ADVERTISEMENT

SoearaRakjat.com Media Rakyat Indonesia

Search This Blog

Google+ Badge

Powered by Blogger.

ADVERTISEMENT

Popular Post

Berita Populer

Populer

Hanya Terjadi di Indonesia, Setarbak Kopi Tawarkan Menu Soto, Nasi Sambel Dan Pecel

On February 28, 2016 with No comments

Setarbak kopi indonesia

Soeara Rakjat, Netizen. Starbuck Cofee, adalah gerai kopi ternama dan tersebar hampir di seluruh pelosok dunia. Entah karena memang rasanya yang terlalu nikmat ataukah karena sensasi Westernnya, banyak dari masyarakat kita yang merasa sangat bangga bila sedang berada dan menikmati berbagai menu di gerai kopi asal negeri Paman Sam ini.

Seperti halnya di belahan dunia lain, Starbuck Coffee juga tersebar luas di seluruh Indonesia, hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Starbuck, bersama KFC, CFC, Solaria, Mc Donald ataupun Dunkin Donuts, adalah gerai makanan yang hampir dipastikan ada di sudut kota dan tempat-tempat perbelanjaan di seluruh nusantara.

Namun ternyata, Setarbak Kopi bukan hanya milik bangsa Amerika, karena ternyata Setarbak versi asli Indonesia juga ada namun tentunya dengan menawarkan menu yang sedikit berbeda.  Seorang pengguna pengguna akun Facebook yang  terlihat pertamakali menawarkan pada Netizen, untuk mencoba berbagai menu unik di Setarbak Kopi ini.

"Yang libur Sabtu hayu ngopi di Setarbak tanpa sianida. Ditunggu ya, yang sudah hadir cukup lambaikan tanpa ke arah kamera dan katakan hadir," tulis Dedy Purnawarman, di laman Facebook miliknya setengah berpromosi.

Uniknya, jika di Starbuck menawarkan aneka jenis Coffee dan roti yang bercita rasa khas Amerika-Eropa, maka Setarbak Kopi menawarkan kopi dan makanan yang memiliki citarasa nusantara dan sudah melegenda di Indonesia. Sego Sambel, atau nasi pecel dan Soto ayam adalah beberapa menu andalan dari Setarbak Kopi Indonesia ini.

Tentunya kehadiran Setarbak Kopi Indonesia inj bisa menjadi solusi bagi kita yang ingin merasakan kongkow di gerai makanan kelas pejabat dengan harga yang merakyat. Apakah anda berminat untuk mencobanya?  BDLV/TM
Pembangunan Infrastruktur Belum Menyentuh Daerah, Warga Subang Menjadi Resah

On February 27, 2016 with No comments


Soeara RakjatPembangunan Infrastruktur hingga saat ini masih belum bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang tinggal di desa-desa. Infrastruktur di pedesaan relatif sangat tertinggal dibanding dengan perkotaan, padahal fokus pemerintah saat ini konon adalah pembangunan yang berbasis dan dimulai dari desa.
Pembangunan infrastruktur jalan di subang lambat
Jalan di Subang banyak tergenang
Salah satunya adalah Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Salah satu desa yang terletak di wilayah utara  Subang ini, memiliki infrastruktur berupa jalan yang buruk di beberapa titik. Kondisi ini tidak hanya berlaku di desa Muara saja, hal yang sama juga terjadi dengan desa-desa lain di wilayah Subang Utara, yang mayoritas memang memiliki Infrastruktur memprihatinkan.

Kondisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, meski tak bisa dipungkiri bahwa saat ini Infrastruktur sedikit lebih baik, tapi itu tidak bisa dijadikan acuan jika melihat begitu pesatnya pembangunan di daerah-daerah lain sekarang ini.

Jalan di desa Muara ini adalah jalan daerah, yang menjadi tanggung jawab dari Pemkab Subang. Keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah yang sebagian besar habis untuk belanja pegawai atau membangun taman, gapura dan bangunan ikonik lainnya, adalah kendala utama dalam soal pembangunan Infrastruktur.

Kabupaten Subang sendiri memang memiliki bentang wilayah yang cukup luas, dengan kondisi ini, pembangunan pun terasa terhambat dan lambat. Melihat kondisi ini, cukup banyak tokoh masyarakat yang menginginkan wilayah utara Subang menjadi kabupaten yang mandiri, jika melihat ketidak mampuan Pemkab Subang membenahi infrastruktur.

Banyak masyarakat yang merasa sangat prihatin dengan kondisi ini, namun apa boleh buat, karena memang tidak ada yang bisa diperbuat. Masyarakat berharap ada bantuan dari Provinsi ataupun Pusat, untuk segera menanggulangi masalah ini. BDLV/TM
Jakarta Masih Banjir Lagi, Poros Maritim Jakarta - Cikampek Terendam, Meme-Meme Kocak Bertebaran

On February 15, 2016 with No comments


Soeara Rakjat. Sejak dua hari yang lalu, ramai diberitakan bahwa Ibukota negara kita kembali di kepung banjir, banjir kali ini pun cukup mengejutkan karena beberapa tempat yang selama ini terhindar dari banjir, kali ini turut terendam.
Seperti halnya jalan tol Jakarta - Cikampek, menurut pihak Jasa Marga, konon salah satu jalan tol tertua di Indonesia ini tak pernah terendam banjir parah selama 28 tahun terakhir keberadaannya. Jalan tol ini memang relatif aman, karena sebagian jalurnya berada dikawasan yang memiliki ketinggian diatas rata-rata.

Banjirnya tol Jakarta Cikampek ini membuat kita semua bertanya-tanya, adakah unsur kesengajaan ataupun  sabotase. Mengingat selama ini tol yang menjadi penghubung utama antara Jakarta dan kota-kota di Jawa ini relatif aman dari banjir.

Banjir inupun bahkan sempat merobohkan Gardu Tol Cikunir, yang menjadi akses masuk menuju beberapa ruas tol seperti Jagorawi, Pondok Indah, Bintaro - Serpong, Cilincing, dan beberapa ruas tol lain yang menjadi akses vital bagi warga Ibukota.

Banjir memang selalu menyusahkan dan menimbulkan keprihatinan dari kita semuanya. Sepertinya ini adalah banjir bersejarah, mengingat sempat melumpuhkan prasarana transportasi utama di Ibukota.

 Banjir :

 Ahok, Ada Mafia Banjir Di Jakarta
 Kampung Pulo (Masih) Banjir Lagi

Namun begitu, banyak diantara para Netizen yang tetap kreatif dan menjadikan banjir ini tetap inspiratif. Banyak pula yang menghubung-hubungkan banjir ini dengan program Tol Laut dan Poros Maritim bangsa Indonesia. Tak ayal, meme-meme lucu terkait banjir pun kini bertebaran.

Lalu kapan Ibukota bisa bebas dari banjir ? Padahal disetiap moment Pilkada ,para calon pemimpin DKI selalu menyuarakan Jakarta bebas macet dan banjir. Bahkan pada Pilkada lalu, ada yang menyatakan bahwa mudah saja untuk mengatasi macet dan banjir di Ibukota. Tinggal kita ada niat mau bekerja atau tidak.

Sepertinya memang sulit untuk mewujudkan Jakarta bebas banjir, seperti yang selalu digembor-gemborkan dan dikampanyekan oleh mereka. mch
Sungai Ciasem Meluap Dan Rendam Lahan Pertanian Milik Warga Desa Muara , Blanakan, Subang

On February 10, 2016 with No comments

Sungai ciasem meluap rendam lahan pertanian

Soeara Rakjat, Jawa Barat. Debit air Sungai Ciasem, sejak pagi tadi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hujan yang masih tinggi didaerah hulu, memaksa sungai ini meluap dan merendam lahan pertanian warga yang memanfaatkan lahan garapan di sepanjang aliran sungai tersebut.


Cukup banyak warga yang merasa prihatin, karena baru beberapa hari saja mereka melakukan aksi tanam. Padi yang baru ditanam ini akan mati atau tidak bisa tumbuh secara maksimal jika terendam lebih dari 3 x 24 jam.


Memang tak ada yang bisa untuk mengatas permasalahan ini, lahan warga yang letaknya persis disepanjang aliran sungai itu memang sangat rawan terendam. Lahan pertanian warga sendiri masuk ke dalam area bantaran sungai, hingga tak terlindungi oleh tanggul pembatas yang tingginya sekitar 2 - 3 meter itu.

Tak hanya para petani yang merasa khawatir dengan masalah ini, banyak diantara para Netizen yang turut khawatir dan berempati dengan nasib para petani. Netizen pun meyakini, banjir diwilayah Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang ini bukanlah karena unsur kesengajaan ataupun adanya sabotase, seperti yang terjadi di DKI belakangan ini.


Hingga saat ini hujan dalam skala sedang dan lebat masih terus turun di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Subang. Seperti halnya di lingkungan Kantor Pemkab, DPRD maupun disekitar Kota Subang sendiri saat ini masih diguyur hujan deras.

Jika hujan ini terus turun, bukan tidak mungkin debit air akan semakin meninggi dan banjir pun tak bisa dihindari. BDLV/TM
Debit Air Sungai Ciasem Kembali Meningkat, Warga Pantura Subang Diminta Untuk Waspada

On February 09, 2016 with No comments


Soeara Rakjat. Debit air disungai Ciasem kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Setelah beberapa hari yang lalu sempat surut, air sungai kini kembali meninggi. Beberapa hari yang lalu, luapan air sungai Ciasem ini sempat merendam lahan pertanian.
Sungai ciasem meluap
Debit air sungai Ciasem meningkat
Hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi para petani yang menggarap lahan disepanjang aliran sungai. Mengingat banyak para petani di wilayah Kecamatan Ciasem dan Blanakan yang baru saja memulai musim tanam, setelah proses persemaian.

Dibeberapa tempat di wilayah Kabupaten Subang sendiri memang saat ini sedang bersiaga banjir, seperti halnya di sekitar  wilayah Kecamatan Pamanukan dan sekitarnya. Kondisi ini disebabkan oleh aliran sungai Cipunegara yang saat ini debit airnya semakin meningkat akibat dari masih tingginya curah hujan di daerah hulu.

Petani berharap agar musim tanam kali ini tidak terganggu oleh banjir seperti tahun-tahun sebelumnya. Banyak warga yang mengira bahwa musim penghujan telah berakhir, mengingat beberapa waktu yang lalu cuaca sempat terik, dan hujan pun sudah jarang turun khususnya di wilayah pantai utara Subang ini.

Namun begitu, banyak juga dari para petani yang belum memulai musim tanam, karena para petani memiliki pengalaman bahwa banjir masih akan melanda lahan pertanian yang berada disepanjang aliran sungai Ciasem ini. BDLV/TM
Ketua DPRD Subang Kecewa Dengan Satpol PP yang Lamban Tangani Peredaran Miras

On February 07, 2016 with No comments

Soeara Rakjat, Jawa BaratKetua DPRD Subang Beni Rudiono, mengaku kecewa dengan maraknya penjualan Minuman Keras atau Miras di wilayah Kabupaten Subang. Beni Rudiono merasa Satpol PP tidak menggubris atau menegakan aturan terkait miras yang sudah ada dalam Perda miras, dan sudah disepakati selama ini.

Ketua DPRD Subang ini bahkan menyebutkan dirinya merasa sangat prihatin mengapa Satpol PP sangat lambat menangani penjualan miras yang beredar di samping sebuah Mesjid di sekitar Pasar Panjang Subang.

Dalam akun Facebooknya, Om Beni, begitu sapaan akrabnya, menyayangkan sikap Satpol PP, yang begitu lamban menangani peredaran atau penjualan miras disekitar tempat ibadah ini. Beni pun mempertanyakan apakah sikap Satpol PP ini karena DPRD Subang bukan sebagai atasan langsung, sehingga Satpol PP terasa ogah-ogahan untuk menegakan aturan terkait miras ini.

Beni pun menegaskan bahwa seharusnya Satpol PP melaksanakan apa yang diminta oleh dirinya selaku pemimpin lembaga legislatif di Subang. Karrena meski DPRD bukan atasan langsung Satpol PP, akan tetapi terkait penertiban peredaran miras adalah menyangkut aspirasi masyarakat Kabupaten Subang sendiri.

Lebih lanjut Politisi PDIP ini menyatakan mungkin DPRD memang harus memanggil Kasatpol PP secara formal untuk melakukan koordinasi, agar Bupati Subang selaku atasan langsung Satpol PP bisa mengeluarkan perintah untuk menggelar berbagai operasi. Jika diperlukan sebuah operasi gabungan untuk menindak peredaran miras diseluruh wilayah Subang yang diyakini telah melanggar Perda Miras.

Cukup banyak para Netizen yang mendukung dan mengapresiasi sikap dari Ketua DPRD ini, masyarakat sendiri menganggap bahwa maraknya peredaran miras di Kabupaten Subang dewasa ini sangat tidak sesuai dengan agenda Pemerintahan Jokowi-JK saat ini yaitu Revolusi Mental. BDLV/TM
Mengenang Kiprah HM Rosyidi AF, Salah Satu Tokoh Masyarakat Desa Muara

On February 06, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Hari Minggu, tanggal 31 Januari 2016 lalu, orang tua sekaligus sahabat terbaik warga Desa Muara, Bapak HM. Rosyidi AF, telah berpulang kembali kepangkuan Illahi. Kepergian salah satu sosok sesepuh warga Desa Muara ini telah membuat kami merasa kehilangan, selama ini begitu banyak kebersamaan yang telah kami lalui bersama.
Rosyidi af ketua kud mandiri mina bahari
HM. Rosyidi AF, tokoh masyarakat Desa Muara
HM Rosyidi AF, adalah salah satu orang yang ditokohkan oleh masyarakat Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Dimasa muda dan sehatnya, beliau selalu aktif diberbagai kegiatan sosial yang berkaitan langsung dengan perkembangan dan pembangunan masyarakat desa. Beliau pun turut aktif di berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan.

Pria kelahiran tahun 1942 ini adalah mantan kepala Desa Muara yang menjabat di sekitarr tahun 1980 an, almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua KUD Mina Bahari, sebuah lembaga koperasi yang bergerak dibidang perikanan dan menaungi para nelayan baik itu nelayan lokal ataupun pendatang dari luar Desa Muara.

HM Rosyidi AF, juga cukup lama menjabat sebagai Ketua PUSKUD Jawa Barat, yaitu sebuah asosiasi yang menjadi wadah bagi KUD Mina yang tersebar diseluruh Jawa Barat, dan berkantor di Kota Bandung. PUSKUD Jabar adalah rumah besar bagi seluruh masyarakat nelayan di Jawa Barat.

Selama menjabat Kepala Desa Muara, HM Rosyidi AF cukup banyak meninggalkan jejak pembangunan, banyak pasilitas-pasilitas publik yang dibangun berdasarkan ide dan buah fikiran dari almarhum. Para Kepala Desa Muara sejak era 1990 an hingga saat inipun hampir kesemuanya adalah mantan anak didik dan pernah menimba ilmu kemasyarakatan dari sosok pria yang lebih akrab disapa bokap ini. Tak hanya di bidang sosial-masyarakat, HM Rosyidi AF juga cukup aktif dalam dunia politik meski bukan dalam konteks politik praktis.

Setiap momen Pilkada, baik itu tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pilpres, HM Rosyidi AF kerap menjadi tumpuan para kandidat calon untuk mendulang suara masyarakat di sekitar wilayah kecamatan Blanakan. Beliau juga dikenal piawai membangun komunikasi yang baik dengan birokrasi baik tingkat daerah maupun pusat.

HM. Rosyidi AF sendiri adalah putera bungsu dari Abdul Fatah, salah satu Kepala Desa Muara diera penjajahan di sekitar tahun 1930 - 1940 an. Cukup banyak cerita tentang masa lalu dan eksistensi dari Desa Muara, KUD Mina Bahari ataupun kehidupian masyarakatnya sendiri, yang kami dapat dapat dari sosok pria ini.

Diera kepemimpinan HM Rosyidi AF pula Desa Muara, KUD Mina Bahari maupun PUSKUD Jawa Barat, pernah mencapai kemajuan yang pesat, dan memberi imbas langsung pada kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat khususnya masyarakat Desa Muara.

Cukup banyak yang telah beliau berikan, dan semoga apa yang telah almarhum tinggalkan bisa menjadi teladan. Selamat jalan kawan. BDLV/TM
Kades Muara Bersama Bupati, Wakil Bupati dan Anggota DPRD di Pelantikan Kades Tanjung Tiga

On February 04, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Jawa Barat. Kepala Desa Muara, Ita Suditha saat ini turut menghadiri acara pelantikan Kepala Desa Tanjung Tiga, di Aula Kantor Desa Tanjung Tiga. Lurah Ita, begitu sapaan akrabnya terlihat duduk di barisan terdepan di tribun kehormatan. 
Lurah ita kepala desa muara pelantikan kepala desa tanjungtiga
Pelantikan Kepala Desa Tanjungtiga
Dalam suasana penuh keakraban, Lurah Ita, sapaan akrabnya, terlihat santai mendampingi Perwakilan PHE ONWJ Soedaryoko, Anggota DPRD Subang Bobby Haerul Anwar SIP, Bupati Subang Ojang Suhandi beserta Wakilnya Hj. Imas Aryumningsih.

Kehadiran Lurah Ita ini adalah sebagai bentuk dukungan dan kerjasama yang erat dengan pemerintah Desa Tanjung Tiga yang selama ini telah terbina. Desa Tanjung Tiga dan Desa Muara sudah seperti satu kesatuan, terbukti dengan adanya Sekolah, jembatan gantung dan lembaga koperasi yang sama yang diperuntukan untuk warga kedua desa ini dimasa lalu.

Selain melantik Kades Tanjung Tiga, Bupati Subang beserta rombongan juga akan menuju ke Desa Langen Sari, untuk kegiatan yang sama yaitu pelantikan Kades Langen Sari. Rencananya Lurah Ita juga akan turut menghadiri pelantikan Kades Langensari ini. Dimasa lalu Desa Langen Sari adalah bagian dari wilayah Desa Muara sebelum dimekarkan sekitar tahun 1984.

Saat ini, acara pelantikan Kades Tanjung Tiga ini masih sedang berlangsung, dihadiri oleh ratusan warga Desa dan tamu undangan lainnya. Acara ini berjalan aman, tenang dan tertib. BDLV/TM
Sebelum Dilantik, Kepala Desa Tanjungtiga Terpilih Akan Diarak Dengan Naik Sisingaan

On February 04, 2016 with No comments


Soeara Rakjat, Tanjungtiga. Bupati Subang Ojang Sohandi, hari ini Kamis 4 Februari 2016, hadir di desa Tanjungtiga guna melantik Kepala Desa Tanjungtiga terpilih hasil Pilkades 20 Desember lalu. Bupati Ojang hadir bersama wakilnya Hj. Imas Aryumningsih beserta jajaran staf pemerintah Kabupaten. Selain itu, Camat Blanakan juga turut hadir mendampingi.
Kades tanjungtiga pelantikan diarak sisingaan sebelum dilantik
Pelantikan Kepala Desa Tanjungtiga
Rencananya, pelantikan Kades Tanjungtiga ini akan digelar di aula kantor desa pada pukul 11.00 WIB. Sebelum dilantik, Kades Tanjungtiga terpilih yaitu Sukur akan diarak menggunakan Sisingaan. Kepala Desa Tanjungtiga bersama istri dan juga Bupati dan Wakil Bupati Subang serta Camat Blanakan akan bersama-sama diarak menggunakan kesenian tradisional khas masyarakat Subang, Sisingaan.

Saat ini, suasana di alun-alun Desa Tanjungtiga terlihat sangat meriah. Selain warga desa yang begitu antusias menghadiri acara pelantikan tersebut, tampak pula para pedagang yang berjejer di sepanjang jalan menuju Balai Desa dan turut menyemarakan acara pelantikan Kepala Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat ini.

"Ini pelantikan kepala desa yang paling merah yang pernah ada dan terjadi di desa kami. Seluruh warga desa tampak bahagia dan bergembira. Semoga akan membawa kebaikan untuk seluruh masyarakat desa," ujar seorang warga yang turut menghadiri acara ini.

Rencananya, Bupati dan Wakil Bupati Subang bersama Camat Blanakan beserta Kades terpilih akan diarak dari Dusun Sukatani yang jaraknya sekitar 3 KM menuju Aula Kantor Desa Tanjungtiga. Menurut Bupati Subang Ojang Sohandi, tujuan dari seremoni ini adalah untuk lebih meningkatkan rasa kecintaan masyarakat terhadap kesenian tradisional Sisingaan atau yang oleh masyarakat Tanjungtiga biasa disebut Citot.

"Sejak beberapa tahun terakhir, Pemkab Subang memang selalu mengagendakan ritual budaya arak-arakan di setiap acara pelantikan kepala desa. Tujuannya adalah agar masyarakat Subang lebih mengenal dan semakin mencintai budayanya," tegas Ojang Sohandi, Kamis 4 Februari 2016.

Pelantikan Kepala Desa terpilih ini sendiri adalah untuk menindaklanjuti hasil Pilkades Tanjungtiga yang digelar pada 20 Desember 2015 lalu. Dalam gelaran Pilkades tersebut, calon nomor urut 2 yaitu M. Syukur mampu memenangi ajang pesta demokrasi di desa Tanjungtiga ini.
Pelantikan Kepala Desa Tanjungtiga
Selain Bupati, Wakil Bupati beserta jajaran staf dan juga Camat Blanakan, tampak hadir pula beberapa tamu undangan lainnya diantaranya adalah anggota DPRD Kabupaten Subang Boby Haerul Anwar Sip, Perwakilan PHE ONWJ Sudaryoko dan Kepala Desa Muara Ita Sudita. BDLV/TM
Warga Desa Tanjung Tiga Bersiap Menyambut Hadirnya Kepala Desa Yang Baru

On February 04, 2016 with No comments

Sukur di lantik menjadi kepala desa tanjungtiga

Soeara Rakjat, Jawa Barat. Hari ini tanggal 04 Februari 2016, Desa Tanjung Tiga mengadakan hajat besar berupa pelantikan Kepala Desa, pelantikan ini akan langsung dilakukan oleh Bupati Subang, Ojang Suhandi. Saat ini kemeriahan acara terlihat begitu terasa, seluruh warga Desa terlihat antusias untuk menghadiri dan turut berpartisipasi memeriahkan acara ini.

Bupati Subang, Ojang Suhandi, saat ini sudah terlihat hadir dilokasi, dalam prosesi pelantikan ini Bupati dan Kepala Desa Tanjung Tiga yang akan dilantik, Moch Syukur akan diarak menggunakan Sisingaan, kesenian khas Kabupaten Subang.

Selain itu ada ragam kesenian yang lain yaitu kirab Drum Band, yang diperagakan oleh anak-anak Sekolah Dasar SD Taman Siswa dan Madrasah Ibtidaiyah Al Huda III, Desa Tanjung Tiga.

Pelantikan Kepala Desa Tanjung Tiga sendiri rencananya akan dilaksanakan sekitar pukul 11 WIB, di aula Kantor Desa Tanjung Tiga. Saat ini, masyarakat Desa Tanjung Tiga masih terlihat bersabar dan setia menanti acara puncak, yaitu Pelantikan Kepala Desa sambil menikmati aneka hiburan yang ada. BDLV/TM
Debit Air Sungai Ciasem Meningkat, Warga Desa Muara Dan Tanjung Tiga Diminta Untuk Waspada

On February 02, 2016 with No comments

Sungai ciasem, subang meluap dan banjir
Soeara Rakjat, Debit air di sepanjang aliran sungai ciasem hingga malam ini terpantau meningkat dari waktu-waktu sebelumnya, hujan yang masih turun di hampir seluruh wilayah Subang dan sebagian wilayah Bandung ini mau tak mau akan berdampak pada tingginya debit air di daerah hilir, seperti di wilayah Kecamatan Blanakan, Ciasem, Pamanukan dan sekitarnya. 

Saat ini, di beberapa titik di Desa Muara sendiri air sudah mulai menggenangi halaman rumah warga, meski air belum masuk ke dalam rumah tetapi jika hujan terus turun tentu akan menimbulkan rasa kekhawatiran. Terlebih, hujan dalam skala ringan, sedang dan besar juga masih terus turun.

Desa Muara dan Tanjung Tiga, yang letaknya berada didaerah hilir memang sangat rawan akan bencana banjir. Banjir dalam skala ringan dan sedang memang hampir terjadi disetiap musim penghujan.  Begitu juga dengan musim penghujan saat ini, meskipun tak sebesar tahun sebelumnya.

Dari hasil pantauan dilapangan, tepatnya di kampung Sukamanah Baru yang menjadi perbatasan antara Desa Muara dan Ciasem hilir, debit air sungai Ciasem mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Meski belum ada peringatan dari Pemerintah Desa akan tetapi warga diharapkan tetap waspada, mengingat banjir bisa datang kapan saja.

Dibeberapa tempat, diberitakan sudah banyak rumah-rumah penduduk yang tergenang air karena curah hujan yang tinggi dan masih terjadi hingga saat ini. Menyikapi hal ini, warga pun diminta agar lebih hati-hati dan melakukan persiapan untuk langkah antisipasi lebih dini. mch
Intensitas Hujan Meningkat : Warga 'Kabupaten' Pamanukan Bersiap Hadapi Banjir

On February 02, 2016 with No comments

Warga Kota Pamanukan Bersiap Hadapi Banjir
Soeara Rakjat, Intensitas curah hujan yang semakin meningkat dalam sepekan terakhir ini telah membuat beberapa wilayah di pantura Subang, yang menjadi langganan banjir kini sedang bersiap untuk mengantisipasi datangnya tamu tak diundang yaitu air banjir.

Salah satu wilayah langganan banjir di pantura Subang adalah Kecamatan Pamanukan, dibeberapa titik saat ini dikabarkan sudah mulai tergenang, meski banjir saat ini tidak atau belum sebesar banjir pada tahun-tahun sebelumnya, namun tetap saja itu membuat resah warga yang rumahnya kerap menjadi langganan banjir.

Pamanukan adalah sebagai salah satu sentra ekonomi dipantura Subang, sangat wajar jika banjir kemudian menggenangi wilayah ini akan membuat lumpuh roda perekonomian warga sekitar. Pada tahun 2014 lalu wilayah ini menjadi yang terparah tergenang banjir, saat itu jalur sepanjang Pantai Utara Jawa memang lumpuh total.

Keadaan ini diperparah oleh buruknya kondisi jalan, banyak jalan yang rusak,  berlubang dan tergenang sehingga sangat membahayakan pengguna jalan terutama yang menggunakan kendaraan roda dua. Buruknya pasilitas jalan ini memang selalu menjadi keluhan rutin warga Pantura Subang, tak terkecuali juga warga Pamanukan dan sekitarnya.

Di wilayah pantura Subang, buruknya infrastruktur berupa jalan yang menjadi penghubung antar Desa dan Kecamatan masih belum terpecahkan. Masyarakat di wilayah tersebut kerap mengeluh, mereka menganggap hal ini bisa menjadi faktor penghambat bagi pembangunan. 

Pemkab Subang sendiri sudah berjanji akan segera merampungkan pembangunan jalan yang memang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, namun hingga saat ini keadaan masih belum banyak berubah.

Beberapa wilayah di pantura Subang termasuk Pamanukan sendiri saat ini sedang mewacanakan dan mengupayakan untuk terbentuknya sebuah Kabupaten yang mandiri dan terpisah dari Kabupaten Subang. Konon wacana ini adalah sebagai bentuk dari aspirasi warga pantura yang selama ini merasa dianak tirikan oleh Pemkab Subang. BDLV/TM