ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Hj. Dariah, Legenda Budaya Tarling Klasik dan Salah Satu Biduanita Terbaik di Jawa Barat

On November 28, 2016 with No comments

Hj dariyah tarling cahaya muda soeararakjat
Hj Dariah, Legenda Tarling Klasik
Soeara Rakjat, Jawa Barat. Hj. Dariah (Almarhum) atau yang lebih sering disebut Mimi Hajah Dariyah, adalah salah satu pesinden terbaik Jawa Barat yang begitu melegenda. Hj Dariah kelahiran Cipunagara, Subang, 1 Agustus 1953 ini begitu dikenal oleh masyarakat Jawa Barat khususnya di pesisir utara berkat kiprahnya bersama Grup Tarling Cahaya Muda, pimpinan H.T. Makmun yang sekaligus merupakan suaminya.

Sejak akhir tahun 1960-an, masyarakat Jawa Barat di pesisir utara dari Cirebon hingga Karawang dan sebagian Bekasi sangat familiar dengan Hj Dariah dan Grup Tarling Cahaya Muda. Hj Dariah merupakan simbol dan maskot Tarling, sekaligus salah satu biduanita terbaik yang pernah ada di Jawa Barat.

Hj Dariah sendiri sudah menunjukan bakat yang luar biasa besar dalam dunia tarik suara sejak masih kanak-kanak, ia sudah menjadi biduan atau sinden seni Jawa-Sunda sejak usia 5 tahun. Sejak muda, Hj Dariah juga aktif dan sering menjadi pesinden utama dalam pagelaran Wayang Kulit, Sandiwara, Kliningan dan tentu saja Tarling.

Menjelang dewasa, Hj Dariah pun semakin populer dan lantas menikah dengan HT. Makmun yang merupakan warga Indramayu. Mereka berdua lantas mendirikan Grup Tarling Cahaya Muda sekitar tahun 1969, di Jatibarang, Indramayu. Sejak itu, karier Hj Dariah dalam dunia Tarling seolah tak terbendung. Hingga saat ini, belum ditemui seorang biduanita atau sinden yang memiliki kemampuan seperti Hj Dariah.

Selain sebagai Sinden Tarling, Mimi Hajah Dariyah juga memiliki kemampuan luar biasa dalam mengaransemen lagu-lagu Tarling. Selain banyak menghasilkan lagu-lagu Tarling, Hj Dariah juga banyak mengorbitkan seniman-seniman Tarling muda potensial seperti Yoyo Suwaryo, Hj Aam Aminah, Itih S, dan beberapa sinden Tarling lain yang pernah menjadi anak didiknya.

Tak hanya meniciptakan lagu-lagu Tarling, Hj Dariah juga sangat piawai dalam menggubah atau mengarang cerita drama Tarling. Drama Tarling adalah pentas drama yang diiringi dengan seni musik Tarling atau Gitar dan Suling. Alur cerita dalam drama Tarling sendiri biasanya berkisah tentang kearifan lokal masyarakat Jawa Barat, dan kadang juga menceritakan kehidupan sehari-hari.

Sampai saat ini, drama Tarling Hj Dariah bersama Cahaya Muda Grup masih sering diperdengarkan oleh sebagian masyarakat Jawa Barat yang masih begitu mencintai budaya Tarling klasik ini. Beberapa kisah seperti Manuk Banjar Petung, Sruet Nyupang Kuntilanak, Ande-Ande Lumut atau Saidah Saeni, adalah lakon tarling yang begitu melegenda. Selain itu lagu-lagu Tarling seperti Enakan atau Manuk Dara Sepasang adalah lagu yang masih sering diputar dan kerap diaransemen ulang oleh seniman Tarling Pantura saat ini.

Selain sebagai pengarang kisah drama Tarling, Hj Dariah juga berperan sebagai pelaku utama sekaligus sinden dalam setiap pagelaran drama Tarling klasik. Kemampuannya memadukan unsur Taling Cirebonan-Dermayon dengan sedikit bumbu berupa nada atau cengkok khas Parahyangan, adalah salah satu kehebatannya. Musik Tarling klasik yang diperagakan oleh Cahaya Muda Grup memang memiliki kekhasan yang membuatnya berbeda dengan grup-grup Tarling lainnya.

Sebagai seorang Pesinden yang lahir di Subang, Jawa Barat, tentunya Hj Dariah juga sangat mahir dan terdengar begitu merdu saat menyanyikan lagu-lagu Sunda. Hal itu dibuktikan saat dirinya berhasil menjadi salah satu Pesinden terbaik dan meraih juara III dalam lomba tembang lagu-lagu Sunda se wilayah Jawa Barat, pada tahun 1975.

Yang lebih mengagumkan, Hj Dariah juga sangat bangga dengan busana adat Jawa Barat, dan masyarakat Jawa pada umumnya. Dalam setiap pagelaran drama Tarling maupun saat menyanykan lagu-lagu Tarling, Hj Dariah akan selalu mengenakan Kebaya, Kain, Selendang, dan terkadang juga sanggul. Hj Dariah adalah seorang maestro Tarling yang begitu mencintai budaya leluhurnya.

Sayangnya, Hj Dariah tak sempat mewujudkan cita-cita mulianya yaitu mendirikan Padepokan Tarling untuk mencetak seniman-seniman Tarling, sekaligus agar kesenian Tarling ini tetap dicintai oleh masyarakat. Hj Dariah menghadap Tuhan yang Esa setelah menderita sakit beberapa waktu lamanya. Ia meninggal dunia pada 18 Oktober 2011, dan dimakamkan di tanah kelahirannya di Cipunagara, Pusakajaya, Subang, Jawa Barat.

Sepeninggal Hj Dariah, tentunya menjadi sebuah kehilangan besar bagi para seniman dan juga masyarakat pecinta budaya Tarling. Hj Dariah adalah legenda seni Tarling klasik dan salah satu pesinden terbaik Jawa Barat, yang sejajar dengan salah satu maestro Tarling asal Cirebon H. Abdul Adjib.

Kesenian Tarling sendiri disebut-sebut masih ada jika merujuk pada kesenian yang berkembang di pesisir utara Jawa Barat saat ini. Namun sayangnya, kesenian yang berkembang saat ini sudah jauh berbeda dan lebih mengedepankan sisi komersil. Sepertinya memang masih belum ada seniman yang akan mampu untuk mengembalikan Kesenian Tarling seperti pada masa jayanya beberapa puluh tahun yang silam.

Tarling klasik sendiri adalah seni tarik suara yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Tidaklah mengherankan jika saat ini sangat jarang ditemui seniman yang akan mampu membawakan lagu-lagu dalam nada dan cengkok Taling klasik dengan baik, fasih dan mendayu-dayu.
Rendahnya apresiasi generasi muda dan juga para 'seniman' sendiri terhadap Kesenian Tarling, semakin membuat kesenian ini kian tenggelam oleh budaya populer. Namun begitu, kesenian Tarling Klasik ini akan tetap ada, dirawat dan dijaga oleh para pecinta Seni dan Budaya. BDLVTM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »