ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Taman Mini Indonesia Indah, Bukti Kecintaan Ibu Tien Soeharto Pada Bangsa Dan Rakyat Indonesia

On August 31, 2016 with No comments

taman mini adalah taman rekreasi gagasan ibu tien

Soeara Rakjat, Taman Mini Indonesia Indah atau TMII, adalah taman hiburan yang menggambarkan keberagaman bangsa Indonesia dan mewakili seluruh entitas dan budaya yang ada di segenap kepulauan Nusantara.

Ditengah menjamurnya beragam wahana dan taman hiburan berorientasi modern saat ini, TMII menjadi satu-satunya taman hiburan untuk rakyat yang benar-benar edukatif dan kompetitif. TMII menjadi pilihan utama bagi kita yang ingin betul-betul mengenali ragam budaya bangsa Indonesia.

Lalu siapa orangnya dibalik berdirinya taman miniatur Indonesia ini ? Adalah Ibu Negara, Siti Hartinah atau yang lebih di kenal Ibu Tien Soeharto, yang memiliki gagasan untuk menciptakan sebuah taman yang mampu merepresentasikan keberagaman budaya di Indonesia.

Gagasan untuk membangun miniatur Indonesia ini bermula pada 13 Maret 1970, dalam sebuah pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta. Sejak itu, disepakatilah suatu pembangunan yang disebut sebagai Proyek Miniatur Indonesia Indah. Yayasan Harapan Kita, yang diserahi tugas dalam pembangunan TMII tersebut.

Pembangunan TMII sendiri dimulai pada sekitar tahun 1972, dan kemudian diresmikan pada 20 April 1975. Taman Mini berdiri diatas tanah seluas kurang lebih 150 hektare, atau 1,5 KM persegi. Sebuah taman yang tentunya akan memberikan pengalam menarik bagi pengunjungnya.

Lalu apa yang membuat TMII ini memiliki kelebihan dari wahana atau taman hiburan lainnya, adalah arsitektur dan juga lanskap TMII yang benar-benar mewakili Indonesia secara keseluruhan. 

Pada awal pembangunannya, keberagaman arsitektur dan budaya di TMII hanya mencakup 26 provinsi, sesuai dengan jumlah provinsi di Indonesia saat itu. Tiap-tiap provinsi, akan diwakili oleh sebuah anjungan yang merupakan rumah besar, dengan ornamen dan berbagai kearifan lokal yang sesuai dengan darimana anjungan provinsi tersebut berasal.

Selain Anjungan, terdapat juga puluhan taman, Museum, wahana hiburan, teater dan masih banyak sarana wisata edukatif lainnya. Terdapat juga sebuah danau yang ditengahnya terdapat pulau-pulau yang membentuk menjadi kepulauan Nusantara Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Dengan harga tiket yang relatif murah dibanding taman hiburan lainnya, tak ada yang menyangkal jika TMII memang didesain dan dibangun untuk memberi hiburan dan pendidikan bagi kita dan juga putera-puteri bangsa Indonesia.

Hingga awal tahun 1990 an, TMII masih menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin berwisata sekaligus memberikan pendidikan dan mengenalkan budaya Indonesia kepada putera-puterinya.

Meski kini telah berdiri berbagai taman hiburan bahkan bertaraf internasional, namun TMII tetap mendapat tempat tersendiri di hati kita, rakyat Indonesia. Taman Mini Indonesia Indah, adalah saksi sejarah dari kepemimpinan Jenderal Soeharto selama 32 tahun lamanya. BDLV/TM
Rumah Sakit MH Thamrin Purwakarta, Sarana Utama Kesehatan Warga Purwakarta, Subang Dan Sekitarnya

On August 31, 2016 with No comments

Rs thamrin purwakarta untuk pelayanan kesehatan dan menerima bpjs

Soeara Rakjat, Kesehatan, tentu saja adalah modal utama bagi kita mengarungi kehidupan di dunia. Hidup sehat adalah dambaan bagi setiap insan, karena dengan kesehatan yang baik dan prima, tentunya kita bisa melakukan berbagai kegiatan.

Rumah Sakit, adalah salah satu sarana penunjang bagi kita untuk bisa hidup sehat. Kehadiran rumah sakit diberbagai daerah, tentunya menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendasar bagi masyarakat.

Rumah Sakit MH. Thamrin, Purwakarta, adalah salah satu rumah sakit yang begitu diandalkan oleh warga Purwakarta, Subang, hingga Karawang. Rumah sakit ini kerap menjadi rujukan bagi masyarakat yang menginginkan pelayanan kesehatan yang baik.
Panggilan Darurat RS Thamrin Purwakarta
RS MH. Thamrin beralamat di jalan lintas antara Sadang - Cikopo, Purwakarta. RS ini hanya berjarak beberapa kilo meter dari GT Cikopo maupun GT Sadang. Tinggal berbelok ke arah kanan jika kita exit di Cikopo, atau belok kiri jika dari GT Sadang.

Tak hanya warga Purwakarta, rumah sakit ini juga menjadi salah satu pilihan utama bagi warga Subang hingga Karawang. Letaknya yang strategis dan dekat dengan Tol Cipularang, membuat RS MH Thamrin juga menjadi pilihan saat terjadi insiden kecelakaan yang para korbannya membutuhkan perawatan.

Rumah sakit MH Thamrin Purwakarta, adalah cabang dari RS MH Thamrin, Salemba, Jakarta. RS Thamrin Salemba, Jakarta, sendiri didirikan pada 13 September 1979, oleh seorang dokter kenamaanm yakni Dr H Abdul Radjak DSOG, di Jalan Salemba Tengah 24-28 Jakarta.

Yayasan RS MH Thamrin. sendiri didirikan sebagai bentuk dedikasi akan perjuangan Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin. Yayasan ini bergerak di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.

RS MH Thamrin Purwakarta, tepatnya beralamat di Jalan Raya Bungursari No 36, tlp (0264) 8222222, fax (0264) 8222221. 500-119 adalah nomor Call Center yang bisa anda hubungi kapan dan dimana saja. BDLV/TM
Ternyata Meski Gubernurnya Pak Ahok Dan Presidennya Pak Jokowi DKI Jakarta Masih Banjir (Lagi) ?

On August 27, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Saat ini, Daerah Khusus Ibukota Jakarta kembali direndam banjir. Banjir kali ini pun terbilang besar dan parah yang merendam beberapa wilayah DKI, khususnya daerah Kemang, Jakarta Selatan.
jakarta kembali banjir besar
Banjir besar kembali merendam Ibukota
Dari pemberitaan media-media nasional maupun foto-foto yang diunggah dan dibagikan oleh para Netizen, kita pun menjadi tahu bahwa banjir kali ini khususnya yang melanda daerah Kemang, adalah salah satu banjir terbesar selama beberapa tahun terakhir.

Lalu mengapa hal ini (banjir) kembali terjadi ? Tentunya itulah pertanyaaan kita semuanya. Padahal, Pemprov DKI khususnya Gubernur Ahok mengklaim bahwa kepemimpinannya telah berhasil mengatasai atau meminimalisir banjir. Ahok pun berani menjamin bahwa kini Jakarta sudah terbebas dari banjir.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu Ahok sempat sesumbar minta diturunkan hujan besar selama beberapa jam sebagai uji coba. Menurut Ahok, uji coba tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas program penanggulangan banjir yang sudah dilakulan oleh Pemprov DKI. 
Banjir di Kemang, Jakarta Selatan / Foto detik.com
Meski begitu, banjir masih tetap terjadi dan semakin menjadi-jadi. Merasa ada yang salah, Ahok pun lantas menyebut bahwa banjir yang masih terjadi ini adalah karena adanya ulah dari pihak-pihak tertentu atau sabotase maupun unsur-unsur (kesengajaan) lainnya. 

Selain Ahok, tentunya publik juga menanti janji-janji dari Presiden Jokowi untuk turut mengatasi banjir di DKI. Salah satu alasan utama Jokowi maju ke RI 1 dan meninggalkan kursi DKI 1 adalah agar bisa lebih mudah untuk mengatasi banjir dan juga macet di DKI. Dengan menjadi presiden, Jokowi berdalih akan lebih mudah mengatasi  berbagaip ersoalan di DKI.

Mengatasi Banjir, Salah Satu Program Unggulan Jokowi - Ahok 
Jika dihitung mundur, kepemimpinan Jokowi-Ahok di DKI sendiri akan segera berakhir. Setelah Jokowi menjadi RI 1 diakhir 2014 lalu, tentunya semua program-program DKI mutlak menjadi tanggung jawab Ahok atau Basuki ini. Namun begitu, berbagai persoalan di DKI salah satunya banjir yang konon 'sangat mudah' untuk diatasi tak juga bisa terealisasi.

Dengan anggaran dan sumber daya tidak terbatas yang dimiliki DKI, dengan dibantu langsung oleh Presiden Jokowi, sebenarnya mengatasi macet dan banjir di DKI bukanlah sesuatu yang sulit-sulit amat (sekali). Hanya tinggal dibutuhkan sebuah niat dan adanya kemauan untuk bekerja, kerja & KERJA !!!

Lalu mengapa masih ada banjir di DKI ? BDLV/TM
Petani Di Desa Langensari, Blanakan, Subang, Kini Bersiap Untuk Menyambut Musim Tanam

On August 27, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Saat ini, para petani diwilayah utara Subang khususnya di Kecamatan Blanakan, sudah bersiap untuk mulai menggarap lahan. Aktivitas para petani di sawahnya masing-masing pun terlihat makin meningkat dibanding waktu-waktu sebelumnya.
petani langen sari blanakan subang siap musim tanam
Lahan pertanian di Desa Langensari Blanakn
Seperti yang terjadi di Desa Muara dan Langensari saat ini, di dua desa yang letaknya berdampingan ini para petani cukup sibuk melakukan berbagai persiapan untuk musim tanam kali ini.

Meski sebagian petani di kedua desa ini sudah ada yang melakukan proses tanam setelah sebelumnya melakukan penyemaian, namun sebagian lagi masih menunggu giliran agar sawah-sawahnya di garap dengan traktor untuk penggemburan.

Para petani yang masih belum memiliki traktor memang masih menyewa jasa traktor milik orang lain. Hal itulah yang membuat mereka harus antri menunggu giliran. Tentunya hal ini masiih menjadi kendala, petani pun berharap agar pemerintah memberi bantuan berupa traktor.

Desa Langensari dan Muara sendiri adalah dua desa yang cukup potensial dan salah satu penghasil padi terbaik di wilayah utara Subang. Selain padi, di kedua desa ini juga terdapat para petani yang mengelola tambak atau empang untuk budidaya ikan maupun udang. BDLV/TM
Ternyata Bukan Jokowi Presiden Pertama, SBY dan Presiden Soeharto Juga Pernah Kunjungi Samosir

On August 25, 2016 with No comments

Soeharto di Samosir danau toba

Soeara Rakjat, Kunjungan Presiden Jokowi ke beberapa tempat di Sumatera Utara termasuk Toba Samosir, dalam rangkaian acara peringatan Hari Kemerdekaan, telah menimbulkan kerancuan dalam judul pemberitaan yang dirilis oleh beberapa media kita.

Ada beberapa media tanah air yang menyebutkan bahwa Jokowi adalah Presiden pertama yang mengunjungi Samosir dalam judul beritanya. Sontak, judul berita tersebut menjadi bahasan hangat publik, khususnya para Netizen di ranah maya.

Belakangan diketahui bahwa SBY juga pernah mengunjungi Samosir semasa menjabat Presiden. Hal inilah yang kemudian dijadikan rujukan untuk mempertanyakan beredarnya pemberitaan 'Jokowi Presiden pertama yang kunjungi Samosir'.


Beberapa jam yang lalu, puteri dari mendiang Jenderal Soeharto Siti Hediati Haryadi Soeharto SE, juga mengkonfirmasi bahwa ayahandanya pernah berkunjung ke Samosir semasa menjadi Presiden.

Sembari membagikan link foto HM Soeharto di akun Instagram miliknya, Siti Hediati pun menuliskan, "Saat Bapak berkunjung ke Samosir," ungkap Siti Hediati Hariyadi, atau yang lebih sering disapa Titik Soeharto ini. 

Foto Instagram yang diposting Titik Soeharto melalui akun Fans Page Siti Hediati Soeharto SE ini mendapat aplaus dan sambutan hangat dari para Netizen. 32 tahun kepemimpinan HM Soeharto, tentunya masih menyisakan beragam cerita dan kesan yang mendalam bagi sebagian besar masyarakat indonesia. 

Tentunya tidak menutup kemungkinan akan adanya Presiden lain sebelum Jenderal Soeharto yang pernah mengunjungi Samosir. Mengingat HM Soeharto sendiri adalah Presiden RI ke 2, yang baru resmi menjabat pada 27 Maret 1968, sekitar 23 tahun setelah bangsa Indonesia merdeka. BDLV/TM
Bus Warga Baru Pagaden - Kampung Rambutan, Moda Transportasi Andalan Warga Subang

On August 23, 2016 with 1 comment


Soeara Rakjat. Pamanukan. Perusahaan Otobus Warga Baru, adalah salah satu moda transportasi andalan bagi masyarakat Subang, Purwakarta dan Karawang saat hendak menuju atau berkunjung ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta, untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan.
Bus warga baru yang melayani rute subang, pagaden, kp rambutan
Bus Warga Baru Pagaden-Rambutan
Letak wilayah Subang, Karawang dan Purwakarta yang tak jauh dari Ibukota, membuat banyak warga di ketiga daerah tersebut yang melakukan aktifitasnya di Jakarta. Bus Warga Baru pun kerap menjadi pilihan utama bagi mereka yang hendak bekerja, berdagang, atau sekedar mengunjungi sanak keluarganya.

Cukup banyak pula warga di ketiga daerah tersebut yang setiap harinya melakukan perjalanan pulang-pergi dengan menggunakan bus ini. Hadirnya beragam kawasan industri dari mulai wilayah Bekasi, Karawang hingga Purwakarta, membuat mobilitas warga yang menggunakan bus ini terbilang cukup tinggi.

Khusus untuk warga Subang, ada sebuah bus yang melayani rute Pagaden, Pamanukan, Ciasem, Cikopo-Kampung Rambutan. Selain itu, ada pula bus Warga Baru dengan rute Subang, Kali Jati, Sadang-Kampung Rambutan.

Bagi warga Subang di daerah utara, mereka biasa menggunakan jasa bus Warga Baru rute Pagaden-Kampung Rambutan. Bus ini tergolong bus yang kondisinya paling sederhana diantara bus-bus yang ada. Bus ini tidak dilengkapi sarana pendingin udara atau AC. Bus rute ini memang disediakan khusus bagi mereka yang merakyat dan sederhana.

Sebelumnya, pernah ada bus rute ini yang dilengkapi fasilitas berupa AC. Namun menurut beberapa awak bus, armada bus yang dilengkapi AC justeru sepi peminat, para penumpang akan lebih memilih bus non AC dengan berbagai alasan.

Beberapa alasan para penumpang lebih memilih bus non AC diantaranya adalah karena takut mabok atau soal harga tempat duduk yang lebih murah. Selain itu, para penumpang yang mayoritas didominasi kaum pria ini lebih memilih bus non AC karena bisa bebas untuk menghisap rokok atau ngudud dalam bahasa lokal.

Selain para penumpang yang naik dari Pagaden, Pamanukan, Ciasem, Cikopo menuju Kp Rambutan atau sebaliknya, bus ini juga melayani penumpang jarak dekat, yang turun-naik disepanjang rute Cikopo hingga Pagaden. Penumpang jarak dekat atau sedang ini biasa disebut sebagai Cilok.

Di era tahun 1990-an, saat sepeda motor tak sebooming saat ini, bus ini juga selalu dinanti oleh para pelajar di sepanjang rute Pagaden hingga Cikopo. Dengan tarif pelajar yang hanya sekitar Rp 300 untuk jarak Pamanukan-Ciasem dan Rp 600 untuk rute Pamanukan-Cikampek, membuat bus Warga Baru ini benar-benar menjadi primadona para siswa di Subang bagian utara.

Bus Warga Baru yang melayani rute Subang-Jakarta, khususnya Pagaden-Kampung Rambutan ini sendiri sudah tergolong berusia senja. Namun begitu, bus ini tetap berusaha menyajikan pelayanan yang prima dan istimewa bagi para pengguna setianya.

Eksistensi bus Pagaden-Rambutan sejak puluhan tahun silam, tentunya banyak meninggalkan catatan dan beragam cerita baik suka maupun duka. Tak jarang pula benih-benih cinta tumbuh dan bersemi diantara mereka, sesama para penumpang bus Warga Baru Pagaden-Kampung Rambutan.
Sekedar informasi, bus Warga Baru dari Pagaden pertama berangkat adalah jam 2 pagi dini hari, dan bus terakhir berangkat jam 14.00 atau jam 2 sore. Sementara dari Kampung Rambutan, bus pertama akan berangkat pukul 06 pagi dan bus terakhir berangkat pukul 19.00 atau jam 7 malam. mch
Meme Lucu Harga Rokok Kini Bertebaran Meramaikan Wacana Harga Rokok Rp 50 Ribu / Bungkus

On August 22, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Beberapa hari terakhir, masyarakat Indonesia digemparkan oleh rumor akan naiknya harga rokok hingga Rp 50.000/bungkus. Wacana ini begitu sensaional yang bahkan telah membuat para Netizen seisi jagat maya gempar.

Wacana ini pun semakin menguat seiring munculnya beragam berita dari media-media. Mesti DPR sendiri belum membahas secara resmi dalam sidang paripurna, akibat pemberitaan media ini publik pun menjadi cemas dan khawatir.

Rasa cemas dan kekhawatiran itu tentunya muncul dari para perokok aktif, yang tentu akan merasa sangat keberatan dengan wacana harga rokok tersebut. Tak hanya perokok, hal serupa juga muncul dari produsen dan para pekerja industri rokok.

Jika pemerintah dan DPR sendiri menyetujui kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus, tentunya kan berdampak dan memiliki implikasi yang sangat luas dan signifikan, baik itu dari sisi positif maupun negatif.

Menyikapi hal ini, tentunya para Netizen pun tak tinggal diam, cukup banyak opini-opini yang berkembang, hingga meme-meme terkait harga rokok baik yang mendukung maupun yang menolak.

Tak hanya meme-meme yang mendukung maupun menolak, wacana kenaikan harga rokok ini juga bahkan dikait-kaitkan dan di politisir oleh para Netizen.

Meski kenaikan harga rokok sendiri masih sekedar wacana, namun pro-kontra dan perdebatan terkait kenaikan harga rokok ini makin sengit dan meluas di jagat maya. BDLV/TM
Asep Sunandar Sunarya Dalang Legendaris Dan Tokoh Seniman Kebanggaan Rakyat Jawa Barat

On August 22, 2016 with No comments

Dalang wayang jawa barat
Soeara Rakjat, Jawa Barat. Asep Sunandar Sunarya, adalah salah satu tokoh seniman paling legendaris asal Jawa Barat. Asep Sunandar boleh jadi adalah seniman asal Tatar Sunda yang paling dikenal ke seluruh pelosok Nusantara hingga ke mancanegara.

Kiprahnya sebagai dalang Wayang Golek (Sunda) bersama paguyuban Giri Harja III, telah membuat Asep Sunandar begitu familiar bagi masyarakat. Asep Sunandar Sunarya, adalah dalang paling visioner yang mampu mentransformasikan Wayang Golek ke berbagai sendi-sendi kehidupan.

Dalam setiap pentasnya, Abah Asep selalu berhasil mengundang besarnya animo masyarakat. Tak hanya masyarakat Jawa Barat, hampir seluruh masyarakat di pulau Jawa dan sebagian Nusantara menyukainya. Tak jarang turut hadir pula tamu-tamu asal mancanegara yang merasa tertarik akan kebudayaan Sunda khususnya kesenian Wayang Golek ini.

Selain kepiawaian dalang Asep, peran paguyuban Giri Harja III sebagai pengiring gamelan tentunya memiliki peran yang sangat menentukan. Para Nayaga Giriharja memang mampu memainkan berbagai laras nada dengan sama baiknya.

Seperti kita ketahui bahwa di Jawa Barat juga dikenal adanya budaya Kacirebonan, sebuah bentuk budaya Jawa Barat / Sunda yang berpadu dengan unsur kebudayaan Jawa 'tulen', yang keberadaannya makin menguat setelah dominasi Kesultanan Mataram Islam di tanah Jawa pada awal abad 17 silam.

Disekitar Cirebon, Indramayu, Subang dan sebagian Karawang, dikenal juga adanya kesenian wayang kulit dengan iringan gamelan berlaras khas Prawa dan Pelog, dengan seruling sebagai pengatur harmoniasasinya. Ternyata dua laras nada khas masyarakat pantai utara ini juga mampu dimainkan oleh para nayaga Giri Harja dengan sama baiknya.

Sebelum Asep Sunandar melegenda seperti sekarang, ada seorang dalang yang lebih dulu eksis di Tanah Parahyangan, yakni dalang Cecep Supriadi. Tentunya masih banyak dalang-dalang lain, namun Cecep Supriadi dan Asep Sunandar adalah dua dalang yang dikenal saat teknologi recording telah mampu mendokumentasikan beragam  khazanah  budaya kedalam kaset pita, CD hingga era digital seperti saat ini.

Lalu apa yang membuat Asep Sunandar Sunarya begitu dikenal dan mampu menarik perhatian semua orang dari berbagai kalangan ? Tentunya hal itu tak lepas dari kemampuan naluriah dan visi Asep Sunandar saat memerankan berbagai lakon wayang.

Asep Sunandar telah mampu membuat Wayang Golek menjadi hidup dan tak hanya sebuah tontonan yang menjemukan.  Abah Asep telah berhasil mengedepankan aspek kehidupan masyarakat baik secara sosial, budaya dan politik tanpa harus kehilangan esensi dari budaya wayang itu sendiri.

Tak hanya pesan moral, Abah Asep juga bahkan mampu menyampaikan risalah Islam agar lebih mudah diterima dan dicerna oleh masyarakat khususnya pencinta wayang. Seperti halnya Sunan Kalijaga, Abah Asep juga banyak menggubah cerita rekaan yang menitik beratkan pada dakwah dan syiar Islam.

Tanpa Asep Sunandar Sunarya, mungkin tokoh Cepot tidak akan setenar seperti sekarang. Berkat Abah Asep lah Cepot atau Astrajingga kini menjadi ikon nasional dan dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. 

Abah Asep, mungkin adalah satu-satunya dalang  yang telah mampu meraih begitu banyak penghargaan baik tingkat daerah, nasional hingga manca negara. Tak hanya di Indonesia, Abah Asep juga kerap berpentas di berbagai kota di Eropa dan kota-kota lainnya di dunia.

Sepeninggal Abah Asep, yang wafat pada 31 Maret 2014, tentunya adalah sebuah kehilangan besar bagi masyarakat Jawa Barat, dan juga Indonesia. Abah Asep yang lahir di Bandung pada 3 September 1955 ini telah memberi warna tersendiri bagi khazanah budaya bangsa Indonesia.  BDLV/TM
Jokowi: Infrastruktur Terus Dibangun, Dana Desa Bergulir, Kemiskinan Dan Ketimpangan Kita Kurangi

On August 21, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Presiden Republik Indonesia, Ir. H Joko Widodo atau Jokowi, kembali mengungkapkan rasa optimisme akan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan saat ini. Hal tersebut kerap diungkap Jokowi dalam berbagai kesempatan, maupun saat kunjungan kerjanya ke berbagai daerah.

Seperti saat mengunjungi Nias, orang nomor satu di Indonesia ini pun kembali menyatakan komitmennya terhadap beragam program pembangunan khususnya bidang infrastruktur. 

Seperti biasanya, selain mengatakan kepada awak media saat konferensi pers, Presiden Jokowi juga kerap menyampaikan program-programnya tersebut melalui akun jejaring sosial, khususnya Twitter.

"Infrastruktur terus dibangun, dana desa bergulir, pelan-pelan kemiskinan dan ketimpangan sosial kita kurangi-Jkw," tulis Jokowi di akun Twitter.

Tentunya sebuah pernyataan yang cukup menggembirakan bagi kita semua. Saat ini, rakyat Indonesia memang sangat merindukan terealisasinya beragam program pembangunan yang hingga saat ini beberapa diantaranya belum terselesaikan.
Namun begitu, kondisi perekonomian Indonesia sendiri dinyatakan masih belum membaik. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan menyatakan bahwa dengan APBN saat ini, Indonesia sepertinya mustahil untuk bisa merealisasikan program pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur sendiri memang membutuhkan dana besar. Untuk itulah pemerintah saat ini tak segan-segan untuk menggandeng swasta ataupun menambah hutang demi terealisasinya program infrastruktur ini. BDLV/TM
Mencetak Batu Bata, Kegiatan Sampingan Petani Desa Muara di Pesisir Utara Subang

On August 21, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Batu Bata merah, adalah salah satu komponen paling penting untuk bahan bangunan selain pasir dan semen. Di Indonesia, batu bata hampir pasti digunakan oleh mayoritas masyarakat saat mendirikan rumah, tempat ibadah dan bangunan lainya.
Petani subang cetak batu bata
Pengrajin Batu Bata di Desa Muara Blanakan
Batu bata sendiri sudah dikenal sejak ribuan tahun silam, batu bata sudah ada seiring dengan peradaban umat manusia. Batu bata dengan teknik sederhana sudah mulai digunakan sejak zaman Mesopotamia dan Mesir kuno, 8000 tahun Sebelum Masehi.

Saat ini, batu bata juga mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan zaman. Teknik pembuatan batu bata pun sangat beragam, selain dengan tekhnik konvensional atau tradisional batu bata juga kini diolah dengan menggunakan mesin canggih dan moderen.

Seperti halnya di Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Di desa yang terletak persis disepanjang aliran sungai Ciasem ini cukup banyak para petani yang memanfaatkan lahan di sepanjang sungai untuk membuat batu bata.

Selain mengolah lahannya untuk pesawahan maupun tanaman palawija, para petani di daerah ini juga kerap memmanfaatkan lahan tersebut untuk membuat atau mencetak batu bata merah.

Sungai Ciasem yang kerap meluap saat musim penghujan, memang hampir selalu menggenangi area ini sembari membawa material lumpur yang cukup tebal. Karena luapan sungai dan material lumpur inilah areal pesawahan di daerah ini sering mengalami pendangkalan.

Mencetak batu bata, tentunya juga bisa menjadi salah satu solusi agar lahan yang mengalami pendangkalan karena luapan air sungai ini bisa teratasi. Selain dengan mencetak batu bata, para petani juga mempersilahkan bagi warga yang membutuhkan tanah untuk pengarukan agar bisa mengambil dan memanfaatkannya.

Teknik pencetakan batu bata di Desa Muara sendiri umumnya masih sangat tradisional. Sebelum dicetak, tanah yang akan dibuat batu bata akan diolah sedemikian rupa dan dicampur dengan sekam (dedak) yang kemudian dilarutkan dan didiamkan untuk beberapa waktu lamanya.

Setelah semua dirasa siap, proses mencetak batu bata akan dimulai. Setelah selesai dicetak secara manual, lempengan batu bata ini kemudian dijemur untuk bisa mendapatkan kekeringan yang maksimal.

Butuh waktu cukup lama saat proses pengeringan tersebut berlangsung. Hal itu dilakukan agar kadar air dan keasaman yang terdapat dalam lempengan-lempengan batu bata ini menjadi tepat dan seimbang.

Setelah dirasa cukup kering dan memenuhi syarat, lempengan batu bata ini lalu disusun sedemikian rupa untuk kemudian dibakar. Dengan menggunakan kayu dan sekam sebagai bahan bakar, proses membakar batu bata pun mulai dilakukan.

Batu bata yang siap pakai atau telah matang setelah sebelumnya dibakar memiliki harga jual antara Rp 700-800 per lempeng. Batu bata dari Desa Muara sendiri adalah salah satu yang terbaik di sekitar Subang, Jawa Barat.
Pengrajin batu bata di desa muara blanakan subang
Pengrajin batu bata di Desa Muara Blanakan
Meski demikian, industri batu bata di desa ini sendiri hanyalah kegiatan sampingan dari para petani. Kegiatan mencetak batu bata di Desa Muara adalah kegiatan musiman yang kadang juga diseusuaikan dengan kebutuhan. BDLV/TM
Kondisi Buya Yahya Semakin Membaik, Pasca Kecelakaan di KM 155 Tol Cipali

On August 20, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Kondisi terakhir H. Yahya Zainal Ma'arif, atau yang lebih dikenal dengan Buya Yahya, saat ini berangsur membaik. Sebelumnya, ulama kharismatik asal Cirebon, Jawa Barat ini dirawat intensif di RS Mitra Plumbon Cirebon.

Seperti diberitakan sebelumnya, Buya Yahya yang menumpang mobil Toyota Hiace ini mengalami kecelakaan setelah kendaraan dengan Nopol E 7059 KA tersebut, menabrak truk bermuatan semen di KM 155, Tol Cipali.

Menurut Ustadz Rizky, salah satu asisten Buya Yahya, kondisi pemimpin Ponpes Al Bahjah ini memerlukan istirahat total. Namun begitu, saat ini kondisinya sudah semakin membaik.

"Kami informasikan kepada para kaum Muslimin dan Muslimat, Alhamdulillah guru kita semua sekarang dalam keadaan sehat," kata Ustadz Rizky, melalui pesan singkatnya kepada Republika, Sabtu 20 Agustus 2016, sekitar pukul 15.00 WIB.

Buya Yahya sendiri adalah salah satu ulama yang sangat dihormati dan dikagumi. Tak hanya oleh masyarakat Cirebon, seluruh kaum muslim dipelosok Nusantara sangat mengenal sosok ulama kelahiran Blitar ini. BDLV/TM
Benahi Infrastruktur, Pemerintah Desa Muara Lakukan Pengecoran Gang Dan Jalan Lingkungan

On August 20, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa BaratDesa Muara, adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Blanakan Subang, yang saat ini sedang giat melakukan berbagai agenda pembangunan. Selaras dengan program Gapura Intan, yang sedang digalakan oleh Pemkab Subang, Pemerintah Desa Muara pun tak mau ketinggalan untuk membenahi infrastruktur yang ada di desa tersebut.
Pembangunan jalan lingkungan desa muara blanakan subang
Pembangunan jalan lingkungan (gang) di Desa Muara 
Belakangan ini, Pemdes Muara sedang membenahi jalan lingkungan atau gang yang menjadi akses bagi warga untuk mencapai jalan utama desa. Sebelumnya, kondisi gang atau jalan tersebut memang memprihatinkan.

Masih cukup banyak gang atau jalan lingkungan yang kondisinya rusak dan becek di setiap musim penghujan. Atas kondisi inilah Pemerintah Desa Muara bertekad untuk bisa memperbaikinya, dengan melakukan pembenahan berupa pengecoran.

"Semoga dengan pembangunan gang (jalan lingkungan) ini akan bisa memudahkan aktivitas seluruh masyarakat desa Muara," tegas Ita Sudita, Kepala Desa Muara, saat di temui di kantor desa.

Lebih lanjut, Kades yang akrab disapa Lurah Ita ini juga menyatakan agar masyarakat bersabar jika masih banyak kekurangan dalam progres pembangunan. Karena menurutnya, pembangunan di desa Muara tentunya disesuaikan dengan alokasi dan anggaran atau dana yang tersedia.
Pembangunan jalan lingkungan dan gang desa muara
Pembangunan jalan lingkungan (gang) di Desa Muara 
Tentunya pembangunan ini akan berjalan efektif dan berkesinambungan jika bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pusat, yang salah satunya berupa Dana Desa tidak terhambat. Masyarakat pun berharap agar pemerintahan Presiden Jokowi mampu merealisasikan janji-janjinya yaitu bantuan Rp 1,4 milyar per desa setiap tahunnya. BDLV/TM
Buya Yahya Alami Kecelakaan, Habib Rizieq Ajak Netizen Untuk Turut Mendoakan

On August 20, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Ulama kharismatik asal Kota Cirebon, H. Yahya Zainal Ma'arif atau Buya Yahya, dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat ini, ulama kelahiran Blitar, Jawa timur ini dirawat di RS Mitra Plumbon, Cirebon.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Buya Yahya mengalami kecelakaan tunggal. Mobil putih yang ditumpangi Buya Yahya menabrak truk yang ada didepannya saat melaju di Tol Cipali, pada Sabtu, 20 Agustus 2016, sekitar pukul 03.00 dini hari.

Buya Yahya lantas dilarikan ke RS Mitra Plumbon untuk pertolongan pertama, dan masih menjalani perawatan hingga saat ini.

Mendengar peristiwa laka-lantas ini, masyarakat Cirebon merasa terkejut. Mereka lantas berdo'a untuk kesembuhan pemimpin Ponpes Al Bahjah, yang beralamat di Jl Pangeran Cakrabuana No 179, Sendang, Cirebon ini.

Tak hanya masyarakat dan tokoh asal Cirebon, tokoh ulama asal DKI Jakarta pun turut mendoakan kesembuhan Buya Yahya. Habib Rizieq Shihab salah satunya, Habib asal Petamburan ini mengajak para Netizen untuk turut mendoakan, guna kesembuhan Buya yahya. 
Buya yahya dirawat intensiv karena kecelakaan

"Mari sama-sama kita bacakan do'a dan fatihah untuk Buya Yahya, ulama ASWAJA Cirebon yang mengalami kecelakaan," ujar pemimpin Front Pembela Islam ini, melalui akun jejaring sosial Facebook. BDLV/TM
Yusril : Jangan Biarkan Negara Ini Amburadul, Jadi Bahan Olok-Olok Dan Tertawaan Bangsa Lain

On August 17, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Pengangkatan dan pencopotan Menteri ESDM, Arcandra Tahar, dalam rentang waktu yang relatif singkat, sepertinya telah menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat dan berbagai pihak.

Cukup banyak yang kini mulai mempertanyakan awal proses hingga pengangkatan Arcandra menjadi Menteri ESDM. Arcandra Tahar sendiri akhirnya hanya menjabat sekitar kurang lebih 20 hari setelah akhirnya di copot oleh Presiden Jokowi.

Tak hanya masyarakat dan para Netizen di ranah maya, cukup banyak tokoh, aktivis, politisi, anggota DPR hingga praktisi hukum yang turut pula mempertanyakannya.

Seperti halnya Yusril Ihza Mahendra. Sebagai ahli Hukum Tata Negara, Yusril juga turut mengkritisi langkah dan kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi dalam mengangkat menteri, khususnya Arcandra Tahar.

Melalui akun Twitter pribadinya, Yusril pun mengeluarkan beberapa cuitan yang terdengar cukup pedas. Menurut hemat Yusril, sebaiknya pemerintah lebih cermat dalam setiap kebijakannya, khususnya terkait proses dan pengangkatan Menteri.

"Jangan biarkan negara ini amburadul, jadi bahan olok-olok dan tertawaan bangsa-bangsa lain. Kita harus punya harga diri," begitulah bunyi salah satu cuitan Yusril.

Menurut Yusril, hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terkesan amatiran yang akhinya bisa menimbulkan polemik, seperti halnya yang terjadi dengan pengangkatan Menteri ESDM ini.

"Tak kurang anehnya adalah penjelasan Menkumham yang seolah-olah tidak mengerti hukum kewarganegaraan RI. Sungguh amatiran mengurus negara," tukas Yusril.

