TERPOPULER

ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Google+ Badge

Powered by Blogger.

Harga Karet Indonesia Rp 4500, Di Malaysia Rp 15000, Ulah Siapa ?

On February 07, 2016 with 48 comments

Harga karet indonesia malaysia http://www.sorak.in
Petani karet sedang mengumpulkan getah hasil sadapan/foto ilustrasi
Soeara Rakjat, Nasional. Petani karet akhir-akhir ini hidupnya semakin seret. Harga karet yang kini hampir sama dengan beberapa potong bakwan atau pun tempe telah memicu keprihatinan dari mereka yang menggantungkan hidupnya pada barang yang lentur nan elastis ini.

Apa sebenarnya yang membuat harga karet semakin anjlok? Banyak Netizen yang mengira-ngira bahwa anjloknya harga karet ini karena ulah kartel dan para mafia karet. Dibeberapa tempat harga karet memang sangat anjlok drastis dan bahkan hampir tak masuk akal.

Banyak yang membandingkan murahnya harga karet ini dengan harga ubi hingga bakwan. Seperti harga karet di wilayah Kabupaten Ogan Komerling Ulu yang hanya berkisar Rp 3.800, sedangkan ubi Rp 7.000. Sangat wajar jika banyak petani karet yang mengeluh di media sosial, dan membandingkan harga karet dengan dengan tempe dan bakwan.

Curhatan petani karet di jejaring sosial ini mengundang beragam reaksi dari para Netizen yang juga berkeyakinan bahwa murahnya harga-harga produksi lokal yang salah satunya karet ini adalah ulah dari para mafia. Masyarakat meyakini jika murahnya harga karet ini karena dipermainkan oleh mafia, seperti halnya pemerintah yang beranggapan bahwa meroketnya harga-harga pangan belakangan ini juga karena ulah mafia.

Tak hanya petani, tapi para Netizen pun turut menyuarakan keprihatinannya. Menyikapi hal tersebut, tentunya semua berharap agar masalah yang sudah sejak lama berlangsung ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Publik meminta agar pemerintah pusat segera melakukan langkah-langkah strategis untuk bisa mensejahterakan mereka, para petani karet.

Anjloknya harga karet ini sudah berlangsung sejak lama. Sudah sejak pertengahan 2015 lalu harga karet di beberapa tempat di Indonesia memang mengalami penurunan yang drastis. Bahkan Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Milton Crosbi pernah membandingkan harga karet di Indonesia yang hanya sekitar Rp 4500 dengan harga di Malaysia yang mencapai Rp 15000, yang pernah dimuat dilaman detik.com.

Berbeda dengan di Indonesia, harga karet di Malaysia di tingkat petani memang jauh lebih tinggi, yang otomatis bisa membuat petani karet di negeri jiran ini terasa lebih sejahtera daripada petani karet di negara kita Indonesia.

Hal sebaliknya justeru terjadi dalam persoalan pangan dan kebutuhan pokok warganya. Di Malaysia, mayoritas harga pangan jauh lebih murah. Sebut saja harga daging sapi yang di Malaysia harganya hanya sekitar Rp 50.000 sampai Rp 60.000 saja, sedangkan harga daging sapi di Indonesia MEROKET tinggi hingga mencapai Rp 120.000 bahkan 140.000 per kilo gram. BDLV/TM
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

48 komentar

hehehehe no loment ah, takut di bully wkwkwkwka

Presidennya Tai Kucing

mAKANYA dilampung utara ini banyak petani karet beralih profesi jadi tukang maling, tukang rampok,,ini semua akibat pemimpin yang tolol

Makanya jgn ngeyel. Siapa suruh dulu ikut memilihnya, he3x.. salam dua jari

yg milih tu presiden siapa njing...
dulu berteriak" blablabla adalahkita...
sekarang udah jadi berteriak lagi pre**den to**ol....

Petani karet letoy. . .coba kayak petani di jawa, harga tomat, cabai bawang jatuh langsung rame2 demo buang dijalan. .coba klo berani buang getah karet di depan istana presiden. Pasti presiden baru mikir

yg pilih jokowi mayoritas petani.rasain aja.ngurus rumah sendiri aja lupa.liat di berita rumah jokowi nunggak PDAM 7jutaan.boro2 ngurus rakyat

Jagan bilang petani karet letoy...mikir dong jadi org.
buat kesana butuh biyaya, lu pikir t hrga karet 3800 mw makan pakek apa?

Terus kapan dong petani bisa sejahtera...

gile bener ... siap kaga nih ya..

Obat Maag

Gimana sih pemerintahaan ini

Kasihan petani, pemerintah harus bertindak...

emang neng mau bawain getah karet yang beratnya 40 kg diantar ke jawa dari sumatera buat taruh depan istana ?

This comment has been removed by the author.

Petani karet sangat memprihatinkan skrg kehidupannya. Dan itu fakta di batumarta kec.sinar peninjauan kab.oku sumsel

GAK TAU DAH APA MAKSUD DIBALIK SEMUA INI..SAYA SEBAGAI ANAK PETANI KARET SANGAT SEDIH DAN MENYAYANGKAN DENGAN ADANYA MASALAH SEPERTI INI DAN BERHARAP SEMOGA PEMERINTAH2 YG BIJAKSANA, PINTAR DAN TERHORMAT BISA MENGATASI PROBLEM2 YANG ADA DI NEGRI INI,, TERMASUK MASALAH HARGA KARET YG TURUN DRASTIS.. KASIHAN PARA PETANI KARET DI INDONESIA JIKA HARGA KARET TIDAK ADA KENAIKAN SAMA SEKALI BAGAIMANA NASIB MEREKA UTK KEDEPAN NYA.. MEREKA PARA PETANI YANG PUNYA KELUARGA PUNYA ANAK DAN ISTRI DAN MEREKA HARUS MEMBIAYAI PENDIDIKAN ANAK2 MEREKA DAN MAKAN SEHARI-HARI MEREKA HANYA DIDAPATKAN DARI HASIL KARET SAJA.. DENGAN HARGA KARET RP 45000/KG ITU BISA CUKUP??????

Kita hanya bisa bersabar

Hanya saja pemimpin tidak ada kebijaan daam menangani keluhan petani
Jujur saja stiap hari saya nonton berita baca-bca di sosmed gak ada sama sekali peminpin kita turun memecahkan masalah ini
Tolong mas jokowi kmi butuh makan....

di kampung saya petani karet semua,,,, karna harga karet lebih mahal dari pada gorengan.... pemerintah gk jelas.

dari pada gk makan.... mari kita merampok

WOI.............. PEMERINTAH.... DIMANA OTAKMU

tapi gk ada yg mau di rampok... haha

PRESIDEN TOLONGIN KITA DONG.... JANGAN BENGONG

Dahulu jauh lebih hancur dulu harga cengkeh juga anjlok sampai 2000 per kilo,tapi setelah tidak di monopoli lagi sekarangh harga cengkeh bisa 100 ribu.

DI MALAYSIA ADA BAPAK TEMAN SAYA BILANG PETANINYA JUAL HASIL PANENNYA SECARA ONLINE JD BISA CARI PENAWAR TERTINGGI,,,, COBA DIPRAKTEKKAN DI INDONESIA...

Harusnya kalimantan ini punya negara atau ibukota baru

Harusnya kalimantan ini punya negara atau ibukota baru

kualitas karet indonesia telah menurun,ditambah lagi oknum petani yg mencampur karetnya dg tanah liat,batu,dll,sehingga pembeli karet jd takut rugi,yg jelas rata2 hobi menyalahkan tapi suka tak jujur,giliran bgus pura2 diam,giliran murah rame2 ngamuk,sy teringat bisa jual karet dg harga 30rb perkilo,pd waktu itu bermunculan karet tanah liat,batu,dll,gara2 nila setitik rusak susu sebelanga,obat satu2nya pemda didukung pusat,mendirikan pabrik quality control,di sortir dulu br dijual,dg demikian kepercayaan pengusaha balik lagi,karet malay super bersih kering,karet kita kotor bercampur mcm2 dg demikian mempersulit prnses pengolahan.

setuju

Parah kali lah indonesia pas di pimpin jokowi..
Mafia makin menjadi..
Sedangkan jokowi sibuk pencitraan sana sini..
Ya allah saya nyesal kx kemaren milih kamu jok..

Parah kali lah indonesia pas di pimpin jokowi..
Mafia makin menjadi..
Sedangkan jokowi sibuk pencitraan sana sini..
Ya allah saya nyesal kx kemaren milih kamu jok..

PEJABAT NYA PADA TIDUR SM UANG HASIL KORUP...HAAHAAA...SAYANG SUNGGUH SAYANG...SADISSSS

This comment has been removed by the author.

nasib wong cilik...selalu dipermainkan...mereka akan bertindak jika rakyatnya udah sekarat....

Harga di malesia sama.malesia susah lagi 1kg:1,55

Ng maleisia podo aee
Kurang lebih

Maaf sblum ny...lw penilayan saya shi gk ada salah ny dengan ptesiden...yg patut disalahin n dibina seharus ny petani...coba lihat geta di malaysia kualitasny aja jauh dengan indonesian...karna apa karna getah malaysia asli getah murni bukn seperti getah yg di indonesia...yg didlm getah terdapat tatal..batu...kayu...jdi skrng mending kita introfeksi diri sendiri aja

Maaf sblum ny...lw penilayan saya shi gk ada salah ny dengan ptesiden...yg patut disalahin n dibina seharus ny petani...coba lihat geta di malaysia kualitasny aja jauh dengan indonesian...karna apa karna getah malaysia asli getah murni bukn seperti getah yg di indonesia...yg didlm getah terdapat tatal..batu...kayu...jdi skrng mending kita introfeksi diri sendiri aja

jawaban eneng ngga masuk akal ya...
hahhaa... tomat itu tak seberat karet yang basah...

kagak mau bayangkan gmna produksi karet di indonesia berhenti, dan para petaninya ngotot ngga mau lagi dengan berkebun pohon karet..
bagaikan dunia tak bersepatu alaskan karet..
masa' pake logam dan plastik...

Kenapa harga karet Indonesia terus tertekan, berikut beberapa pemicunya :

1. Rata-rata Mutu Bokar nasional rendah (kalah bersaing dengan negara tetangga: Malaysia dan Thailand)
2. Kapasitas produksi tanaman karet rendah (petani karet akan alih profesi saat harga anjlok bahkan ada yang mengganti tanaman dgn komoditas lain)
3. Rantai distribusi dan tata niaga bokar melewati pihak ke-3 dst...
4. Infrastruktur perkebunan karet rakyat belum tertata dengan baik (jalan dan irigasi belum maksimal)
5. Pajak penghasilan PPh21 0.25% atas transaksi (karet)---produsen cenderung menekan harga beli
6. Kapitalisasi pasar global (supply and demand)
7. Efek biaya produksi yang tinggi (terkait biaya birokrasi, perijinan, ekspor-import barang, sparepart, ketersediaan listrik dll.)
8. Kurangnya intervensi permerintah dalam pembinaan dan pengembangan industri karet nasional
9. Penurunan laju pertumbuhan ekonomi global terutama negara tujuan ekspor karet
10. Kurangnya peran negara dalam menyerap karet dalam negeri (baru wacana pemerintah akan beli karet dalam negeri untuk kepeluan infrastruktur nasional)
11. Terdampak akibat penurunan harga Minyak mentah dan Nilai tukar Rupiah.

(Wallahu A'lam Bishawab)

kiamat shugra buat para petani karet....(presidennya kda becos .)

mungkin itu implementasi dai paket kebijakan ekonomi jokowi jilid 12...

mungkin itu implementasi dai paket kebijakan ekonomi jokowi jilid 12...

tersangkanya yang memainkan harga adalah kartel bin mafia karet dari pengumpul di petani, tukang timbang pabrik, kir/pembelian pabrik. Indikatornya permainan harga, penyusutan timbangan, sampai waktu tunggu bongkar, dan kurvanya saling menekan dan yang penyet adalah petani.