TERPOPULER

ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Google+ Badge

Powered by Blogger.

AH Nasution, Jenderal Besar Yang Selamat Dari Peristiwa G 30 S PKI

On May 18, 2016 with 5 comments


Soeara Rakjat, Historia. Kontroversi tentang peristiwa G 30 S, hingga kini masih dan makin menguat kepermukaan. Banyak pihak yang kemudian berusaha 'meluruskan' sejarah, meskipun kita atau bahkan mungkin mereka sendiri juga tidak atau belum tentu tahu apakah sejarah tentang peristiwa G 30 S ini memang benar-benar bengkok?
Ah nasution jenderal besar yang selamat dari peristiwa g 30 s pki
Jenderal Besar Abdul Haris Nasution
Jika berbicara tentang kisah G 30 S, tentu kita tidak bisa lepas dari para korban maupun pelakunya. Salah satu korban yang selamat dari peristiwa G 30 S, adalah Jenderal Abdul Haris Nasution. AH Nasution selamat dari target penculikan, sementara putrinya Ade Irma Suryani dan ajudannya Lettu Pierre Tendean, menjadi korban.

AH Nasution berhasil meloloskan diri melalui jalan belakang dan bersembungi di halaman tetangganya. Dengan pergelangan kaki yang patah, tepat pukul 06.00 WIB, Nasution lantas kembali ke rumah dan meminta kepada ajudannya agar Ia dibawa ke Departemen Pertahanan dan Keamanan. Nasution kemudian mengirimkan pesan khusus kepada Soeharto di Markas Kostrad.

Lolosnya AH Nasution dari upaya penculikan, tentu bisa dijadikan sebagai referensi bagi kita yang hanya merupakan para 'pembaca' sejarah, jika kita ingin betul-betul mencermati peristiwa yang terjadi puluhan tahun silam ini.

AH Nasution, merupakan seorang Jenderal Besar, sebuah gelar kehormatan yang terhormat dalam dunia militer, yang di Indonesia hanya disandang oleh tiga nama. Gelar Jenderal Bintang Lima hanya dimiliki oleh Panglima Besar Soedirman, Abdul Harris Nasution, dan HM Soeharto.

AH Nasution tentu memiliki wibawa dan kekuasaan yang besar di TNI, Nasution merupakan pejuang sejati dan pernah terjun langsung dalam kancah peperangan sebelum dan sesudah bangsa Indonesia merdeka tahun 1945.

Nasution pertamakali bergabung di dunia militer pada tahun 1940, saat itu belanda membuka lowongan untuk korps perwira cadangan dan menerima orang pribumi Indonesia. Hal itu di lakukan belanda karena saat itu sebagian Eropa termasuk Belanda sedang diduduki pasukan Nazi dibawah pimpinan Adolf Hitler.

Nasution pun lalu dipromosikan menjadi Kopral, tiga bulan kemudian menjadi Sersan. AH Nasution pun meniadi perwira di KNIL, atau Koninklijk Nederlands-Indisce Leger. Sejak itu, Nasution pun aktif dan terlibat sebagai tentara lapangan.

Menjadi anggota tentara Belanda atau KNIL, memang menjadi satu-satunya cara untuk bisa mengenyam pendidikan militer kala itu. Nasution pun tak sendiri, karena banyak pula pribumi Indonesia yang turut bergabung.

Sejak Indonesia merdeka 1945, Nasution bergabung dengan militer Indonesia, saat itu Tentara Keamanan Rakyat atau TKR. Mei 1946, Nasution nenjadi Panglima Regional Divisi Siliwangi. Nasution lalu mengembangkan teori perang teritorial, yang kini menjadi doktrin Tentara Nasional Indonesia.

Sejak itu, karier militer Nasution pun terus menanjak. Pada 1948, Nasution pun lalu menjadi wakil Panglima TKR, posisi Nasution kala itu menjadi wakil Jenderal Soedirman, Panglima Besar militer Indonesia. Meski bukan Panglima, tetapi Nasution pernah menjalani peran sebagai panglima angkatan bersenjata dalam Peristiwa Madiun 1948.

Lalu munculah Gerakan 30 September 1965, yang membawa tragedi memilukan bagi keluarga Nasution, dimana putrinya Ade Irma Suryani Nasution menjadi korban. Jika ini sebuah konspirasi, tentu bukan sesuatu yang sulit bagi Nasution untuk mengungkap kebenaran saat itu juga.

Sebagai Kepala Staf ABRI dan salah satu Dewan Jenderal, tentu Nasution masih memiliki kewenangan dan kekuasaan yang besar dalam militer Indonesia. Siapa pula yang tega membiarkan puteri kayangannya menjadi korban tanpa memberikan perlawanan?

Tentu kita semua sudah hapal betul pada kisah pagi hari 1 Oktober 1965, ketika terjadi penculikan pada perwira-perwira tinggi TNI. Kisah Jenderal Besar AH Nasution sebagai korban selamat, tentu bisa menjadi acuan berfikir bagi kita yang ingin kembali 'mengingat-ingat' peristiwa ini.

Banyak yang menuduh bahwa peristiwa G 30 S, adalah konspirasi yang dilakukan oleh penguasa rezim Orde Baru. Namun nyatanya Nasution sendiri yang menjadi korban justeru begitu dekat dengan Soeharto, bahkan Nasution sendiri yang mengirim pesan langsung kepada Soeharto di markas Kostrad bahwa dirinya selamat dari upaya penculikan.

Jenderal AH Nasution pula yang memerintahkan Mayjen Soeharto untuk mencari keberadaan Presiden Soekarno, menghubungi Panglima Angkatan Laut RE Martadinata, komandan Korps Marinir R Hartono, dan Kepala Kepolisian Sotjipto Joedodiharjo, Soeharto pun di perintah untuk mengamankan situasi keamanan Ibukota.

Jika ini di anggap sebuah sejarah yang salah, lalu mampukah mereka yang menganggap ini salah memberikan bukti yang valid dan otentik? Bukankah tidak masuk akal jika seorang pejuang sejati seperti AH Nasution, lalu membiarkan konspirasi ini dengan putri kesayangannya yang menjadi korban?

Sementara baik secara jabatan, pengaruh dan hierarki dalam tubuh TNI, AH Nasution adalah atasan Soeharto. Jika memang ini adalah sebuah rekayasa? tentunya saat itu juga Nasution bisa melakukan segalanya. Terlebih, setelah peristiwa G 30 S, Nasution menjadi salah satu jenderal paling senior di tubuh TNI.

Jenderal Nasution adalah salah satu orang paling berjasa di republik ini, beliau juga adalah salah satu penasihat utama Bung Karno. Nasution adalah salah satu orang yang bersama Bung Karno yang telah memperjuangkan integrasi Irian Jaya ke dalam Indonesia pasca kemerdekaan.

Jenderal Besar Nasution menjadi salah satu saksi dan pelaku utama sejarah sebelum dan sesudah Indonesia merdeka. Pahit getirnya perjuangan memerdekakan bangsa Indonesia tentu beliau rasakan betul, bahkan puteri kesayangannya pun harus menjadi korban dalam peristiwa 30 September 1965.

Tidak mengherankan jika para perwira tinggi TNI yang merupakan para junior dan suksesor saat ini begitu menaruh hormat terhadap Jenderal Nasution. AH Nasution merupakan salah satu guru bangsa dan orang tua bagi para pejuang-pejuang Indonesia.

Prabowo Subianto, dikenal sebagai orang yang sangat dekat dengan Jenderal Nasution. Sebagai junior, Prabowo tak pernah merasa lupa terhadap Nasution. Menurut berbagai catatan, Prabowo adalah satu-satunya orang luar selain anggota keluarga yang diundang secara khusus oleh Nasution menjelang akhir hayatnya.
Setengah Abad berlalu sudah, sepertinya fakta sejarah tidak mungkin bisa dirubah jika melihat perjuangan para pendahulu kita yang begitu berdarah-darah. Semoga perjuangan mereka, termasuk Jenderal Besar Abdul Haris Nasution untuk bangsa Indonesia tak pernah sia-sia. BDLV/TM
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

5 komentar

Salam Hormat saya buat Bapak Jendral Abdul Haris Nasution.....Semoga kami senantiasa bisa menjaga negara NKRI ini sesuai dengan keinginan para pejuang yg telah mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan dan berdirinya NKRI, Semoga Bapak di tempatkan di tempat yg mulia di sisi Allah SWT.....Aamiin...Aamiin YRA

Aamiin, semoga kita semua bisa meneladani apa yang beliau perjuangkan..

Bapak ibubatau siapapun yg menulis lain kali jangan lupa ditambahkan pki nya jangan g30s saja, supaya orangbingat siapakah yg melakukan penghianatan

Jend. Besar A.H. Nasution adl manusia yg dikirimkan Allah SWT untuk menggagalkan kudeta PKI. Beliaulah kunci kegagalan skenario jahat komunis. Semoga seluruh amal kebaikan beliau diterima, dan semua kesalahan alam. di ampuni ALLAH SWT. Amin

Beliau sungguh berjiwa besar, meski jendral tertinggi pasca G30SPKI beliau tidak haus kekuasaan. Dan sambutan beliau saat pemakaman jenazah para jendral adalah bukti otentik bahwa peristiwa pemberontakan itu benar-benar dilakukan oleh PKI. Semoga pak Nasution mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin