ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Sandiwara Radio Saur Sepuh, Legenda Para Pendekar Tangguh di Jawa Dwipa dan Bumi Nusantara

On November 21, 2016 with No comments

Sandiwara radio saur sepuh brama kumbara

Soeara Rakjat, Saur Sepuh, adalah sebuah sandiwara radio yang begitu populer di pertengahan tahun 1980. Saur Sepuh juga disebut Master of the Legend atau legenda terbesar dari sandiwara radio yang pernah ada di Indonesia. Saur Sepuh berkisah tentang perjalanan seorang pendekar sakti mandraguna bernama Brama Kumbara, yang kemudian menjadi raja di Madangkara, sebuah kerajaan di Tatar Sunda.

Sandiwara Radio Saur Sepuh adalah karya besar dari Niki Kosasih, yang disiarkan melalui media radio hampir di seluruh wilayah Indonesia saat itu. Sandiwara ini berlatar Kerajaan Majapahit sebuah kerajaan Hindu-Budha di masa kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk. Serial ini begitu fenomenal dan mampu menghipnotis para pendengarnya. Pada jam-jam tertentu saat Saur Sepuh mengudara, sebagian besar masyarakat kita akan menghentikan aktivitasnya untuk mendengarkannya.

Bagi sebagian masyarakat, saat itu radio juga masih tergolong barang yang langka. Tidaklah mengherankan jika sebagian mereka yang masih belum memiliki radio lantas berkumpul di rumah teman, saudara atau tetangga dan mendengarkan petualangam Brama Kumbara bersama-sama. Selain alur kisah dari serial ini, saat itu juga begitu familiar di telinga masyarakat akan hadirnya beberapa produk iklan yang menjadi sponsornya.

PT Kalbe Farma, adalah perusahaan farmasi yang menjadi mitra utama dari serial yang berdurasi 30 menit di setiap jam siarnya. Beberapa produk obat-obatan pun menjadi sangat populer saat itu. Terlebih, iklan dari produk Kalbe Farma ini juga sebagian besar menggunakan pemeran Saur Sepuh sebagai bintangnya.

Serial Saur Sepuh sendiri tergolong sandiwara radio yang memiliki alur cerita cukup panjang. Saur Sepuh terbagi dalam banyak episode yang dalam setiap episidenya akan ada 60 seri yang disiarkan setiap hari di radio-radio kesayangan masyarakat saat itu. Butuh waktu sekitar dua bulan untuk menghabiskan setiap satu episode, yang terbagi dalam 60 seri yang mengudara setiap hari.

Sandiwara ini melahirkan begitu banyak tokoh-tokoh fenomenal selain tokoh Brama Kumbara sendiri. Mantili, Raden Samba, Patih Gotawa, Kakek Astagina, Jaka Lumayung, Raden Bentar atau Panglima Ringkin, adalah beberapa tokoh yang sangat populer dalam samdiwara ini. Selain mereka, hadir pula tokoh-tokoh antagonis yang tak kalah populer seperti Lasmini, Kijara, Lugina, Gardika dan masih banyak tokoh-tokoh yang lainnya.

Selain tokoh-tokoh tersebut di atas, serial ini juga melejitkan ilmu-ilmu atau ajian kedigdayaan yang dimiliki oleh masing-masing tokoh tersebut. Beberapa ilmu kedigdayaan yang sangat populer saat itu adalah ajian Serat Jiwa, Bayu Bajra, Waringin Sungsang, Gelora Dewata, Sirep Megananda, Srigunting dan ilmu-ilmu kedigdayaan lainnya. 

Masyarakat juga begitu mengenal akan beberapa senjata pusaka yang begitu ampuh dan mematikan seperti Pedang Setan, Pedang Perak, Pedang Biru, Pedang Merah atau pusaka Kujang Mas milik Raden Samba seorang jawara asal Pajajaran.

Ajian Serat Jiwa, adalah ajian yang paling populer karena ajian ini dimiliki oleh banyak pendekar baik dari golongan putih maupun beraliran hitam. Bahkan Brama Kumbara sendiri sempat kalah dan terluka parah saat bertarung dengan Tumenggung Gardika yang menggunakam ajian serat jiwa tingkat 10 saat mengalahkan Brama. 

Brama yang saat itu belum menguasai ajian Serat Jiwa ini bahkan terluka parah. Namun Brama berhasil diselamatkan oleh Rajawali raksasa, Brama kemudian di godok disebuah kawah mendidih di pantai selatan. Tanpa sengaja Brama akhirnya menemukan kitab ajian serat jiwa dan lantas memepelajarinya hingga berhasil mencapai tingkatan sempurna yakni tingkat 10.

Meski dimiliki oleh banyak tokoh termasuk Nenek Gunung Lawu dan muridnya yaitu Lasmini, namun hanya beberapa orang saja yang mampu menguasai ilmu Serat Jiwa ini hingga tingkat ke 10 yang merupakan tingkatan paling sempurna. Ajian serat jiwa tingkatan sempurna hanya dikuasai oleh Kakek Astigina bersama saudara seperguruannya, Tumenggung Gardika, Brama Kumbara dan Jaka Lumayung kakak seperguruan Brama.

Ajian Serat Jiwa yang merupakan ilmu paling hebat saat itu, akhirnya bisa dikalahkan oleh ajian Waringin Sungsang yang diciptakan oleh Panembahan Pasupati dari Gunung Saba. Dua murid utama Panembahan Pasopati yaitu Kijara dan Lugina akhirnya menjadi dua pendekar tangguh yang sangat disegani di dunia persilatan setelah mengalahkan Brama Kumbara.

Brama akhirnya berhasil menciptakan ajian atau jurus Srigunting untuk mengalahkan ilmu Waringin Sungsang. Saat itu, Brama melihat pertarungan ular saba dan burung srigunting. Ular saba sendiri memperagakan ilmu Waringin Sungsang yang begitu ampuh, namun akhirnya dikalahkan oleh burung srigunting yang begitu gesit dan trengginas. Dengan jurus-jurus Srigunting, Brama akhirnya bisa mengalahkan Kijara dan Lugina.

Selain ilmu-ilmu di atas, ada juga ajian-ajian tingkat tinggi lainnya yang begitu tersohor yaitu aji Sirep Megananda dan ajian Gelora Dewata milik Lasmini, kemudian ada juga ilmu Nurus Bumi, yaitu ilmu masuk ke dalam tanah lalu menarik musuh dan membenamkannya. Ajian Nurus Bumi dimiliki oleh Raden Samba, seorang pendekar dan bangsawan asal kerajaan Pajajaran.

Selain itu, Brama juga menciptakan ilmu Lampah Lumpuh setelah ajian Serat Jiwa dan Srigunting miliknya mampu dikalahkan oleh Biksu Kampala asal negeri Tibet. Biksu Kampala datang jauh-jauh dari Tibet hanya untuk menjajal nama besar dan kesaktian Brama, Butuh berpuasa hingga 40 hari 40 malam bagi Brama untuk menguasai ajian Lampah Lumpuh dan mengalahkan Biksu Kampala.

Saur Sepuh juga melejitkan beberapa nama yang begitu populer dalam dunia broadcast saat itu seperti Fery Fadli, Ely Ermawati, Ivone Rose, Bahar Mario dan beberapa nama lainnya. Madangkara sendiri adalah sebuah kerajaan fiktif yang berada di daerah Jawa Barat saat ini. Jika melihat alur ceritanya, Madangkara kemungkinan besar berada di Jawa Barat bagian tengan ke selatan. Dalam bahasa Sunda, Saur Sepuh sendiri berarti 'Kata Orang Tua' yang berarti juga ucapan atau ujaran para leluhur.
Sebagai sandiwara radio yang begitu fenomenal dan pernah menghibur jutaan rakyat Indonesia, tentunya masih begitu banyak masyarakat kita yang hingga kini masih mengingat betul kisah dan petualangan Brama Kumbara dalam serial Saur Sepuh ini. BDLV/TM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »