ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Jenderal Soeharto, Masih Dianggap Sebagai Presiden Terbaik Indonesia

On May 16, 2016 with No comments


Soeara RakjatReformasi 1998, telah berhasil 'menumbangkan' Orde Baru, dan memunculkan Orde 'semu' Reformasi. 18 tahun sudah Reformasi berjalan, dan delapan tahun sudah HM Soeharto, meninggalkan kita bangsa Indonesia.

Apa yang telah kita hasilkan setelah masyarakat Indonesia begitu larut dalam Euforia kebebasan yang sebebas-bebasnya ? Berakhirnya kepemimpinan Orde Baru yang konon di kenal Otoriter, telah membawa kita pada fase baru yaitu zaman kebebasan.

Sayangnya tidak sedikit dari kita yang sering kebablasan dalam menyikapi kebebasan tersebut. Bangsa Indonesia pun kini sudah hampir kehilangan identitasnya. Bangsa Indonesia yang di kenal ketimuran dan santun, kini sepertinya mulai berubah drastis, terutama di kalangan generasi muda.

Maraknya tawuran antar pelajar, supporter sepakbola, dan warga antar kampung, sepertinya bukan lagi sesuatu yang aneh. Pergesekan-pergesekan yang kerap menimbulkan korban jiwa terasa kian marak, saling hujat dan caci maki pun semakin mengerak, sesuatu yang sangat di sayangkan tentunya.

Saat ini, bangsa Indonesia boleh bangga dengan kebebasan pers, demokrasi dan hak-hak politik. Kini rakyat di beri kebebasan untuk bersuara, memilih partai hingga Kepala Daerahnya. Namun sayang kebebasan tersebut sepertinya masih belum memberi dampak signifikan pada kehidupn dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Lalu munculah istilah atau slogan yang menyatakan bahwa era Soeharto masih lebih baik dari saat ini. Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa stabilitas baik keamanan, politik dan ekonomi masih lebih baik dari pada kebebasan mutlak bagi rakyat seperti sekarang ini.

Rakyat Indonesia kini seprtinya memang memiliki kebebasan sangat mutlak, mutlak tidak di beri subsidi, mutlak menentukan nasibnya sendiri, dan mutlak memperjuangkan kepentingannya sendiri. Bahkan menghadapi MEA, rakyat Indonesian juga mutlak tanpa adanya perlindungan dan proteksi dari pemerintah saat ini.

Hal ini bukan hanya sekedar wacana maupun opini belaka, banyak dari lembaga survey yang kemudian mencoba menjaring aspirasi rakyat tersebut. Hasilnya pun luar biasa, ternyata masih banyak masyarakat yang menyatakan bahwa isih penak jamane Soeharto.

Kondisi ini tentu membuat idiom Pie Kabare ? Masih Penak Jaman Ku To Le ? makin membumi di seantero Indonesia. Meski tidak di pungkiri bahwa zaman Reformasi juga membawa banyak perbaikan demi perbaikan, namun mungkin sebagian masyarakat masih belum merasa puas dengan kondisi ini.

Piye Kabare, Masih Penak Jaman Ku To Le ? juga sangat mungkin adalah sebuah bentuk kekecewaan sebagian masyarakat Indonesia. Reformasi yang dahulu di anggap sebagai gerbang emas Indonesia menuju kejayaan, kini banyak menuai kekecewaan bagi sebagian kalangan.

Indonesia tetap berhutang, Indonesia tetap Korupsi, dan Indonesia semakin gaduh. Indonesia juga kini masih belum bisa terbebas dari ketergantungan dan belenggu 'asing', Indonesia kini malah makin bergantung dan kian 'terlelap' dalam cengkeram kekuatan asing.

Cita-cita Reformasi bangsa Indonesia pun sepertinya Jauh Panggang Daripada Api, banyak hal yang ingin kita hindarkan dan di perjuangkan dengan mengusung Reformasi justeru kini malah terjadi. Reformasi, masih belum bisa membuat rakyat Indonesia berdaulat, mandiri dan menjadi tuan di negeri sendiri.

Untuk apa kebebasan jika hanya kebablasan, untuk apa Reformasi jika hanya makin menjauhkan kita dari cita-cita mulai para pejuang dan pendiri bangsa Indoensia. Lalu apa yang anda rasakan saat ini, sudahkah kita merasa menjadi pemilik sah bangsa Indonesia ? Sebuah pertanyaan yang rumit dan sulit tentunya.

Namun begitu, Reformasi adalah cita-cita mulia yang harus tetap kita perjuangkan. Reformasi hanya sebuah tahap perjalanan yang mungkin kini sedang tersesat di persimpangan, dan semoga kelak menemukan jalan ? BDLV/TM
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »