ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Arak-Arakan dan Sisingaan, Budaya Masyarakat Subang Menyambut Sunatan

On October 22, 2016 with 1 comment


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Khitanan atau sunatan dalam bahasa daerah khususnya di Jawa Barat, adalah salah satu ritual atau prosesi bagi setiap anak laki-laki Muslim. Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, tentunya Khitanan atau sunatan adalah sebuah keumuman selain sebagai kewajiban.
Sisingaan dan mamanukan arak-arakan budaya masyarakar subang
Sisingaan dan Mamanukan kesenian tradisional Subang
Selain dari khitan itu sendiri, cukup beragam budaya dan adat istiadat yang mengiringi dan melengkapi prosesi khitan ini. Khitan juga akan dipadukan dengan budaya, tradisi, seni hingga kearifan lokal dan kebiasaan masyarakat di suatu daerah.

Di Jawa Barat, cukup banyak adat istiadat yang akan memeriahkan prosesi khitan ini. Kuda renggong, Degung, Pergosi odong-odong atau Sisingaan hingga arak-arakan dan parade budaya lainnya adalah beberapa jenis kesenian yang sudah terbiasa menyemarakan acara khitanan diberbagai daerah di provinsi Jawa Barat.

Di wilayah utara Jawa Barat khususnya di Kabupaten Subang, masyarakat mengenal adanya Sisingaan atau kadang juga di sebut Pergosi. Pergosi atau Sisingaan adalah sebuah tandu berbentuk singa dimana nantinya anak yang akan di khitan ini akan naik ke atasnya lantas di arak berkeliling kampung dengan diiringi musik berupa kendang pencak, terompet, kemong (gong kecil) dan gong.

Sebagai budaya buhun masyarakat Subang, Jawa Barat, Sisingaan atau Pergosi Odong-Odong (Citot) juga mempraktekan seni pencak silat saat kesenian ini digelar. Selain mempraktekan jurus-jurus silat, Sisingaan juga diringi seni sulap terkadang juga atraksi Debus yaitu menusuk atau mengiris bagian tubuh dengan benda tajam seperti silet, pisau, atau jarum.

Di pesisir utara Subang, khususnya di Desa Muara, Blanakan, budaya Sisingaan sendiri mulai terkikis oleh hadirnya arak-arakan jenis baru yang menggunakan bermacam bentuk hewan sebagai pengganti Singa. Musik pengiringnya pun sudah berganti, jika dahulu sangat tradisional dan berorientasi pada seni dan budaya asli Jawa Barat, kini berganti dengan musik modern Cirebonan dengan beat yang menghentak.

Tak hanya masyarakat Pantura saja. Belakangan, arak-arakan 'jenis baru' ini juga mulai digemari dan merambah ke wilayah selatan Subang yang memiliki perbedaan dalam hal bahasa dan budaya. Hal itu sebabkan karena anak-anak akan merasa lebih tertarik menaiki Sisingaan jenis baru yang lebih meriah ini.
Secara budaya, kesenian jenis baru yang lahir karena adanya percampuran budaya ini tak lagi memiliki nuansa seni khas Jawa Barat. Kesenian jenis ini adalah kesenian modern berorientasi komersil yang mengadopsi budaya sisingaan sebagai budaya asli masyarakat Subang, Jawa Barat.

Kehadiran Sisingaan jenis baru yang kini lebih dikenal sebagai Mamanukan ini tentunya menjadi sebuah kehilangan besar bagi sebagian masyarakat yang masih merindukan kesenian tradisional Sisingaan yang merupakan seni budaya asli warisan leluhur. BDLV/TM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 comments:

Singanya dimakan naga terbang :)