ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Tiba di Bandung, Kafilah 212 dari Ciamis Disambut Gubernur, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi

On November 30, 2016 with No comments

Long march 212 disambut gubernur jabar kapolda pangdam

Soeara Rakjat, Jawa Barat, Aksi long march 212 dari Ciamis Jawa Barat, sejak beberapa jam yang lalu dikabarkan sudah memasuki wilayah Bandung. Sejak itu pula sambutan warga masyarakat Bandung pun begitu antusias dan mengemuka. Di berbagai media maupun para Netizen di jejaring sosial, cukup marak pemberitaan terkait Kafilah 212 dari Ciamis ini.

Tak hanya masyarakat biasa yang turut mengelu-elukan dan menyambut Kafilah 212 yang melakukan long march atau jalan kaki dari Ciamis untuk menuju Ibukota tersebut. Bahkan saat tiba di Bandung, tepatnya di daerah Cileunyi, umat Islam dari Ciamis mendapat sambutan hangat dari para pimpinan Muspida Jawa Barat.

Dalam beberapa video yang beredar, terlihat hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kapolda Jabar Bambang Waskito dan Pangdam III Siliwangi. Dalam acara penyambutan tersebut, suasana terlihat begitu sejuk, damai, semarak dan penuh semangat.

Dalam prosesi penyambutan, beberapa perwakilan umat Islam pun diminta untuk memberikan sambutannya pada Kafilah 212 yang dipimpin oleh KH Nonof Hanafie pimpinan Ponpes Miftahul Huda II Ciamis, Jawa Barat. Miftahul Huda II, adalah sebuah pesantren besar yang menginduk pada Ponpes Miftahul Huda, Tasikmalaya yang didirikan oleh Uwa Ajengan KH. Choer Affandi (alm).

Dalam orasinya, para Ajengan yang mewakili umat Islam ini berkali-kali menegaskan bahwa aksi ini adalah aksi super damai. Sebagai perwakilan dari Kafilah 212, KH Nonof Hanafie pun diberi kesempatan untuk memberikan sambutan
Sambil tak henti-henti memekikan takbir Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, beberapa pimpinan dan perwakilan umat Islam ini menegaskan bahwa aksi mereka adalah aksi damai yang telah mencuri perhatian umat Islam di seluruh dunia, dari Saudi Arabia bahkan hingga ke Amerika. BDLV/TM
Tiba di Cileunyi Bandung, Long March 212 dari Ciamis Disambut Penuh Haru dan Antusiasme Warga

On November 30, 2016 with No comments

Long march 212 dari ciamis disambut hangat warga

Soeara Rakjat, Jawa Barat, Beberapa saat yang lalu, para peserta Aksi 2 Desember atau yang lebih populer dengan Aksi 212 dari Ciamis dan Tasikmalaya sudah memasuki kawasan Cileunyi, tepatnya disekitaran Rancaekek, Kabupaten Bandung. Meski dikabarkan sebagiannya kembali, namun ternyata masih tetap ada yang melakukan long march untuk menuju ke Ibukota.

Seperti dalam tayangan video yang diunggah oleh seorang Netizen melalui video siaran langsung di akun Facebook miliknya. Netizen dengan akun Naila Alba Ali ini mengunggah beberapa video yang menayangkan aksi long march para peserta Aksi Super Damai 2 Desember yang berjalan kaki dari Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Aksi jalan kaki ini sendiri dilakukan karena sebelumnya beberapa PO. Bus yang dihubungi enggan untuk mengantarkan mereka. Kabarnya, keengganan PO. Bus ini karena adanya pelarangan dari pihak-pihak terkait agar perusahan-perusahaan oto bus yang ada di daerah tersebut tidak mengangkut penumpang yang akan menuju ke Ibukota untuk mengikuti aksi 2/12.

Namun begitu, sejak kemarin juga tersiar kabar bahwa peserta long march dari Ciamis dan Tasik ini dijemput pulang oleh armada bus untuk kembali ke daerahnya. Bahkan menurut berbagai pemberitaan, beberapa PO. Bus berjanji mau mengantar mereka ke Ibukota secara cuma-cuma. 

Selain itu, himbauan kepada PO. Bus agar armadanya tidak mengangkut para peserta aksi juga kabarnya sudah dicabut. Terlebih, di Ibukota sendiri sudah ada kesepakatan antara Kepolisian dan GNPF-MUI bahwa aksi 2/12 ini adalah Aksi Damai dan do'a bersama yang akan dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta.
Sejak aksi ini dimulai, para peserta long march 212 ini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga disepanjang perjalanan mereka dari Ciamis melewati Tasik hingga memasuki wilayah Bandung, beberapa jam yang lalu. Disepanjang jalan, warga pun menyediakan minuman maupun makanan secara suka-rela dan cuma-cuma.

Tentunya sambutan hangat warga ini cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. publik pun mengapresiasi langkah Kapolri maupun pihak TNI yang kabarnya akan turut mengawal jalannya aksi damai, sekaligus menyediakan berbagai fasilitas yang nantinya akan dibutuhkan oleh para peserta Aksi 212 setibanya di Jakarta.
Dalam tayangan sebuah video, terlihat jelas antusiasme masyarakat saat menyambut para peserta long march 2/12 tersebut. Tak sedikit pula warga sekitar yang turut berjalan kaki mengiringi langkah-langkah umat Islam dari Ciamis ini. BDLV/TM
Warga Sambut Hangat Aksi Long March Peserta Bela Islam III di Tasikmalaya, Jawa Barat

On November 29, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Aksi Bela Islam III yang akan digelar oleh puluhan ribu umat Islam dan berbagai elemen masyarakat, hingga saat ini makin mengemuka. Di berbagai daerah khususnya di Jawa Barat, umat Islam sudah mulai melakukan berbagai kesiapan dan persiapan.
Long march aksi bela islam III di tasikmalaya soeararakjat.com
Kafilah 212 dari Ciamis dan Tasikmalaya
Seperti yang terjadi di Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat, umat Islam yang terdiri dari para pemimpin pondok pesantren dan juga masyarakat biasa ini melakukan long march untuk kemudian menuju ke Ibukota guna mengikuti aksi Bela Islam III. Aksi jalan kaki ini dilakukan karena tidak ada armada atau PO. Bus yang mau mengangkut mereka.

Menurut kabar yang beredar, PO. Bus sendiri enggan mengangut para peserta Aksi Bela Islam ini karena adanya himbauan agar mereka tidak melayani penumpang yang menyewa bus untuk ke Ibukota yang bertujuan mengikuti Aksi bela Islam III.
Aksi jalan kaki para peserta Bela Islam III di Tasikmalaya, Jawa Barat
Kabarnya, PO Bus yang mau melayani peserta Aksi bela Islam ini akan mendapat sanksi dari pihak-pihak terkait. Selain adanya himbauan kepada PO. Bus, ada himbauan lain kepada Kepolisian di daerah masing-masing agar melakukan pencegahan kepada para peserta Aksi bela Islam III yang hendak berangkat ke Ibukota.

Namun begitu, PO. Bus kabarnya saat ini bersedia untuk mengangkut para penumpang yang akan turut dalam Aksi 2 Desember di Ibukota. Setelah melihat aksi long march yang mulai berlangsung sejak kemarin, beberapa PO Bus akhirnya bersedia mengantar mereka untuk aksi 2 Desember mendatang di Ibukota.

Saat ini, di media sosial beredar ratusan foto maupun video yang menayangkan aksi long march umat Islam yang saat itu tengah berjalan kaki dan berada di kawasan Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat. Aksi long march ini mendapat sambutan cukup hangat dari masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan.
Selain mendapat sambutan hangat, para peserta aksi 2 Desember ini juga mendapatkan bantuan logistik berupa makanan maupun minuman yang disediakan oleh warga secara suka-rela disepanjang perjalanan yang dilalui oleh para peserta Aksi Bela Islam III tersebut. BDLV/TM
Hj. Dariah, Legenda Budaya Tarling Klasik dan Salah Satu Biduanita Terbaik di Jawa Barat

On November 28, 2016 with No comments

Hj dariyah tarling cahaya muda soeararakjat
Hj Dariah, Legenda Tarling Klasik
Soeara Rakjat, Jawa Barat. Hj. Dariah (Almarhum) atau yang lebih sering disebut Mimi Hajah Dariyah, adalah salah satu pesinden terbaik Jawa Barat yang begitu melegenda. Hj Dariah kelahiran Cipunagara, Subang, 1 Agustus 1953 ini begitu dikenal oleh masyarakat Jawa Barat khususnya di pesisir utara berkat kiprahnya bersama Grup Tarling Cahaya Muda, pimpinan H.T. Makmun yang sekaligus merupakan suaminya.

Sejak akhir tahun 1960-an, masyarakat Jawa Barat di pesisir utara dari Cirebon hingga Karawang dan sebagian Bekasi sangat familiar dengan Hj Dariah dan Grup Tarling Cahaya Muda. Hj Dariah merupakan simbol dan maskot Tarling, sekaligus salah satu biduanita terbaik yang pernah ada di Jawa Barat.

Hj Dariah sendiri sudah menunjukan bakat yang luar biasa besar dalam dunia tarik suara sejak masih kanak-kanak, ia sudah menjadi biduan atau sinden seni Jawa-Sunda sejak usia 5 tahun. Sejak muda, Hj Dariah juga aktif dan sering menjadi pesinden utama dalam pagelaran Wayang Kulit, Sandiwara, Kliningan dan tentu saja Tarling.

Menjelang dewasa, Hj Dariah pun semakin populer dan lantas menikah dengan HT. Makmun yang merupakan warga Indramayu. Mereka berdua lantas mendirikan Grup Tarling Cahaya Muda sekitar tahun 1969, di Jatibarang, Indramayu. Sejak itu, karier Hj Dariah dalam dunia Tarling seolah tak terbendung. Hingga saat ini, belum ditemui seorang biduanita atau sinden yang memiliki kemampuan seperti Hj Dariah.

Selain sebagai Sinden Tarling, Mimi Hajah Dariyah juga memiliki kemampuan luar biasa dalam mengaransemen lagu-lagu Tarling. Selain banyak menghasilkan lagu-lagu Tarling, Hj Dariah juga banyak mengorbitkan seniman-seniman Tarling muda potensial seperti Yoyo Suwaryo, Hj Aam Aminah, Itih S, dan beberapa sinden Tarling lain yang pernah menjadi anak didiknya.

Tak hanya meniciptakan lagu-lagu Tarling, Hj Dariah juga sangat piawai dalam menggubah atau mengarang cerita drama Tarling. Drama Tarling adalah pentas drama yang diiringi dengan seni musik Tarling atau Gitar dan Suling. Alur cerita dalam drama Tarling sendiri biasanya berkisah tentang kearifan lokal masyarakat Jawa Barat, dan kadang juga menceritakan kehidupan sehari-hari.

Sampai saat ini, drama Tarling Hj Dariah bersama Cahaya Muda Grup masih sering diperdengarkan oleh sebagian masyarakat Jawa Barat yang masih begitu mencintai budaya Tarling klasik ini. Beberapa kisah seperti Manuk Banjar Petung, Sruet Nyupang Kuntilanak, Ande-Ande Lumut atau Saidah Saeni, adalah lakon tarling yang begitu melegenda. Selain itu lagu-lagu Tarling seperti Enakan atau Manuk Dara Sepasang adalah lagu yang masih sering diputar dan kerap diaransemen ulang oleh seniman Tarling Pantura saat ini.

Selain sebagai pengarang kisah drama Tarling, Hj Dariah juga berperan sebagai pelaku utama sekaligus sinden dalam setiap pagelaran drama Tarling klasik. Kemampuannya memadukan unsur Taling Cirebonan-Dermayon dengan sedikit bumbu berupa nada atau cengkok khas Parahyangan, adalah salah satu kehebatannya. Musik Tarling klasik yang diperagakan oleh Cahaya Muda Grup memang memiliki kekhasan yang membuatnya berbeda dengan grup-grup Tarling lainnya.

Sebagai seorang Pesinden yang lahir di Subang, Jawa Barat, tentunya Hj Dariah juga sangat mahir dan terdengar begitu merdu saat menyanyikan lagu-lagu Sunda. Hal itu dibuktikan saat dirinya berhasil menjadi salah satu Pesinden terbaik dan meraih juara III dalam lomba tembang lagu-lagu Sunda se wilayah Jawa Barat, pada tahun 1975.

Yang lebih mengagumkan, Hj Dariah juga sangat bangga dengan busana adat Jawa Barat, dan masyarakat Jawa pada umumnya. Dalam setiap pagelaran drama Tarling maupun saat menyanykan lagu-lagu Tarling, Hj Dariah akan selalu mengenakan Kebaya, Kain, Selendang, dan terkadang juga sanggul. Hj Dariah adalah seorang maestro Tarling yang begitu mencintai budaya leluhurnya.

Sayangnya, Hj Dariah tak sempat mewujudkan cita-cita mulianya yaitu mendirikan Padepokan Tarling untuk mencetak seniman-seniman Tarling, sekaligus agar kesenian Tarling ini tetap dicintai oleh masyarakat. Hj Dariah menghadap Tuhan yang Esa setelah menderita sakit beberapa waktu lamanya. Ia meninggal dunia pada 18 Oktober 2011, dan dimakamkan di tanah kelahirannya di Cipunagara, Pusakajaya, Subang, Jawa Barat.

Sepeninggal Hj Dariah, tentunya menjadi sebuah kehilangan besar bagi para seniman dan juga masyarakat pecinta budaya Tarling. Hj Dariah adalah legenda seni Tarling klasik dan salah satu pesinden terbaik Jawa Barat, yang sejajar dengan salah satu maestro Tarling asal Cirebon H. Abdul Adjib.

Kesenian Tarling sendiri disebut-sebut masih ada jika merujuk pada kesenian yang berkembang di pesisir utara Jawa Barat saat ini. Namun sayangnya, kesenian yang berkembang saat ini sudah jauh berbeda dan lebih mengedepankan sisi komersil. Sepertinya memang masih belum ada seniman yang akan mampu untuk mengembalikan Kesenian Tarling seperti pada masa jayanya beberapa puluh tahun yang silam.

Tarling klasik sendiri adalah seni tarik suara yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Tidaklah mengherankan jika saat ini sangat jarang ditemui seniman yang akan mampu membawakan lagu-lagu dalam nada dan cengkok Taling klasik dengan baik, fasih dan mendayu-dayu.
Rendahnya apresiasi generasi muda dan juga para 'seniman' sendiri terhadap Kesenian Tarling, semakin membuat kesenian ini kian tenggelam oleh budaya populer. Namun begitu, kesenian Tarling Klasik ini akan tetap ada, dirawat dan dijaga oleh para pecinta Seni dan Budaya. BDLVTM
Israel Dilanda Kebakaran Hebat, Tiga Negara Kirim Pesawat Bantu Padamkan Api

On November 24, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Wilayah Modiin di Israel, dikabarkan sedang dilanda kebakaran hebat yang terjadi sejak Selasa dan masih berlangsung hingga hari ini Kamis, 24 November 2016, sebagian titik kebakaran pun masih belum berhasil dipadamkan. Tiga negara pun sudah mengirim pesawat untuk membantu kebakaran tersebut.

Kantor Pers Luar Negeri dari Kepolisian Israel juga mengatakan bahwa titik api baru telah muncul di Modiin. Sekitar empat mobil polisi, delapan truk pemadam kebakaran, dan dua pesawat telah dikirim untuk memadamkan kobaran api dan mencegah adanya korban jiwa dan luka.

Sementara itu, beberapa sekolah di Modiin juga telah ditutup. Selain itu, jalan di Klil Hahoresh, Dotan Valley, dan Yair Peleg juga telah ditutup.

Begitu juga dengan kawasan di dekat persimpangan Shilat yang juga sempat ditutup pagi ini, karena amukan api di dekat Neve Ilan. Namun demikian, kawasan itu sudah dibuka kembali.

Tiga negara yaitu Yunani, Kroasia dan Rusia pada Rabu malam mengumumkan bahwa mereka akan mengirimkan pesawat pemadam kebakaran untuk membantu Israel. Sementara menurut Kantor Perdana Menteri Israel, kebakaran ini melanda wilayah utara dan tengah Israel.

Micky Rosenfeld, juru bicara Kepolisian Israel mengatakan bahwa kebakaran pada Rabu ini terjadi di Nataf tak lama setelah pukul 09.00. Empat orang yang jadi tersangka pemicu kebakaran telah diinterogasi.

”Api dengan cepat menyebar dari jalan mana pembangunan sedang dilakukan, dan polisi dan petugas pemadam kebakaran segera merespons," ujar Rosenfeld, seperti dikutip dari laman sindonews.com.

”Lebih dari 200 orang diungsikan dari daerah (kebakaran), di mana sekitar enam rumah ludes terbakar. Untungnya, tidak ada korban cedera,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rosenfeld mengatakan sekitar 30 petugas pemadam kebakaran, yang dibantu sedikitnya enam pesawat dan helikopter polisi, telah berjuang  memadamkan kobaran selama hampir enam jam.

Micky Rosenfeld juga mengatakan beberapa penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan apakah kebakaran hebat di Israel ini dipicu oleh faktor cuaca atau sabotase kotor.
Sementara itu, di jejaring sosial Facebook juga beredar sebuah video yang disebut-sebuat sebagai peristiwa kebakaran yang berlangsung di Israel. Meski masih belum bisa dikonfirmasi, namun video yang sedang beredar saat ini begitu menyita perhatian Netizen di jagat maya. BDLV/TM
Tak Hanya Andalkan Gapura Intan, Anggota Dewan dan Masyarakat Desa Muara Berswadaya Perbaiki Jalan

On November 24, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Program Gapura Intan atau Gerakan Pembangunan Untuk Rakyat bidang Infrastruktur Berkelanjutan, adalah salah satu program yang paling diandalkan oleh Pemkab Subang untuk melakukan pembenahan dan pembangunan bidang infrastruktur yang berada di wilayah kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
Program gapura intan di desa muara blanakan subang
Progres Gapura Intan di Desa Muara Blanakan
Program ini dicanangkan oleh Pemkab Subang dibawah kepemimpinan Ojang Sohandi-Imas Aryumningsih beberapa tahun lalu. Belakangan, Hj. Imas Aryumningsih yang sebelumnya adalah wakil bupati ini lantas diangkat menjadi Plt. Bupati Subang setelah Ojang Sohandi ditahan KPK karena kasus korupsi BPJS dan pencucian uang.

Karena Gapura Intan adalah program berkelanjutan, tidaklah mengherankan jika pembangunan infrastruktur di wilayah Subang akan berjalan sangat lamban dan secara perlahan-lahan. Dibeberapa tempat, butuh waktu cukup lama untuk membangun infrastruktur khususnya jalan. Tak jarang pula jalan yang panjangnya hanya 1 KM akan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk bisa terselesaikan.

Seperti yang terjadi di Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang. Di desa yang berada di wilayah utara Subang ini masih ada beberapa titik ruas jalan yang hingga saat ini masih belum tersentuh oleh program Gapura Intan tersebut. Meski Gapura Intan sendiri sedang giat digalakan oleh Pemkab, namun masih cukup banyak jalan yang kondisinya memprihatinkan.

Menyikapi masih adanya beberapa titik jalan terutama di Dusun Sindanglaut I & II yang kerap dikeluhkan oleh warganya, Kepala Desa Muara Ita Sudita bersama para tokoh dan elemen masyarakat lantas berinisiatif untuk berswadaya memperbaiki jalan. Lurah Ita, sapaan akrabnya, lantas mengundang seluruh tokoh dan elemen masyarakat Desa Muara untuk membahas kondisi yang ada.

Hasil kesepakatan dalam rapat yang digelar di Aula KUD Mina Bahari Muara pada Rabu 23 November ini menghasilkan beberapa poin yang diantaranya adalah Pemdes dan masyarakat desa Muara akan berswadaya memperbaiki jalan yang selama ini belum bisa tersentuh oleh program Gapura Intan. 

Disepakati bahwa akan ada perbaikan berupa pengurugan atau pengerasan jalan dengan menggunakan batu. Pengadaan 40 truk batu tersebut dilakukan secara lelang dengan perincian sebagai berikut;
  • Pemdes muara 5 mobil, KUD Mina Bahari 5 mobil, Boby Haerul Anwar 5 mobil, Bakul KUD 5 mobil, Karang Taruna 2 mobil, pengusaha es balok 4 mobil, masyarakat 5 mobil, KPD 2 mobil, Ustadz Ayat 1 mobil, BP3 sebanyak 3 mobil, pengusaha angkutan ikan 1 mobil, UD Kacung Jaya 1 mobil dan Bpk Zulfikar 1 mobil
Menurut Ketua Karang Taruna Desa Muara Hartono Syarifuddin, selain jalan di Dusun Sindanglaut yang saat ini menjadi priorotas utama, akan ada perbaikan serupa yang dilakukan di Dusun Sukamanah tepatnya di Blok Pertamina.

"Di luar lokasi (jalan) di Dusun Sindang Laut I & II, H. Sholeh Wahyudi mengalokasikan 5 mobil (batu) di jalan Pertamina Blok H. Karto," ungkapnya saat dibubungi, Kamis 24 November 2016.

H. Sholeh Wahyudi sendiri adalah seorang anggota DPRD Subang dari partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura. Selain itu, Ketua Karang Taruna Desa Muara juga menyebut masih ada kekurangan dana yang dibutuhkan untuk upah kerja. BDLV/TM
Sultan Hasanuddin, Kisah Perlawanan Rakyat Gowa dan Jatuhnya Benteng Somba Opu

On November 22, 2016 with No comments

Sultan hasanuddin dan jatungnya benteng somba opu

Soeara
Rakjat, Historia. Sultan Hasanuddin
, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 Januari 1631, adalah salah satu sosok Pahlawan Nasional yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sultan Hasanuddin begitu dikenal karena kisah kepahlawanannya yang dengan gagah berani berperang melawan Kompeni Belanda atau VOC dalam usia yang relatif muda.

Karena kekaguman pihak VOC Belanda atas keberanian dan kepemimpinannya mengobarkan perlawanan rakyat Gowa, Sultan Hasanuddin lantas dijuluki sebagai De Haantjes van Het Osten yang berarti Ayam Jantan atau Ayam Jago dari Timur oleh Kompeni Belanda. VOC sendiri adalah singkatan atau kependekan dari Veredeenigde Oostindische Compagnie yang berarti kongsi dagang Hindia Timur.

Sultan Hasanuddin yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Matawang Karaeng Bonto Mangape ini adalah putera kedua dari Sultan Gowa ke 15. Setelah naik tahta sebagai Sultan menggantikan ayahnya, ia kemudian diberi gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, oleh seorang ulama di lingkungan Kesultanan Gowa yakni Syekh Sayyid Jalaluddin. Namun beliau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Hasanuddin saja.

Saat itu, kongsi perdagangan Belanda atau VOC yang lebih dikenal Kompeni juga sedang berusaha untuk menguasai dan memonopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah Nusantara bagian timur. Sementara Kesultanan Gowa sendiri adalah kerajaan besar yang menguasai jalur perdagangan di wilyah timur Indonesia kala itu.

Pada tahun 1666, VOC lantas mengirim armada pasukannya yang dipimpin oleh Laksama Cornelis Janszoon Speelman. VOC berusaha menguasai kerajaan-kerajaan kecil di wilayah tersebut. Meski berhasil menundukan beberapa kerajaan, tetapi ternyata Kompeni masih belum bisa untuk menaklukan Kesultanan Gowa.

Saat Sultan Hasanuddin naik takhta, beliau lantas berusaha untuk menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di wilayah tersebut untuk berperang melawan VOC. Pecahlah peperangan antara Kesultanam Gowa melawan VOC yang berkobar begitu sengit. VOC pun terus menambah kekuatan pasukannya dengan jumlah yang lebih besar dan akhirnya berhasil memaksa Gowa untuk mengadakan sebuah perundingan di Bungaya pada 18 November 1667.

Bagi kedua belah pihak, perjanjian Bungaya sendiri tidak memberikan kepuasan. Dengan perjanjian ini, Gowa sendiri banyak dirugikan karena mulai kehilangan kendali atas wilayah perdagangan yang mereka kuasai selama itu. Sementara VOC Belanda juga tak benar-benar bisa leluasa karena masih belum bisa menguasai Ibukota Kerajaan Gowa yaitu Somba Opu. 

VOC Belanda yang memang berniat menundukan Gowa ini juga terus melakukan blokade ketat untuk melokalisir Somba Opu sebagai pusat kerajaan dan pertahanan Gowa. Pasukan Gowa pun masih terus melakukan beberapa penyerangan yang mengakibatkan meletusnya beberapa pertempuran kecil.

Namun begitu, VOC masih belum berani untuk menyerang frontal ke Somba Opu sebagai pusat pertahanan dan benteng terkuat kerajaan Gowa. VOC masih menunggu bantuan yang didatangkan dari Batavia. Saat bantuan dengan jumlah besar dari Batavia tiba, pada April 1669 pasukan VOC melakukan serangan besar-besran ke Somba Opu. Sultan Hasanuddin sendiri maju sebagai panglima untuk memimpin pasukan Gowa melawan Belanda.

Dengan jumlah bala bantuan yang sangat besar yang didatangkan dari luar, akhirnya Belanda berhasil mendesak pasukan Gowa. Pada awal Juni 1669, pasukan VOC berhasil mendekati tembok Benteng Somba Opu. Dua pekan berselang, tepatnya 15 Juni 1669, VOC melakukan serangan dan pecahlah pertempuran selama 24 jam yang berlangsung dalam dua hari.

Pada tanggal 19 Juni 1669, VOC berhasil membobol tembok bagian depan Benteng Somba Opu dan berhasil menerobos masuk namun mendapat perlawanan kuat dari pasukan Gowa. Meski perlawanan prajurit-prajurit Gowa tak pernah surut, namun akhirnya VOC berhasil menguasai Benteng Somba Opu pada 24 Juni 1669.

Meski Benteng Somba Opu jatuh, namun Sultan Hasanuddin tak pernah menyerah dan tetap tak mau tunduk pada Belanda. VOC pun lantas kembali mengajukan perjanjian perdamaian untuk mengakhiri perang. Sultan Hasanuddin pun menyetujui ajakan Belanda untuk kembali berdamai. Sultan Hasanuddin beserta sisa-sisa pasukannya kemudian mendirikan Benteng Gowa atau dikenal juga sebagai Benteng Anak Gowa.

Sultan Hasanuddin akhirnya turun takhta dan hidup menjadi seorang penyiar agama Islam. Beliau wafat pada 12 Juni 1670 dalam usia 39 tahun. Sultan Hasanudin kemudiam dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 087/TK1973, tertanggal 6 November 1973.

Epik atau kisah kepahlawanan Sultan Hasanuddin dan rakyat Gowa yang pantang menyerah ini secara panjang lebar diceritakan oleh seorang sejarawan Belanda, F.W Stapeel dalam sebuah buku yang judulnya menggunakan nama seorang laksamana Belanda yang memimpin pasukan VOC saat menyerang Gowa yaitu Cornelis Janszoon Speelman.

Sultan Hasanuddin, adalah seorang pemimpin yang dengan gagah berani melawan kekuatan bangsa asing yang ingin menguasai dan memonopoli kekayaan dan ekonomi bangsa pribumi di abad 17. Kepemimpinan dan jiwa kepahlawanan Sultan Hasanuddin, tentunya akan sangat langka dan sulit ditemui untuk saat ini.

Bersama beberapa nama seperti Pangeran Diponegoro atau Tuanku Imam Bondjol nama sultan Hasanuddin juga sangat dikenal oleh bangsa Belanda karena keberaniannya. Tentunya kita pun tak bisa membantah jika Sultan Hasanuddin disebut-sebut sebagai pahlawan terbesar bangsa Indonesia khususnya rakyat Gowa di abad 17. BDLV/TM
Mengharukan, Inilah Nasihat dan Pesan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid Untuk Ahok

On November 22, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Penetapan satus tersangka Ahok, ternyata tak serta merta membuat persoalan Al Maaidah 51 ini selesai begitu saja. Masih cukup banyak suara-suara dari banyak pihak yang merasa tak puas terhadap status tersangka ini, sementara Ahok sendiri tidak menjalani penahanan.
Ahok dinasehati nusron wahid
Nusron Wahid nasehati Ahok
Atas rasa ketidakpuasan tersebut, munculah berbagai opini yang kini berkembang di tengah masyarakat mulai dari Rush Money hinnga aksi Bela Islam Jilid III. Kabarnya, umat Islam sendiri memang berencana akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada 2 Desember mendatang.

Menyikapi hal ini, tentunya banyak pihak yang merasa sangat menyesal atas terjadinya peristiwa tersebut. Banyak pihak yang lantas menyayangkan sikap dan ucapan Ahok yang selama ini memang dikenal keras dan dianggap sebagai pemicu dari konflik berkepanjangan terkait Surat Al Maaidah ayat 51 tersebut.

Hal ini juga diungkap oeh salah satu orang terdekat Ahok, yakni Nusron Wahid. Kepala BNP2TKI yang belakangan lebih sibuk mengurusi Pilkada DKI ketimbang persoalan TKI ini memberi nasehat dan pesan-pesannya untuk Ahok. Nusron menyatakan bahwa Ahok harus lebih memahami karakter bangsa Indonesia yang beridentitas ketimuran.

Nusron juga menyebutkan bahwa persoalan yang membelit Ahok ini telah membuat bangsa Indonesia sudah merasa begitu kerepotan. Saat dinasihat oleh Nusron Wahid, Ahok pun terlihat begitu serius menyimak petuah-petuah dan wejangan Nusron. Ahok pun merasa menyesal karena masalah tersebut akhirnya membesar.

Video Nusron Wahid yang sedang menasihati Ahok tersebut saat ini sedang viral di jejaring sosial. Tak sedikit dari Netizen yang turut menanggapi, bahkan sebagian Netizen lain turut berbagi.
Nusron Wahid sendiri saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia atau BNP2TKI, namun Nusron terlihat lebih sibuk mengurusi Ahok dalam Pilkada DKI ketimbang nasib para TKI. BDLV/TM
Sandiwara Radio Saur Sepuh, Legenda Para Pendekar Tangguh di Jawa Dwipa dan Bumi Nusantara

On November 21, 2016 with No comments

Sandiwara radio saur sepuh brama kumbara

Soeara Rakjat, Saur Sepuh, adalah sebuah sandiwara radio yang begitu populer di pertengahan tahun 1980. Saur Sepuh juga disebut Master of the Legend atau legenda terbesar dari sandiwara radio yang pernah ada di Indonesia. Saur Sepuh berkisah tentang perjalanan seorang pendekar sakti mandraguna bernama Brama Kumbara, yang kemudian menjadi raja di Madangkara, sebuah kerajaan di Tatar Sunda.

Sandiwara Radio Saur Sepuh adalah karya besar dari Niki Kosasih, yang disiarkan melalui media radio hampir di seluruh wilayah Indonesia saat itu. Sandiwara ini berlatar Kerajaan Majapahit sebuah kerajaan Hindu-Budha di masa kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk. Serial ini begitu fenomenal dan mampu menghipnotis para pendengarnya. Pada jam-jam tertentu saat Saur Sepuh mengudara, sebagian besar masyarakat kita akan menghentikan aktivitasnya untuk mendengarkannya.

Bagi sebagian masyarakat, saat itu radio juga masih tergolong barang yang langka. Tidaklah mengherankan jika sebagian mereka yang masih belum memiliki radio lantas berkumpul di rumah teman, saudara atau tetangga dan mendengarkan petualangam Brama Kumbara bersama-sama. Selain alur kisah dari serial ini, saat itu juga begitu familiar di telinga masyarakat akan hadirnya beberapa produk iklan yang menjadi sponsornya.

PT Kalbe Farma, adalah perusahaan farmasi yang menjadi mitra utama dari serial yang berdurasi 30 menit di setiap jam siarnya. Beberapa produk obat-obatan pun menjadi sangat populer saat itu. Terlebih, iklan dari produk Kalbe Farma ini juga sebagian besar menggunakan pemeran Saur Sepuh sebagai bintangnya.

Serial Saur Sepuh sendiri tergolong sandiwara radio yang memiliki alur cerita cukup panjang. Saur Sepuh terbagi dalam banyak episode yang dalam setiap episidenya akan ada 60 seri yang disiarkan setiap hari di radio-radio kesayangan masyarakat saat itu. Butuh waktu sekitar dua bulan untuk menghabiskan setiap satu episode, yang terbagi dalam 60 seri yang mengudara setiap hari.

Sandiwara ini melahirkan begitu banyak tokoh-tokoh fenomenal selain tokoh Brama Kumbara sendiri. Mantili, Raden Samba, Patih Gotawa, Kakek Astagina, Jaka Lumayung, Raden Bentar atau Panglima Ringkin, adalah beberapa tokoh yang sangat populer dalam samdiwara ini. Selain mereka, hadir pula tokoh-tokoh antagonis yang tak kalah populer seperti Lasmini, Kijara, Lugina, Gardika dan masih banyak tokoh-tokoh yang lainnya.

Selain tokoh-tokoh tersebut di atas, serial ini juga melejitkan ilmu-ilmu atau ajian kedigdayaan yang dimiliki oleh masing-masing tokoh tersebut. Beberapa ilmu kedigdayaan yang sangat populer saat itu adalah ajian Serat Jiwa, Bayu Bajra, Waringin Sungsang, Gelora Dewata, Sirep Megananda, Srigunting dan ilmu-ilmu kedigdayaan lainnya. 

Masyarakat juga begitu mengenal akan beberapa senjata pusaka yang begitu ampuh dan mematikan seperti Pedang Setan, Pedang Perak, Pedang Biru, Pedang Merah atau pusaka Kujang Mas milik Raden Samba seorang jawara asal Pajajaran.

Ajian Serat Jiwa, adalah ajian yang paling populer karena ajian ini dimiliki oleh banyak pendekar baik dari golongan putih maupun beraliran hitam. Bahkan Brama Kumbara sendiri sempat kalah dan terluka parah saat bertarung dengan Tumenggung Gardika yang menggunakam ajian serat jiwa tingkat 10 saat mengalahkan Brama. 

Brama yang saat itu belum menguasai ajian Serat Jiwa ini bahkan terluka parah. Namun Brama berhasil diselamatkan oleh Rajawali raksasa, Brama kemudian di godok disebuah kawah mendidih di pantai selatan. Tanpa sengaja Brama akhirnya menemukan kitab ajian serat jiwa dan lantas memepelajarinya hingga berhasil mencapai tingkatan sempurna yakni tingkat 10.

Meski dimiliki oleh banyak tokoh termasuk Nenek Gunung Lawu dan muridnya yaitu Lasmini, namun hanya beberapa orang saja yang mampu menguasai ilmu Serat Jiwa ini hingga tingkat ke 10 yang merupakan tingkatan paling sempurna. Ajian serat jiwa tingkatan sempurna hanya dikuasai oleh Kakek Astigina bersama saudara seperguruannya, Tumenggung Gardika, Brama Kumbara dan Jaka Lumayung kakak seperguruan Brama.

Ajian Serat Jiwa yang merupakan ilmu paling hebat saat itu, akhirnya bisa dikalahkan oleh ajian Waringin Sungsang yang diciptakan oleh Panembahan Pasupati dari Gunung Saba. Dua murid utama Panembahan Pasopati yaitu Kijara dan Lugina akhirnya menjadi dua pendekar tangguh yang sangat disegani di dunia persilatan setelah mengalahkan Brama Kumbara.

Brama akhirnya berhasil menciptakan ajian atau jurus Srigunting untuk mengalahkan ilmu Waringin Sungsang. Saat itu, Brama melihat pertarungan ular saba dan burung srigunting. Ular saba sendiri memperagakan ilmu Waringin Sungsang yang begitu ampuh, namun akhirnya dikalahkan oleh burung srigunting yang begitu gesit dan trengginas. Dengan jurus-jurus Srigunting, Brama akhirnya bisa mengalahkan Kijara dan Lugina.

Selain ilmu-ilmu di atas, ada juga ajian-ajian tingkat tinggi lainnya yang begitu tersohor yaitu aji Sirep Megananda dan ajian Gelora Dewata milik Lasmini, kemudian ada juga ilmu Nurus Bumi, yaitu ilmu masuk ke dalam tanah lalu menarik musuh dan membenamkannya. Ajian Nurus Bumi dimiliki oleh Raden Samba, seorang pendekar dan bangsawan asal kerajaan Pajajaran.

Selain itu, Brama juga menciptakan ilmu Lampah Lumpuh setelah ajian Serat Jiwa dan Srigunting miliknya mampu dikalahkan oleh Biksu Kampala asal negeri Tibet. Biksu Kampala datang jauh-jauh dari Tibet hanya untuk menjajal nama besar dan kesaktian Brama, Butuh berpuasa hingga 40 hari 40 malam bagi Brama untuk menguasai ajian Lampah Lumpuh dan mengalahkan Biksu Kampala.

Saur Sepuh juga melejitkan beberapa nama yang begitu populer dalam dunia broadcast saat itu seperti Fery Fadli, Ely Ermawati, Ivone Rose, Bahar Mario dan beberapa nama lainnya. Madangkara sendiri adalah sebuah kerajaan fiktif yang berada di daerah Jawa Barat saat ini. Jika melihat alur ceritanya, Madangkara kemungkinan besar berada di Jawa Barat bagian tengan ke selatan. Dalam bahasa Sunda, Saur Sepuh sendiri berarti 'Kata Orang Tua' yang berarti juga ucapan atau ujaran para leluhur.
Sebagai sandiwara radio yang begitu fenomenal dan pernah menghibur jutaan rakyat Indonesia, tentunya masih begitu banyak masyarakat kita yang hingga kini masih mengingat betul kisah dan petualangan Brama Kumbara dalam serial Saur Sepuh ini. BDLV/TM
Ada Bagi-Bagi Duit Untuk Para Peserta, Akankah Ditelusuri Aliran Dana Parade Bhineka Tunggal Ika ?

On November 21, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Parade Bhineka Tunggal Ika, baru saja usai digelar oleh berbagai elemen dan kelompok masyarakat. Cukup banyak hal-hal menarik yang hingga saat ini masih menjadi pemberitaan maupun bahasan hangat media dan masyarakat Indonesia.
Peserta parade bhineka tunggal ika dapat uang
Salah satu yang paling menarik dari aksi Parade 19 November ini adalah adanya aksi bagi-bagi uang bagi para peserta parade tersebut. Rata-rata peserta mendapatkan uang Rp 150.000, selain itu mereka juga mendapatkan makan gratis jika mau mengikuti parade Bhineka Tunggal Ika.

Tentunya hal ini menjadi bukti bahwa aksi tersebut bukanlah murni kemauan dari sebagian pesertanya. Warga dari beberapa daerah seperti Jawa Barat, sebagian bahkan mengaku tidak tahu menahu peruntukan parade tersebut, bahkan sebagian menganggap keikutsertaannya hanya untuk refreshing atau bertamasya.

Selain bagi-bagi uang, ternyata ada juga yang membagi-bagikan pin pasangan Cagub-Cawagub DKI 2017. Tentunya hal tersebut memunculkan beragam pertanyaan di benak publik saat ini, darimanakah dananya, dan siapakah yang membiayainya ? Sebagian masyarakat juga mungkin akan bertanya-tanya adakah aktor politik yang menunggangi aksi ini ?
Parade Bhineka Tunggal Ika sendiri disebut-sebut sebagai salah satu upaya untuk kembali mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman disintegrasi. Banyak pihak yang akhirnya bertanya-tanya akan urgens dari aksi ini. Karena bagaimanapun, kodisi bangsa Indonesia sendiri tidak dalam kondisi kritis atau terancam persatuan dan kesatuannya.

Jika terjadi gelombang protes terhadap Ahok, itu bukanlah ancaman bagi persatuan dan kesatuan Indonesia. Hal tersebut juga tidak mengancam kebhinekaan karena gelombang protes terkait Surat Al Maaidah 51 adalah murni untuk menuntut Ahok yang telah terbukti melecehkan Al Qur'an dan kini sudah dinyatakan sebagai tersangka.
Yang seharusnya kita kritisi saat ini adalah kondisi ekonomi Indonesia, kemiskinan, tingkat pengangguran maupun maraknya pekerja ilegal asal China yang menyerbu Indonesia yang sedikit banyaknya akan mengancam eksistensi para pekerja Indonesia sendiri. BDLV/TM
Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, Salah Satu Desa di Pesisir Utara Subang, Jawa Barat

On November 20, 2016 with 2 comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, adalah salah satu desa yang terletak di pesisir utara Jawa Barat. Lokasi desa yang mayoritas penduduknya adalah petani dan nelayan ini persisnya berada di bibir pantai  laut Jawa di sekitar Teluk Ciasem.
Desa tanjungtiga blanakan subang jawa barat
Kantor Kepala DesaTanjungtiga, Blanakan, Subang
Desa Tanjungtiga terbagi dalam beberapa dusun yang diantaranya memanjang dari wilayah selatan desa yang berbatasan dengan desa Ciasem Hilir, hingga ke utara di pesisir laut Jawa. Sebagian wilayah desa ini juga memanjang ke arah timur yang berbatasan dengan Kecamatan Sukasari dan sebagian kecil di bagian tenggaranya berbatasan dengan Kecamatan Ciasem.

Di bagian barat desa, terdapat sebuah sungai purba yang cukup besar yakni sungai Ciasem. Letak geografis Desa Tanjungtiga sendiri sebagian besarnya memang memanjang dari selatan ke utara mengikuti alur sungai tersebut. Selain itu, sungai Ciasem juga menjadi pembatas bagi Desa Tanjungtiga dan Desa Muara yang berada di seberang baratnya.

Selain bertani termasuk petani tambak ikan dan udang, sebagian besar masyarakat desa ini juga berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, ada juga penduduk desa Tanjungtiga yang berprofesi sebagai pedagang, buruh, pekerja bangunan dan beragam profesi lain yang biasa ditekuni oleh masyarakat di pedesaan.

Selain bertani termasuk petani tambak ikan dan udang, sebagian besar masyarakat desa ini juga berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, ada juga penduduk desa Tanjungtiga yang berprofesi sebagai pedagang, buruh, pekerja bangunan dan beragam profesi lain yang biasa ditekuni oleh masyarakat di pedesaan.

Selain profesi tersebut di atas, sepuluh tahun terakhir warga desa khususnya kaum wanita juga turut memberdayakan perekonomian. Saat ini, ratusan penduduk desa Tanjungtiga tercatat sebagai pekerja di beberapa pabrik khususnya industri garment yang banyak terdapat di seputaran wilayah Subang. Dengan kondisi ini, kaum wanita juga turut berpartisipasi mengembangkan ekonomi desa khususnya bagi keluarga mereka.
Desa tanjungtiga blanakan subang profil
Alun-alun Desa Tanjungtiga Blanakan Subang
Desa Tanjungtiga memiliki populasi penduduk lebih dari 10.000 jiwa dengan hak pilih sekitar 7000 jiwa dalam setiap ajang pesta demokrasi seperti Pilkada, Pileg, Pilpres maupun Pilkades. Penduduk desa Tanjungtiga tersebar di beberapa dusun yang diantaranya adalah Dusun Sukawera, Sukatani, Sukabaru, Tanjunglaut, Tanjungrasa, Sumursapi I dan Sumursapi II. BDLV/TM
Dapat Makan Gratis dan Uang Rp 150.000, Warga Bandung Mengaku Ikut Parade Untuk Refresing

On November 20, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Parade Bhineka Tunggal Ika, baru saja usai digelar oleh berbagai kelompok dan juga elemen masyarakat. Tak hanya melibatkan warga Ibukota saja, cukup banyak pula warga yang berdatangan dari berbagai daerah di pulau Jawa, khususnya dari Jawa Barat.

Peserta parade 19 november dibayar rp 150.000 soeararakjat.com
Peserta Aksi Parade Bhineka Tunggal Ika
Seperti para peserta dari daerah Bandung, Jawa Barat, yang bertolak ke Jakarta dengan menggunakan bus pariwisata. Meski sebagian dari mereka tak mengerti peruntukan kegiatan ini, namun mereka mengaku senang karena bisa mendapatkan makan gratis dan juga dijanjikan akan diberi uang senilai Rp 150.000 jika mengikuti Parade Bhineka Tunggal Ika tersebut.

Menurut seorang warga Bandung yang saat ini sedang merasa kesulitan karena penghasilannya menurun yang disebabkan oleh banjir yang melanda sebagian wilayah Bandung beberapa waktu lalu, dirinya merasa senang dan tidak keberatan untuk mengikuti aksi simpatik Parade Bhineka Tunggal Ika, Sabtu 19 November lalu.
Saat memberi keterangan pada salah satu media terkemuka di Indonesia, warga Bandung yang berprofesi sebagai pengemudi taksi ini bahkan menganggap keikutsertaannya dalam Parade Bhineka Tunggal Ika adalah untuk refreshing atau bertamasya. Lebih dari itu, mereka juga bisa makan gratis dan mendapatkan uang jajan.
Selain warga Bandung, marak pula pengakuan-pengakuan warga yang kini menyebar dan menjadi viral di jejaring sosial. Warga pun mengaku bahwa mereka memang mendapatkan uang saat mengikuti aksi ini. Meski begitu, warga menyebut bahwa uang tersebut bukanlah bayaran tetapi hanya sekedar uang bensin atau uang lelah. BDLV/TM
Rumah Makan Ibu Iroh Binong, Subang, Cita Rasa dan Kelezatan Ikan Mas Pindang

On November 20, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat, adalah salah satu daerah tingkat I atau provinsi di Indonesia yang dikenal memiliki beragam sajian kuliner dengan cita rasa yang begitu menggugah selera dan disukai oleh hampir seluruh penduduk di Indonesia.
Pindang ikan mas di rumah makan ibu iroh binong subang
RM Ibu Iroh Binong Subang
Selain dikenal karena banyaknya porsi sayuran hijau dalam menu makanan masyarakat Jawa Barat, ada juga terdapat beberapa menu masakan yang sangat terkenal karena kenikmatannya. Salah satunya adalah sajian ikan tawar yaitu ikan mas yang memang banyak terdapat di wilayah Jawa Barat.

