simatupang sendiri bergabung bersama rombongan setelah selamat dari penculikan pasukan Belanda di Yogyakarta.

Long March Siliwangi, Perjalanan Panjang Prajurit Divisi Siliwangi Kembali Dari Yogyakarta ke Jawa Barat
Dikirim oleh Soeara Rakjat pada 20 Februari 2018
Long March pasukan Siliwangi yang membawa serta seluruh anggota keluarga mereka dengan berjalan kaki sekitar dua bulan lamanya menuju Jawa Barat, adalah perjuangan patriot-patriot bangsa demi mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Perjuangan yang akan dikenang untuk selama-lamanya, perjuangan putera-putera Tatar Sunda demi negara yang dicintainya. BDLV/TM
Hati-hati Bila Menerima Panggilan Telepon Misterius Dengan Kode +77

On December 28, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Techno. Belakangan ini, beberapa pengguna mengaku mendapat panggilan misterius dari nomor yang menggunakan kode negara asing dan bukan dari Indonesia seperti biasanya. Kode panggilan asing tersebut tidak menggunakan nomor kode Indonesia yang berawalan +62 lalu diikuti nomor seluler dari masing-masing operator seluler.

Menurut laporan, beberapa pengguna ponsel mendapatkan panggilan tak dikenal dengan kode nomor +77 atau +37. Biasanya, nomor ini akan menelepon hanya sekali kemudian ditutup. Para pelanggan yang merasa penasaran, kabarnya akan dikenakan biaya US$ 15-30 saat menelpon balik.

Nomor panggilan asing harus diwaspadai karena menipu
Persoalan tersebut sempat memicu kehebohan dan memunculkan pesan berantai yang viral di WhatsApp yang isinya meminta agar para pelanggan pengguna telepon seluler tetap berhati-hati bila menerima telepon aneh dan misterius ini.

Saat dikonfirmasi ke beberapa operator salah satunya Telkomsel, operator pemilik Simpati dan Kartu As ini tidak membantah jika ada beberapa pelanggannya yang melakukan komplain karena menerima panggilan dari kode nomor asing tersebut. GM External Corpcomm Telkomsel Denny Abidin menyebut bahwa nomor panggilan tersebut adalah sebuah spam.

“Sehubungan dengan adanya laporan pelangggan terhadap panggilan dari nomor yang diawali dengan +77, dapat kami sampaikan bahwa panggilan tersebut merupakan panggilan spam yang berasal dari luar negeri,” jelas Denny Abidin, melalui pesan singkatnya kepada CNN.

Denny juga menambahkan, bahwa pihaknya telah melakukan blocking pada panggilan international dari nomor tersebut. Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi Good Corporate Governance, Telkomsel akan selalu berusaha menjaga kenyaman dan keamanan para pelanggannya.

Di lain pihak, salah satu provider seluler besar lainnya yakni XL Axiata mengaku masih belum atau tidak mendapatkan laporan atau komplain dari pelanggannya terkait adanya panggilan dengan kode nomor +77 maupun kode asing lainnya.

Hal itu diungkap oleh General Manager Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih yang menyatakan bahwa pihaknya belum menerima adanya komplain dari para pelanggannya, "tidak ada komplain yang masuk dan sudah dicek tidak ada nomor XL yang terima telepon dari nomor itu, sih," ujar Tri Wahyuningsih.

Ia juga menegaskan agar para pelanggan XL Axiata tetap wasapada dan tidak sembarang mengangkat panggilan dengan kode nomor asing. Meski demikian, Tri Wahyuningsih menegaskan pihaknya akan tetap melakukan pemantauan.

Kode +77 sendiri adalah kode internasional yang merujuk ke negara Rusia atau Kazakstan. Belakangan, kode tersebut banyak dikeluhkan karena melakukan panggilan spam ke para pengguna telepon seluler di Indonesia. BDLV/TM
Jelang Libur Tahun Baru, Tol Jakarta-Cikampek Macet Parah Hingga Karawang Barat

On December 28, 2016 with No comments

Tol jkt cikampek arah cikampek macet parah

Soeara Rakjat, Jawa Barat. Jelang libur tahun baru, jalan tol Jakarta-Cikampek mengalami lonjakan dan kepadatan kendaraan sejak Rabu pagi 28 Desember 2016. Kemacetan parah pun mengulur dari arah Jakarta menuju Cikampek mulai dari exit Karawang Barat di KM 50 hingga GT Cikopo.

Hingga pukul 13.00 WIB siang, kemacetan panjang masih terus terjadi di ruas tol tersebut, arus kendaraan kembali lancar selepas KM 50 menjelang GT Cikarang. Kepadatan kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikopo kembali terjadi di KM 30 saat mengambil tiket di GT Cikarang barat dan mengulur hingga ke Bekasi Barat.
Tol  Jakarta-Cikampek arah Cikopo macet parah hingga GT Karawang Barat
Kepadatan di ruas tol ini adalah imbas dari membludaknya kendaraan yang akan menuju ke berbagai daerah baik di Jawa Barat, Jateng dan Jatim. Kemacetan ini diyakini sebagai imbas dari GT Cikopo di ruas tol Cipali yang meskipun tidak ada transaksi tetapi kendaraan akan melaju dengan pelan karena adanya GT Cikopo tersebut.

Meski demikian, kepadatan hanya terjadi di ruas tol dari arah Jakarta menuju Cikampek, sementara kendaraan dari arah sebaliknya ramai lancar dan hanya tersendat jelang GT Cikunir atau JORR/Tol Lingkar Luar.
Sementara itu, tol Purbaleunyi arah Bandung juga mengalami kepadatan yang sangat luar biasa. Untuk mengurangi kepadatan, kendaraan yang akan menuju Bandung kemudian dibuang keluar di GT Sadang untuk kemudian diarahkan melalui kota Purwakarta dan beberapa jalur alternatif lain seperti ruas Subang-Lembang salah satunya. BDLV/TM
Wehkreise, Strategi Panglima Besar Soedirman Saat Perang Mempertahankan Kemerdekaan

On December 27, 2016 with No comments

Wehkreise dan serangan panglima soedirman dan soeharto
Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade X/Wehkreise III
Soeara Rakjat, Historia. Wehkreise, adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Jerman yang merujuk pada sebuah sistem atau strategi dalam sebuah pertempuran. Wehkreise berarti lingkaran atau lingkungan pertahanan daerah yang memiliki basis dan kantung-kantung perlawanan.

Wehkreise pertamakali diterapkan oleh pasukan Nazi di bawah pimpinan Adolf Hitler dalam kecamuk Perang Dunia II di Eropa. Dengan sistem pertahanan tersebut, pasukan Nazi banyak meraih kemenangan demi kemenangan yang gemilang sebelum akhirnya menyerah kepada pasukan Sekutu.

Strategi Wehkreise juga pernah digunakan oleh pejuang Republik saat perang mempertahankan kemerdekaan ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II dan merebut Yogyakarta yang kala itu menjadi Ibukota Indonesia. Sistem ini digunakan untuk mempertahankan setiap daerah atau kepulauan maupun provinsi yang menjadi milik Republik dari pihak Belanda.

Awalnya, TNI sendiri menerapkan barisan pertahanan linier yang konvensional saat Belanda melancarkan Agresi Militer I pada Juli 1947. Saat Belanda berhasil menerobos pertahanan TNI di beberapa daerah, pasukan TNI sendiri tidak mundur melainkan membentuk basis atau kantung-kantung perlawanan. 

Saat pasukan penjajah menetapkan garis atau batas daerah yang mereka duduki dengan daerah Republik, pasukan TNI juga tetap menduduki basis atau kantung perlawanan di daerah yang diakui sebagai milik Belanda tersebut. Melihat situasi ini, Panglima Besar Soedirman kemudian kembali menyusun sebuah rencana baru.

Dengan dibantu oleh para ahli strategi militer di Markas Besar TNI seperti AH Nasution dan TB Simatupang, Panglima Soedirman lantas menginstruksikan seluruh pasukan TNI untuk menerapkan taktik Wehkreise. Strategi ini kemudian disahkan melalui Surat Perintah Siasat No.1, dan ditandatangani langsung oleh Panglima Soedirman pada November 1948.

Satu wilayah Wehkreise mencakup satu Karesidenan dan dipimpin oleh seorang komandan yang diberi kebebasan untuk menggelar perlawanan dan mengembangkan strategi pertempuran di lapangan dalam menghadapi Belanda. Selain sebagai pusat kekuatan militer, dalam satu wilayah Wehkreise juga terhimpun kekuatan politik, ekonomi, pendidikan hingga pemerintahan.
Salah satu yang paling berperan saat TNI mengusir Belanda dari Yogyakarta adalah Brigade X/Wehkreise III yang dipimpin oleh Letkol Soeharto. Dengan strategi ini, pihak Republik akhirnya berhasil memukul mundur Belanda dan kembali merebut Yogyakarta dalam sebuah peristiwa besar yang kini kita kenal sebagai Serangan Umum 1 Maret 1949. BDLV/TM
Singa Dangdut dan Mamanukan, Kesenian Tradisional Khas Masyarakat Pesisir Utara Jawa barat

On December 27, 2016 with No comments

Andi putra grup singa dangdut asal bongas indramayu
Sisingaan/Kuda Depok, kesenian khas masyarakat Pantura Jawa Barat
Soeara Rakjat, Jawa Barat. Khitanan atau sunatan dalam bahasa lokal khususnya di Jawa Barat, merupakan salah satu ritual atau prosesi yang diwajibkan bagi setiap anak laki-laki Muslim. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, tentunya sunatan sudah begitu membudaya selain sebagai sebuah kewajiban.

Di Jawa Barat khususnya di daerah pesisur utara, prosesi khitan ini selalu diwarnai dengan berbagai pagelaran atau parade seni budaya yang sudah dianut dan menjadi kearifan lokal bagi masyarakat sekitar. Di daerah Cirebon hingga Subang dan sebagian Karawang, dikenal adanya tradisi arak-arakan.

Awalnya, arak-arakan ini merupakan kesenian tradisional yang mewakili budaya lokal. Anak laki-laki yang akan di khitan, kemudian menaiki Sisingaan (patung singa dari kayu yang dipikul oleh empat orang) ataupun seekor kuda yang dirias (jaran urip) yang lantas diarak berkeliling kampung.

Sisingaan sendiri adalah kebudayaan asli masyarakat Subang yang kemudian menyebar ke beberapa daerah di sekitarnya. Sisingaan atau Kuda Depok menurut sebagian masyarakat Indramayu, belakangan ini sudah sedikit berubah dan bergeser dari pakem atau budaya aslinya.

Kesenian yang sering juga disebut juga odong-odong atau Citot tersebut kini sudah berpadu dengan kebudayaan modern. Jika dahulu kesenian ini selalu diiringi dengan seni kendang pencak, ketuk tilu maupun kesenian tradisional sejenis, kini kesenian ini menggunakan seni modern Pantura sebagai musik pengiringnya.

Jika dahulu hanya menggunakan Sisingan, kini beragam hewan hasil kreasi seperti dinosaurus, burung raksasa, gajah purba, terkadang juga buraq digunakan untuk mengganti Singa. Kesenian ini begitu digemari oleh masyarakat pesisir dari daerah Karawang, Subang, Cirebon, Indramayu hingga sebagian Brebes.

Salah satu grup kesenian Sisinggan atau Kuda Depok yang cukup terkenal saat ini adalah Andi Putra. Grup odong-odong atau Citot ini berasal dari Bongas, Kabupaten Indramayu. Tak hanya di daerah Indramayu, Andi Putra Grup juga sering pentas di sebagian daerah Cirebon, Subang dan Karawang.
Singa Dangdut Andi Putra beralamat di Desa Bongas Blok Pentil, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Selain bisa mendatangi langsung alamat padepokan singa dangdut tersebut, kita juga bisa menghubungi nomor 0823 2121 9222 dan 0852 2211 6397 untuk reservasi atau sekedar berkonsultasi. BDLV/TM
DPD PAN Subang, Menegakan Kehidupan Masyarakat Yang Amanah, Reformis dan Demokratis

On December 23, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Subang, adalah wadah dan induk organisasi bagi seluruh kader PAN yang ada di Kabupaten Subang. DPD PAN Subang menjadi pemersatu bagi masyarakat Subang yang menginginkan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka yang Amanah, Reformis dan Demokratis.
Rumah panl subang kantor dpd pan subang
DPD Pan Subang/Rumah PAN Subang
Sebagai partai yang lahir dalam era reformasi dan ketebukaan, tentunya PAN akan terus mengusung agenda reformasi dalam segala sendi kehidupan. DPD PAN Subang bertekad untuk terus mereformasi segala sisi kehidupan menjadi lebih baik, merubah yang belum baik menjadi baik dan yang sudah baik menjadi semakin lebih baik lagi.

Dengan mengusung jargon Amanat, Reformasi dan Demokrasi sebagai kerangka landasan utama dan agenda PAN ke depan, tentunya DPD PAN Subang berkeinginan untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik. Peningkatan dalam bidang kesejahteraan, pendidikan, kesehatan dan ketersediaan lapangan kerja adalah sebuah keniscayaan.

Hal itu pula yang kerap disampaikan oleh Ketua DPD PAN Subang Asep Rochman Dimyati atau yang lebih akrab disapa ARD. Dalam berbagai kesempatan baik dalam kegiatan formal partai maupun saat santai dengan para kader, ARD kerap mengemukakan pentingnya mewujudkan berbagai ide atau gagasan yang akan bisa besentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, khususnya di Subang, Jawa Barat.

Gagasan-gagasan tersebut diharapkan bisa menjadi pemicu bagi kader-kader PAN terutama yang duduk di legislatif untuk terus bekerja dan mengawal aspirasi masyarakat. Kader-kader PAN yang duduk di legislatif juga diharapkan mampu untuk menyuarakan dan mengimplementasikan kepentingan publik.

Tentunya hal tersebut bisa berjalan efektif jika jumlah kursi PAN di DPRD Subang juga semakin meningkat dari waktu ke waktu dan agar memiliki kekuatan yang signifikan. Fungsi institusi Dewan sebagai legislator dan alat kontrol, tentunya akan sangat mempengaruhi setiap kebijakan pemerintah agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat banyak.

Menyikap hal ini, tentunya DPD PAN Subang akan terus berusaha mengajak masyarakat agar lebih mengenal seluruh program dan agenda PAN ke depan. Karena dengan dukungan masyarakat pula DPD PAN Subang bisa menyuarakan sekaligus mengupayakan perbaikan demi perbaikan untuk masyarakat Kabupaten Subang.

Sebagai partai yang nasionalis, religius dan reformis, tentunya PAN berharap dukungan dari kader dan juga masyarakat pada umumnya untuk bisa bersama-sama membangun Subang agar lebih maju dan berkembang. BDLV/TM
Jelang Natal, GP Ansor Siap Terjunkan Anggotanya Untuk Menjaga Gereja

On December 22, 2016 with No comments

Anshor dan banser siap terjunkan anggota jaga gereja
GP Anshor Tana Toraja siap mengamankan Natal/foto ilustrasi
Soeara Rakjat, Daerah. Gerakan Pemuda Ansor Tana Toraja, dikabarkan akan turut membantu mengamankan perayaan Natal dan tahun baru. GP Ansor di daerah tersebut akan mengerahkan anggotanya untuk ikut menjaga gereja agar ibadah Natal bisa berjalan aman dan juga lancar.

Hal tersebut diungkap oleh Wakil Ansor Tana Toraja Ismail Marzuki, yang mengatakan bahwa pihaknya bertekad menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Tana Toraja. "Kami siap," ujar Ismail Kamis 22 Desember 2016, seperti ditulis MetroTV.

Menurut Ismail, sebanyak 40 anggota akan dipersiapkan untuk membantu kepolisian menjaga keamanan gereja."Kami memiliki 40 orang anggota, kami sudah siap melakukan pengamanan Natal tahun ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ismail juga mengatakan bahwa anggota yang dikerahkan tentunya akan disesuaikan dengan kegiatan gereja. Hal itu dilakukan karena tidak semua gereja akan menggelar misa Natal pada tanggal 24 atau 25 Desember esok.

"Misalnya satu hari ada 4 gereja yang merayakan natal, makan kami kirim orang ke empat gereja itu untuk melakukan pengamanan," tegas Ismail saat berada di Polres Tana Toraja, Jalan Bhayangkata Malangke, Bombongan, Makale, Sulawesi Selatan.

Ia juga menyatakan bahwa GP Ansor Tana Toraja akan berkoordinasi dengan Polres untuk ikut melakukan pengawasan. "Kami nanti ikut Polri, mengawasi benda yang dinilai mencurigakan," tutup Ismail.

Sementara itu, Kapolres Tana Toraja AKBP Arief Satriyo mengatakan, bahwa pihaknya akan mengerahkan sekitar 340 personel untuk mengamankan Natal dan tahun baru. Personel dari Kepolisian juga akan disebar di 2 ribu gereja yang ada di Kabupaten Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

Lebih lanjut, AKBP Arief Satriyo menegaskan aparat dari Polres akan difokuskan ke gereja-gereja besar. Sementara pengamanan gereja-gereja di wilayah kecamatan akan diserahkan ke Polsek selaku petugas keamanan di wilayah masing-masing.

Selain menerjunkan personel Brimob, jajaran Kepolisian di Tana Toraja juga akan menurunkan tim Penjinak Bahan Peledak atau Jihandak untuk diperbantukan mengamankan jalannya ibadah Natal dan mengantisipasi adanya tindakan terorisme. BDLV/TM 
Setelah Heboh di Medsos, Huruf Asing yang Menempel di Pancasila Akhirnya Di Bongkar, Netizen: Bravo TNI

On December 21, 2016 with 4 comments

Tulisan china di tugu pancasila dibongkar

Soeara RakjatSaat ini, Netizen di jejaring sosial sedang hangat memperbincangkan pembongkaran sebuah prasasti yang memuat ke lima Sila yang terdapat dalam Pancasila. Sebelumnya, dalam prasasti tersebut menempel huruf atau aksara asing persis di bawah huruf Indonesia yang menyatakan bunyi dari ke-5 sila tersebut.

Dalam foto yang saat ini beredar, tampak seorang personel TNI sedang membongkar prasati yang memuat sila Pancasila yang mana di dalamnya terdapat huruf asing atau aksara China. Tampak pula beberapa warga yang turut membantu personel TNI ini.
Tentunya hal tersebut mendapat antusiasme dan apresiasi dari publik khususnya Netizen di jagat maya. Mereka berpendapat bahwa tidak seharusnya butir-butir Pancasila menyertakan huruf-huruf asing di dalamnya.
Sebelumnya, sejak kemarin Netizen begitu heboh dengan beredarnya foto tugu atau monumen Garuda Pancasila karena di dalamnya menyertakan tulisan dalam bahasa dan aksara asing. Masih belum jelas dimana monumen ini berada, namun sebagian Netizen menyebut bahwa monumen ini berada di TMII.
"Bravo TNI dan Rakyat, Allahu Akbar!," seru seorang netizen yang terlihat membagikan foto terkait pembongkaran ini.

Akun Facebook milik Eko Prasetya ini langsung mendapat tanggapan positif dari mayoritas pengguna akun Facebook. Mereka juga sangat mengagumi pihak TNI yang begitu tanggap terhadap persoalan yang meresahkan Netizen beberapa hari ini. BDLV/TM
Lima Pesan Penting Panglima Besar Soedirman Soal Ketahanan Nasional dan Pangan

On December 21, 2016 with No comments

Pesan Panglima soedirman dan soeharto ketahanan pangan

Soeara Rakjat, Historia. Panglima Besar Jenderal Soedirman, adalah salah satu tokoh militer paling dikenal di Indonesia. Jenderal Soedirman terkenal berkat kegigihanya dalam perjuangan di masa-masa awal kemerdekaan. Panglima Soedirman juga dikenal sangat tegas dan tak kenal kompromi dengan bangsa asing.

Tak hanya soal perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan, Panglima Besar Soedirman bahkan memberi pesan akan pentingnya ketahanan nasional termasuk pangan. Beliau berpesan demkian agar bangsa Indonesia tidak selalu bergantung pada bantuan asing. Ada lima pesan penting yang disampaikan oleh Panglima Soedirman saat Belanda menyerang Yogya yang dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II.

Presiden Perkumpulan Patriot Pangan, Bugiakso, kembali mengingatkan akan pentingnya pesan Panglima Soedirman tersebut. Menurutnya, pesan ini bisa diterapkan dalam konteks mewujudkan kedaulatan pangan. Hal itu harus implementasikan karena selama 70 tahun merdeka, ternyata Indonesia masih belum mampu mewujudkannya.

Menurutnya, Indonesia saat ini bahkan menjadi negeri agraris di dunia yang nasibnya cukup ironis. Sampai saat ini, Indonesia bahkan lebih menggantungkan kebijakan pertaniannya melalui mekanisme impor pangan. Dikutip dari situs VIVA.co.id, Bugiakso pun kembali menyuarakan apa yang dipesankan oleh Panglima Soedirman saat perang kemerdekaan.

Pesan pertama adalah "Jangan pernah menyerah," ujar Bugiakso dalam siaran persnya, Selasa, 20 Desember 2016.

Bugiakso memaknai pesan ini sebagai aksi tanam kembali dengan kembali bertani, bercocok tanam, dan memanen. Bukan menjadi kuli dan membeli barang-barang asing dari luar negeri.

Pesan yang kedua adalah mempertahankan apa yang dimiliki dan merebut apa yang dikuasai lawan. Bugiakso menjelaskan bahwa tanah dan air yang kini masih ada dan bisa menghasilkan bahan pangan seharusnya bisa tetap dipertahankan.

Kemudian rakyat dan petani juga harus bisa merebut dan mendayagunakan lahan-lahan tidur. Air yang kini sudah dikuasai secara semena-mena oleh korporasi penyedia air, juga harus direbut kembali.

"Karena tanah dan air adalah kunci kedaulatan pangan, tanpa keduanya jangan bermimpi kita bisa mewujudkan kedaulatan pangan," tegas Bugiakso.

Pesan yang ketiga adalah jangan sekali-kali menunggu dan meminta bantuan asing. Dalam setiap usaha mewujudkan kedaulatan pangan, lanjut dia, negeri ini seharusnya melaksanakan agenda kerja pertaniannya.

"Keempat, Indonesia seharusnya bisa percaya pada kekuatan sendiri untuk mewujudkan agenda kedaulatan pangan. Dan terakhir adalah harus tetap disiplin," pungkasnya.

Apa yang diungkap oleh Bugiakso, memang sangat memberi arti dalam kondisi saat ini dimana kebijakan impor pangan masih tetap diberlakukan. Padahal, Indonesia sendiri adalah salah satu negara agraris terbesar di dunia.

Meski demikian, Indonesia juga pernah mencapai swasembada pangan dan masa-masa keemasan dalam bidang pertanian. Di masa Orde Baru, Indonesia bahkan pernah menjadi salah satu negara penghasil produk-produk pertanian terbesar.

Hal itu sangat mungkun karena Soeharto kala itu benar-benar menerapkan apa yang diamanatkan oleh Panglima Soedirman. Sejak muda, Soeharto memang dikenal sangat dekat dan bahkan pernah berjuang bersama dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Sejak menjadi Presiden di akhir tahun 1960-an, Jenderal Soeharto memang sangat memperhatikan dan menitik beratkan pada program-program pembangunan untuk pertanian. Bahkan irigasi-irigasi yang ada saat ini sebagian besar adalah hasil pembangunan bidang pertanian era Presiden Soeharto. BDLV/TM
Misteri Gunung Tangkuban Parahu dan Sangkuriang, Legenda Yang Hilang di Selatan Subang

On December 20, 2016 with No comments

Gunung tangkuban parahu dan legenda sangkuriang
Lanskap Gunung Tangkuban Parahu, Subang
Soeara Rakjat, Budaya. Gunung, merupakan salah satu elemen terpenting dalam kehidupan umat manusia. Gunung adalah sumber air dan juga sebagai sumber penghidupan lainnya perkebunan dan juga hasil hutan. Lebih dari itu, gunung juga berfungsi menjaga ekosistem dan keberlangsungan alam.

Gunung Tangkuban Parahu, adalah salah satu gunung yang sangat populer di pulau Jawa. Gunung dengan ketinggian 2.084 meter ini memiliki daya tarik dan pesona luar biasa bagi para wisatawan dan pecinta alam. Tangkuban Parahu adalah gunung berapi berbentuk Stratovulcan dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat.

Dengan suhu rata-rata harian sekitar 17°C pada siang hari dan 2°C di malam hari. Gunung ini memang sangat ideal untuk bisa menenangkan suasana hati yang sedang penat. Tangkuban Parahu juga memiliki beragam kawasan hutan yang menakjubkan. Selain terdapat hutan gunung atau Ericaceous, terdapat juga kawasan hutan lainnya termasuk hamparan kebun teh di kawasan kaki gunung.

Sebagai gunung yang berada di Jawa Barat, Tangkuban Parahu juga selalu dihubung-hubungkan dengan kisah atau legenda mistis yang menjadi budaya masa lalu masyarakat Sunda. Jawa Barat, memang disebut sebagai Tatar Parahyangan yang secara bahasa berarti para Sanghyang atau bisa juga diartikan sebagai tempat yang tinggi.

Jawa Barat memang memiliki sejarah yang indah dengan masa lalunya. Selain keberadaan Pelabuhan Sunda Kalapa (kini Jakarta) yang di masa lampau adalah wilayah kekuasaan Prabu Siliwangi dari Pajajaran, di Jawa Barat juga pernah berdiri Kerajaan Tarumanagara. Tarumanagara adalah kerajaan Hindu pertama di tanah Jawa yang berdiri sekitar abad 7 Masehi.

Salah satu peninggalan budaya yang menceritakan asal-usul gunung Tangkuban Parahu adalah kisah Sangkuriang atau sering di sebut juga Sang Guriang. Disebut juga Sang Guriang karena Jaka Sona atau Sangkuriang ini berguru pada penguasa bangsa lelembut yang bernama Guriang Tujuh. Atas bantuan bangsa lelembut inilah Sangkuriang akhirnya berhasil membuat dan membendung kali Citarum dalam waktu semalam.

Dalam sebuah dongeng klasik Sunda disebutkan bahwa sejak diusir oleh ibunya, Sangkuriang berkelana ke wilayah timur dan banyak menaklukan para jawara dari bangsa manusia maupun para lelembut. Sangkuriang memang sangat sakti karena ia adalah cucu dari Prabu Sungging Perbangkara yang kala itu memiliki sebilah Kujang pusaka yang tak ada tandingannya.

Sementara nenek sangkuriang adalah seekor babi hutan bernama Wayungyang yang konon adalah seorang bidadari yang dikutuk. Saat Wayungyang bertapa ingin kembali menjadi manusia, Prabu Sungging Perbangkara yang sedang berburu ini lantas buang air kecil dan tanpa sengaja tertampung dalam tempurung. Air seni sang prabu lantas diminum oleh Wayungyang lalu hamil dan melahirkan Dayang Sumbi atau Rarasati, ibunda Sangkuriang.

Diceritakan sekembalinya mengembara dari arah timur setelah sebelumnya diusir Dayang Sumbi karena membunuh Si Tumang, keduanya akhirnya bertemu dan memadu asmara. Dayang Sumbi sendiri dianugerahi awet muda karena ia merupakan keturunan bidadari dari alam Kadewatan.

Saat Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah Jaka Sona anaknya, Sangkuriang sendiri justeru sedang berusaha untuk melamarnya. Sanguriang pun bersikukuh bahwa Dayang Sumbi bukanlah ibunya. Untuk menggagalkan niat Sangkuriang, Dayang Sumbi lantas meminta agar Sangkuriang membuat Perahu dan Telaga atau danau dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum.

Karena merasa memilki banyak bantuan dari bangsa lelembut yang membuatnya sakti, Sangkuriang pun menyanggupinya. Maka dibuatlah Perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di sebelah timur, yang tunggul/akar pokok dari pohon itu lalu berubah menjadi gunung Bukit Tunggul. Sementara rantingnya yang ditumpuk di sebelah barat mejadi gunung Burangrang. 

Melihat bendungan hampir selesai, Dayang Sumbi memohon kepada Tuhan agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Ia lalu menebarkan irisan boeh rarang (kain putih sejenis kafan hasil tenunan) yang membuat sang fajar langsung terbit. Sangkuriang sangat marah, ia lantas menjebol bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro. Sumbat yang ia gunakan untuk membendung sungai Citarum lalu dilemparkan ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. 

Setelah itu, air Talaga Bandung hasil membendung Citarum pun kembali surut. Perahu yang selesai dibuat lalu ditendang ke utara dan menjelma menjadi Gunung Tangkuban Parahu. Sangkuriang lalu mengejar Dayang Sumbi yang tiba-tiba menghilang di Gunung Putri dan berubah wujud menjadi sekuntum Bunga Jaksi. Sangkuriang sendiri kemudian menghilang ke alam gaib. Sangkuriang ngahyang dan ngageugeuh dari kawasan Ujung Berung, Bandung hingga perbatasan Subang.

Legenda Sangkuriang adalah sebuah kearifan lokal yang menggambarkan betapa pentingnya kelestarian alam antara gunung, sungai dan hutan. Ketika semuanya terjaga, maka manusia bisa lalayaran make parahu dina situ. Sebuah Parahu yang menjadi simbol kehidupan yang kini berubah wujud menjadi sebuah gunung api purba yang cantik dan menarik.

Parahu adalah bahtera kehidupan bagi manusia, parahu juga digambarkan sebagai dunia dan seisinya. Saat Allah SWT menghukum manusia yang ingkar dengan mengirim banjir besar, atas kehendaknya pula Nabi Nuh dan para leluhur umat manusia beserta seluruh hewan juga tumbuhan yang menaiki Parahu besar bisa terselamatkan.

Sangkuriang dan Dayang Sumbi, Legenda Asal-Usul Gunung Tangkuban Parahu
Dikirim oleh Soeara Rakjat pada 21 Februari 2018

Meski demikian, kita tidak tahu apakah Sangkuriang dan Tangkuban Parahu hanya legenda atau nyata? Karena legenda juga erat kaitannya dengan kehidupan nyata. Beberapa naskah kuno juga menyebut gunung adalah kerajaan tempat bersemayam bangsa halus. Dunia pewayangan mengatakan gunung adalah perbatasan antara dunia nyata dan gaib. Sebuah sekte agama kuno di Jawa bahkan meyakini bahwa gunung adalah jalan atau tangga menuju Nirwana. BDLV/TM
Habib Rizieq Dinobatkan Sebagai Man of the Year Karena Dinilai Mampu Menjaga Kedamaian

On December 20, 2016 with No comments

Man of the years dianugerahkan kepada Habib rizieq  http://www.sorak.in

Soeara Rakjat, Jakarta. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, dinobatkan sebagai Man of the Years oleh Komunitas Warga Tionghoa. Penghargaan itu diberikan karena Habib Rizieq dianggap telah mampu membawa kedamaian dalam Aksi 212 Bela Islam Jilid III, pada 2 Desember lalu.

Ketua Komtak Lieus Sungkarisma mengatakan, masyarakat khususnya warga keturunan Tionghoa memandang perlu untuk memberikan apresiasi kepada Habib Rizieq. Pemimpin FPI ini dinilai mampu mengendalikan aksi 212 menjadi aksi super damai sehingga tidak merembet ke masalah SARA.

"Begini, kita kan orang Tionghoa melihat demo 212 ini sepertinya menakutkan, tapi ada jaminan dari Habib Rizieq tidak akan menyamber ke SARA, ini karena kebetulan Ahok yang jadi gubernur ini Tionghoa, kemudian dianggap menista. Tetapi sebetulnya tidak ada masalah SARA dalam aksi tersebut," jelas Lieus kepada detik.com, Selasa (20/12/2016).

Lebih lanjut Lieus mengatakan, Habib Rizieq memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa aksi 212 bukan untuk menimbulkan kebencian terhadap kalangan minoritas. Ia juga menyebut Habib Rizieq ini sangat luar biasa, untuk itulah pihaknya memberikan apresiasi. Lieus juga meluruskan pandangan sebagian orang yang menilai aksi 212 sebagai aksi untuk menggulingkan Ahok yang kemudian dikaitkan dengan SARA.

"Ini (demo) karena Ahok punya indikasi korupsi kita demo, bukan karena dia orang Tionghoa, Kristen. Itulah kesamaan kita," lanjutnya.

"Figur Rizieq ini diperlukan untuk negeri ini. Bangsa harus berubah jangan menuduh seseorang kalau belum tahu seperti apa," tambahnya.

Penobatan Habib Rizieq Shihab sebagai Man of the Years sendiri diberikan oleh dua komunitas masyarakat Tionghoa yakni Muslim Tionghoa Indonesia (Musti) pimpinan Jusuf Hamka dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) pimpinan Lieus Sungkarisma. Penganugerahan akan digelar di Restoran Al Jazeera, Jl Johar No 8, Jakarta Pusat pada Kamis 22 Desember mendatang.

Komtak dan Musti juga sudah merilis melakukan konferensi pers terkait rencana pemberian anugerah 'tokoh Indonesia 2016' kepada Rizieq tersebut, di tempat yang sama. Ahmad Dhani dan Farhat Abbas juga dikabarkan turut hadir untuk melakukan Islah.

"Nanti Ahmad Dhani dan Farhat Abbas juga akan hadir, mereka mau islah. (Kenapa islah) karena mereka sama-sama hadir di 212, kita berharap dengan adanya islah ini dapat rukun kembali," jelasnya.

Komunitas Tionghoa Anti Korupsi merupakan salah satu organisasi yang intens menyoroti masalah korupsi di tanah air dan keberadaannya sudah cukup lama. "Komtak ini berdiri sejak KPK zaman pak Ruki (Taufiqurahman Ruki) menjadi pimpinan KPK pertama," terang Lieus Sungkarisma. BDLV/TM
Supermarket 212 Versi Sederhana Ternyata Sudah Ada, Inilah Dia Tempat dan Alamatnya

On December 20, 2016 with No comments

Supermarket 212 pertama berdiri di banten

Soeara Rakjat, Netizen. Supermarket 212 atau sering disebut juga Muslim212Mart oleh para Netizen, belakangan ini mendadak menjadi perbincangan hangat. Kabarnya, umat Islam dan beberapa pihak akan bekerjasama untuk segera mendirikan usaha bersama yakni Supermarket 212.

Tentunya banyak yang merasa penasaran dan bertanya-tanya kapan, dimana dan bagaimana bentuk dari Supermarket 212 tersebut. Namun tentunya publik juga harus sedikit bersabar karena Supermarket 212 sendiri masih dalam tahap penggodokan dan pembentukan baik keanggotaan, kepengurusan maupun badan usahanya.

Namun begitu, ada beberapa kalangan yang kemudian merasa sangat terinspirasi oleh Supermarket 212 ini. Seorang Netizen bahkan membagikan beberapa foto ke akun Facebook miliknya terkait keberadaan sebuah Supermarket 212 tersebut.
Rest Area #212Mart
Namun apa yang ia bagikan tampaknya bukanlah sebuah Supermarket tetapi sebuah toko yang menamakan dirinya sebagai #212Mart. Selain nama tersebut, toko ini juga menyatakan dirinya sebagai Warung Grosir Rakyat Indonesia. Belanja murah, bersih, halal dan berkah, begitulah beberapa kalimat yang mempertegas keberadaan #212Mart ini.

"Pas pulang kemaleman lihat warung 212 warung milik Muslim, pas mau beli air minum eh malah dikasih. Luar biasa harganya sangat miring bahkan jungkir balik," ujar Sugleli Al-Azam, seorang Netizen yang terlihat pertamakali membagikan foto 212Mart ini.
Karena menurutnya banyak yang bertanya-tanya tentang keberadaan dan lokasi dari 212Mart, ia pun lantas memberi alamat sekaligus detail dari lokasinya. "Jl. Raya Anyer, Pintu Aer, Ciwandan, Kota Cilegon Banten," ungkapnya. BDLV/TM
Mau Ngecor, Mobil Bermuatan Beton Ini Malah Amblas di Desa Muara Ciasem

On December 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Muara. Sejak tadi siang, warga Dusun Sindanglaut II, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat, terlihat diwarnai kesibukan. Pasalnya ada sebuah mobil dengan bobot ratusan ton yang terjebak di ruas jalan di kawasan ini saat hendak parkir.
Mobil bermuatan cor amblas di desa muara ciasem blanakan
Mobi pengangkut beton curah terperosok
Mobil bermuatan beton cair ini sendiri akan melakukan pengecoran di sekitar dusun tersebut. Namun saat akan parkir untuk balik arah, mobil ini malah amblas di sekitar jalan yang akan dicornya. Tentunya hal tersebut mengundang perhatian warga yang sejak awal memang sudah turut membantu pengerjaan pengecoran jalan tersebut.

Seorang warga bahkan mengaku sangat kesulitan untuk bisa membuat kendaraan truk berat ini lepas dari jebakan. Apalagi jalan di sekitar daerah ini juga masih sangat lembek karena pada beberapa hari yang lalu diguyur hujan.

Butuh kerja keras dan gotong royong dari seluruh warga untuk bisa mengangkat dan membuat mobil ini bisa bergerak. Namun begitu, warga juga merasa senang saat bergotong-royong karena jalan di sekitar lingkungannya sudah diperbaiki.
Seorang warga Sindanglaut II membantu mobil cor yang terjebak
"Kerjasama yang baik masyarakat Sindanglaut II untuk ikut bergotong-royong mengangkat mobil bermuatan beton cor yang amblas. Warga ikhlas dan merasa senang karena jalan di sini sudah diperbaiki, semoga lancar," ujar Mas Kobel di lokasi, Senin (19/12). BDLV/TM
19 Desember 1948, Belanda Menyerang Yogyakarta Dengan Manuver Udara Operasi Gagak di Angkasa

On December 19, 2016 with No comments

Operasi gagak operatie kraai belanda 19 maret 1949

Soeara Rakjat, Historia. Menjelang pagi, ketika kehidupan mulai menggeliat dan sebagian warga kota memulai aktivitasnya pada 19 Desember 1948 tepat pukul 05.00 WIB, warga dikejutkan oleh pesawat tempur yang menderu, meraung dan bermanuver di langit kota Yogyakarta. Hanya sekitar 5 menit berselang, lalu terdengar ledakan sangat keras dari Lapangan Udara Maguwo.

Belasan pesawat tempur milik Belanda yang saat itu adalah yang tercanggih di dunia pada masanya memang sengaja datang untuk merebut Yogya. Squadron udara yang terdiri dari pesawat pembom F-51 Mustang, B-25 Mitchell dan P-40L Kitty Hawks tersebut lantas membobardir dan juga menghujani Maguwo dengan senapan mesin. Pesawat tempur Belanda melakukan pengeboman untuk mengamankan pendaratan pasukan elit mereka.

Sekitar dua kompi pasukan Korps Speciale Tropen atau KST diterjunkan dari pesawat Dakota. Pasukan elit baret merah andalan Belanda dibawah pimpinan Kapten Eekhout ini diterbangkan dari Lapangan Udara Andir Bandung. KST diterjunkan sebagai pasukan perintis atau pendobrak. Tugas mereka adalah mengamankan wilayah pendaratan dan sekitarnya agar pesawat angkut Belanda bisa mendarat dengan aman di Maguwo.

Pemboman dan pendaratan KST menjelang pagi ini merupakan aksi pembuka Operatie Kraai atau Operasi Gagak. Serangan dengan sandi operasi gagak ini kini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II. Belanda sendiri menyebut bahwa operasi mereka yang telah melanggar gencatan senjata ini sebagai aksi polisionil untuk mengamankan para perusuh di wilayah yang kemudian mereka klaim sebagai miliknya.

Panglima Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) Letnan Jenderal Simon Hendrik Spoor, adalah inisiator dari serangan ini. Operasi Gagak di bawah komando Spoor jelas telah melanggar perjanjian Renville 17 Januari 1948 yang menyebutkan bahwa Belanda mengakui kedaulatan Indonesia yang meliputi wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Sumatera.

Sejatinya, Belanda memang sudah terbiasa melanggar janjinya. Negeri Kincir Angin ini juga pernah melanggar hasil dari Perundingan Linggarjati saat mereka melakukan Agresi Militer Belanda I pada 1947. Sebagai negara Eropa yang pernah terjajajah oleh Jerman saat Perang Dunia II, Belanda sepertinya lupa bagaimana pahitnya menjadi bangsa tertindas.

Sebagai negara ketimuran yang bersikap luhur dan jujur, bangsa Indonesia tak menyangka bahwa Belanda akan berbuat culas. Bangsa Indonesia seolah lupa akan kelicikan Belanda yang telah menjajah bangsa Indonesia. Sama halnya dengan Agresi Militer Belanda I, pihak Indonesia juga tak siap saat Belanda melakukan Agresi Militer II. 

Bangsa Indonesia sama sekali tidak menyangka akan adanya serangan dari Belanda. Terlebih, saat itu juga ada perwakilan Komisi Tiga Negara dari Australia dan Amerika Serikat yang mengawasi hasil perundingan Renville di Yogyakarta. Tapi ternyata Belanda memang tak tahu diri dan tetap nekat menyerang Indonesia yang saat itu dalam sorotan dunia sebagai negara baru merdeka.

Belanda sendiri  tidak mengumumkan adanya perang. Mereka baru mengumumkan perang setelah pasukan komandonya menyerbu Maguwo. Setelah adanya serangan ke Maguwo, Indonesia baru menyadari bahwa Belanda kembali mengkhianati dan mengingkari perjanjian.

Pertempuran yang tak seimbang pun pecah antara KST dengan Angkatan Oedara Republik Indonesia di Maguwo. Sekitar 150 Tentara Indonesia dengan senjata seadanya, memang bukan tandingan KST baret merah Belanda. Selain itu, persenjataan berat milik TNI sebelumnya sudah diangkut dari Maguwo untuk latihan perang. Sedikitnya 40 prajurit TNI gugur sementara tak satupun tentara Belanda yang tewas.

Pesawat Dakota kemudian terbang ke Semarang untuk menjemput pasukan Baret Hijau. Hanya dalam waktu singkat, Dakota C-47 Belanda berhasil melakukan banyak penerbangan antara Maguwo-Kalibanteng dan mendaratkan dua batalyon pasukan di bawah pimpinan Letnan Kolonel Van Beek. Turut serta pula Komandan Brigade Tijger, Kolonel Van Langen dalam penyerbuan yang melibatkan 2.600 pasukan komando ini.

Dalam upayanya merebut Yogya yang saat itu menjadi Ibukota Indonesia, Belanda tak hanya menerjunkan pasukan elitnya. Penjajah juga mengerahkan Panzer, Tank ringan dan kendaraan lapis baja lainnya. Melihat kekuatan militer Belanda saat itu, Jenderal Spoor sangat bangga akan keberhasilan pasukannya yang bisa merebut Yogyakarta dalam tempo yang singkat.

Selain saat itu TNI belum terlatih untuk menghadapi serbuan pasukan komando yang cepat dan tiba-tiba, kekuatan persenjataan Belanda juga jauh lebih kuat. Saat menyerbu Yogya, Belanda melibatkan sekitar 3 divisi KL, 23 Batalyon Infanteri KNIL dengan dukungan Kavaleri, Artileri, Zeni pesawat tempur dan yang lainnya.

Meski jumlahnya mungkin lebih banyak, tetapi karena minim peralatan dan persenjataan tentunya prajurit TNI sulit untuk dimobilisasi secara mendadak. Tanpa perlawanan berarti, Belanda langsung menuju Istana Presiden. Hanya berlangsung sehari, menjelang petang Belanda sudah bisa menguasai Yogya. Saat itu Jenderal Spoor bahkan menyebut bahwa Republik Indonesia hanya tinggal cerita.

Belanda yang berhasil merebut Yogya lantas menahan Bung Karno dan Mohammad Hatta yang kemudian di buang ke Ende. Sementara Panglima Soedirman mundur ke hutan untuk melakukan perang gerilya. Panglima Besar lalu menjalankan strategi Aloha, yaitu mengembalikan TNI dari satuan Siliwangi ke Jawa Barat. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Long March Siliwangi.

Namun Belanda tak pernah menyangka bahwa kekuatan TNI tetap ada, semakin kuat dan nyata. Dua bulan kemudian, Panglima Besar Jenderal Soedirman menyerukan sebuah serangan besar-besaran untuk merebut kembali Yogya. Sebuah serangan yang akhirnya mengusir Belanda dari bumi Nusantara. Serangan yang mengakhiri keberadaan Belanda yang telah beratu-ratus tahun menjajah bangsa Indonesia untuk selama-lamanya.

Agresi Militer Belanda II, Desember 1948 Belanda Menyerang Lapangan Terbang Maguwo Harjo Yogyakarta Melalui Operasi Gagak
Dikirim oleh Soeara Rakjat pada 21 Februari 2018
Panglima Besar kita memerintahkan agar seluruh kekuatan TNI yang ada untuk segera bersiap melawan Belanda. Di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soeharto yang saat itu memimpin Brigade X Divisi III, TNI pun menunjukan jati dirinya. Dengan pekik takbir dan maju tak gentar, TNI dan rakyat akhirnya berhasil mengusir Belanda melalui sebuah pertempuran dahsyat dalam sebuah epik yang kini lebih kita kenal sebagai Serangan Umum 1 Maret 1949. BDLV/TM
Sambut Akhir Tahun, Toserba Yogya dan Markoni Motor Pamanukan Gelar Diskon Besar-Besaran

On December 18, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Pamanukan. Sambut akhir tahun, Markoni Motor dan Toserba Yogya Pamanukan bekerja sama dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan setianya. Keduanya lantas memberikan diskon besar-besaran sekaligus servis gratis pada para konsumen yang berbelanja sejak hari ini hingga menjelang akhir tahun 2016 nanti.
Toserba yogya pamanukan dan markoni motor gelar diskon tahun baru
Toserba Yogya Pamanukan, Subang, Jawa Barat
Dengan hanya berbelanja sedikitnya Rp 100.000 di Toserba Yogya Pamanukan, para konsumen sudah bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari mekanik-mekanik handal Markoni Motor. Dengan menunjukan struk belanja minimal Rp 100.000 tersebut, konsumen akan diberikan servis gratis oleh Markoni Motor Pamanukan.

Hal tersebut diungkap oleh salah satu kepala divisi pemasaran Markoni Motor, Hartono Syarifudin. Ia mengatakan bahwa program ini adalah dalam rangka menyambut akhir tahun sekaligus memberikan apresiasi kepada para pelanggan setia Markoni Motor maupun Toserba Yogya selama ini.

"Belanja minimal Rp 100.000 di Toserba Yogya Pamanukan, akan mendapat Servis Gratis di Markoni Motor Pamanukan. Promo berlaku hingga akhir tahun 2016," ungkap Hartono, melalui pesan singkat pada Minggu, 18 Desember 2016.
Tentunya ini adalah sebuah kabar gembira bagi warga Pamanukan dan sekitarnya. Selain bisa berbelanja dengan harga diskon, pengunjung juga akan dimanjakan dengan adanya program Servis Gratis dari Markoni Motor Pamanukan. BDLV/TM
Dengan Cara Dipikul Bapak Asal Purwakarta Ini Menjual Celengan Hingga ke Bandung

On December 17, 2016 with No comments

Dengan dipikul, pria ini berjualan dari purwakarta ke bandung

Soeara Rakjat, Jawa Barat. Netizen di jejaring sosial Facebook, kembali dihebohkan oleh sebuah postingan seorang Netizen yang sangat mengharu biru perasaan. Postingan dalam bentuk video ini begitu mengundang perhatian karena menayangkan kegigihan seorang pria yang terbilang berusia tua dalam bekerja.

Seorang pria penjual celengan yang mengaku berasal dari Purwakarta, Jawa Barat ini setiap harinya rutin berjualan ke sekitar daerah Bandung Barat. Kegigihan pria yang menjajakan dagangannya dengan cara dipikul ini tentu saja mengundang rasa haru dari beberapa warga yang menyaksikannya.
Saat melihat kakek ini melintas di sekitar kompleks perumahannya, seorang warga lantas memanggil dan mengajak pria tua asal Purwakarta ini untuk singgah di rumahnya. Saat ditanya, pria ini menjawab bahwa ia memang rutin berjualan ke Bandung dari rumahnya di sekitar Cikalong Wetan.

Meski ia juga menggunakan angkutan umum sebelum akhirnya berkeliling dengan cara dipikul, namun tentunya hal tersebut tetap saja sebuah pekerjaan yang sangat melelahkan. Hal itu pula yang mengundang rasa keprihatinan dari seorang warga atas perjuangannya.
Seorang sahabat Netizen bernama Naila Alba Ali ini juga lantas memberikan sejumlah uang kepada kakek tersebut. Ia mengatakan bahwa uang tersebut adalah titipan dari seseorang yang merupakan sebuah amanah dan harus disampaikan kepada bapak penjual celengan asal Purwakarta ini.
Hingga saat ini, postingan tersebut mengundang beragam tanggapan dari sesama Netizen lainnya. Selain mengagumi perjuangan bapak penjual celengan, Netizen juga sangat mengaggumi sifat kedermawanan warga ini. Beberapa Netizen lantas mencoba untuk turut membantu dengan menghubungi akun Facebook Naila Alba Ali yang menyimpan no HP bapak ini. BDLV/TM
Jika Tetap Bermain Seperti Leg I, Indonesia Bisa Kalahkan Thailand dan Menjadi Juara

On December 17, 2016 with No comments

Peluang timnas indonesia di bangkok thailand http://www.sorak.in

Soeara Rakjat, Football. Tim Nasional Indonesia, kembali akan bersua dengan Thailand dalam partai final leg II piala AFF. Sebelumnya, Indonesia mengungguli Thailand dengan skor 2-1 di Cibinong, Bogor, Jawa barat, Rabu 14 Desember lalu.

Sejatinya, Tim Merah Putih hanya butuh hasil seri untuk bisa menjadi juara. Dengan mengantongi keunggulan 1 gol kandang, minimalnya Indonesia bisa memaksakan hasil seri dalam laga yang di gelar di stadion Rajamandala Bangkok malam ini.

Andaipun kalah, Indonesia harus bisa memasukan lebih dari 1 gol dan akan unggul karena lebih sedikit kebobolan di kandang. Apapun opsinya, tentunya rakyat Indonesia berharap agar Tim Garuda mampu merengkuh gelar juara untuk kali pertamanya.

Namun mengalahkan Thailand di kandangnya tentu tidaklah mudah. Tim negeri Gajah Putih sangat berpengalaman, terorganisir dan penuh determinasi. Sungguh pekerjaan yang tidak mudah yang harus dilakoni oleh tim besutan pelatih Alferd Riedl ini.

Selain iru, partai puncak AFF yang mempertemukan Indonesia dan Thailand sendiri sudah terjadi sebanyak dua kali. Dan untuk dua kali pula Timnas Thailand mampu menyudahi perlawanan Indonesia dan merengkuh gelar juara.

Meski demikian, dengan dukungan supporter Indonesia di stadion dan seluruh rakyat Indonesia di tanah air, Rizky Pora, Hansamu Yama dan kawan-kawan diharapkan mampu untuk mewujudkan mimpi bangsa Indonesia menjadi juara AFF untuk yang pertama.

Saat final leg I yang di gelar di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, banyak para pengamat dan juga insan sepakbola tanah air yang merasa sepakat jika Rizky Pora didapuk sebagai salah satu pemain terbaik Timnas Indonesia dalam pertandingan tersebut.
Selain melesakan gol pertama sebagai penyeimbang setelah gawang Indonesia kebobolan, Rizky Pora juga berperan besar dalam menciptakan assist untuk Hansamu Yama saat Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Thailand melalui sepak pojok. BDLV/TM
Panglima Besar Soedirman, Jenderal Terbesar Sepanjang Sejarah TNI dan Bangsa Indonesia

On December 17, 2016 with No comments

Kelahiran panglima besar jenderal soedirman

Soeara Rakjat, Historia. Panglima Besar Soedirman, adalah seorang tokoh militer yang paling berpengaruh sekaligus terdepan dalam perjuangan membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajahan. Jenderal Soedirman sudah mengabdi dan turut berperang sejak masa pendudukan Jepang maupun kembalinya pasukan Belanda (NICA) yang membonceng pasukan sekutu pasca Perang Dunia II.

Jenderal Besar Soedirman lahir pada 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah. Soedirman yang berasal dari keluarga rakyat ini lantas diberi gelar Raden oleh suami dari bibinya yaitu Raden Cokrosunaryo seorang camat di daerah tersebut. Menurut catatan keluarga, Soedirman lahir pada Minggu Pon saat bulan Maulud dalam penanggalan Jawa.

Saat Soedirman lahir, orang tuanya yaitu pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem, sedang tinggal di rumah saudari Siyem yaitu Tarsem di Rembang, Bodas Karangjati, Purbalingga. Karena kondisi ekonomi yang lebih baik, Suami Tarsem yang seorang camat dan priyayi Jawa ini kemudian mengadopsi Soedirman kecil yang kelak akan menjadi seorang Jenderal perang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Soedirman menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja di Cilacap karena setelah pamannya yang sekaligus ayah angkatnya ini pensiun, mereka lantas kembali ke kampung halamannya. Cokrosunaryo mendidik Soedirman dengan epik kepahlawanan, etika moral dan budaya serta tata cara priyayi Jawa. Soedirman pun tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pemberani.

Selain pendidikan umum, Soedirman dan saudaranya Muhammad Samingan mengenyam pendidikan agama di bawah bimbingan Kyai Haji Qohar. Soedirman adalah anak yang taat dengan ajaran agama Islam dan selalu tepat waktu menjalankan shalat. Ia bahkan dipercaya untuk selalu mengumandangkan Adzan dan Iqamat.

Berpuluh tahun kemudian, Soedirman pun menjelma menjadi seorang pemimpin yang penuh dedikasi. Bahkan saat menjabat Panglima setelah Indonesia merdeka, Jenderal Besar Soedirman tetap berjuang dan tak peduli dengan sakitnya. Saat terbaring karena sakit, ia tetap berusaha untuk bisa hadir di tengah-tengah pasukannya.

Saat Belanda kembali menyerang dan menguasai Yogya pada pertengahan Desember 1948, Jenderal Besar Soedirman tetap berusaha untuk maju memimpin pasukan Indonesia. Tak peduli dengan rasa sakitnya, sang Jenderal Besar ini tetap mengatur strategi untuk berperang.

Jenderal Soeharto adalah salah satu perwira muda yang paling dekat dengan Panglima Soedirman. Soeharto yang kala itu memimpin Divisi Wehkreise III ini lantas diberi kepercayaan oleh Panglima Soedirman untuk menjadi pemimpin dalam upaya merebut kembali Yogyakarta yang kala itu menjadi Ibukota Indonesia.
Panglima Besar Jenderal Soedirman meninggal di Magelang pada 29 Januari 1950 dalam usia 34 tahun. Pada tahun 1997, pemerintah RI kemudian memberi gelar kehormatan sebagai Jenderal Besar kepadanya. Panglima Besar Soedirman adalah pengatur strategi dalam salah satu peristiwa paling bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949. BDLV/TM