ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Diajak Berfoto Oleh Teman Ahok, Yusril Umbar Senyuman, Sikap Seorang Negarawan

On April 29, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Indonesia. Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, kembali menunjukan sikap dewasa seorang negarawan. Di saat Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama melakukan psywar di media terhadap dirinya, Yusril justeru menunjukan sikap sebaliknya.

Saat ini, foto Yusril yang sedang berpose dengan seorang relawan di posko Teman Ahok beredar luas di jagat maya. Foto-foto tersebut, diunggah langsung oleh akun Fanspage milik sang Profesor ilmu tata negara tersebut.

Hal ini tentu cukup mengagetkan kita semuanya. Mengingat belum lama ini Ahok menyindir Yusril, Ahok menganalogikan bahwa menyewa sembarang pengacara dalam kasus Bantar Gebang, Pemprov DKI bisa 'kerampokan'. Sebuah pernyataan yang dinilai sangat tendensius oleh sebagian kalangan.

Sebaliknya, Yusril justeru malah menunjukan sikap yang bersahabat. Yusril merasa perbedaan dalam cara pandang dan politik, bukanlah alasan untuk saling bermusuhan.


Prof. @YusrilIhza_Mhd diajak foto sama relawan Ahok. Perbedaan bukan berarti permusuhan. @basuki_btp @temanahok," tulis akun Fanspage Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra tersebut.


Apa yang dilakukan oleh Yusril saat ini, tentu membuat warga DKI, khususnya para Netizen makin mengagumi sosok Mantan Mensesneg ini. Banyak dari mereka yang makin yakin bahwa Yusril adalah sosok yang tepat untuk memimpin Ibukota.
Yusuf Mansyur Bersilaturahmi Dengan Yusril Ihza Mahendra, Diskusikan Ibukota

On April 28, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Ustadz kondang yang tak asing lagi bagi warga DKI, KH. Yusuf Mansyur, malam tadi mengunjungi kediaman Yusril Ihza Mahendra. Kunjungan ramah tamah ini tentu menjadi berita gembira bagi sebagian warga Jakarta.

Tentu banyak dari kita yang bertanya-tanya ada apakah gerangan, adakah sesuatu yang penting yang sedang di bahas oleh dua tokoh nasional ini. Tentu pertemuan tokoh sekaliber Yusuf Masyur dan Yusril sangat menyita perhatian kita, terutama warga Ibukota.

Melalui Fanpage Facebooknya, Yusril mengkonfirmasi pertemuan tersebut. Yusril pun menuliskan bahwa silaturahim ini erat kaitannya dengan Pilkada DKI 2017 nanti.

Yusril pun menuliskan, "Semalam kedatangan tamu ustad #yusufmansyur saling berdiskusi tukar fikiran juga gagasan beliau." tulis Yusril, sembari menyertakan hastag #cagubdki #gubernursantun #jakartaadil #yusrilfordki_1.

Yusril sendiri saat ini sudah resmi menjadi salah satu bakal calon Gubernur DKI yang akan di usung oleh partai Gerindra. DPD Gerindra DKI secara resmi telah menunjuk Letjen (purn) Syafrie Syamsudin, Sandiaga Uno, dan Yusril Ihza Mahehdra, sebagai balongub DKI di Pilkada 2017 nanti.

Sementara Yusuf Mansyur saat ini banyak di dorong oleh beberapa tokoh ulama dan masyarakat Jakarta, untuk turut serta dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta, 2017.

Semoga pertemuan kedua tokoh, Yusril Ihza Mahendra dan Yusuf Masyur ini bisa membawa berbagai perubahan ke arah yang lebih baik bagi warga DKI khususnya dan kita semuanya. BDLV/TM
Musim Panen : Harga Jual Gabah Jatuh Banyak Para Petani Yang Mengeluh

On April 25, 2016 with No comments


Soeara RakjatIndonesia. Saat ini, para petani di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat sedang menyambut datangnya musim panen. Banyak dari para petani ini yang merasa bergembira, meski masih ada sedikit yang mengecewakan mereka.

Petani bergembira, karena dengan datangnya musim panen, mereka akan segera bisa memetik hasil jerih payahnya selama ini.

Sementara mereka juga merasa sedikit kecewa, hal itu disebabkan karena menurunnya harga gabah hasil panen di beberapa tempat. Harga gabah yang pada musim panen lalu berkisar atara Rp 550.000 per kuintal, kini hanya mencapai Rp 430.000 - 450.000 per kuintalnya.

Hal ini tentu membuat pemasukan bagi para petani pemilik lahan mengalami sedikit penurunan. Sementara itu, biaya tanam sendiri masih tetap sama tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Seorang petani asal Subang, Jawa Barat, menuturkan bahwa harga gabah ini fluktuatif, dan sangat bervariasi. Harga gabah bisa berubah-ubah dalam hanya hitungan minggu, bergantung pada situasi dan kondisi di lapangan.
Petani Di Desa Muara, Blanakan, Subang, Masuki Musim Panen
Jika ditempat lain sedang berlangsung musim panen dengan intensitas yang tinggi, itu bisa secara langsung mempengaruhi harga gabah di beberapa daerah. Untuk itulah, para petani ini kemudian berharap agar pemerintah bisa mencari solusinya.

Panen Raya :

Musim panen sendiri diprediksi masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Banyak para petani yang masih belum memanen sawahnya yang berharap agar harga kembali normal, atau lebih baik lagi dari musim panen sebelumnya.

"Semoga pas saya panen harga gabah bisa normal, kalau harga gabah lebih mahal kami senang," ujar Indrawati, seorang petani asal Subang, Jawa Barat.

Penurunan harga ini tak hanya dialami oleh varietas Ciherang, yang memang menjadi jenis padi atau gabah mayoritas saat ini, harga gabah Ketan pun yang pada musim lalu mencapai Rp 700.000 lebih per kuintal, kini mengalami penurunan.  Soeara Rakjat
Yusril Makan Di Warteg Tanpa Ajak Juru Fhoto Dan Media, Sederhana

On April 25, 2016 with 9 comments

Yusril makan di warteg sendirian

Soeara Rakjat. Yusril Ihza Mahendra, kembali membuat heboh para Netizen di sosial media. Foto Yusril yang sedang asyik makan di Warteg ini beredar luas di jejaring sosial. Yusril Makan di Warteg, mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Meski banyak yang nyinyir dengan foto tersebut, namun Netizen cukup yakin bahwa Yusril tidak sedang melakukan pencitraan. Foto yang sedang beredar saat ini, mungkin saja diambil tanpa sepengetahuan Yusril sendiri.

Cukup beragam komentar dari para Netizen terkait ini, mereka menyambut positif sikap Yusril, yang tidak enggan untuk makan di warung rakyat. Warung Tegal atau Warteg, selama ini memang lekat sebagai tempat makan milik rakyat.

Tentu semakin banyak warga DKI yang akan semakin mengagumi sikap Yusril ini, Yusril yang terlihat mengenakan setelan baju kerja lengkap dengan dasinya, terlihat begitu menikmati makanan rakyat jelata nan sederhana ini.

Sebenarnya, apa yang dilakukan Yusril sudah sering dilakukan oleh pejabat-pejabat lain di negeri ini. Banyak yang kemudian menganggap mereka sedang melakukan proyek pencitraan dengan berusaha mendramatisir keadaan.

Namun apa yang dilakukan oleh Yusril tentu sangat berbeda. Foto Yusril yang beredar dengan resolusi fx yang kecil, menandakan foto tersebut diambil dengan gadget sederhana, dan bukan hasil jepretan seorang fotografer handal ataupun awak media nasional.

Tentu sangat berbeda dengan banyak pejabat yang selama ini melakukan pencitraan, yang mana mereka selalu membawa para juru foto mahir untuk mengambil gambar. Perbedaan lain, foto Yusril ini pertamakali beredar di media sosial milik Netizen, dan bukan di pemberitaan media-media nasional.

Foto ini sangat mungkin diambil oleh pemilik warteg ataupun sesorang yang sama-sama sedang makan di warteg, lalu mengunggahnya ke media sosial dan beredar seperti sekarang. BDLV/TM
Petani Dan Warga Desa Muara Ciasem, Subang, Sambut Datangnya Musim Panen

On April 23, 2016 with No comments


SoearRakjatDesa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, merupakan salah satu desa yang produktif menghasilkan produk pertanian, selain dari perikanan.
Panen raya di desa muara blanakan
Petani di Desa Muara Blanakan saat panen
Desa Muara, yang dikenal sebagai ikon perikanan di Subang, juga produktif menghasilkan padi. Areal pesawahan yang ada di Desa Muara pun cukup luas, sebagian besar adalah lahan tekhnis yang termasuk dalam kategori baik.

Saat ini, para petani pun sudah mulai memasuki musim panen. Panen kali ini pun terbilang cukup baik, indikasi ini bisa dilihat dari kondisi padi jelang panen yang rata-rata cukup memuaskan.

Hal ini tentu saja membuat para petani pemilik lahan dan warga desa pada umumnya merasa bergembira. Dengan panen yang baik, tentu roda perekonomian di desa pun akan sedikit mengalami peningkatan.

Hasil produksi pertanian padi, memang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi warga desa. Selain produksi ikan laut, dan tambak, sawah juga menjadi pendorong kemajuan ekonomi desa.

Selain dari hasil pertanian baik sawah atau perikanan, Desa Muara juga cukup produktif dalam industri rumahan, khususnya makanan ringan.

Di Dusun Sukamanah, cukup banyak warga desa yang menjadi pengrajin makanan ringan sejenis kripik dan mie lidi. Marketnya pun cukup lumayan, kripik dan mie lidi ini bisa dipasarkan ke seluruh daerah Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.

Desa Muara yang terletak di pesisir laut Jawa ini sebenarnya cukup memiliki banyak potensi ekonomi. Namun sayang hal itu belum tergali, seiring dengan masalah infrastruktur yang masih belum cukup memadai.

Infrastruktur sendiri masih kerap dikeluhkan oleh sebagian besar warga desa, meski tidak dipungkiri pemerintah pun sudah melakukan banyak perbaikan di sana-sini.  BDLV/TM
Bupati Subang Ditahan KPK, Program GAPURA Akankah Terancam Mangkrak?

On April 23, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Penahanan Bupati Subang Ojang Sohandi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tentu menimbulkan cukup beragam pertanyaan, khususnya dari warga Subang sendiri. Banyak yang mengira-ngira, akan seperti apa wajah Subang ke depan.
Program gapura bupati subang
Program Gapura/foto Pemkab Subang
Hal ini berkaitan dengan Program Gerakan Pembangunan Rakyat, atau Gapura, yang belum lama ini dicanangkan oleh Pemkab Subang, dibawah kepemimpinan Ojang Sohandi dan waklnya Imas Aryumningsih ini.

Banyak yang  kemudian merasa pesimis dengan kelangsungan program Gapura tersebut. Masyarakat pun menilai, Gapura Permata atau Pemerintahan yang Bermartabat otomatis 'mangkrak' bahkan terhenti dengan terungkapnya kasus BPJS ini.

Gapura Permata, atau Pemerintahan yang Bermartabat sendiri adalah sebuah program pembangunan yang bertujuan membuat kinerja birokrasi di lingkup Kabupaten Subang menjadi transparan dan bermartabat.

Dengan begitu, program ini diyakini akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga Subang. Dengan Gapura Permata, diharapkan akan menciptakan pemerintahan yang bersih, jujur dan jauh dari sikap yang tercela.

Dengan penahan Bupati Subang oleh KPK, banyak yang menilai Gapura Permata telah gagal diwujudkan. Tidak sedikit yang kemudian merasa kecewa dengan program Gapura Permata tersebut.

Selain Gapura Permata, Gapura Intan, atau Infrastruktur Berkelanjutan kini juga menuai banyak sorotan. Dengan penahanan Bupati, banyak yang menilai bahwa program-program yang berkaitan dengan infrastruktur sedikit terhambat.

Kabupaten Subang sendiri menjadi salah satu daerah yang masih sangat tertinggal dibidang infrastruktur. Dibanding dengan daerah-daerah lain di Jawa Barat, infrastruktur di Subang masih dinilai kurang memadai.

Hal itu bisa dibuktikan dengan masih banyaknya jalan di lintas kecamatan atau pedesaan yang rusak, berlubang, dan atau tergenang saat musim penghujan. Dengan kondisi ini, tentunya banyak masyarakat Subang yang lantas berkeluh kesah.

Adapun Gapura Emas, atau Ekonomi Masyarakat, diyakini tidak banyak terpengaruh. Itu karena sikap gotong-royong masyarakat Subang yang cukup tinggi. Dalam hal ekonomi, warga Subang juga dinilai akan mampu mandiri, berdikari dan tak bergantung kepada Pemkab Subang sendiri.

Lalu bagaimana dengan Gapuar-Gapura yang lain, masihkah akan berjalan efektif pasca penahanan Bupati Subang ini? BDLV/TM
Pantai Ciparage Tempuran Karawang, Darurat Sampah, Pemerintah Daerah Harus Segera Turun Tangan

On April 19, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa BaratCiparage Jaya, adalah sebuah Desa pesisir di pantai utara Laut Jawa. Desa ini berlokasi di sebelah utara Kota Karawang, tepatnya di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pantai di ciparage tempuran karawang dipenuhi sampah
Pqntai Ciparage Karawang
Di Desa Ciparage Jaya, terdapat sebuah tempat pelelangan ikan yaitu TPI Singaperbangsa. Seperti halnya desa-desa lain di sepanjang pantai utara laut Jawa, Desa Ciparage adalah pemukiman nelayan, juga petani tambak udang dan ikan.

Ciparage Jaya merupakan salah satu penghasil ikan di wilayah Kabupaten Karawang. Selain mengandalkan hasil tangkapan laut, desa ini juga mampu memproduksi ikan dan udang hasil budidaya tambak.

Cukup banyak warga dari daerah Karawang dan sekitarnya yang mengunjungi desa ini. Mereka berkunjung untuk menikmati suasana pantai, sekaligus bisa membawa pulang beragam jenis ikan, udang, kepiting, kerang dan hasil laut lainnya.

Namun sayang, desa ini sepertinya kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Di desa ini, kita bisa dengan mudah menemukan tumpukan sampah berserakan. Sampah-sampah ini dibuang dan dibiarkan begitu saja oleh warga.

Warga kerap membuang sampah di sungai, saluran air, tambak, pekarangan rumah atau lahan kosong. Warga desa ini juga terlihat nyaman dan sepertinya tak merasa risau dengan lingkungannya yang kini mulai tercemar.

Hal itu sangat mungkin karena kurangnya kesadaran warga, warga merasa bahwa sampah-sampah yang mayoritas plastik limbah rumah tangga ini tidak akan memberi dampak buruk pada lingkungannya. Padahal sampah-sampah yang menumpuk, sebagian akan terbawa hanyut ke laut.

Sepertinya ini menjadi tugas berat Pemkab Karawang untuk menumbuhkan kesadaran pada warganya terkait sampah. Tidak hanya cukup dengan menyediakan bak sampah yang kapasitasnya kecil, akan tetapi Pemkab juga harus rutin menerjunkan Dinas Kebersihan ke Desa Ciparage Jaya ini.

Melihat kondisi ini, tentunya pemerintah harus segera berkoordinasi dengan aparat Desa dan pihak Kecamatan, agar mampu menyadarkan warga untuk tidak lagi membuang sampah tidak pada tempatnya. Karena masalah sampah bukanlah masalah yang ringan dan sepele.

Laut adalah sumber devisa bagi negara dan rakyatnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin suatu saat laut kita akan semakin tercemar dan tidak produktif lagi. BDLV/TM
Mengenal Situs Candi, Danau dan Kampung Adat Cangkuang di Garut, Jawa Barat

On April 19, 2016 with No comments

Wisatawan asing dan domestik di Situs Cangkuang.
Soeara Rakjat, Jawa Barat. Candi  Cangkuang, adalah satu-satunya candi hindu yang terdapat di Jawa Barat. Candi ini terletak di Kampung Pulo, Cangkuang, Leles, Garut. Lokasi candi sendiri terletak ditengah danau, yang disebut juga danau Cangkuang.

Candi ini diyakini bercorak Hindu, karena ditemukan arca Syiwa yang sedang bersila di atas Padmasana ganda. Candi ini berbentuk persegi dengan luas 4,22x4,22 meter, dan tinggi 2,49 meter.

Di samping candi, terdapat pula sebuah makam kuno yaitu makam Embah Dalem Arief Muhammad, yang diyakini sebagai leluhur dari penduduk Kampung Pulo, Cangkuang. Semasa hidup, Arief Muhammad adalah seorang pemuka agama Islam.

Candi Cangkuang sendiri pertamakali ditemukan sekitar tahun 1966, oleh tim peneliti diantaranya Uka Tjandrasasmita dan Harsoyo. Penggalian candi Cangkuang sendiri berdasarkan pada laporan dari Vorderman dalam buku Notulen Bataviaach Genotschap, pada tahun 1893.

Dalam buku tersebut disebutkan bahwa di Kampung Pulo, ditemukan makam kuno dan Arca Syiwa yang rusak. Ketika dilakukan penggalian, selain menemukan reruntuhan candi dan Arca Syiwa, ditemukan pula serpihan pisau dan batu-batu dari zaman Megalitikum.

Pada penggalian selanjutnya di tahun 1967-1968, tim peneliti berhasil menggali dan menemukan bangunan makam kuno secara utuh. Makam tersebut adalah makam Mbah Dalem Arief Muhammad, yang merupakan leluhur dari penduduk Kampung Pulo.

Berdasarkan hasil penelitian, tim ahli yakin candi Cangkuang berasal dari abad ke 8 Masehi, candi ini sezaman dengan candi Batujaya dan Cibuaya di Karawang. Candi Cangkuang merupakan pengantar sejarah dan pengisi kekosongan antara zaman Tarumanegara di abad ke 7 Masehi, hingga masa Pajajaran disekitar abad 12.

Tim ahli merasa yakin, melihat pelapukan bada batuan candi, dan bentuk candi sendiri yang masih sederhana, akhirnya mereka menyimpulkan bahwa candi ini memang berasal dari abad ke 8.

Reruntuhan candi ini kemuduan dipugar pada sekitar tahun 1974-1975, lalu pada tahun 1976 candi ini direkonstruksi ulang kedalam bentuk aslinya. Hanya sekitar 40% saja batu batu-batu asli candi untuk merekonstruksi, sisanya adalah hasil buatan dari bahan batu maupun semen.

Candi Cangkuang kemudian diresmikan pada tahun 1978, candi ini kini menjadi tujuan wisata budaya masyarakat di Jawa Barat dan sekitarnya. Keberadaan situ atau danau Cangkuang, membuat candi makin menarik untuk kita kunjungi.

Situ Cangkuang, merupakan danau alam yang cukup nyaman dan asri. Letak wilayah Cangkuang sendiri di kelilingi oleh empat buah gunung besar yaitu gunung Haruman, Gunung Malang, Gunung Guntur, dan Kaledong, terdapat pula beberapa perbukitan, yaitu Pasir Kadaleman dan Pasir Gadung.

Cangkuang juga menyimpan cerita unik akan adanya Kampung Adat. Kampung ini hanya terdiri dari enam rumah yang lokasinya disekitar Candi Cangkuang. Kampung ini adalah salah satu Kampung yang masih memegang teguh adat Sunda Buhun, di Jawa Barat.

Kampung Adat Pulo, hanya ramai menjelang maghrib dan isya saja, itu karena para penghuni kampung biasa bekerja di sawah atau ladang pada siang harinya. Perpaduan Candi, Kampung Adat, dan Danau Cangkuang, adalah kombinasi istimewa bagi anda yang hendak berwisata. BDLV/TM
Sate Maranggi Cibungur, Kuliner Khas Dari Kota Purwakarta Istimewa

On April 18, 2016 with No comments


Sate maranggi cibungur purwakarta istimewa

Soeara Rakjat, Purwakarta, adalah salah satu Kabupaten dan kota yang cukup strategis di Jawa Barat. Letaknya yang langsung menghubungkan antara Bandung dan Jakarta, membuat Purwakarta begitu dikenal masyarakat.

Hingga pertengahan tahun 2000, sebelum tol Pubaleunyi di buka, Purwakarta adalah akses langsung menuju Bandung bagi warga Jakarta, Bekasi, Karawang dan sekitarnya. Purwakarta merupakan akses utama selain Puncak, dan Jonggol sebagai alternatif.

Ada satu makanan khas yang terasa begitu istimewa di Purwakarta, yaitu Sate Maranggi Cibungur. Sate Cibungur ini hanya berjarak beberapa kilo meter saja dari exit tol Cikopo, Purwakarta, yang oleh sebagian masyarakat Cikopo ini lebih dikenal sebagai Cikampek.

Sate Maranggi Cibungur sangatlah mashyur, hampir setiap kita yang pernah melewatinya tentu akan merasa penasaran, lalu mencobanya. Rasanya pun cukup istimewa, itu sangat sebanding dengan harga dan budget yang kita keluarkan.
Selain Sate Maranggi, disini juga tersedia ayam kampung bakar atau goreng, ikan gurame dan emas, sop daging sapi dan kambing, karedok, lotek, aneka gorengan dan es kelapa muda, sebagai penghilang dahaga kita.

Selain masyarakat biasa yang sedang melakukan perjalanan, atau memang sengaja untuk sekedar makan, Sate Maranggi Cibungur juga menjadi pilihan utama bagi para pejabat negara kita yang sedang memiliki agenda kerja disekitar Purwakarta.

Apakah anda juga berminat untuk mencobanya ? Anda bisa datang ke Purwakarta Istimewa. BDLV/TM
Yusril, Serius Menyimak Tausiyah Habib Abdurrahman Alhabsyi Di Kwitang

On April 18, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, IndonesiaSalah satu bakal calon Gubernur DKI, Yusril Ihza Mahendra, terus melakukan berbagai upaya sosialisasi, maupun sekedar bersilaturahmi dengan para tokoh dan masyarakat DKI.

Silaturahmi adalah hal yang biasa, tanpa momen Pilkada pun kita memang dianjurkan untuk lebih mempererat tali persaudaraan, salah satunya dengan bersilaturahmi.


Yusril, yang juga Ketua Umum PBB ini, pada 17 April kemarin bersilaturahmi ke sekitar kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Di Kwitang, Yusril bertemu dengan salah satu tokoh dan ulama Jakarta.

Yusril pun menyebutkan, bahwa dirinya bertemu dengan Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Ali Alhabsyi. Pertemuan ini adalah acara ramah tamah, sekaligus untuk minta petuah dan tausiyah dari sang Habib tersebut.
"Yusril menyimak tausiyah Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Ali Alhabsyi di Kwitang, Jakarta," tulis Facebook Fanpage Yusril tersebut.

Jauh sebelum diberitakan akan turut menjadi cagub DKI, Yusril sebelumnya memang sudah sering melakukan berbagai silaturahmi khususnya dengan para ulama Jakarta.

Kapasitas Yusril sebagai Ketum PBB, dan juga tokoh Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi, tentu membuat Yusril dituntut untuk bisa menjalin komunikasi yang baik dengan komunitas Islam DKI, khususnya para Habaib ini.
Silaturahmi ini terlihat cukup santai, itu terlihat dari fhoto-fhoto yang diunggah, yang menyiratkan keakraban dan penuh suasana kekeluargaan.

Memang cukup banyak para Habaib yang bermukim di sekitar Jakarta Pusat, termasuk dari mulai daerah Kwitang hingga Kampung Melayu di Jakarta Timur. 

Berabad yang lalu, daerah Kampung Melayu hingga Kwitang adalah daerah yang terdapat cukup banyak warga keturunan Melayu dan Arab. Sepanjang Kampung Melayu hingga Kwitang adalah pusat perdagangan dimana mereka banyak melakukan kegiatan usahanya. 

Selain berdagang, warga Melayu dan arab ini juga melakukan syiar Islam. Itulah sebabnya mengapa cukup banyak kultur budaya Betawi disekitar Condet, Kampung Melayu, hingga daerah Senen yang bercorak Arab-Melayu. BDLV/TM
1767, Pembangunan Konstruksi Benteng Vredeburg DI Yogyakarta Dimulai

On April 18, 2016 with No comments

Pembangunan benteng vredeburg 1767

Soeara Rakjat, IndonesiaMuseum benteng Vredeburg, adalah salah satu bangunan cagar budaya yang terletak di kota Yogyakarta. Vredeburg, adalah salah satu bangunan bersejarah peninggalan dari abad 18.

Bangunan ini terletak di sebrang Keraton Yogyakarta, letak benteng ini cukup strategis karena terletak di pusat kota. Benteng ini cukup ramai dikunjungi, terutama saat menjelang musim liburan.

Benteng Vredeburg sendiri, secara resmi mulai dibangun pada tahun 1767. Sebelumnya, di tempat Vredeburg berdiri saat ini, sudah ada benteng sederhana yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, di masa awal keraton Yogya berdiri.

Vredeburg di bangun oleh seorang arsitek kebangsaan Belanda bernama Frans Haak. Benteng ini dikelilingi parit, karena benteng ini memang dibangun untuk menjadi pusat pertahanan pemerintahan kolonial, dan residen Belanda di Jawa Selatan kala itu.

Pasca perjanjian Giyanti 13 Februari 1755, yang membuat Mataram terpecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Kartasura. Yogyakarta pun berkembang pesat menjadi sebuah kota praja yang besar dan maju.

Maka timbulah kekhawatiran dari pihak Belanda akan kemajuan kota Yogyakarta ini. Belanda pun mencari siasat, agar bisa mengawasi gerak-gerik dan mudah memantau segala aktivitas yang terjadi di dalam keraton Kesultanan Yogyakarta.

Belanda pun lantas meminta izin pada Sultan Hamengkubuwono I, agar pihak Belanda bisa membangun sebuah benteng yang tujuannya untuk turut menjaga keamanan kota Yogyakarta. Dengan alasan tersebut, pihak Belanda yakin Sultan akan menginzinkan pembangunan benteng tersebut.

Maka pada 1767 dimulailah pembangunan kontruksi benteng Vredeburg tersebut. Letak benteng yang bersebrangan dengan Gedung agung dan Keraton Yogya, akan membuat Belanda bisa dengan mudah memantau segala perkembangan yang terjadi di dalam Keraton.

Dengan jarak Vredeburg yang begitu dekat dan langsung berhadapan dengan Keraton, Belanda yakin akan bisa dengan mudah melakukan tindakan apabila suatu saat Sri Sultan Hamengkubuwono I, berpaling untuk memusuhi dan kembali mengobarkan perlawanan terhadap Belanda.

Sebelum benteng Vredeburg berdiri, sebelumnya sudah berdiri sebuah benteng yang masih sangat sederhana, yang dibangun oleh Sri Sultan pada tahun 1760. Keempat sudut benteng berbentuk bujur sangkar ini diberi nama oleh Sultan dengan sebutan Jayawisesa, Jayapurusa, Jayaprakosaningprang, dan Jayaprayitna.

Museum benteng Vredeburg, adalah khasanah budaya Indonesia dari era kolonialisme. Museum ini sangat layak untuk kita jadikan tujuan wisata, karena nilai-nilai Historis yang ada, akan menguatkan rasa  Nasionalisme  anak-anak dan generasi muda Indonesia.  mch
16 April 1952, Kopassus Resmi Berdiri, Berawal Dari Komando III Siliwangi

On April 16, 2016 with No comments

Kopassus berawal dari komando III Siliwangi
Kesatuan Komando Territorium III/Siliwangi, cikal bakal Kopassus hari ini
Soeara Rakjat, Historia. Hari ini tanggal 16 April, adalah salah satu hari bersejarah bagi Tentara Nasional Indonesia, khususnya Angkatan Darat. Beberapa puluh tahun yang lalu, tepat di hari ini, Kopassus salah satu Pasukan Khusus nan elit milik TNI AD, resmi di dirikan.

Di awal masa berdirinya, di sekitar awal tahun 1950, nama Kopassus belumlah di kenal seperti saat ini. Saat itu, Kopassus hanya sekedar pasukan komando, yang dimiliki oleh Teritorial III Siliwangi.

Adalah Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi, yang didirikan pada 16 April 1952, sebagai cikal bakal Kopassus hari ini. Kesko TT III Siliwangi didirikan oleh Kolonel A.E Kawilarang, setelah berhasil menumpas gerakan Republik Maluku Selatan, atau RMS.

A.E Kawilarang, bersama Letkol Slamet Riyadi, kala itu merasa kesulitan untuk menumpas gerakan RMS tersebut. Kemudian munculan gagasan untuk membentuk pasukan khusus yang mampu bergerak cepat, dan bertempur di segala medan.

Melalui instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No, 55/Inst/PDS/52 tertanggal 16 April 1952, maka terbentuklah Kesatuan Komando Territorium III, yang merupakan cikal bakal dari Korps Baret Merah ini.

Ditunjuklah Rokus Bernardus Visser, seorang mantan Kapten KNIL belanda kelahiran Kanada, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Mohammad Idjon Djanbi. Idjon Djanbi sendiri pernah tergabung dalam Korps Special Troopen, dan pernah ikut bertempur di kecamuk Perang Dunia ke II, yang dahsyat.

Pada 9 Februari 1953, Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi ini diambil alih dan langsung berada dibawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Lalu pada tanggal 18 Maret 1953, Mabes ABRI, mengambil alih Kesko TT III ini. Sejak itu nama Kesatuan Komando Tentara Territorium III Siliwangi pun berubah menjadi Korps Komando Angkatan Darat, atau KKAD.

Korps Komando angkatan Darat, ditingkatkan statusnya oleh Mabes ABRI pada tanggal 25 Juli 1955. KKAD pun berubah nama menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat, atau RPKAD.

Pada tahun 1959, unsur-unsur tempur RPKAD, dipindahkan ke Cijantung, Jakarta Timur. Kepanjangan RPKAD pun berubah nama menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat, dibawah kepemimpinan Mayor Kaharuddin Nasution.

Semasa RPKAD inilah, Pasukan Khusus ini pernah terlibat dalam peristiwa Ganyang Malaysia, dan penumpasan Gerakan DI TII. Saat itu, Jenderal Ahmad Yani pernah menambah jumlah personel RPKAD menjadi beberapa Batalyon dari yang semula hanya 2 Batalyon saja.

Pada 12 Desember 1966, RPKAD diubah namanya menjadi Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat atau Puspassus AD. Puspassus AD hanya bertahan selama 5 tahun, karena pada tanggal 17 Februari 1971, berubah nama menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha atau Kopassandha.

Kopassandha inilah yang kemudian memiliki peran penting dalam integrasi Timor Timur, ke dalam NKRI. Sebagai Pasukan Khusus, Kopassandha memang memiliki kemampuan istimewa dibanding pasukan lain kala itu.

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, kemudian melakukan berbagai reorganisasi, di tubuh TNI. Pada tanggal 26 Desember 1986, Kopassandha resmi berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus, yang hingga hari ini lebih kita kenal sebagai Kopassus.

Kopassus sangat mudah dikenali karena memiliki ciri spesifik yaitu Baret Merah. Kopassus adalah pasukan khusus bagian dari KOTAMA atau Komando Utama milik Angkatan Darat. Bersama Kopaska unit dari Detasemen Jalamangkara milik TNI AL, Kopassus menjadi salah satu yang paling disegani di dunia.

Hari berdirinya Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi pada tanggal 16 April 1952, tetap diperingati sebagai hari lahir atau berdirinya Kopassus secara resmi, hingga hari ini. Kopassus memiliki sesanti petaka, Tribuana Chandraca Satya Dharma.

Kopassus sendiri selalu menjadi kawah Candradimuka untuk menggembleng perwira-perwira muda potensial yang kelak akan mengisi pos dan posisi paling strategis di tubuh TNI. Banyak tokoh-tokoh penting di republik ini yang terlahir dari gemblengan Kopassus.

Sintong Panjaitan, Yunus Yosfiah, Agum Gumelar hingga Prabowo Subianto, adalah perwira-perwira yang sudah sangat dikenal sejak masih muda saat menjadi perwira menengah. Mereka sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia berkat prestasi di lapangan. Kopassus memang selalu melahirkan The Rising Star, bagi TNI Angkatan Darat. BDLV/TM
Bupati Subang Ditahan KPK, Rakyat Subang Bagai Anak Ayam Kehilangan Induknya

On April 13, 2016 with No comments


Soeara RakjatKomisi Pemberantasan Korupsi, telah resmi menahan Bupati Subang, Ojang Sohandi. Kabar ini tentu menjadi berita paling heboh, bagi masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Subang.
Ojang sohandi bupati subang ditahan kpk
Ojang Sohandi dan Program Gapura
Ojang Sohandi, diduga melakukan suap dalam kasus BPJS, yang perkaranya sedang berjalan di pengadilan. Ojang tidak ditahan sendirian, ada dua PNS, di lingkungan Pemkab Subang yang terlibat perkara suap ini.

Penahanan orang nomor satu di Subang terasa menjadi pukulan bagi rakyat Subang. Bagaimana tidak, disaat rakyat subang sedang giat-giatnya bergotong royong, Bupati Subang sendiri malah diboyong oleh KPK.

Masyarakat Subang memang terkenal dengan kegotong-royongannya, rakyat Subang tak segan-segan bergotong-rotong untuk memperbaiki jalan maupun infrastruktur yang memang sebagian besar masih belum tersentuh oleh pembangunan.

Sementara Pemkab Subang sendiri, saat ini juga sedang giat-giatnya melakukan berbagai upaya pembangunan. Subang dibawah kepemimpinan Ojang Sohandi-Imas Aryumningsih, tengah meluncurkan program Gerakan Pembangunan untuk Rakyat, atau Gapura.

Program Gapura sendiri diyakini sudah mencakup berbagai aspek pembangunan di wilayah Kabupaten Subang. Dengan program Gapura, Pemkab Subang yakin akan bisa menciptakan pembangunan yang merata, dan kesejahteraan bagi rakyat Subang tentunya.

Ada lima program utama Pemkab Subang, yang termaktub dalam Program Gapura Subang ini. Kelima program tersebut diantanya adalah; 

1. GAPURA PERMATA yaitu Pemerintahan Bermartabat.
2. GAPURA INTAN, yaitu Infrastruktur Berkelanjutan.
3. GAPURA EMAS,  yaitu Ekonomi Masyarakat.
4. GAPURA PERAK, yaitu Pendidikan untuk Rakyat, dan
5. GAPURA  SERASI, atau Sehat, Rapi, Asri, dan Indah.

Sungguh sebuah program yang terdengar sangat luar biasa, rakyat Subang pun sangat antusias menunggu program ini terealisasi. Masyarakat berharap, dengan program Gapura, kesejahteraannya bisa segera meningkat.

Penahanan Bupati Subang, Ojang Sohandi oleh KPK, tentu sedikit banyaknya akan berpengaruh pada efektifitas Program Gapura tersebut. Rakyat Subang pun kini bagai anak ayam yang kehilangan induknya. BDLV/TM
Bupati Subang Ditahan KPK, DPC PDIP Subang Siapkan Langkah Hukum

On April 12, 2016 with No comments


Soeara RakjatPenggeledahan yang dilakukan KPK, dan penetapan sebagai tersangka atas Ojang Sohandi, selaku bupati Subang tentu mengejutkan kita semuanya. Ojang Sohandi yang juga Ketua DPC PDIP Subang, kini menjalani pemeriksaan di KPK.
Bupati subang ojang sohandi ditahan kpk
Ojang Sohandi, Bupati Subang
Ketua KPK, Agus Raharjo, sudah merilis konferesnsi pers. KPK telah mengeluarkan pernyataan resminya terkait penetapan tersangka atas Bupati Subang, Ojang Sohandi ini.

Hal ini tentu membuat rakyat Subang merasa kecewa, disaat mereka sedang giat bekerja dan bergotong-royong, Bupati Subang sendiri kini malah ditahan KPK.

Tak hanya masyarakat Subang, DPC PDIP Subang pun turut merasa prihatin dengan peristiwa ini. Sebelumnya PDIP Subang, menyatakan akan memberi bantuan hukum saat KPK menggeledah kantor Ojang Sohandi, dan membawa Bupati Subang tersebut ke gedung KPK, di Kuningan, Jakarta, pada Senin lalu.

"Bagaimanapun Pak Ojang selaku ketua DPC PDIP Subang, akan kami berikan bantuan hukum semaksimal mungkin yang kami mampu. Sebagai warga negara, pak Ojang berhak mendapat bantuan hukum saat menghadapi perkara," ujar Ketua DPC PDIP Subang, Ating Rusnatim.

Kini KPK pun sudah resmi menetapkan Bupati Subang, Ojang Sohandi sebagai terangka, dalam kasus BPJS yang gelar perkaranya sedang berjalan di pengadilan. 

Ojang Sohandi sendiri menjadi Bupati saat memenangkan Pilbup Subang 2013. Ojang yang diusung PDIP, kala itu berpasangan dengan Imas Aryumningsih yang diusung Golkar. Koalisi merah - kuning ini sukses mengatarkan pasangan ini meraih kemenangan.

Sejak Ojang Sohandi - Imas Aryumningsih memimpin Kabupaten Subang pada 2013 lalu, jargon Rakyat Subang Gotong-Royong Subang Maju pun makin membumi, di Kota Nanas ini. BDLV/TM
Yusril : Bina Pedagang Kecil Agar Tumbuh Menjadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

On April 12, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, IndonesiaSalah satu bakal calon Gubernur DKI, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan pentingnya untuk membina para pedagang kecil. Menurut Yusril, jika dibina dengan baik mereka bisa menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan.

Yuril berkeyakinan pedagang kecil, baik pedagang kaki 5, ataupun pedagang asongan, adalah aset ekonomi rakyat. Mereka hanya butuh pembinaan, dan bukannya malah di gusur atau di singkirkan.
Yusril, yang kian aktif di media sosial ini pun menyuarakan keyakinannya tersebut di akun twitternya. Beberapa jam yang lalu Yusril berbagicuitan untuk para followersnya.

"Bina pedagang kecil jalanan ini agar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi rakyat," tulis @YusrilIhza_Mhd, penuh optimisme.

Selain itu, Yusril pun berharap agar nantinya mereka bisa berdagang dengan mengedepankan pelayanan dan kualitas yang baik terhadap para konsumen.
Apa yang disampaikan oleh Yusril ini sepertinya bukanlah sesuatu yang berlebihan, mengingat di DKI begitu menjamur para pedagang jalanan. Keberadaan para pedagang ini sendiri memang sangT dibutuhkan oleh warga DKI sendiri.

Namun begitu, minimnya pembinaan dan pasilitas membuat para pedagang ini sering terlibat konflik kepentingan dengan Pemprov DKI. Untuk itulah pentingnya pembinaan, agar pedagang tidak melanggar aturan disaat berjualan.


Dengan pembinaan yang baik pula para pedagang ini akan mampu memberi kualitas, baik dalam soal pelayanan maupun barang dagangan yang higienis dan sehat dikonsumsi warga DKI. BDLV/TM