Dalam tulisan lain, Yusril bahkan memberi saran kepada Presiden Jokowi, agar bertanya pada diri sendiri akan kemampuannya dalam mengurus negara dengan benar dan sesuai konstitusi.

"Presiden Jokowi harusnya bertanya pada diri sendiri apakah beliau mampu mengurus negara ini dengan benar sesuai amanat konstitusi," tulis Yusril, melalui akun @Yusrilihza_Mhd.

Netizen pun turut menanggapi apa yang lontarkan Yusril ini. Sebagian Netizen berpendapat, bahwa apa yang diutarakan Yusril adalah masukan berharga bagi pemerintah. Publik pun berharap agar pemerintah semakin lebih baik dimasa yang mendatang. BDLV/TM
Pembangunan Jembatan Terkendala, Warga Desa Muara Dan Tanjungtiga Belum Merasa Merdeka Sepenuhnya

On August 17, 2016 with No comments

Pembangunan Jembatan Permanen Desa Muara - Tanjungtiga Terkendala Anggaran
Soeaea Rakjat, Sejak 17 Agustus, bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan, melalui gigihnya perjuangan melawan penjajahan. Begitu banyak pengorbanan bangsa kita dalam cita-citanya menjadi bangsa yang merdeka.

Saat ini, bangsa kita sedang memperingati peristiwa paling bersejarah yang terjadi puluhan tahun silam lamanya. Semua merasakan kebahagiaan, meski bangsa ini juga terasa menangis jika mengenang pengorbanan para pejuang dan pahlawannya.

Setelah merdeka, bangsa Indonesia terus menggalakan berbagai agenda pembangunan dalam rangka mengisi kemerdekaan. Sebagai bangsa yang berdaulat, Indonesia tentu menginginkan agar rakyatnya makmur dan sejahtera.

Namun begitu, dinamika pembangunan juga masih belum bisa menyentuh dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Diberbagai tempat, masih cukup banyak pembangunan fasilitas publik khususnya infrastruktur yang terhambat atau bahkan belum sama sekali.

Jembatan gantung desa muara dan tanjungtiga
Jembatan Gantung Desa Muara - Tanjungtiga
Seperti halnya yang terjadi di Desa Muara dan Tanjung Tiga, kedua desa yang masuk ke wilayah Kecamatan Blanakan ini masih mengeluhkan belum rampungnya pembangunan jembatan permanen.

Hingga saat ini, warga kedua desa tersebut masih mengandalkan jembatan gantung maupun perahu penyebrangan. Tentunya hal tersebut sangat menghambat roda perekonomian, mengingat jembatan gantung maupun perahu penyebrangan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Perahu penyebrangan eretan desa muara dan tanjungtiga
Warga Desa Muara - Tanjungtiga Andalkan Perahu Penyebrangan
Masyarakat dikedua desa tersebut kerap mengeluhkan kondisi ini, mereka merasa sangat kesulitan ketika harus memutar puluhan kilo meter ke wilayah Kecamatan Ciasem, jika menggunakan kendaraan roda empat. 

Pembangunan jembatan permanen tersebut hingga kini masih belum bisa diselesaikan. Hal itu dikarenakan terbatasnya anggaran yang dialokasikan baik oleh Pemprov Jawa Barat, maupun Pemkab Subang sendiri.

Tak hanya masyarakat, hal senada juga diungkap oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Subang. Menurutnya pembangunan tersebut tetap berjalan akan tetapi disesuaikan dengan anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah daerah saat ini.

"Kami sudah sangat maksimal mengupayakan, akan tetapi tentunya penyelesaian (pembangunan) jembatan tersebut disesuaikan dengan anggaran yang tersedia di kas pemerintah daerah. Kami harap semua bersabar," ujar Boby Haerul Anwar, melalui sambungan telepon, saat dikonfirmasi.

Berbagai pembangunan, tentunya bersumber dari uang pajak rakyat dan juga hasil dari kekayaan alam bangsa kita. Masyarakat desa Muara dan Tanjungtiga pun berharap pemerintah segera merampungkan pembangunan jembatan tersebut.

Pembangunan adalah dalam rangka untuk mengisi Kemerdekaan, jika pembangunan terhambat dan terkendala, tentunya masyarakat Desa Muara dan Tanjungtiga masih belum merasakan kemerdekaan sepenuhnya. BDLV/TM
Sambut Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Siapkan Hadiah Istimewa Untuk Warga Desa Muara

On August 16, 2016 with No comments

Karang Taruna Desa Muara  Siapkan Lomba Panjat Pinang
Soeara Rakjat, Karang Taruna Desa Muara, saat ini telah menyelesaikan berbagai persiapan dalam rangka menyambut peringatan Hari Kemerdekaan. Karang Taruna Desa Muara memang berniat mengadakan aneka lomba dengan hadiah yang cukup istimewa.

Bertempat di alun-alun Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat, esok hari Rabu, 17 Agustus 2016, akan ada berbagai lomba dan aneka kegiatan lainnya yang digagas oleh Karang Taruna Desa Muara, dibantu pemerintah desa dan juga masyarakat tentunya.

Sejak sore tadi, berbagai persiapan memang sudah dilakukan, saat ini semua keperluan yang berkaitan erat dengan peringatan Hari Kemerdekaan telah rampung dan 100% telah siap untuk di pergunakan.
Panjat pinang karang taruna desa muara
Hadiah Istimewa Untuk Peserta Panjat Pinang
Hanya dengan membeli kupon seharga Rp 7.500, seluruh warga desa akan memiliki kesempatan yang sama untuk membawa pulang hadiah yang istimewa. Selain itu, disediakan pula aneka hadiah menarik lainnya bagi para peserta yang mengikuti berbagai acara perlombaan.

"Kami sedang menyiapkan berbagai keperluan untuk lomba, ini sedang kita selesaikan untuk Panjat Pinang," kata Wahyu Insanuddin, seorang pengurus Karang Taruna Desa Muara, Selasa 16 Agustus 2016, sekitar pukul 16.00 WIB.

Tentunya kegiatan yang positif ini menjadi wujud nyata dari kreatifitas para pemuda Desa Muara untuk turut berpatisipasi menyemarakan perayaan Hari Kemerdekaan. Para pemuda adalah memang harapan bangsa seperti yang dicita-citakan oleh para pahlawan dan pendahulu kita. MERDEKA !!!  BDLV/TM
Sambut Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Desa Muara Kembali Membuat Gebrakan Yang Mengejutkan

On August 13, 2016 with No comments

Sambut Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Desa Muara Siapkan Hadiah Istimewa Untuk Warga
Soeara Rakjat, Menyambut hari kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, Karang Taruna Desa Muara kembali membuat gebrakan. Sebuah gebrakan yang diharapkan mampu membangkitkan semangat warga dalam rangka menyambut hari kemerdekaan.

Karang Taruna kembali mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan hari kemerdekaan yang dikemas sedemikian rupa agar mampu menarik kreatifitas para pemuda dan warga desa Muara pada umumnya. 

Tanpa meninggalkan tradisi hari kemerdekaan yang selalu diwarnai dengan berbagai lomba tradisional seperti lari marathon, tarik tambang, balap karung, lomba makan kerupuk, estafet kelereng dan berbagai lomba linnya. Karang Taruna juga membuat sesuatu yang berbeda.

Selain bisa mengikuti lomba, kali ini para peserta dan warga juga bisa mendapatkan berbagai hadiah menarik dengan door prize sebuah sepeda motor honda. Hanya dengan membeli kupon seharga Rp 7500, masyarakat bisa berpartisipasi dan sekaligis membawa pulang hadiah yang istimewa.

Tentunya uang yang terkumpul dari hasil penjualan kupon dengan nominal harga sebesar Rp 7500 tersebut, sebagian besarnya akan digunakan untuk membiayai even 17 Agustusan ini sendiri. 

"Kami (karang taruna) bermaksud menyajikan acara yang berkualitas, dengan mengikutsertakan peran masyarakat secara sukarela dan juga menyenangkan," kata Hartono Syarifuddin, Ketua Karang Taruna Desa Muara, melalui pesan singkatnya.

Desa Muara : 
Karang Taruna Desa Muara  Turut Aktif Bersama Warga 
Jalan Diblokir Karena Ada Hajatan, Warga Muara Protes

Maksud dan tujuan dari penjualan kupon yang nantinya akan di undi ini hanyalah untuk meningkatkan antusiasme dan partisipasi masyarakat terhadap momen paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, yakni peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Saat ini, warga bisa membeli kupon dengan menghubungi para koordinator yang sudah ditugaskan, diantaranya Beni Yusril MustafaMas Kobel atau mendatangi langsung stand-stand penjualan kupon, yang salah satunya berlokasi di simpang empat Desa Muara. BDLV/TM
KH Zainal Mustafa, Simbol Perlawanan Masyarakat Tasikmalaya Jawa Barat, Melawan Penjajahan Jepang

On August 09, 2016 with No comments


KH Zainal Mustafa, Ulama dan Pahlawan Nasional asal Jawa Barat
Soeara Rakjat, Historia. KH Zainal Mustafa, adalah salah satu tokoh ulama asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain sebagai ulama, KH Zainal Mustafa juga merupakan seorang Pahlawan Nasional karena perjuangannya bersama masyarakat Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya di jaman penjajahan.

Ada beberapa versi terkait tahun kelahiran dari ulama tersebut. Menurut catatan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat, KH Zainal Mustafa lahir pada tahun 1899, di Dusun Bageur, Desa Cimerah, Singaparna, Tasikmalaya, Jawabarat. Sebelum menunaikan ibadah Haji tahun 1927, Zainal Mustafa memiliki nama asli Hudaeni. 

Sekembali dari tanah suci, putera dari pasangan Nawapi dan Ny. Ratmah ini lantas mendirkan sebuah pondok pesantren di kampung Cikembang dengan nama Sukamanah. KH Zainal Mustafa merupakan tokoh ulama Jawa Barat yang pertamakali mengobarkan pemberontakan terhadap pemerintahan jepang. 

Sejak itu, KH Zainal Mustafa pun makin giat melakukan syiar Islam diseluruh pelosok Tasikmalaya. KH Zainal Mustafa yang kharismatik, patriotik dan berwawasan ke depan ini pun semakin melekat di hati masyarakat kala itu. Pada tahun 1933, KH Zainal Mustafa lantas diangkat menjadi Wakil Rois Suriah NU cabang Tasikmalaya. 

Sejak tahun 1940, KH Zainal Mustafa secara terang mulai mengadakan kegiatan yang membangkitakan semangat nasionalisme dalam melawan penjajahan. Dalam ceramah-ceramahnya, Ia pun selalu menyerang kebijakan politik pemerintah Hindia Belanda. Tak jarang beliau diturunkan paksa dari atas mimbar saat berceramah. 

Akibat dari gerakan perlawanan ini, pada 17 November 1941, beliau ditangkap Belanda dengan tuduhan telah melakukan penghasutan terhadap rakyat. Beliau tak sendiri, ada beberapa ulama Tasik lain yang juga ditangkap bersamanya. KH Ruhiat dari Pesantren Cipasung, Haji Syirod dan Hambali Syafei adalah beberapa ulama yang ditangkap bersamanya. 

Sehari ditahan di penjara Tasikmalaya, KH Zainal Mustafa lantas dipindahkan ke penjara Sukamiskin Bandung, beliau dibebaskan pada 10 Januari 1942. Meski pernah di tahan, namun beliau tidak pernah berhenti dan gentar melakukan perlawanan. 

Akhir Februari 1942, beliau kembali di tangkap bersama Kyai Ruhiyat dan ditahan di penjara Ciamis, dengan tuduhan yang sama yaitu mengajak rakyat untuk melakukan pemberontakan. Hingga Belanda menyerah kalah kepada Jepang pada 8 Maret 1942, KH Zainal Mustafa masih di tahan di penjara Ciamis. Selanjutnya bagian 2:
1 2 3