Bersama ikan gurame, Ikan mas adalah ikan yang begitu familiar bagi masyarakat di seluruh pelosok Jawa Barat. Bagi warga Jawa Barat, ikan mas ini biasa diolah dalam berbagai varian menu seperti dipepes, digoreng, dibakar dan juga dibuat pindang. Pindang ikan mas, adalah salah satu ikan pindang olahan yang paling lezat.

Untuk wilayah Kabupaten Subang, pindang ikan mas ini juha sangat mudah untuk didapati. Selain menjadi andalan bagi para ibu rumah tangga, pindang ikan mas juga menjadi menu andalan bagi beberapa rumah makan yang ada di wilayah Subang yang membentang luas dari daerah Bandung di selatan, hingga laut Jawa di wilayah pesisir utaranya.

Bagi masyarakat Subang yang tinggal di daerah Pamanukan, Binong, Pagaden, Subang dan sekitarnya, tentunya mereka sudah tidak asing lagi dengan keberadaan Rumah Makan Ibu Iroh, yang salah satu menu andalannya adalah pindang ikan mas selain beberapa menu nikmat lainnya.

RM Ibu Iroh yang berlokasi di daerah Kecamatan Binong dan berbatasan dengan Kecamatan Pagaden ini tak pernah sepi dari pengunjung. Meski rumah makan ini terkesan sederhana, namun selalu ada saja para pengunjung yang sedang menikmati aneka hidangan salah satunya pindang ikan mas ini.

Rumah makan yang berada di sisi kiri jalan jika dari arah Pamanukan, dan berada di sisi kanan jalan jika anda berkendara dari arah Pagaden atau Subang ini bisa menjadi rujukan saat anda merasa lapar dan kebetulan berada di sekitar daerah tersebut. Selain rasanya yang lumayan nikmat, tentu saja harga yang ditawarkan masih sangat terjangkau oleh kantong rakyat. BDLV/TM
Usai Parade Bhineka Tunggal Ika, Sampah Bekas Nasi Bungkus dan Botol Minuman Berserakan di Taman

On November 20, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Parade Bhineka Tunggal Ika, baru saja digelar oleh berbagai kelompok dan elemen masyarakat. Dalam parade ini, pihak panitia memastikan akan ada 100.000 massa yang datang dari berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa.

Aksi yang konon kabarnya akan diikuti oleh 100.000 massa ini sendiri berjalan lancar dan santai. Namun begitu, cuaca Ibukota sendiri saat parade berlangsung memang cukup panas. Praktis teriknya sengatan matahari pun tak bisa dihindari, banyak peserta aksi yang duduk dan berbaring di taman yang ada di kawasan ini.
Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika menduduki taman, banyak sampah berserakan
Tentunya aksi yang melibatkan banyak orang semacam ini juga akan meninggalkan banyak sampah setelah acara usai. Sampah-sampah tersebut sebagian besarnya adalah sisa-sisa kebutuhan logistik yang dikonsumsi oleh para peserta seperti bekas bungkus nasi, botol minuman dan plastik, juga kertas koran dan karton yang digunakan oleh para peserta parade sebagai alas untuk menduduki taman kota.
Peserta parade bhineka tunggal ika makan nasi bungkus www.sorak.in
Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika menikmati nasi bungkus kotak dan menduduki taman
Sebagian besar taman kota yang ada di kawasan tersebut lantas dipenuhi sampah-sampah yang berserakan. Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, pada aksi 19 November ini, sebagian besar taman kota memang dijadikan tempat berteduh ataupun tempat untuk menyantap jatah nasi bungkus kotak bagi para pesertanya.

Tentunya hal tersebut membuat petugas kebersihan sangat kerepotan. Mereka pun harus bekerja ekstra keras untuk membersihkan taman dari sampah yang menumpuk dan berserakan. Selain itu, petugas juga harus memperbaiki taman yang rusak karena diinjak-injak dan diduduki oleh peserta Parade Bhineka Tunggal Ika ini. BDLV/TM
Para Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika Makan Nasi Bungkus Kotak dan Duduk di Atas Taman

On November 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Parade Bhineka Tunggal Ika, baru saja digelar oleh berbagai kelompok dan elemen masyarakat. Dalam parade ini, pihak panitia memastikan akan ada 100.000 massa yang datang dari berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa.
Peserta parade bhineka tunggal ika makan nasi bungkus
Tentunya aksi semacam ini akan menguras energi dan stamina para peserta. Rasa haus dan lapar pun dipastikan akan menghampiri siapa saja. Namun begitu, tentunya panitia maupun koordinator masing-masing peserta Parade Bhineka Tunggal Ika ini sudah menyiapkan semuanya.

Dari beberapa foto yang saat ini beredar, tampak beberapa peserta memang sedang menikmati nasi kotak (bungkus) sambil bersantai dengan duduk-duduk di atas taman kota. Mereka pun terlihat rileks tanpa adanya rasa kekhawatiran akan rusaknya tanaman maupun rerumputan di taman tersebut.

Aksi yang konon kabarnya akan diikuti oleh 100.000 massa ini sendiri berjalan lancar dan santai. Namun begitu, cuaca Ibukota sendiri sejak pagi tadi memang cukup panas. Praktis teriknya sengatan matahari pun tak bisa dihindari oleh peserta aksi.
Sebagian dari para peserta parade ini lantas berkumpul di bawah pepohonan untuk berteduh dari sengatan sinar matahari yang cukup panas saat itu. Selain sekedar duduk-duduk, sebagian dari mereka juga terlihat ada yang berbaring melepas lelah.
Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika berteduh di atas taman kota
Namun begitu, banyak pihak khususnya Netizen di berbagai sosial media yang menyayangkan tindakan para peserta parade ini. Mereka berharap, seharusnya para peserta tidak menjadikan taman kota sebagai tempat berteduh karena khawatir akan ada tanaman yang rusak. BDLV/TM
Cuaca Terik, 100.000 Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika Sebagian Berteduh di Bawah Pepohonan

On November 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Parade Bhineka Tunggal Ika, baru saja digelar oleh beberapa kelompok dan elemen masyarakat. Dalam parade ini, pihak panitia memastikan akan ada 100.000 massa yang datang dari berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa.
Peserta parade bhineka tunggal ika berteduh
Aksi yang konon kabarnya akan diikuti oleh 100.000 massa ini sendiri berjalan lancar dan santai. Namun begitu, cuaca Ibukota sendiri sejak pagi tadi memang cukup panas. Praktis teriknya sengatan matahari pun tak bisa dihindari oleh peserta aksi.

Sebagian dari mereka lantas berkumpul di bawah pepohonan untuk berteduh dari sengatan sinar matahari yang cukup panas saat itu. Selain sekedar duduk-duduk, sebagian dari mereka juga terlihat ada yang berbaring melepas lelah.
Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika berteduh di atas taman kota
Melihat kondisi ini, cukup banyak Netizen yang menyayangkan tindakan para peserta parade ini. Publik di jagat maya menegaskan bahwa seharusnya para peserta parade tidak menjadikan taman kota sebagai tempat berteduh. Mereka meyakini bahwa hal ini bisa merusak rumput atau tanaman yang ada di taman kota tersebut.
Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika berteduh di atas taman kota
Namun demikian, masih belum ada laporan kerusakan tanaman yang dilaporkan oleh media online maupun TV yang biasa meliput kerusakan taman di Ibukota. Selebihnya, Parade Bhineka Tunggal Ika masih menjadi bahan perbincangan hangat para Netizen di ranah maya. BDLV/TM
Antusiasme Warga Ikuti Parade Bhineka Tunggal Ika, Sabtu 19 November 2016

On November 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Parade Bhineka Tunggal Ika 19 November, saat masih sedang dan terus berlangsung. Aksi yang kabarnya diikuti oleh sekitar 100 massa ini sendiri dipusatkan di Parkir Timur Senayan dan kawasan Bundaran HI, Jakarta.
Para peserta parade bhineka tunggal ika menginjak taman kota www.sorak.in
Selain diikuti oleh kelompok masyarakat, kabarnya aksi ini juga melibatkan sejumlah tokoh seperti Syafii Maarif, Iwan Fals dan beberapa tokoh lainnya. Parade ini sendiri digagas dan diketuai oleh Tsamara Amany Alatas, salah seorang pendukung Cagub DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Parade ini tentunya mendapat perhatian dari sejumlah tokoh dan juga masyarakat luas. Tak terkecuali juga para Netizen di jagat maya, mereka pun ramai-ramai turut menginformasikan jalannya parade ini dengan membagi-bagikan beberapa foto maupun video.

Tak hanya masyarakat biasa, bahkan Letjen TNI (Purn.) Suryo Prabowo, seorang mantan petinggi TNI pun turut menanggapi jalannya aksi ini. Melalui akun Facebook Suryo Prabowo miliknya, pensiunan Jenderal bintang 3 ini lantas mengomentari jalannya Parade Bhineka Tunggal Ika ini.
Postingan Letjen Suryo Prabowo tersebut disambut begitu antusias oleh para Netizen. Postingan ini terhitung sudah ribuan kali disukai dan dibagikan. Beragam tanggapan dan komentar pun terus berdatangan menghampiri postingan mantan petinggi Kopassus ini.

Hingga saat ini, publik khususnya Netizen di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter masih ramai membahas dan memperbincangkan aksi Parade Bhineka Tunggal Ika yang digelar Sabtu 19 November 2016 hari ini. BDLV/TM
Para Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika Tertangkap Kamera Sedang Menginjak Taman Kota

On November 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Saat ini, masih sedang berlangsung Parade Bhineka Tunggal Ika yang digagas oleh Tsamara Amany Alatas, salah seorang pendukung Cagub DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berpasangan dengan Djarot.
parade pendukung ahok menginjak taman kota
Kabarnya, panitia parade ini menyebutkan bahwa aksi tersebut akan diikuti oleh sejumlah tokoh seperti Syafii Maarif, Iwan fals dan beberapa tokoh lainnya. Selain itu, panitia juga memastikan bahwa parade ini akan diikuti oleh sekitar 100 ribu masa.

Saat ini, beberapa media juga sudah mengabarkan jalannya parade ini. Selain itu, para Netizen juga ramai-ramai membagikan foto-foto maupun video yang menggambarkan jalannya Parade Bhineka Tunggal Ika 19 November 2016 tersebut.
Para peserta Parade Bhineka Tunggal Ika
Menariknya, ada beberapa foto Facebook yang dibagikan yang mendapat perhatian lebih dari para Netizen. Hal itu dikarenakan adanya beberapa peserta parade yang sedang duduk-duduk maupun berdiri di atas taman kota. Tentunya hal ini memicu rasa kekhawatiran dari sebagian Netizen, mereka mengkhawatirkan akan ada kerusakan tanaman di taman kota tersebut.
Meski demikian, masih belum ada laporan akan kerusakan taman yang diakibatkan oleh para peserta parade ini. Beberapa stasiun televisi yang biasa dan sering mengabarkan kerusakan taman kota di Ibukota ini juga masih belum merisilis pemberitaannya. BDLV/TM
Para Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika 19 November, Gelar Tari-Tarian

On November 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Hari ini, Sabtu 19 November, sejumlah masyarakat di Ibukota dan dari beberapa daerah lainya menggelar Parade Bhineka Tunggal Ika. Kabarnya, parade ini akan diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat dengan tanpa melibatkan organisasi atau partai politik manapun.
Ratusan peserta parade bhineka tunggal ika gelar tarian
Sejak sepekan yang lalu, parade ini sudah merebak dan begitu gencar menjadi bahan pemberitaan beberapa media nasional kita. Selain itu, ada juga sekelompok Netizen yang turut menyuarakan ajakan atau himbauan kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Parade Bhineka Tunggal Ika sendiri digagas oleh Tsamara Amany Alatas, salah seorang pendukung Cagub DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kabarnya, Parade Bhineka Tunggal Ika ini melibatkan sejumlah tokoh dan konon akan diikuti oleh sekitar 100 ribu massa.

Sejak tadi pagi, beberapa media juga sudah mengabarkan bahwa Parade Bhineka Tunggal Ika ini sudah berlangsung sejak beberapa jam yang lalu. Parade Bhineka Tunggal Ika ini sendiri di pusatkan di Bundaran HI dan Parkir Timur Senayan.

Selain media, beberapa Netizen juga turut membagi-bagikan kegiatan yang sedang dan masih berlangsung tersebut. Seorang Netizen bahkan membagi-bagikan beberapa foto kegiatan ini ke akun Facebooknya. Selain foto-foto, ada juga video yang berhasil diabadikan dari lokasi.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh seorang Netizen, terlihat para peserta Parade Bhineka Tunggal Ika ini di antaranya sedang berkumpul menghadap sebuah panggung. selain berkumpul, mereka juga menggelar tari-tarian. BDLV/TM
Samsat Keliling Subang, Layanan Pajak Kendaraan Bagi Warga Pamanukan, Subang dan Sekitarnya

On November 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Membayar pajak, tentunya adalah kewajiban bagi kita semua selaku warga negara yang baik dan taat. Setiap warga negara Indonesia, memang diwajibkan untuk membayar pajak baik itu pajak bumi dan bangunan, pajak perusahaan maupun pajak kendaraan bermotor. Pajak sendiri dipergunakan untuk pembangunan dan penyelenggaraan negara kita yang tercinta.
Layanan samsat keliling polres subang mobil
Mobil Layanan Samsat Keliling Subang
Namun begitu, cukup banyak masyarakat di berbagai daerah yang merasa enggan untuk membayar pajak karena proses antrian dan juga jarak tempuh yang cukup jauh dari rumahnya. Bagaimana rasanya jika anda harus menempuh jarak antara 50 - 100 KM dari rumah menuju kantor pajak, sementara di kantor pajak sendiri antrian sudah cukup panjang ?

Untuk itulah pemerintah kemudian berusaha menjemput bola dengan membuka layanan pajak online yang biasa berkeliling ke berbagai tempat sesuai jadwalnya. Seperti halnya layanan SIM Keliling, pihak Kepolisian dan Dispenda juga kini membuka layanan pajak kendaraan keliling atau yang biasa disebut Samsat Keliling.

Untuk wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, layanan Samsat keliling sendiri terbagi dalam beberapa jam kerja yang masing-masing mengambil lokasi dan waktu yang berbeda-beda setiap pekannya. Jadawal Samsat Keliling Subang ini mencakup wilayah Pamanukan, Binong, Tambak dahan, Jalan Cagak, Tanjung Siang, Cisalak, Pusakanagara dan sekitarnya. 
Jadwal Layanan samsat Keliling Subang
Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Subang sendiri untuk minggu pertama dan minggu ketiga di setiap bulannya akan mengambil lokasi di:
  • Pamanukan, setiap hari Senin dan Selasa
  • Tanjungsiang, setiap hari Rabu
  • Cisalak, setiap hari Kamis, dan
  • Jalan Cagak, setiap hari Jumat
Untuk minggu kedua dan minggu keempat di setiap bulannya, layanan Samsat Keliling akan mengambil lokasi di:
  • Pamanukan, setiap hari Senin dan Selasa
  • Pusakanagara setiap hari Rabu 
  • Tambakdahan, setiap hari Kamis, dan
  • Wates/Binong, setiap hari Jumat
Layanan Samsat Keliling Subang ini tentunya bertujuan untuk lebih memudahkan masyarakat yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Selain jadwal tersebut diatas, masyarakat juga bisa menghubungi petugas di nomor 0812 8760 0291 untuk lebih memudahkan atau jika sewaktu-waktu jadwal mengalami perubahan.
Layanan Samsat Keliling ini biasanya mengambil lokasi di tempat-tempat yang paling strategis seperti kantor kecamatan, pasar, perempatan, pos polisi maupun tempat dan pusat keramaian lainnya. BDLV/TM