ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

28 Maret 1830, Pangeran Diponegoro Terjebak, Ditangkap Dan Diasingkan

On March 28, 2016 with No comments

Pangeran Diponegoro, terlahir dengan nama Bendoro Raden Mas Mustahar, di Keraton Yogyakarta, pada tanggal 11 November 1785 dan wafat 8 Januari 1855, merupakan pelaku utama Perang Jawa II. Diponegoro adalah cucu Hamengkubuwono II, dan cicit dari Pangeran Mangkubumi pendiri Kesultanan Yogyakarta.
Kisah perlawanan pangeran diponegoro melawan penjajahan belanda
Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855)
Soeara Rakjat. Sewaktu Diponegoro masih dalam gendongan, Pangeran Mangkubumi, pendiri Yogyakarta, meramalkan bahwa kelak Diponegoro akan membawa kerusakan yang lebih parah pada Belanda. Mangkubumi meyakini Diponegoro akan menjadi musuh yang lebih berat bagi belanda, di banding dirinya semasa perang Giyanti 1746 - 1755.

Ramalan itu ternyata terbukti, sejak meletusnya perang Diponegoro pada 1825 - 1830, pihak Belanda cukup kewalahan. Perang Diponegoro sangat menguras keuangan Belanda, sekitar 25 juta Gulden dihabiskan untuk membiayai perang ini. Sebuah perang dahsyat yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Perang Diponegoro mempengaruhi 2 juta orang atau sepertiga penduduk pulau Jawa, dan menelan 200.000 korban jiwa. Dari pihak belanda sendiri sekitar 8000 tentara Belanda - Eropa, dan 7000 tentara bantuan lokal tewas menjadi korban. Kerugian besar belanda ini kemudian ditutup dengan adanya tanam paksa di tanah Jawa, oleh Van de Bosch sekitar tahun 1831 - 1877.

Perang Diponegoro sendiri mulai berakhir menjelang akhir tahun 1829, dimulai dengan terbunuhnya paman dan dua keponakan Diponegoro di pegunungan Kelir, pada tanggal 21 September. Diponegoro sendiri hampir tertangkap pada 11 November oleh pasukan gerak cepat Michels, sang Pangeran pun terdesak dan mundur kearah barat disekitar Bagelen.

Diponegro yang bersembunyi di hutan-hutan disekitar Bagelen ini terserang penyakit demam malaria, namun begitu semangatnya tak pernah pudar dalam melawan penjajahan. Saat itu, kepala Diponegoro dihargai 20.000 Gulden, bagi siapun yang berhasil menangkap sang Pangeran hidup atau mati.

Sebelumnya, pada 16 Oktober 1829, salah satu panglima andalan Diponegoro, yaitu Sentot menyerah pada belanda. Hal ini makin mempersulit ruang gerak Diponegoro, meski begitu pihak Belanda pun masih sangat kesulitan untuk menangkapnya. Saat itu pihak Belanda pun makin sering mengajak Diponegoro untuk melakukan perundingan.

Ajakan berunding pihak Belanda yang dilakukan oleh Jan Baptist Cleerens ini selalu di tolak oleh Diponegoro, namun para penasihat selalu membujuknya untuk mencoba berunding. Melihat kondisi ini, Diponegoro pun berubah fikiran, Clereens pun menjanjikan bahwa Pangeran bisa bebas dan kembali ke pasukannya jika nanti perundingan tersebut gagal.

Pada tanggal 16 Februari 1830, untuk pertamakalinya sang Pangeran bertemu langsung dengan Cleerens di Remokamal. Tak ada kesepakatan yang dicapai, namun Cleerens berhasil membujuknya agar tak usah kembali dulu dan lebih baik ikut ke Menoreh, sambil menunggu Jenderal Markus Van De Kock yang sedang berada di Batavia.

21 Februari, Donegoro pun tiba dan tinggal selama beberapa hari di Menoreh, salah satu basis Belanda di Jawa Tengah kala itu. Di Menoreh Diponegoro mendapatkan perawatan medis dari dokter Belanda untuk menyembuhkan demam malaria yang deritanya. Saat itu menjelang memasuki awal bulan puasa, pada 25 Februari 1830.

De Kock pun kembali ke Magelang dari Batavia, dan meminta kepada Cleerens, agar Diponegoro segera di bawa ke markas besarnya di Karesidenan Kedu, Magelang, untuk menemuinya. Pangeran kemudian berangkat ke Magelang pada tanggal 8 Maret 1830, dikawal sekitar 800 pengikut setianya.

Saat itu, De Kock bisa saja menangkap Diponegoro, akan tetapi akan sangat riskan. Karena jika ditangkap saat itu juga, tidak mustahil perlawanan akan kembali berkobar. De Kock pun bersikap sangat baik pada Diponegoro, De Kock kemudian memberi sebuah tempat menginap di Matesih dan mempersilahkan jika anak dan isteri Pangeran ikut serta.

Tabiat asli De Kock, sebagai bangsa penjajah yang licik pun muncul. Pada tanggal 25 Maret, De Kock memerintahkan dua komandannya agar mempersiapkan pasukannya. Hal itu dilakukan agar ketika Diponegoro datang untuk berunding, bisa segera ditangkap dengan mudah.

Selama itu, Diponegori dan De Kock sering bertemu dan terlibat obrolan yang santai dan akrab. Namun itu semua hanya tipu daya De Kock, agar Pangeran merasa nyaman, dan seluruh panglima perang Diponegoro benar-benar berhenti melakukan perlawanan.

Pada hari Minggu tanggal 28 Maret 1830, Pangeran tiba dikediaman Residen Kedu, untuk bertemu De Kock. Bersama tiga orang puteranya, diiringi penasihat agama, dua punakawan, dan seorang pengawal pribadinya Diponegoro dipersilahkan untuk masuk, sementara para pengikutnya yang lain menunggunya diluar dengan setia.

De Kock pun memulai pembicaraan dengan mengatakan sebaiknya Pangeran tidak usah kembali ke Matesih, dan tetap tinggal di kediaman residen dengan dirinya. Diponegoro mempertanyakan alasan De Kock menahan dirinya, De Kock mengatakan alasannya menahan Diponegoro adalah agar semua urusan diantara mereka segera selesai.

Diponegoro mempertanyakan sikap De Kock ini, dia pun menegaskan dirinya mau bertemu untuk berunding, karena dijanjikan oleh Cleerens bahwa dia bisa bebas kembali pulang jika perundingan gagal. Pangeran pun tidak meminta apa-apa selain menjadi kepala agama Islam di Jawa, dan gelarnya sebagai Sultan diakui, sementara untuk urusan yang lain diserahkan pada pemerintah kolonial.

Saat itulah pasukan kolonial menangkap Diponegoro dan para pengikutnya, Diponegoro kemudian dibawa dan ditahan di benteng De Oentmoeting di Ungaran, Semarang. Kemudian pada tanggal 5 April 1830, Diponegoro dibawa ke Batavia, dengan kapal uap SS Van Der Capellen, Diponegoro  ditahan di Batavia pada tanggal 8 April hingga 3 Mei 1830.
Diponegoro kemudian dibuang ke Manado lalu dipindah ke Makassar. Ia menjalani Takdir sebagai sang putera fajar dan pahlawan terhebat tanah Jawa abad 19, yang hidup dalam pengasingan. Pangeran Diponegoro ditahan seumur hidup hingga ajal menjemput di Benteng Port Rotterdam Makassar pada tanggal 8 Januari 1855. mch/baim
26 Maret 1968, Soeharto Resmi Dilantik Menjadi Presiden Republik Indonesia Ke-2

On March 27, 2016 with No comments

Soeharto dilantik menjadi presiden 26 maret 1968
Pelantikan Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia 26 Maret 1968
Soeara Rakjat, Historia. Hari ini berpuluh tahun yang lalu, pada tanggal 26 Maret 1968, HM. Soeharto secara resmi menggantikan Ir. Soekarno, sebagai Presiden Republik Indonesia. Soeharto kemudian menjadi Presiden RI yang ke-2, dan menjabat sekitar 32 tahun lamanya.

Adalah Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret, yang disebut-sebut berperan penting dalam naiknya HM. Soeharto ke kursi Presiden RI. Supersemar yang memberi kuasa pada Soeharto untuk mengambil langkah yang diperlukan dalam rangka mengendalikan situasi saat itu telah membuat posisi HM. Soeharto semakin kuat.

Soeharto sendiri sudah menjabat sebagai Presiden sementara sejak 12 Maret 1967. Saat itu MPRS yang menolak pidato pertanggungjawaban presiden Soekarno berjudul  Nawaksara, kemudian menunjuk Soeharto sebagai pejabat/mandataris. MPRS lalu mencabut kekuasaan pemerintahan negara dari Presiden Soekarno melalu Tap MPRS No.XXXIII/MPRS/1967.

Satu tahun kemudian, pada 26 Maret 1968, HM. Soeharto secara resmi diambil sumpahnya sebagai Presiden tanpa adanya jabatan Wakil Presiden. Saat itulah dimulainya tonggak sejarah berdirinya Orde Baru, yang kemudian menandai berakhirnya masa Orde Lama.

Kepemimpinan Jenderal Soeharto dan Orde Baru sendiri bertahan hingga 32 tahun lamanya, dan kemudian berakhir pada Mei 1998. Sebagai Presiden dengan masa jabatan terlama di Indonesia, the Smiling General ini tentunya paling banyak meninggalkan kesan yang mendalam bagi rakyatnya,

Meski di awal era Reformasi 1998 banyak pihak yang menyudutkan Soeharto, namun hingga kini mayoritas rakyat Indonesia terutama di pedesaan masih merasa merindukan gaya kepemimpinannya yang tegas. Karakteristik militer yang ada dalam diri Jenderal Soeahrto telah memberi rasa aman dan nyaman bagi mayoritas rakyat Indonesia.

Hingga kini masih banyak dari rakyat Indonedia yang menyebut era Orde Baru di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto adalah era terbaik Indonesia. Hal itu ditandai dengan maraknya slogan, Piye isih penak zamanku toh le? yang marak bertebaran di berbagai tempat seperti di dinding, bus kota, hinggga truk angkutan dan gandengan.

12 Maret 1967, Jenderal Soeharto dilantik sebagai pejabat Pres...
12 Maret 1967, Jenderal Soeharto dilantik sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia. Awal mula rezim Orde Baru.
Dikirim oleh Video Sejarah pada 12 Maret 2017

Meski cukup banyak para aktivis, tokoh dan politisi yang merasa hak politiknya terpasung, namun bagi sebagian besar masyarakat terutama di pedesaan, Jenderal Soeharto benar-benar dianggap telah mampu membuat negeri ini aman, damai dan sejahtera.

Menurut para generasi tua, era Soeharto adalah masanya pembangunan, era Orde Baru adalah zaman murahnya sandang dan pangan. BDLV/TM
1 Maret 1293, 30.000 Tentara Kekaisaran China - Mongolia Menyerbu Jawadwipa

On March 27, 2016 with No comments

Cina mongol seru singasari di tanah jawa

Soeara Rakjat, Historia. Konflik batas wilayah sebuah negara, bukanlah perkara mudah yang bisa dianggap sepele. Konflik batas wilayah atau teritorial sebuah negara, itu menyangkut harkat dan martabat sebuah bangsa yang berdaulat dan merdeka.

Cukup banyak negara-negara di dunia yang terlibat pertempuran karena konflik teritorial yang biasanya berada dilautan lepas. Pada 1982, Inggris dan Argentina pernah terlibat perang karena berebut pulau Malvinas, di lepas pantai Argentina di samudera Atlantik.

Saat ini Indonesia juga sedang mengalami konflik dengan pihak China. Adalah para nelayan China yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia yang kemudian ditangkap. Namun para pencuri ini mendapat perlindungan dari armada laut China, yang kemudian sempat menimbulkan insiden dengan Angkatan Laut Indonesia.

Rakyat pun merasa geram dengan ulah China ini, protes pun terjadi dimana-mana, dan memantik rasa Nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. Namun kemudian Istana membantah adanya konflik antara Indonesia dan China, tentu sebuah pernyataan yang sangat menyejukan bagi kita semua.

Terlepas dari konflik Laut Natuna, bangsa China yang saat itu di kuasai Mongolia pernah berkonflik dengan bangsa kita di zaman kerajaan Nusantara. Kekaisaran China dari Dinasti Yuan yang berasal dari Mongolia, pernah menyerbu tanah Jawa melalui sebuah ekspedisi besar dengan sekitar 30.000 lebih bala tentara China - Mongolia.

Invasi Kekaisaran China-Mongol ini dipicu oleh penolakan Kertanegara, raja Singhasari untuk mengaku tunduk pada kaisar Dinasti Yuan di China. Tak hanya itu, Kertanegara bahkan melukai Meng-qi (孟琪) seorang utusan Kaisar Yuan, sebagai bentuk perlawanannya.

Kubilai Khan, pendiri dinasti Yuan di China merasa terhina dengan perlakuan Kertanegara ini, pada tahun 1292 sekitar 30.000 tentara China - Mongolia dimobilisasi dari daerah Fujian, Jiangxi, dan Huguang di daerah China selatan. Bala tentara China-Mongol lalu berlayar dengan 1000 kapal, bertolak menyerbu tanah Jawadwipa.

Sementara di Singhasari sendiri terjadi pemberontakan yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Singhasari, pemberontakan ini dilakukan oleh Jayakatwang dari Kediri. Kertanegara pun kemudian terbunuh, dan Singhasari kemudian dikuasai oleh Jayakatwang.

Menantu Kertanegara, yaitu Raden Wijaya mendapat pengampunan dari Jayakatwang. Raden Wijaya lalu diberi tanah luas di hutan Tarik, yang kemudian dibuka untuk dijadikan pemukiman. Oleh Raden Wijaya pemukiman baru di hutan Tarik ini kemudian diberi nama Majapahit.

Pada bulan Januari 1293, pasukan Yuan pun tiba di Jawadwipa, dan mendarat di pelabuhan Tuban. Lalu pada 1 Maret 1293, sebagian pasukan Yuan bergerak melalui darat, sebagian lagi menyusuri sungai untuk menyerbu Singhasari yang saat itu sudah dikuasai oleh Jayakatwang. Dalam Kidung Panji WijayaKrama, disebutkan bahwa pasukan Yuan ini menjarah desa-desa yang ada disekitar Tuban.

Raden Wijaya yang mendengar kedatangan pasukan Yuan ini kemudian bersiasat, Wijaya memberikan peta daerah Kalang untuk memudahkan penyerbuan. Raden Wijaya kemudian bersekutu dengan pasukan China-Mongol, dengan imbalan dirinya akan mengaku tunduk pada kekaisaran Dinasti Yuan di China.

Jayakatwang berhasil dikalahkan oleh pasukan China-Mongol ini, lalu Raden Wijaya meminta izin untuk kembali ke hutan Tarik, dengan alasan akan menyiapkan upeti untuk kaisar Dinasti Yuan. Wijaya kemudian kembali ke hutan Tarik dan meninggalkan pasukan Yuan yang sedang berpesta pora merayakan kemenanganya.

Sekitar 200 tentara dipimpin 2 orang perwira utama lalu menyusul ke hutan Tarik, namun mereka disergap oleh pasukan Raden Wijaya yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Dengan cepat Raden Wijaya lalu memobilisasi pasukannya dan bergerak menuju kamp utama tentara Yuan untuk melakukan penyerangan.

Serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Raden Wijaya ini membuat pasukan China-Mongolia ini kocar-kacir dan cerai berai, pasukan Wijaya berhasil membunuh banyak prajurit-prajurit terbaik dan handal dari Dinasti Yuan, dan sebagian pasukan ini lari kembali ke kapal-kapal mereka.

Menurut catatan wikipedia.org, pelarian pasukan Yuan dari serbuan pasukan Raden Wijaya ini semakin menjadi kacau, itu karena angin Musonyang akan membawa mereka kembali ke China akan segera berakhir. Pasukan Yuan terancam terjebak di Jawadwipa selama 6 bulan lamanya, dalam peristiwa itu pasukan Yuan kehilangan 3000 prajurit terbaiknya.

Raden wijaya kemudian menjadi raja di Majapahit, sebagai pewaris dan penerus dari Singhasari. Majapahit kemudian menjadi kerajaan terbesar di Jawadwipa dan mampu mempersatukan kerajaan-kerajaan di seluruh Nusantara. Raden Wijaya menurunkan trah Rajasa, yang kelak beberapa diantaranya menjadi raja-raja besar di tanah Jawa.

Peristiwa ini adalah pelajaran bagi kita semua, bahwa nenek moyang kita tidak pernah takut untuk berhadapan melawan bangsa asing dan para penjajah. Perlawanan Kertanegara dan Raden Wijaya pada Kekaisaran Yuan, patut menjadi pemupuk rasa Nasionalisme kita semuanya. BDLV/TM
Mengusung "Kebulatan Tekad" Dukungan Ke Yusril, Terus Mengalir Kuat

On March 25, 2016 with No comments

Antusiasme Warga DKI Deklarasikan Dukungan Untuk Yusril
Soeara Rakjat, Indonesia. Salah satu kandidat kuat dalam Pilkada DKI 2017, Yusril Ihza Mahendra, makin hari kian aktif melakukan berbagai kegiatan dan agenda politiknya. Berbanding lurus dengan hal itu, dukungan warga DKI terhadap Yusril pun semakin kuat dan meluas.

Yusril yang belakangan ini sedang giat melakukan safari dan silaturahmi ke berbagai elemen dan kelompok masyarakat ini, sepertinya makin mendapat dukungan yang kian signifikan. Hampir setiap hari, dukungan kepada Yusril dalam bentuk deklarasi terus terjadi.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, sekelompok ibu-ibu mendeklarasikan dukungannya pada Yusril untuk menjadi orang nomor satu di DKI. Ibu-ibu ini bahkan membentangkan spanduk yang bertuliskan 'Kebulatan Tekad' dalam rangka mendukung Yusril Ihza Mahendra ini.

Hal inipun dikonfirmasi langsung oleh Yusril sendiri, melalui akun twitternya @Yusrilihza_Mhd. Dalam cuitannya Yusril pun menyebutkan akan adanya dukungan dari warga Marunda, yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga tersebut.

"Ibu-ibu Cilincing ini gunakan istilah "Kebulatan Tekad" dukung YIM. Acara hari ini di Cilincing, Jakarta Utara," tulis akun Yusril.

Sehari sebelumnya, Yusril sendiri menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan para tokoh Betawi. Gayung pun bersambut, tokoh-tokoh masyarakat Batavia ini begitu antusias untuk menyambut dan bertemu langsung dengan Yusril.

Yusril sendiri memang disebut-sebut memiliki kekuatan yang signifikan, dan diyakini akan mampu bersaing secara head to head, dengan Petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. BDLV/TM
Rapatkan Barisan, DPD PAN Subang Gelar Rapat Harian

On March 25, 2016 with No comments


Soeara RakjatDewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional, Kabupaten Subang, sore hari ini tanggal 25 Maret 2016, menggelar rapat harian partai. Rapat harian yang dihadiri oleh sejumlah pengurus DPD dan pengurus cabang ini berlangsung di Kantor DPD PAN Subang.
Dpd pan subang gelar rapat harian
DPD PAN Subang gelar rapat harian
Rapat harian ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD PAN subang, Asep R. Dmyati SH. Rapat kemudian di buka oleh ketua harian DPD PAN Subang, Luqman Bahrak, sekitar pukul 14:30 WIB. Dalam kesempatan ini tampak hadir pula ketua MPP Tatang Kusnandar, yang juga anggota DPRD Kab, Subang.

Selain menyampaikan agenda PAN ke depan, dalam sambutannya, Ketua DPD PAN Subang, Asep R. Dimyati SH, menyatakan bahwa saat ini konstelasi politik khususnya di Subang cukup dinamis. Untuk itulah pria yang biasa di sapa ARD ini menekankan akan pentingnya kaderisasi dan konsolidasi dalam tubuh partai.

"Selain membahas agenda kita kedepan, sangat penting bagi kita semuanya untuk mencermati pergerakan dan dinamika politik yang sedang terjadi di Subang saat ini. Kader PAN harus perhatikan itu," tegas Asep R, Dimyati, atau ARD ini.

Ada tiga agenda utama yang dibahas dalam rapat harian yang diselenggarakan di Kota Subang ini. Pertama adalah soal pergantian pengurus cabang yang masa periodenya akan berakhir, kemudian pembentukan panitia pelantikan pengurus cabang, dan terakhir memilih ketua panitia pembangunan gedung baru DPD PAN Subang.

Selain ARD, Ketua MPP PAN Subang, Tatang Kusnandar, juga turut memberi arahan pada kader-kader muda PAN Subang ini. Dalam wejangannya politisi senior ini memberi banyak arahan, utamanya adalah agar kader-kader PAN Subang mampu bersosialisasi dan membangun sinergi dengan masyarakat. Karena menurutnya, itulah fungsi sebenarnya dalam berpolitik.
Ketua DPD PAN Subang dan DPC Blanakan
Lebih jauh, Apih sapaan akrab Tatang Kusnandar menyebutkan, dirinya akan terus mensupport segala agenda dan program kerja partai ke depan. Sebagai anggota legislatif, Apih bersama dua rekannya dari F-PAN bertekad akan berkontribusi langsung pada program dan kemajuan partai.

Acara rapat ini sendiri ditutup dengan rangkaian do'a, kemudian seluruh peserta bersantap bersama, dengan menu yang telah disediakan oleh panitia. BDLV/TM
24 Maret 1792, Sri Sultan Hamengkubuwono I Meninggal Dunia di Yogyakarta

On March 24, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Historia. Hari ini lebih dari 200 tahun yang lalu, terjadi sebuah peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta. 24 Maret 1792, raja pertama sekaligus pendiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono I, meninggal dunia. HB I meninggal diusia 74 tahun, setelah memerintah sejak tahun 1755.
Sri sultan hamengkubuwono I, pendiri keraton yogyakarta
Lukisan Sri Sultan Hamengkubuwono I
HB I terlahir dengan nama Raden Mas Sujana, pada 6 Agustus 1717, di Kartasura. HB I lahir dari seorang ibu bernama Mas Ayu Tejawati, yang merupakan isteri Selir dari Sri Susuhunan Amangkurat IV, raja dari Kasunanan Kartasura. Kasunanan Kartasura sendiri merupakan penerus dari kerajaan Mataram Islam.

Raden Mas Sujana kemudian lebih di kenal dengan Pangeran Mangkubumi. Sebagai putera Amangkurat IV, HB I merupakan saudara satu ayah lain ibu dari Pakubuwono II. Pakubuwono II adalah putera dari GKR Kencono, isteri permaisuri Amangkurat IV. Pakubuwono II kemudian mewarisi takhta Kasunanan pada 1726, yang kemudian berpindah tempat dan berganti nama menjadi Kasunanan Surakarta.

Sri Sultan Hemengkubowono sendiri adalah pendiri keraton Ngayoyakarta Hadiningrat, pada tahun 1755. Kesultanan Yogyakarta berdiri atas kesepakatan HB I, VOC, dan Pakubuwono III melalui perjanjian Giyanti yang ditandatangi pada 13 Februari 1755. Perjanjian ini pula yang kemudian membuat kerajaan Mataram Islam terpecah menjadi Yogyakarta dan Surakarta.

Menurut silsilah, HB I adalah keturunan dari Brawijaya V, yang merupakan raja Majapahit yang terakhir dalam catatan sejarah. Baik dari garis ayah yaitu Susuhunan Amangkurat IV maupun Mas Ayu Tejawati, Hamengkubuwono I atau Mangkubumi ini memang memiliki kaitan erat dengan Majapahit, kerajaan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Kesultanan Yogyakarta sendiri hingga kini masih tetap berdiri dan menjadi yang paling eksis diantara kerjaan-kerajaan nusantara yang lain. Bersama DKI Jakarta dan Aceh, Yogyakarta adalah daerah yang memiliki status khusus dan keistimewaan dibanding dengan daerah-daerah lain di Indonesia. mch/baim
23-24 Maret 1946, Peristiwa Besar Bandung Lautan Api Berkobar

On March 23, 2016 with No comments

24 maret 1945 bandung lautan api
23-24 Maret 1946, Bandung Lautan Api/foto Arsip Nasional.
Soeara Rakjat, Historia. Hari ini, berpuluh tahun yang lalu, berkobar sebuah peristiwa besar yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebuah peristiwa heroik masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kota Bandung, dalam mempertahankan kemerdekaan. 

Bandung Lautan Api adalah sebuah peristiwa dimana warga kota yang berada di bagian utara kemudian menyingkir ke daerah Selatan, dengan membakar seisi kota. Warga bersama Tentara Republik Indonesia (kini TNI) membumi hanguskan seisi kota agar tak jatuh ke tangan Sekutu dan Belanda.

Jika kota tidak dibakar, TRI (sebelumnya TKR) dan warga kota khawatir kota Bandung akan dijadikan markas strategis oleh tentara Sekutu dan NICA Belanda. Dengan terbakarnya kota, pihak Sekutu dan Belanda pun tidak bisa menggunakan Kota Bandung sebagai markas mereka.

Peristiwa Bandung Lautan Api sendiri dipicu oleh kedatangan tentara Inggris dari Brigade McDonald, untuk melucuti senjata tentara Jepang, pada tanggal 12 Oktober 1945. Namun senjata-senjata bekas tentara Jepang ini banyak yang jatuh ke tangan rakyat. Tentara Inggris, kemudian meminta agar seluruh senjata yang ada pada rakyat  dilucuti, kecuali TKR dan Polisi.

Tak hanya soal pelucutan senjata, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Inggris ini kemudian membebaskan tentara belanda dari tawanan Pejuang Indonesia. Tentara Belanda yang baru bebas ini kemudian membuat kekacauan dan mengganggu keamanan warga kota. Melihat kondisi kota yang seperti ini Tentara Keselamatan Rakyat atau TKR pun tidak tinggal diam.

Pada tanggal 20 Oktober 1946, TKR bersama badan pejuang yang ada di Kota Bandung, kemudian melancarkan serangan ke basis-basis tentara Inggris. Markas tentara Inggris yang ada di wilayah utara kota, termasuk Hotel Homman dan Preanger tidak luput dari gempuran TKR. Sejak itu, selama berbulan-bulan pertempuran sengit antara pejuang Indonesia dan tentara sekutu sering terjadi.

MacDonald yang memimpin pasukan Sekutu kemudian mengultimatum Gubernur Jawa Barat, agar warga kota dan pasukan bersenjata mengosongkan wilayah utara Kota. Ultimatum pihak sekutu inilah yang kemudian membuat Tentara Republik Indonesia lalu melancarkan operasi "bumi hangus" karena tidak rela jika Kota Bandung jatuh ke tangan NICA.

Persetujuan operasi bumi hangus sendiri diambil dalam musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoeangan Priangan atau MP3, bersama seluruh kekuatan pejuang-pejuang Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946.

Sejak hari itu juga, menjelang malam iring-iringan besar penduduk kota, bersama Tentara Republik Indonesia dan pejuang lainnya, bergerak dari utara kota menuju ke daerah pegunungan di selatan. Hanya dalam waktu 7 jam sekitar 200.000 warga kota meninggalkan rumah-rumah mereka dengan membakar seisi kota.

Asap hitam pun membubung tinggi disertai padamnya aliran listrik di seluruh penjuru kota. Pihak Sekutu mulai melakukan penyerangan hingga pertempuran pun tak bisa dihindarkan. Pertempuran paling sengit terjadi di Desa Dayeuhkolot, yang mana di sana juga terdapat gudang amunisi terbesar bekas tentara Jepang, yang dikuasai Sekutu.

Dalam pertempuran tersebut, dua anggota Milisi Barisan Rakjat Indonesia, yaitu Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan, mendapat tugas untuk menghancurkan gudang amunisi sekutu. Keduanya kemudian masuk dan meledakan gudang amunisi dengan granat, ledakan hebat pun terjadi dan gudang amunisi milik sekutu terbakar dengan dahsyat.

Malam itu Kota Bandung benar-benar terbakar hebat. Dari Cicadas hingga Cimindi, kobaran api merah membara, menerangi malam yang gelap gulita. Meledaknya gudang amunisi milik Sekutu ini telah menambah kebakaran bertambah dahsyat, dan menjadikan Kota Bandung makin tenggelam dalam lautan api. Malam itu menjadi bukti sejarah, warga Kota Bandung tak takut mati melawan penjajah.

Dua anggota Milisi Barisan Rakjat Indonesia ini sendiri tidak sempat menyelematkan diri. Mereka turut terbakar digudang amunisi dan gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Saat ini nama Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan, diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bandung.

Menurut sumber Wikipedia, Istilah Bandung Lautan Api sendiri pertama muncul di koran Soeara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda Atje Bastaman, yang menyaksikan terbakarnya Kota Bandung ini kemudian menuliskan Bandoeng Djadi Laoetan Api yang kemudian diralat menjadi Bandoeng Laoetan Api.
Peristiwa ini pula yang menginspirasi terciptanya Lagu Nasional, Halo-Halo Bandoeng. Peristiwa Bandung Lautan Api biasa diperingati setiap menjelang tanggal 24 Maret, atau tanggal 23 Maret malam hari. hingga saat ini masyarakat kota Bandung masih memperjuangkan agar peristiwa ini dijadikan sebagai peristiwa nasional. BDLV/TM
Singa Barong, Salah Satu Kereta Tertua Di Indonesia Yang Kini Muncul Ditengah Kota Cirebon

On March 20, 2016 with No comments

Singa barong kereta kencana kasepuhan cirebon

Soeara Rakjat, Jawa Barat. Singa Barong, adalah salah satu benda cagar budaya yang cukup populer, dan memiliki nilai histori yang tinggi bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya bagi warga Cirebon. Singa Barong adalah kereta kencana, kendaraan para raja Kesultanan Cirebon di masa lampau.

Menyambut ulang tahun CSB Mall, replika asli milik keraton Kasepuhan ini muncul di CSB Mall untuk dipamerkan kepada pengunjung, dan masyarakat Cirebon. Menurut Aria Bima seorang abdi dalem Keraton Kasepuhan, Singa Barong ini dipamerkan sejak hari selasa lau.

"Sudah sejak Selasa Singa Barong ada disini. Tapi ini replika mas, yang asli tidak boleh keluar Keraton," ujar Aria Bima, saat ditemui di Lobby CSB Mall, 20 Maret 2016.

Singa Barong adalah sebuah kereta kencana, yang biasa dipergunakan oleh Raja ataupun Sultan, untuk kirab keliling Kota Cirebon. Dimasa lalu, setiap tanggal 1 Syura dan 1 Muharam, sultan akan melakukan kirab budaya dan berkeliling Kota Cirebon menggunakan kereta ini.

Menurut penuturan Aria Bima yang bersumber dari berbagai catatan di Keraton Kasepuhan, Kereta Singa Barong sendiri di buat pada tahun 1549 M, oleh Panembahan Losari, cucu dari Sunan Gunung Jati, dengan bantuan seorang pemahat asal Kaliwulu Ki Notowiguna. Singa Barong merupakan karya asli putera Kacirebonan, yang memiliki nilai seni dan artistik tinggi.

Singa Barong adalah kereta kebanggaan Keraton Kasepuhan, keraton paling megah yang masih terawat dengan baik di Kota Cirebon. Singa Barong juga adalah salah satu yang tertua di Indonesia, karena keberadaannya sejak abad 16.

Kereta Singa Barong ini pertama kali digunakan oleh raja ke IV dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang dulunya bernama keraton Pakungwati. Pakungwati sendiri adalah nama lain dari mendiang isteri Sunan Gunung Jati. Nama Pakungwati diabadikan untuk memberi penghormatan terhadap Sunan Gunun jati, yang diyakini sebagai leluhur Kesultanan Cirebon.

Sejak itu pula Kereta ini terus dipergunakan secara turun temurun, dan baru dihentikan penggunaannya pada tahun 1942, karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan, dan mulai rentan termakan usia.
Singa Barong kini tersimpan di museum kereta disisi bangunan Taman Dewandaru, kereta asli sudah tidak boleh keluar atau dipergunakan lagi. Hingga kini kereta Singa barong asli masih terawat dan dijaga dengan baik. BDLV/TM
Ketua F- Gerindra Subang : Ada 316 Pekerja Asing, Tapi Yang Terdaftar Hanya 60 Orang

On March 17, 2016 with No comments


Soeara RakjatPersoalan maraknya tenaga kerja asing, bukan hanya terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Hampir diseluruh Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia, persoalan tenaga kerja asing kini menjadi perhatian serius, baik oleh aktivis buruh, tokoh masyarakat, hingga DPRD setempat.
Gerindra subang kritisi tenaga kerja asing
H. Ujang Sumarna (kiri) F-Gerindra Subang
Seperti yang terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, saat ini dikabarkan ada sekitar 316 tenaga kerja asing yang bekerja dibeberapa pabrik di daerah Subang, namun yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja / Disnaker Subang hanya sekitar 60 orang saja.

Hal ini memicu beragam pertanyaan dari warga setempat, hal ini pula yang membuat masyarakat merasa heran dengan perbedaan data tersebut. Bahkan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Subang, H. Ujang Sumarna, turut mempersoalkan perbedaan jumlah tenaga kerja asing tersebut.

"Ada 316 orang tenaga kerja asing bekerja di beberapa pabrik di Subang, tetapi yang terdaftar di Disnaker Subang hanya 60 orang," tegas politisi senior partai Gerindra Subang ini, saat ditemui di The Jayakarta Hotel, Dago, Bandung, Jawa Barat.. 

Selain mempertanyakan masalah tenaga kerja asing, Fraksi Gerindra Subang juga turut menyuarakan penolakan terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Gerindra menilai proyek ini terlalu terburu-buru, dan belum tentu memiliki azaz manfaat bagi masyarakat.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Subang, memang dikenal kritis dalam menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat Subang. Melalui akun Facebook nya, H. Ujang Sumarna kerap mengajak masyarakat untuk bersama-sama turut mengontrol kinerja Pemerintah Kabupaten Subang. BDLV/TM
Warung Nasi Ampera, Dari Kaki-5 Yang Kini Menjelma Menjadi Restoran "Bintang-5"

On March 17, 2016 with No comments

Sajian Khas Warung Nasi Ampera, Bandung, 
Soeara Rakjat, Jawa BaratWarung Nasi Ampera  adalah salah satu tempat makan paling populer di Kota Bandung, yang kini sudah sangat terkenal hingga keseluruh pelosok Jawa Barat, dan sekitarnya. WN Ampera dikenal sebagai kuliner asli Urang Sunda, dan memiliki cita rasa yang melegenda.

Jika kita berkunjung ke Kota Bandung, tentu akan sangat mudah untuk menemukan Warung Nasi yang satu ini. WN Ampera kini bahkan tidak hanya tersedia di Bandung saja, hampir diseluruh kota di Jawa Barat hingga Ibukota Jakarta, WN Ampera telah mendirikan cabangnya.

Tak ada menu yang terlalu istimewa di WN Ampera ini, semuanya adalah menu biasa yang selalu kita konsumsi setiap hari. Namun citarasa Sunda yang melekat, membuat WN Ampera memiliki keistimewaan dan perbedaan mendasar dengan kuliner-kuliner lainnya.

Dari yang semula hanya sebuah warung emperan atau Kaki-5, WN Ampera saat ini telah menjelma menjadi restauran "Bintang-5". Di beberapa tempat, WN Ampera berdiri megah dengan fasilitas layaknya restoran papan atas. Namun meski begitu nama dan imege sebagai Warung Nasi tetap melekat hingga saat ini.

WN Ampera, konon dahulu hanyalah sebuah warung emperan disekitar Kebon Kalapa, Warung ini didirikan oleh H. Tatang Sujani, dan isteri sekitar tahun 1963. Seperti halnya Warteg, WN Ampera awalnya hanya melayani "rakyat biasa" yang melakukan aktifitasnya disekitar terminal Kebon Kalapa.

Seiring waktu yang berjalan, warung inipun memiliki pelanggan yang semakin banyak. Tak hanya "rakyat biasa" warung inipun kemudian memiliki penggemar dari kalangan atas dan pejabat. Sejak itu pula WN Ampera membuka cabangnya dimana-mana.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa warung ini menamakan dirinya dengan Warung Nasi Ampera, namun menurut cerita yang beredar Ampera sendiri memiliki arti Amanat Perut Rakyat. Entah benar entah tidak, tetapi WN Ampera memang telah berhasil meredam gejolak "perut rakyat" warga Kota Bandung, dan sekitarnya. BDLV/TM
Novita Siagian, Netizen Ini Lakukan Sesuatu Yang Berbeda Dan Luar Biasa

On March 14, 2016 with 1 comment

Novita siagian i am christian my vote for sandiaga uno http://www.sorak.in
Screenshot/foto Facebook Novita Siagian
Soeara Rakjat, Netizen. Aroma saling dukung dalam Pilkada DKI kian hari kian terasa. Meski Pilgub DKI sendiri baru digelar pada 2017 nanti, namun saat ini tensi mulai meninggi. Netizen mulai berlomba-lomba untuk menyuarakan dukungan pada masing-masing idolanya di jagat maya.

Jika sebelumnya muncul dukungan dari Netizen yang menyuarakan 'Saya Muslim Saya Dukung Ahok', kini dukungan dalam bentuk yang sama mulai bermunculan. Kali ini adalah dukungan dari Netizen penganut Kristiani, kepada bakal calon Gubernur DKI yang beragama muslim.

Adalah Novita Siagian, seorang pengguna akun Facebook yang sepertinya sedang melawan arus saat ini. Novita pun memberi testimoni bahwa status dirinya sebagai penganut Kristiani, bukanlah suatu halangan bagi dirinya untuk mendukung seorang pemimpin muslim.

"I am Christian, my vote is for Sandiaga Uno or Yusril! I.M," begitulah bunyi kalimat yang ditulis oleh akun Facebook Novita Siagian.

Berbeda dengan banyak Netizen lain yang menyuarakan dukungan kepada salah satu calon yang diragukan keasliannya, Novita Siagian adalah seorang pengguna aktif, dan memiliki banyak pengikut di jejaring sosial Facebook. Tak ada yang meragukan keaslian dari akun Novita Siagian ini.

NS pun mengungkapkan alasan mengapa dirinya memilih Cagub muslim. Menurut NS, sopan santun dan nilai-nilai budaya yang menjadi alasan kuat bagi dirinya untuk memilih pemimpin muslim. Mayoritas Netizen pun mengamini pendapat dari perempuan kelahiran Jakarta yang kini bermukim di Australia ini.

Meski seorang penganut Kristiani, akan tetapi NS sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Tak jarang NS turut aktif terlibat untuk membantu kegiatan rekan-rekannya yang berbeda keyakinan dengan dirinya.  BDLV/TM
Supersemar, Salah Satu Naskah Paling Bersejarah Bagi Bangsa Indonesia

On March 11, 2016 with No comments

Surat perintah 11 maret 1966 supersemar
Surat Perintah 11 Maret 1966, Ir. Soekarno dan Mayjen Soeharto
Soeara Rakjat, Historia. Surat Perintah Sebelas Maret atau yang lebih kita kenal dengan Supersemar, adalah salah satu naskah yang bersejarah dan memiliki pengaruh besar bagi bangsa Indonesia, selain naskah proklamasi kemerdekaan. Supersemar disebut-sebut sebagai tonggak awal Orde Baru dalam masa transisi pasca kemerdekaan bangsa Indonesia.

Supersemar ini ditandatangani langsung oleh Ir. Soekarno selaku Presiden Pertama Republik Indonesia. Surat ini ditandatangani pada tanggal 11 Maret 1966. Isi dari surat ini adalah memberi mandat kepada Mayor Jenderal Soeharto selaku Panglima Angkatan Darat, untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan pemulihan situasi keamanan dan ketertiban.

Menurut sumber TNI AD yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah, salah satu alasan diterbitkannya Supersemar oleh Presiden Soekarno adalah kondisi saat itu yang dirasa kurang aman dan kondusif. Presiden Soekarno banyak menerima laporan akan adanya pasukan liar atau pasukan tak dikenal, yang bertugas untuk menahan orang-orang di Kabinet yang di duga terlibat G-30-S PKI.

Ir. Soekarno sendiri saat itu sedang memimpin sidang Kabinet Dwikora yang disempurnakan atau Kabinet 100 Menteri. Disaat sidang itulah panglima Pasukan Tjakrabirawa melaporkan adanya pasukan tak dikenal. Setelah menerima laporan, Presiden Soekarno langsung terbang ke Bogor, ditemani oleh Wakil Perdana Menteri I Soebandrio, dan Chaerul Shaleh. Sidang pun akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II, Dr. J. Leimena.

Situasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Mayor Jenderal Soeharto. Saat itu, Soeharto sudah menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat, menggantikan pososi Jendral Achmad Yani yang telah gugur dalam peristiwa G-30-S. Mayjen Soeharto sendiri saat itu tidak bisa menghadiri sidang Kabinet Dwikora, dikarenakan sedang sakit.

Mayjen Soeharto kemudian mengutus tiga orang Pati AD ke Bogor, yaitu Brigjen M. Yusuf, Brigjen Amir Machmud, dan Brigjen Basuki Rahmat. Setibanya di Bogor, ketiganya mengatakan kepada Presiden Soekarno, bahwa Mayjen Soeharto akan mampu mengendalikan dan memulihkan situasi keamanan, jika diberikan surat tugas atau mandat.

Presiden Soekarno pun lantas menyetujui. Kemudian dibuatlah Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar, yang memberi mandat kepada Soeharto, selaku Panglima Angkatan Darat, agar segera mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk memulihkan situasi ketertiban dan keamanan saat itu.


Dikirim oleh Angel Setiawati pada 10 Maret 2017

Supersemar ini tiba di Ibukota pada tanggal 12 Maret 1966 sekitar pukul 01:00 dan dibawa oleh Sekertaris Markas Besar Angkatan Darat, Brigjen Budiono. Banyak versi dan kontroversi yang berkembang terkait Surat Perintah yang terbit setengah abad lalu itu, tetapi itulah versi resmi yang dikeluarkan oleh TNI dan tercatat dalam buku sejarah bangsa Indonesia.

Cukup banyak pula sejarawan yang berbeda pendapat terkait Supersemar ini. Pihak Arsip Nasional pun sudah berkali-kali mencari penyelesaian dari silang pendapat Supersemar tersebut. Arsip Nasional pernah berulang kali memanggil M. Jusuf untuk meminta kejelasan, namun hingga akhir hayatnya usaha ini selalu kandas. M. Jusuf sendiri meninggal dunia pada 8 September 2004.

Dengan meninggalnya M. Jusuf, dan mantan Presiden Soeharto pada 27 Januari 2008, silang pendapat akan Supersemar ini tidak pernah terselesaikan. Meski demikian, Supersemar akan selalu dikenang oleh rakyat, sebagai salah satu peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Jika terlalu sulit untuk membuktikan sebuah kesalahan, untuk apa kita sibuk mencari sebuah kebenaran yang terlalu sulit juga untuk dibuktikan? BDLV/TM
Kunjungi Indonesia, HellBoy Disambut Antusias Oleh Warga

On March 06, 2016 with No comments

Helboy kw di indonesia
Hadir di Indonesia, Hellboy menjadi pusat perhatian warga
Soeara Rakjat, Selebrita. Beberapa jam yang lalu, di jejaring sosial Facebook, beredar fhoto-fhoto salah satu tokoh superhero dari dunia perfilman Hollywood. Dialah Hellboy, yang juga sudah tidak asing bagi publik di Indonesia.

Hell Boy adalah salah satu tokoh ikonik, dan sempat menjadi idola publik Amerika disekitar pertengahan tahun 2000-an. Film besutan sutradara  Guillermo del Torro ini pun berhasil meraup untung sekitar $ 99 juta dollar Amerika, dan di seluruh dunia.

Hellboy: Seed of Destructions
Hellboy adalah seorang tokoh yang datang dari dunia  Supranatural, yang pertamakali ditemukan oleh seorang tentara pada masa Perang Dunia II. Hellboy kemudian dibawa dan dibesarkan di Amerika Serikat. Setelah dewasa, Hellboy lalu menjadi agen khusus yang bekerjasama dengan FBI, dalam memerangi kejahatan yang datang dari dunia lain.

Hellboy terkenal karena tangan batunya yang memiliki kekuatan melebihi baja, Hellboy juga tahan api, dan gemar menghisap cerutu. Sepintas kisah yang diambil dari Dark Horse Comics, Hellboy: Seed of Destruction ini sangat mirip dengan tokoh Hanoman dalam kisah Ramayana.

Seorang fotografer sedang mengabadikan Hellboy
Sebelum diangkat ke layar lebar, Hellboy adalah salah satu tokoh komik populer di negeri Paman Sam. Bersama Superman, Batman Sandman, Spiderman, dan tokoh-tokoh fiksi lainnya, Hellboy adalah bacaan bagi anak-anak, remaja, hingga usia dewasa. Sukses dengan Hellboy I, sekuel Hellboy II bertitel the Golden Army pun kemudian dirilis pada tahun 2008.

Hellboy bersama rekan-rekan
Sekilas Hellboy yang sedang mejeng di seputaran DKI ini memang sangat mirip dengan aslinya. Terlalu sulit untuk dibedakan dan akan banyak yang mengira bahwa ini adalah Hellboy "asli" dari Amerika yang sedang mengunjungi Indonesia.

Adalah pengguna akun Facebook Yodie Reynald Salam, yang pertamakali terlihat mengunggah fhoto-fhoto ini. Yodie pun menjelaskan bahwa Hellboy ini adalah hasil karya asli para tata rias dan desainer Indonesia.

Ternyata orang Indonesia cukup kreatif, lanjutkan berkarya dan angkat topi untuk bung Yody Reynald Salam dan rekan-rekan. BDLV/TM
Sapa Warga DKI, Sandiaga Uno Hadir Di Acara Stand Up Comedy

On March 03, 2016 with No comments


Soeara Rakjat. Sndiaga Uno, salah satu kandidat kuat di Pilkada DKI, sore ini akan hadir di acara Stand Up Comedy. Sebuah acara komedi situasi yang cukup polpuler bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi kalangan muda. 

Sandiaga Uno sendiri adalah tokoh dan pengusaha muda yang cukup potensial, belakangan namanya santer disebut-sebut akan berpasangan dengan Yusril Ihza Mahendra di Pilgub DKI 2017.

Kabar hadirnya salah satu tokoh partai Gerindra ini bermula dari postingan sebuah akun Twitter yang menyatakan kehadiran SU, dan mengajak teman-temannya sesama Netizen untuk turut menyaksikan acara tersebut, sore ini tepat pukul 17:30 yang lalu.
Seorang pengguna twitter @ReviLoversOffic mengkonfirmasi kehandiran SU ini, yang kemudian meluas ke jejaring sosial Facebook dalam bentuk capture. 

Menurut seorang pengguna akun Facebok Swara Hardjasasmita, acara Stand Up Comedy ini sendiri saat ini masih berlangsung dan dapat disaksikan di Indosiar. BDLV/TM
Serangan Umum 1 Maret 1949, TNI Sebagai Pelaku Utama Sejarah Indonesia

On March 01, 2016 with No comments

Serangan umum 1 maret 1949 soeharto dan jenderal soedirman

Soeara Rakjat, Historia. Serangan Umum 1 Maret 1949, adalah salah satu peristiwa paling bersejarah bagi negara kita. SU 1 Maret 49, adalah moment kebangkitan bangsa Indonesia setelah Agresi militer Belanda yang ke dua, sebuah peristiwa yang sangat menentukan bagi bangsa  Indonesia  yang kala itu baru saja merdeka.

Serangan Umum 1 Maret 1949 ini sendiri dipicu oleh kembalinya tentara belanda ke Indonesia, atau yang sering disebut sebagai agresi militer Belanda yang ke 2. Yogyakarta, yang saat itu menjadi Ibukota negara pun telah diduduki oleh Belanda, selain Yogykarta Belanda pun kemudian menduduki beberapa wilayah disekitarnya seperti Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul.

Melihat situasi yang semakin genting ini, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, lantas mengirim surat kepada Panglima Soedirman. Dalam suratnya Sri Sultan, yang saat itu sudah melepaskan jabatannya di Keraton  Ngayogyakarta  Hadiningrat meminta izin agar diadakan serangan guna merebut kembali Kota Yogyakarta dari tangan belanda.

Panglima Soedirman pun lantas menyetujui permintaan Sri Sultan tersebut, dan meminta Sri Sultan untuk berkoordinasi dengan Letnan Kolonel Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai komandan Brigade 10/Wehkreise III. Sri Sultan dan Letkol Soeharto kemudian melakukan pertemuan dan keduanya sepakat untuk mengadakan serangan Umum 1 Maret 1949.

Pada tanggal 1 Maret 1949, sudah banyak para gerilyawan yang mulai memasuki Kota Yogyakarta, lalu tepat pukul 06:00 pagi bersamaan dengan berbunyinya sirene sebagai tanda jam malam berakhir, Serangan Umum pun dimulai. Sekitar 2500 gerilyawan TNI melakukan serangan besar-besaran di jantung Kota Yogyakarta, dibawah pimpinan langsung Letkol Soeharto.

Pertempuran sengit pun tak bisa dihindari, disetiap sudut dan ruas jalan Kota Yogya, pertempuran demi pertempuran berkecamuk dengan dahsyat. Sejarah mencatat, kota Yogya saat itu dikepung oleh gerilyawan TNI dari berbagai penjuru kota. Belanda yang saat itu kurang persiapan merasa terkejut, dan tidak bisa memberi perlawanan yang berarti.

Hanya butuh 6 jam saja bagi TNI untuk merebut kembali Ibukota Yogyakarta, Belanda yang sudah berhasil dipukul mundur itu lalu meninggalkan pos militernya, beberapa kendaraan artileri berat milik tentara Belanda pun dirampas oleh pihak TNI. Tepat pukul 12:00, Letkol Soeharto memerintahkan pasukannya untuk mengosongkan kota, dan kembali ke pangkalan gerilya.

Berita kemenangan TNI ini kemudian menyebar hingga akhirnya sampai ke Washington D.C, Amerika Serikat, yang mana saat itu PBB sedang bersidang, dan diikuti oleh perwakilan Indonesia. Dengan kemenangan SU 1 Maret 1945 ini, Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam perundingan dengan Dewan Keamanan PBB.
Kemenangan ini menjadi bukti masih utuhnya kekuatan TNI dan negara Republik Indonesia dimata dunia, TNI dan NKRI tidak hilang ataupun mati seperti yang selalu dipropagandakan oleh pihak Belanda. BDLV/TM