ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Mencetak Batu Bata, Kegiatan Sampingan Petani Desa Muara di Pesisir Utara Subang

On August 21, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Batu Bata merah, adalah salah satu komponen paling penting untuk bahan bangunan selain pasir dan semen. Di Indonesia, batu bata hampir pasti digunakan oleh mayoritas masyarakat saat mendirikan rumah, tempat ibadah dan bangunan lainya.
Petani subang cetak batu bata
Pengrajin Batu Bata di Desa Muara Blanakan
Batu bata sendiri sudah dikenal sejak ribuan tahun silam, batu bata sudah ada seiring dengan peradaban umat manusia. Batu bata dengan teknik sederhana sudah mulai digunakan sejak zaman Mesopotamia dan Mesir kuno, 8000 tahun Sebelum Masehi.

Saat ini, batu bata juga mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan zaman. Teknik pembuatan batu bata pun sangat beragam, selain dengan tekhnik konvensional atau tradisional batu bata juga kini diolah dengan menggunakan mesin canggih dan moderen.

Seperti halnya di Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Di desa yang terletak persis disepanjang aliran sungai Ciasem ini cukup banyak para petani yang memanfaatkan lahan di sepanjang sungai untuk membuat batu bata.

Selain mengolah lahannya untuk pesawahan maupun tanaman palawija, para petani di daerah ini juga kerap memmanfaatkan lahan tersebut untuk membuat atau mencetak batu bata merah.

Sungai Ciasem yang kerap meluap saat musim penghujan, memang hampir selalu menggenangi area ini sembari membawa material lumpur yang cukup tebal. Karena luapan sungai dan material lumpur inilah areal pesawahan di daerah ini sering mengalami pendangkalan.

Mencetak batu bata, tentunya juga bisa menjadi salah satu solusi agar lahan yang mengalami pendangkalan karena luapan air sungai ini bisa teratasi. Selain dengan mencetak batu bata, para petani juga mempersilahkan bagi warga yang membutuhkan tanah untuk pengarukan agar bisa mengambil dan memanfaatkannya.

Teknik pencetakan batu bata di Desa Muara sendiri umumnya masih sangat tradisional. Sebelum dicetak, tanah yang akan dibuat batu bata akan diolah sedemikian rupa dan dicampur dengan sekam (dedak) yang kemudian dilarutkan dan didiamkan untuk beberapa waktu lamanya.

Setelah semua dirasa siap, proses mencetak batu bata akan dimulai. Setelah selesai dicetak secara manual, lempengan batu bata ini kemudian dijemur untuk bisa mendapatkan kekeringan yang maksimal.

Butuh waktu cukup lama saat proses pengeringan tersebut berlangsung. Hal itu dilakukan agar kadar air dan keasaman yang terdapat dalam lempengan-lempengan batu bata ini menjadi tepat dan seimbang.

Setelah dirasa cukup kering dan memenuhi syarat, lempengan batu bata ini lalu disusun sedemikian rupa untuk kemudian dibakar. Dengan menggunakan kayu dan sekam sebagai bahan bakar, proses membakar batu bata pun mulai dilakukan.

Batu bata yang siap pakai atau telah matang setelah sebelumnya dibakar memiliki harga jual antara Rp 700-800 per lempeng. Batu bata dari Desa Muara sendiri adalah salah satu yang terbaik di sekitar Subang, Jawa Barat.
Pengrajin batu bata di desa muara blanakan subang
Pengrajin batu bata di Desa Muara Blanakan
Meski demikian, industri batu bata di desa ini sendiri hanyalah kegiatan sampingan dari para petani. Kegiatan mencetak batu bata di Desa Muara adalah kegiatan musiman yang kadang juga diseusuaikan dengan kebutuhan. BDLV/TM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »